Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Matematika

Hari, Tanggal         : Senin, 2 November 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Perkalian dan Pembagian Pecahan
Pertemuan ke        : 23

🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan pecahan dalam berbagai bentuk, membandingkan dan mengurutkan pecahan, serta melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.


🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mempelajari materi ini, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan.
  2. Menjumlahkan pecahan berpenyebut sama dan berbeda.
  3. Mengurangkan pecahan berpenyebut sama dan berbeda.
  4. Menyelesaikan operasi pecahan campuran.
  5. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak belajar dengan tenang, fokus, dan penuh perhatian. Guru mengajak peserta didik mengamati benda atau gambar yang menunjukkan pecahan, kemudian menyadari bahwa pecahan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengerjakan setiap langkah dengan teliti dan tidak terburu-buru.

Contoh:
Guru menunjukkan sebuah kue yang dibagi menjadi beberapa bagian. Peserta didik mengamati jumlah seluruh bagian dan bagian yang diambil, kemudian menyebutkan pecahannya.


🌱 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep pecahan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, menggunakan uang, mengukur bahan masakan, menentukan waktu, dan membagi sesuatu secara adil.

Contoh:
“Jika sebuah pizza dipotong menjadi 8 bagian dan kamu memakan 3 bagian, berapa bagian pizza yang kamu makan?”

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa pecahan bukan hanya angka, tetapi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan kartu pecahan;
  • mencocokkan gambar dengan pecahannya;
  • puzzle pecahan;
  • permainan kelompok;
  • kuis menggunakan Wordwall/Kahoot;
  • menggunakan benda konkret seperti kertas lipat, buah, atau makanan;
  • tantangan soal cerita pecahan.

Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik dalam menjawab.


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

PertemuanAlur Tujuan PembelajaranMateri/Kegiatan
1Peserta didik mampu menjelaskan pengertian pecahan serta menentukan pembilang dan penyebut.Mengenal pecahan melalui gambar dan benda konkret.
2Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan dan menentukan pecahan senilai.Pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan pecahan senilai.
3Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan.Menggunakan tanda >, <, = serta mengurutkan pecahan.
4Peserta didik mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan.Penyebut sama dan berbeda serta soal cerita.
5Peserta didik mampu melakukan perkalian dan pembagian pecahan.Operasi perkalian dan pembagian pecahan serta latihan kontekstual.
6Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.Soal cerita, diskusi kelompok, permainan/kuis pecahan, dan refleksi.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. Perkalian dan Pembagian Pecahan

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

    1. Memahami konsep perkalian pecahan.

    2. Menghitung hasil perkalian pecahan biasa dan pecahan campuran.

    3. Memahami konsep pembagian pecahan.

    4. Menghitung hasil pembagian pecahan biasa dan pecahan campuran.

    5. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian pecahan.

    B. Pengertian Pecahan

    Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

    Contoh:

    \[ \frac{3}{4} \]

    Keterangan:

    • 3 disebut pembilang, yaitu bagian yang diambil.

    • 4 disebut penyebut, yaitu jumlah seluruh bagian yang sama besar.

    C. Perkalian Pecahan

    1. Perkalian pecahan biasa dengan pecahan biasa

    Untuk mengalikan dua pecahan, kalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.

    Rumus:

    \[ \frac{a}{b}\times\frac{c}{d} =\frac{a\times c}{b\times d} \]

    Contoh 1:

    \[ \frac{2}{3}\times\frac{1}{4} =\frac{2\times1}{3\times4} =\frac{2}{12}=\frac{1}{6} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(\frac{1}{6}\).

    Contoh 2:

    \[ \frac{3}{5}\times\frac{2}{7} =\frac{3\times2}{5\times7} =\frac{6}{35} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(\frac{6}{35}\).

    2. Perkalian pecahan dengan bilangan bulat

    Bilangan bulat dapat ditulis sebagai pecahan dengan penyebut 1.

    Contoh:

    \[ \frac{2}{5}\times 3 =\frac{2}{5}\times\frac{3}{1} =\frac{6}{5}=1\frac{1}{5} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(1\frac{1}{5}\).

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    Ibu memiliki 3 meter pita. Sebanyak \(\frac{2}{5}\) dari setiap meter pita digunakan untuk menghias kado. Berapa meter pita yang digunakan jika ada 3 meter pita?

    Penyelesaian:

    \[ 3\times\frac{2}{5}=\frac{6}{5}=1\frac{1}{5} \]

    Jadi, pita yang digunakan sepanjang \(1\frac{1}{5}\) meter.

    3. Perkalian pecahan campuran

    Pecahan campuran harus diubah menjadi pecahan biasa terlebih dahulu.

    Contoh:

    \[ 1\frac{1}{2}\times\frac{2}{3} \]

    Langkah 1: Ubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa.

    \[ 1\frac{1}{2}=\frac{3}{2} \]

    Langkah 2: Kalikan kedua pecahan.

    \[ \frac{3}{2}\times\frac{2}{3} =\frac{6}{6}=1 \]

    Jadi, hasilnya adalah 1.

    D. Pembagian Pecahan

    Pembagian pecahan dilakukan dengan mengubah operasi pembagian menjadi perkalian, kemudian membalik pecahan pembagi.

    Ingat: Pecahan yang dibalik adalah pecahan kedua atau pecahan pembagi.

    1. Pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa

    Rumus:

    \[ \frac{a}{b}\div\frac{c}{d} =\frac{a}{b}\times\frac{d}{c} \]

    Contoh 1:

    \[ \frac{2}{3}\div\frac{1}{4} \]

    Langkah 1: Ubah tanda bagi menjadi tanda kali.

    Langkah 2: Balik pecahan kedua, dari \(\frac{1}{4}\) menjadi \(\frac{4}{1}\).

    \[ \frac{2}{3}\div\frac{1}{4} =\frac{2}{3}\times\frac{4}{1} =\frac{8}{3}=2\frac{2}{3} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(2\frac{2}{3}\).

    Contoh 2:

    \[ \frac{3}{5}\div\frac{2}{7} \]
    \[ =\frac{3}{5}\times\frac{7}{2} =\frac{21}{10}=2\frac{1}{10} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(2\frac{1}{10}\).

    2. Pembagian pecahan dengan bilangan bulat

    Bilangan bulat ditulis sebagai pecahan dengan penyebut 1.

    Contoh:

    \[ \frac{3}{4}\div 2 \]
    \[ =\frac{3}{4}\div\frac{2}{1} \]
    \[ =\frac{3}{4}\times\frac{1}{2} =\frac{3}{8} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(\frac{3}{8}\).

    3. Pembagian pecahan campuran

    Ubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu.

    Contoh:

    \[ 1\frac{1}{2}\div\frac{3}{4} \]

    Langkah 1:

    \[ 1\frac{1}{2}=\frac{3}{2} \]

    Langkah 2: Balik pecahan pembagi.

    \[ \frac{3}{2}\div\frac{3}{4} =\frac{3}{2}\times\frac{4}{3} \]

    Langkah 3: Kalikan dan sederhanakan.

    \[ \frac{12}{6}=2 \]

    Jadi, hasilnya adalah 2.

    E. Perbedaan Perkalian dan Pembagian Pecahan

    Perkalian pecahan

    Pembagian pecahan

    Pembilang dikali pembilang.

    Pecahan pembagi dibalik terlebih dahulu.

    Penyebut dikali penyebut.

    Operasi bagi diubah menjadi kali.

    Hasil dapat lebih kecil atau lebih besar.

    Hasil dapat lebih kecil atau lebih besar.

    Perhatikan contoh berikut.

    • Perkalian: \(\frac{1}{2}\times\frac{1}{3}=\frac{1}{6}\)

    • Pembagian: \(\frac{1}{2}\div\frac{1}{3}=\frac{3}{2}=1\frac{1}{2}\)

    F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

    Heat-resistant Glass measuring cup jigger for espr...  –  Vicedeal

    Contoh 1: Perkalian pecahan

    Ibu mempunyai 2 liter susu. Sebanyak \(\frac{3}{4}\) bagian digunakan untuk membuat kue. Berapa liter susu yang digunakan?

    Jawab:

    \[ 2\times\frac{3}{4}=\frac{6}{4}=1\frac{1}{2} \]

    Jadi, susu yang digunakan adalah \(1\frac{1}{2}\) liter.

    ¿El pan congelado es más saludable? Qué dice la evidencia científica - Infobae

    Contoh 2: Pembagian pecahan

    Tersedia \(\frac{3}{4}\) bagian roti. Roti tersebut akan dibagi menjadi beberapa potongan, masing-masing berukuran \(\frac{1}{8}\) bagian roti utuh. Berapa potongan yang diperoleh?

    Jawab:

    \[ \frac{3}{4}\div\frac{1}{8} =\frac{3}{4}\times\frac{8}{1}=6 \]

    Jadi, diperoleh 6 potongan.

    G. Latihan Soal

    Kerjakan soal berikut secara mandiri di buku tulis!

    A. Pilihan ganda

    Pilihlah jawaban yang benar.

    1. Hasil dari \(\frac{2}{5}\times\frac{3}{4}\) adalah ....

    A. \(\frac{5}{9}\)

    B. \(\frac{6}{20}\)

    C. \(\frac{6}{9}\)

    D. \(\frac{5}{20}\)

    2. Hasil dari \(\frac{3}{7}\times\frac{2}{3}\) adalah ....

    A. \(\frac{2}{7}\)

    B. \(\frac{5}{10}\)

    C. \(\frac{6}{10}\)

    D. \(\frac{3}{7}\)

    3. Hasil dari \(\frac{1}{2}\div\frac{1}{4}\) adalah ....

    A. \(\frac{1}{8}\)

    B. \(\frac{1}{2}\)

    C. 2

    D. 4

    4. Hasil dari \(\frac{2}{3}\div\frac{1}{6}\) adalah ....

    A. 2

    B. 3

    C. 4

    D. 6

    B. Isian

    5. Hitunglah \(\frac{4}{5}\times\frac{2}{3}=\ldots\)

    6. Hitunglah \(\frac{5}{6}\div\frac{2}{3}=\ldots\)

    7. Hitunglah \(2\frac{1}{4}\times\frac{2}{3}=\ldots\)

    8. Hitunglah \(1\frac{1}{2}\div\frac{3}{4}=\ldots\)

    C. Soal cerita

    9. Siti mempunyai pita sepanjang 4 meter. Sebanyak \(\frac{3}{8}\) dari pita tersebut digunakan untuk menghias kado. Berapa meter pita yang digunakan Siti?

    10. Pak Budi memiliki \(\frac{3}{4}\) kg tepung. Tepung tersebut akan dimasukkan ke dalam kantong kecil, masing-masing berisi \(\frac{1}{8}\) kg. Berapa kantong kecil yang dapat diisi?

    H. Kunci Jawaban

    Kunci jawaban latihan

    Lihat jawaban

    I. Kesimpulan

    • Perkalian pecahan: kalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.

    • Pembagian pecahan: ubah tanda bagi menjadi tanda kali, lalu balik pecahan pembagi.

    • Pecahan campuran diubah menjadi pecahan biasa sebelum dihitung.

    • Sederhanakan hasil akhir jika memungkinkan.

    Pesan untuk peserta didik: Ananda yang saleh dan salehah, marilah belajar matematika dengan tekun, teliti, jujur, dan penuh rasa syukur kepada Allah SWT atas ilmu yang kita peroleh.

 

 Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal         : Senin, 2 November 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Teks Prosedural
Pertemuan ke        : 22

🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami dan menganalisis informasi dari berbagai teks, termasuk teks prosedur, serta menyampaikan kembali informasi tersebut secara lisan dan tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang jelas, runtut, dan sesuai konteks.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian teks prosedur dengan bahasa sendiri.
  2. Menjelaskan tujuan teks prosedur.
  3. Mengidentifikasi teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menemukan informasi tentang definisi dan tujuan teks prosedur melalui pengamatan video dan teks.
  5. Berdiskusi dengan kelompok untuk menyampaikan hasil pengamatan secara santun dan percaya diri.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus dan sadar terhadap kegiatan yang dilakukan. Guru mengajak peserta didik mengamati video dan teks prosedur dengan tenang serta memperhatikan setiap langkah yang disampaikan. Peserta didik menyadari bahwa mengikuti petunjuk secara berurutan membutuhkan ketelitian, konsentrasi, dan tanggung jawab.


💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi teks prosedur dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menyadari bahwa teks prosedur sering digunakan ketika membuat makanan, mencuci tangan, menggunakan alat, membuat kerajinan, atau melakukan suatu kegiatan.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, menyenangkan, dan melibatkan kerja sama. Peserta didik mengamati video, bermain menyusun kartu langkah, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil kelompok.


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik mengamati video dan contoh teks prosedur yang disajikan oleh guru.
    2. Peserta didik mengidentifikasi pengertian teks prosedur berdasarkan hasil pengamatan.
    3. Peserta didik menjelaskan tujuan teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari.
    4. Peserta didik menemukan ciri-ciri teks prosedur dari contoh yang diamati.
    5. Peserta didik membedakan teks prosedur dengan teks lainnya berdasarkan tujuan dan isinya.
    6. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan definisi dan tujuan teks prosedur.
    7. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi secara lisan dengan percaya diri, santun, dan runtut.

    Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

 Teks Prosedur: Definisi dan Tujuan

B. Pengertian Teks Prosedur



Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau petunjuk untuk melakukan atau membuat sesuatu secara urut dan benar.

Teks prosedur membantu seseorang mengetahui apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya, dan urutan langkah yang tepat agar suatu kegiatan dapat berhasil.

Contoh kegiatan yang dapat dibuat dalam teks prosedur:

  • Cara membuat teh manis.
  • Cara mencuci tangan dengan benar.
  • Cara menanam tanaman.
  • Cara membuat kerajinan dari kertas.
  • Cara menggunakan suatu alat.
  • Cara membuat makanan sederhana.

Contoh sederhana:

Cara Membuat Teh Manis

Bahan:

  • 1 kantong teh
  • 2 sendok teh gula
  • Air panas

Langkah-langkah:

  1. Siapkan gelas.
  2. Masukkan gula ke dalam gelas.
  3. Masukkan satu kantong teh.
  4. Tuangkan air panas.
  5. Aduk hingga gula larut.
  6. Teh manis siap diminum.

Dari contoh tersebut, terlihat bahwa kegiatan dilakukan secara berurutan. Jika langkah-langkah dilakukan tidak sesuai urutan, hasilnya mungkin tidak sesuai harapan.


C. Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki tujuan utama untuk memberikan petunjuk atau panduan kepada pembaca agar dapat melakukan atau membuat sesuatu dengan benar dan sesuai urutan.

Secara lebih rinci, tujuan teks prosedur adalah:

  1. Memberikan petunjuk
    Membantu pembaca mengetahui cara melakukan suatu kegiatan.
  2. Menjelaskan langkah-langkah
    Menunjukkan tahapan kegiatan secara runtut dari awal hingga selesai.
  3. Memudahkan seseorang melakukan sesuatu
    Pembaca tidak perlu menebak-nebak apa yang harus dilakukan.
  4. Mencegah kesalahan
    Langkah yang jelas dan berurutan dapat membantu seseorang menghindari kesalahan.
  5. Mencapai hasil yang diharapkan
    Jika petunjuk dilakukan dengan benar, kegiatan dapat menghasilkan sesuatu sesuai tujuan.

D. Ciri-Ciri Teks Prosedur

Teks prosedur biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berisi langkah-langkah yang berurutan.
  • Menjelaskan cara melakukan atau membuat sesuatu.
  • Menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
  • Menggunakan kata kerja tindakan, seperti potong, masukkan, aduk, cuci, dan tuangkan.
  • Sering menggunakan kata penghubung urutan, seperti:
    • pertama,
    • kemudian,
    • setelah itu,
    • selanjutnya,
    • terakhir.
  • Memiliki tujuan yang jelas.

E. Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teks Prosedur?

Ananda yang saleh dan salehah, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengikuti petunjuk.

Misalnya, ketika:

  • membuat makanan,
  • mencuci tangan,
  • menggunakan alat,
  • melakukan permainan,
  • membuat kerajinan,
  • merawat tanaman.

Dengan memahami teks prosedur, kita belajar mengikuti aturan, bekerja secara teratur, teliti, mandiri, dan bertanggung jawab.


F. Kegiatan Pembelajaran

1. Mengamati Video

Guru menayangkan video tentang cara membuat atau melakukan sesuatu, misalnya video Cara Membuat Jus Mangga.

Saat mengamati video, peserta didik memperhatikan:

  • Apa kegiatan yang dilakukan?
  • Apa tujuan kegiatan tersebut?
  • Apa saja langkah yang dilakukan?
  • Apakah langkah-langkah dilakukan secara berurutan?

2. Mengamati Teks

Peserta didik membaca contoh teks prosedur:

Cara Mencuci Tangan dengan Benar
Pertama, basahi tangan dengan air bersih.
Kedua, gunakan sabun dan gosok seluruh bagian tangan.
Selanjutnya, bilas tangan dengan air mengalir.
Setelah itu, keringkan tangan dengan tisu atau handuk bersih.

Peserta didik kemudian menemukan:

  • Apa yang dimaksud dengan teks prosedur?
  • Apa tujuan teks tersebut?
  • Langkah apa saja yang terdapat dalam teks?

3. Diskusi Kelompok

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan:

PertanyaanJawaban Kelompok
Apa yang dimaksud teks prosedur?...
Apa tujuan teks prosedur?...
Mengapa langkah-langkah harus berurutan?...
Sebutkan dua contoh teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari!...
Apa yang terjadi jika langkah-langkah dilakukan tidak berurutan?...

Setelah selesai, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. 

  Nama Guru         : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : P.Pancasila

Hari, Tanggal         :Senin, 2 November 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Musyawarah dalam Menerapkan aturan
Pertemuan ke        : 22

1. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai sila keempat Pancasila melalui kegiatan musyawarah. Murid mampu menghargai perbedaan pendapat, mengutamakan kepentingan bersama, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dalam menyepakati dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

2. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran tentang musyawarah dalam menerapkan aturan, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan tujuan musyawarah dengan benar.

  2. Mengidentifikasi contoh penerapan musyawarah dalam membuat dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

  3. Menjelaskan hubungan musyawarah dengan pengamalan sila keempat Pancasila.

  4. Menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.

  5. Menganalisis permasalahan sederhana terkait penerapan aturan serta menentukan solusi melalui musyawarah.

  6. Mempraktikkan kegiatan musyawarah untuk menyepakati aturan kelas secara adil dan bertanggung jawab.

3. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid diajak untuk menyadari pentingnya musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat tentang pengalaman ketika menyampaikan pendapat, mendengarkan teman, atau menghadapi perbedaan pendapat.

Murid belajar untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, berpikir sebelum berbicara, menghargai pendapat orang lain, dan mengendalikan diri agar tidak memaksakan kehendak. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

4. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi musyawarah dengan pengalaman nyata di lingkungan sekitar, seperti menentukan jadwal piket kelas, menyepakati aturan bermain, membagi tugas kelompok, dan menjaga kebersihan sekolah.

Melalui diskusi tentang permasalahan sehari-hari, murid memahami bahwa aturan yang disepakati bersama perlu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Murid juga belajar bahwa musyawarah bukan sekadar menyampaikan pendapat, tetapi merupakan cara untuk menemukan solusi yang adil dan menjaga kerukunan.

5. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti permainan edukatif “Ayo Bermusyawarah!” secara berkelompok. Setiap kelompok mendapatkan kartu permasalahan, misalnya pembagian tugas piket yang tidak adil, kelas yang kotor, atau teman yang tidak menaati aturan.

Murid berdiskusi, menyampaikan pendapat, mendengarkan usulan teman, dan menentukan solusi bersama. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil musyawarah dengan kreatif melalui poster aturan kelas atau bermain peran.

Kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kolaboratif sekaligus menumbuhkan sikap gotong royong, komunikasi, bernalar kritis, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab.

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

MUSYAWARAH dalam MENERAPKAN ATURAN

Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Jum'at 30 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Membuat dan Merefleksikan Karya Anyaman
Pertemuan ke        : 23


Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesua

Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
    • Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
    • Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
    • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai

      1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

        1. .

        🌿 Bahan Ajar Seni Rupa Kelas V SD

        Materi: Eksplorasi Variasi Teknik Penggunaan Alat dan/atau Bahan Kerajinan Anyaman

        Tujuan Pembelajaran:
        Murid dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan dalam membuat kerajinan anyaman serta menghasilkan karya anyaman sederhana yang kreatif dan memiliki nilai guna.


        A. Mengenal Kerajinan Anyaman

        Anyaman adalah kerajinan yang dibuat dengan cara menyilangkan, menyisipkan, atau menumpangkan bahan secara teratur sehingga membentuk pola tertentu.

        Anyaman dapat dibuat menjadi berbagai benda yang indah dan bermanfaat, seperti:


        • Keranjang
        • Tempat pensil
        • Tas
        • Dompet
        • Hiasan dinding
        • Tempat tisu
        • Gantungan
        • Alas meja
        • Keselamatan kerja: Gunakan gunting dengan hati-hati, jangan berlari sambil membawa alat, dan rapikan alat setelah digunakan.


          D. Teknik Dasar Menganyam

          Ada beberapa teknik yang dapat dieksplorasi oleh murid.

          1. Teknik Anyaman Satu-Satu

          Bahan disusun dengan pola:

          Atas – bawah – atas – bawah

          Contoh:

          │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
          │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
          │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │

          Teknik ini merupakan teknik dasar yang paling mudah dipelajari.

          2. Teknik Anyaman Dua-Dua

          Bahan dilewatkan dua bagian di atas, kemudian dua bagian di bawah secara bergantian.

          Pola dapat dibuat seperti:

          Atas – atas – bawah – bawah

          Teknik ini menghasilkan pola yang berbeda dari anyaman satu-satu.

          3. Teknik Anyaman Warna

          Gunakan bahan dengan dua atau lebih warna. Perbedaan warna dapat membentuk pola garis, kotak, zig-zag, atau pola lainnya.


     Nama Guru         : Osnita Sari, S.Pd. 

    Mata Pelajaran      : P.Pancasila

    Hari, Tanggal         :Rabu, 28 Oktober 2026
    Fase/Kelas             : C / 5
    Materi                     : Musyawarah dalam Menerapkan aturan
    Pertemuan ke        : 22

    1. Capaian Pembelajaran (CP)

    Murid mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai sila keempat Pancasila melalui kegiatan musyawarah. Murid mampu menghargai perbedaan pendapat, mengutamakan kepentingan bersama, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dalam menyepakati dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

    2. Tujuan Pembelajaran (TP)

    Setelah mengikuti pembelajaran tentang musyawarah dalam menerapkan aturan, murid diharapkan mampu:

    1. Menjelaskan pengertian dan tujuan musyawarah dengan benar.

    2. Mengidentifikasi contoh penerapan musyawarah dalam membuat dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

    3. Menjelaskan hubungan musyawarah dengan pengamalan sila keempat Pancasila.

    4. Menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.

    5. Menganalisis permasalahan sederhana terkait penerapan aturan serta menentukan solusi melalui musyawarah.

    6. Mempraktikkan kegiatan musyawarah untuk menyepakati aturan kelas secara adil dan bertanggung jawab.

    3. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Murid diajak untuk menyadari pentingnya musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat tentang pengalaman ketika menyampaikan pendapat, mendengarkan teman, atau menghadapi perbedaan pendapat.

    Murid belajar untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, berpikir sebelum berbicara, menghargai pendapat orang lain, dan mengendalikan diri agar tidak memaksakan kehendak. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

    4. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Murid menghubungkan materi musyawarah dengan pengalaman nyata di lingkungan sekitar, seperti menentukan jadwal piket kelas, menyepakati aturan bermain, membagi tugas kelompok, dan menjaga kebersihan sekolah.

    Melalui diskusi tentang permasalahan sehari-hari, murid memahami bahwa aturan yang disepakati bersama perlu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Murid juga belajar bahwa musyawarah bukan sekadar menyampaikan pendapat, tetapi merupakan cara untuk menemukan solusi yang adil dan menjaga kerukunan.

    5. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

    Murid mengikuti permainan edukatif “Ayo Bermusyawarah!” secara berkelompok. Setiap kelompok mendapatkan kartu permasalahan, misalnya pembagian tugas piket yang tidak adil, kelas yang kotor, atau teman yang tidak menaati aturan.

    Murid berdiskusi, menyampaikan pendapat, mendengarkan usulan teman, dan menentukan solusi bersama. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil musyawarah dengan kreatif melalui poster aturan kelas atau bermain peran.

    Kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kolaboratif sekaligus menumbuhkan sikap gotong royong, komunikasi, bernalar kritis, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab.

    Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    MUSYAWARAH dalam MENERAPKAN ATURAN