Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Selasa, 29 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Membuat dan Merefleksikan Karya Anyaman
Pertemuan ke        : 18


Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesua

Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
    • Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
    • Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
    • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba.
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.



    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    🌿 Bahan Ajar Seni Rupa Kelas V SD

    Materi: Eksplorasi Variasi Teknik Penggunaan Alat dan/atau Bahan Kerajinan Anyaman

    Tujuan Pembelajaran:
    Murid dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan dalam membuat kerajinan anyaman serta menghasilkan karya anyaman sederhana yang kreatif dan memiliki nilai guna.


    A. Mengenal Kerajinan Anyaman

    Anyaman adalah kerajinan yang dibuat dengan cara menyilangkan, menyisipkan, atau menumpangkan bahan secara teratur sehingga membentuk pola tertentu.

    Anyaman dapat dibuat menjadi berbagai benda yang indah dan bermanfaat, seperti:

    • Tikar
    • Keranjang
    • Tempat pensil
    • Tas
    • Dompet
    • Hiasan dinding
    • Tempat tisu
    • Gantungan
    • Alas meja
    7

    B. Bahan untuk Membuat Anyaman

    Bahan anyaman dapat berasal dari alam maupun bahan buatan.

    1. Bahan Alam

    Contohnya:

    • Bambu
    • Rotan
    • Daun pandan
    • Daun kelapa
    • Mendong
    • Eceng gondok
    • Daun lontar

    2. Bahan Buatan

    Contohnya:

    • Kertas
    • Koran bekas
    • Sedotan
    • Pita
    • Tali
    • Plastik kemasan
    • Benang

    Untuk murid SD, bahan yang mudah dan aman digunakan antara lain kertas warna, kertas bekas, pita, atau sedotan.


    C. Alat yang Digunakan

    Beberapa alat yang dapat digunakan dalam kegiatan menganyam:

    AlatKegunaan
    ✂️ GuntingMemotong bahan
    📏 PenggarisMengukur dan membuat garis
    ✏️ PensilMembuat pola
    🧴 LemMerekatkan bagian tertentu
    🖍️ Pensil warna/spidolMemberi warna atau hiasan
    PenjepitMembantu menahan bahan saat menganyam

    Keselamatan kerja: Gunakan gunting dengan hati-hati, jangan berlari sambil membawa alat, dan rapikan alat setelah digunakan.


    D. Teknik Dasar Menganyam

    Ada beberapa teknik yang dapat dieksplorasi oleh murid.

    1. Teknik Anyaman Satu-Satu

    Bahan disusun dengan pola:

    Atas – bawah – atas – bawah

    Contoh:

    │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
    │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
    │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │

    Teknik ini merupakan teknik dasar yang paling mudah dipelajari.

    2. Teknik Anyaman Dua-Dua

    Bahan dilewatkan dua bagian di atas, kemudian dua bagian di bawah secara bergantian.

    Pola dapat dibuat seperti:

    Atas – atas – bawah – bawah

    Teknik ini menghasilkan pola yang berbeda dari anyaman satu-satu.

    3. Teknik Anyaman Warna

    Gunakan bahan dengan dua atau lebih warna. Perbedaan warna dapat membentuk pola garis, kotak, zig-zag, atau pola lainnya.

    7

    4. Teknik Kombinasi Bahan

    Murid dapat mencoba menggabungkan bahan yang berbeda, misalnya:

    • Kertas + pita
    • Kertas + tali
    • Sedotan + benang
    • Kertas warna + koran bekas

    Kombinasi bahan dapat menghasilkan tekstur dan tampilan karya yang lebih menarik.


    E. Eksplorasi Teknik dan Bahan

    Dalam membuat anyaman, murid tidak harus menggunakan satu cara saja. Murid dapat mencoba berbagai bahan dan teknik, kemudian mengamati hasilnya.

    Contohnya:

    Percobaan 1:
    Menganyam kertas dengan pola satu-satu.

    Percobaan 2:
    Menggunakan dua warna kertas untuk membuat pola kotak.

    Percobaan 3:
    Menggunakan tiga warna untuk membuat pola garis.

    Percobaan 4:
    Mengombinasikan kertas dengan pita.

    Setelah mencoba, murid dapat membandingkan:

    • Bahan mana yang paling mudah digunakan?
    • Teknik mana yang paling mudah?
    • Teknik mana yang menghasilkan pola paling menarik?
    • Apa kesulitan yang ditemukan?
    • Bagaimana cara memperbaikinya?

    F. Langkah-Langkah Membuat Anyaman Kertas Sederhana

    Alat dan bahan:

    • 2 lembar kertas warna berbeda
    • Pensil
    • Penggaris
    • Gunting
    • Lem

    Langkah kerja:

    1. Siapkan dua lembar kertas dengan warna berbeda.
    2. Potong salah satu kertas menjadi beberapa bagian memanjang sebagai bilah anyaman.
    3. Pada kertas lainnya, buat garis-garis sejajar.
    4. Gunting mengikuti garis, tetapi jangan sampai terputus seluruhnya.
    5. Masukkan bilah kertas secara bergantian di atas dan di bawah bagian yang telah dipotong.
    6. Pada baris berikutnya, lakukan secara berlawanan.
    7. Rapikan ujung-ujung kertas.
    8. Gunakan lem agar anyaman tidak mudah terlepas.
    9. Tambahkan hiasan sesuai kreativitas.
    5

    G. Prinsip yang Perlu Diperhatikan

    Saat membuat karya anyaman, perhatikan:

    Kerapian → susunan bahan tidak berantakan.
    Ketelitian → mengikuti pola dengan tepat.
    Kreativitas → berani mencoba warna dan pola baru.
    Kesabaran → menganyam membutuhkan ketekunan.
    Kebersihan → menjaga meja dan lingkungan tetap bersih.


    H. Aktivitas Eksplorasi Murid

    Ayo Bereksperimen!

    Buatlah 3 contoh anyaman kecil dengan ketentuan:

    1. Anyaman menggunakan satu warna.
    2. Anyaman menggunakan dua warna.
    3. Anyaman menggunakan kombinasi bahan atau pola yang berbeda.

    Kemudian pilih satu karya yang paling menarik dan jelaskan:

    “Saya memilih teknik ... karena ....”


    I. Pertanyaan Pemantik

    1. Mengapa bahan anyaman harus disusun secara teratur?
    2. Apa yang terjadi jika pola atas-bawah tidak dilakukan dengan benar?
    3. Apakah semua bahan dapat digunakan untuk membuat anyaman?
    4. Apa perbedaan hasil anyaman menggunakan kertas dan pita?
    5. Bagaimana cara membuat anyaman agar terlihat lebih menarik?
    6. Bagaimana kita dapat memanfaatkan bahan bekas untuk membuat kerajinan anyaman?

    J. Kesimpulan

    Kerajinan anyaman dibuat dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara teratur. Bahan yang digunakan dapat berupa bahan alam maupun bahan buatan. Dalam membuat anyaman, kita dapat mengeksplorasi berbagai alat, bahan, warna, pola, dan teknik untuk menghasilkan karya yang kreatif, rapi, indah, dan memiliki nilai guna.

    🌱 Pesan untuk Ananda:
    Jangan takut mencoba pola baru. Kesalahan dalam menganyam adalah bagian dari proses belajar. Teruslah berkreasi, teliti, sabar, dan bangga terhadap hasil karya sendiri!

    0 komentar:

    Posting Komentar