Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Jum'at, 4 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Membuat dan Merefleksikan Karya Makrame
Pertemuan ke        : 12


Ø Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai

·       Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
    • Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
    • Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
    • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba.
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.



    Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


    Makrame adalah karya kerajinan yang dibuat dengan cara mengikat, menyimpulkan, dan menyusun tali sehingga menghasilkan bentuk atau benda yang indah dan memiliki fungsi.

    Makrame termasuk karya seni rupa yang mengutamakan keterampilan tangan, bentuk, tekstur, pola, dan kreativitas.


    Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, misalnya:

    • hiasan dinding,
    • gantungan pot,
    • gantungan kunci,
    • gelang,
    • tempat pensil,
    • dekorasi kamar,
    • dan berbagai benda hias lainnya.

    C. Alat dan Bahan Makrame

    Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan:

    No.Alat/BahanFungsi
    1Tali makrameBahan utama untuk membuat karya
    2GuntingMemotong tali
    3Kayu/stikTempat memasangkan tali
    4Meteran/penggarisMengukur panjang tali
    5Manik-manikHiasan tambahan
    6SisirMembuat ujung tali menjadi rumbai

    Catatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan sesuai arahan guru.


    D. Teknik Dasar Makrame

    Dalam membuat makrame terdapat beberapa teknik simpul dasar.

    1. Simpul Mati

    Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

    Ciri-ciri: sederhana, kuat, dan rapat.

    2. Simpul Kepala

    Simpul kepala digunakan untuk memasangkan tali pada kayu atau tali utama.

    3. Simpul Persegi

    7

    Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang teratur dan sering digunakan dalam membuat hiasan makrame.

    4. Simpul Spiral

    Simpul spiral menghasilkan bentuk tali yang berputar atau melingkar.

    5. Simpul Kombinasi

    Beberapa jenis simpul dapat digabungkan untuk menghasilkan pola dan bentuk yang lebih menarik.


    E. Unsur Seni Rupa dalam Karya Makrame

    Ketika membuat makrame, kita menggunakan berbagai unsur seni rupa.

    1. Garis

    Garis terbentuk dari susunan atau arah tali.

    Contohnya:

    • garis lurus,
    • garis diagonal,
    • garis melengkung.

    2. Bentuk

    Bentuk adalah wujud karya yang dihasilkan dari susunan tali dan simpul.

    Contohnya:

    • segitiga,
    • lingkaran,
    • persegi,
    • bentuk geometris,
    • bentuk bebas.

    3. Warna

    Warna dapat membuat karya terlihat lebih menarik.

    Contohnya:

    • putih,
    • cokelat,
    • hijau,
    • merah,
    • biru,
    • atau kombinasi beberapa warna.

    4. Tekstur

    Tekstur adalah kesan permukaan suatu benda ketika dilihat atau diraba.

    Karya makrame umumnya memiliki tekstur kasar, berserat, dan tidak rata karena terbuat dari tali.

    5. Pola

    Pola merupakan susunan bentuk atau simpul yang dilakukan secara berulang.

    Pola yang teratur membuat karya terlihat lebih rapi dan menarik.

    6. Komposisi

    Komposisi adalah cara menyusun berbagai unsur seni rupa agar terlihat seimbang dan harmonis.

    Dalam makrame, komposisi dapat dilihat dari:

    • keseimbangan ukuran,
    • susunan simpul,
    • kombinasi warna,
    • dan jarak antarbagian.

    F. Proses Membuat Karya Makrame

    Secara sederhana, proses membuat makrame dapat dilakukan melalui langkah berikut.

    1. Menentukan ide
    Tentukan benda atau hiasan makrame yang ingin dibuat.

    ⬇️

    2. Menyiapkan alat dan bahan
    Siapkan tali, gunting, kayu, dan bahan tambahan.

    ⬇️

    3. Mengukur dan memotong tali
    Potong tali sesuai ukuran yang diperlukan.

    ⬇️

    4. Memasang tali
    Pasangkan tali pada kayu atau bagian yang menjadi dasar karya.

    ⬇️

    5. Membuat simpul
    Gunakan simpul kepala, simpul mati, simpul persegi, atau simpul lainnya.

    ⬇️

    6. Menyusun pola
    Atur simpul sehingga membentuk pola yang diinginkan.

    ⬇️

    7. Finishing
    Rapikan ujung tali dan tambahkan hiasan jika diperlukan.

    ⬇️

    8. Mengamati karya
    Perhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.

    ⬇️

    9. Melakukan refleksi
    Ceritakan pengalaman selama membuat karya dan hasil yang diperoleh.


    G. Apa Itu Refleksi Karya?

    Refleksi karya adalah kegiatan memikirkan, mengamati, dan menceritakan kembali proses serta hasil karya yang telah dibuat.

    Melalui refleksi, kita dapat mengetahui:

    • apa yang sudah dilakukan dengan baik,
    • kesulitan yang dialami,
    • bagian yang perlu diperbaiki,
    • hal baru yang dipelajari,
    • dan perasaan setelah menyelesaikan karya.

    Refleksi bukan berarti mencari kesalahan. Refleksi membantu kita belajar dari pengalaman dan menjadi lebih baik dalam berkarya.


    H. Kosakata Seni Rupa untuk Merefleksikan Karya

    Agar dapat melakukan refleksi dengan baik, gunakan kosakata seni rupa yang tepat.

    KosakataArtinya
    GarisJejak atau arah yang terbentuk dari tali
    BentukWujud karya yang dibuat
    WarnaKesan yang ditimbulkan oleh warna pada karya
    TeksturKesan permukaan yang dapat dilihat atau dirasakan
    PolaSusunan bentuk atau simpul yang berulang
    KomposisiSusunan unsur-unsur seni rupa dalam karya
    ProporsiPerbandingan ukuran antarbagian karya
    KeseimbanganKeserasian pembagian unsur dalam karya
    HarmoniKeselarasan antarunsur dalam karya
    KontrasPerbedaan yang terlihat jelas, misalnya warna atau ukuran
    RapiSusunan karya terlihat teratur
    KreatifMampu menghasilkan gagasan atau bentuk yang menarik dan berbeda
    FinishingTahap akhir untuk merapikan dan menyempurnakan karya

    0 komentar:

    Posting Komentar