Class 5A SD AL-AZHAR 2

Hari/Tanggal    : Kamis / 20 Agustus 2026

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 5A

Mapel                : PAK

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

1. PAK
CP      : Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai kedisiplinan, dengan menunjukkan perilaku taat terhadap aturan, menghargai waktu, melaksanakan tugas dan kewajiban secara bertanggung jawab, serta membiasakan diri melakukan tindakan yang jujur dan berintegritas di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
TP          : 
  • Menjelaskan pengertian kedisiplinan sebagai salah satu nilai antikorupsi dengan benar.
  • Mengidentifikasi berbagai contoh perilaku disiplin dan tidak disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menjelaskan manfaat menerapkan kedisiplinan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

  • Materi Pokok             : Kedisiplinan
    Metode / Model          : Tanya jawab, ceramah
    Media / Alat peraga   : Video


    QS. An-Nisa : 59:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri di antara kamu.”

    KEDISIPLINAN



    Kedisiplinan adalah sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan serta melaksanakan kewajiban dengan tertib dan tepat waktu.

    Orang yang disiplin tidak hanya menaati aturan ketika diawasi, tetapi juga tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang melihat.

    Contoh sederhana:

    • Datang ke sekolah tepat waktu.
    • Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
    • Mengerjakan tugas sesuai waktu yang ditentukan.
    • Mengembalikan barang yang dipinjam.
    • Membuang sampah pada tempatnya.
    • Mengikuti antrean.
    • Mematuhi tata tertib sekolah.

    Ingat!

    Disiplin bukan karena takut dihukum, tetapi karena sadar bahwa aturan dibuat untuk kebaikan bersama.


    D. Mengapa Kita Harus Disiplin?

    Kedisiplinan sangat penting karena dapat membantu kita menjadi pribadi yang:

    1. Bertanggung jawab

    Orang disiplin menyelesaikan tugas dan kewajibannya dengan baik.

    2. Menghargai waktu

    Orang disiplin memahami bahwa waktu tidak boleh disia-siakan.

    3. Dapat dipercaya

    Orang lain akan lebih mudah mempercayai seseorang yang selalu menaati aturan dan menepati janji.

    4. Tertib

    Kedisiplinan membuat kegiatan di rumah, sekolah, dan masyarakat berjalan dengan teratur.

    5. Jujur dan berintegritas

    Disiplin membuat kita terbiasa melakukan sesuatu sesuai aturan, bukan mencari jalan pintas.


    E. Kedisiplinan sebagai Sikap Antikorupsi

    Korupsi tidak hanya berkaitan dengan mengambil uang atau barang milik orang lain. Perilaku koruptif dapat diawali dari kebiasaan kecil yang tidak jujur dan tidak bertanggung jawab.

    Karena itu, membiasakan disiplin sejak kecil merupakan salah satu cara membangun karakter antikorupsi.

    Contohnya:

    PerilakuSikap Antikorupsi
    Datang tepat waktuMenghargai waktu
    Mengerjakan tugas sendiriJujur
    Mengikuti aturanBertanggung jawab
    Mengembalikan barang pinjamanAmanah
    Tidak menyerobot antreanMenghargai hak orang lain
    Menggunakan fasilitas sekolah dengan baikBertanggung jawab
    Tidak mencontekJujur
    Tidak mencari alasan untuk melanggar aturanBerintegritas

    F. Contoh Kedisiplinan di Sekolah

    Peserta didik yang disiplin dapat menunjukkan perilaku:

    1. Datang ke sekolah sebelum bel masuk.
    2. Mengikuti upacara dengan tertib.
    3. Memakai seragam sesuai aturan.
    4. Membawa perlengkapan belajar.
    5. Mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
    6. Mengerjakan tugas tepat waktu.
    7. Tidak mencontek ketika mengerjakan tugas atau ujian.
    8. Meminta izin ketika meninggalkan kelas.
    9. Menjaga kebersihan kelas.
    10. Mengikuti piket sesuai jadwal.
    11. Mengantre ketika membeli makanan di kantin.
    12. Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu.

    G. Contoh Kedisiplinan di Rumah

    Disiplin juga harus dilakukan di rumah.

    Contohnya:

    • Bangun tidur tepat waktu.
    • Merapikan tempat tidur.
    • Beribadah sesuai kewajiban.
    • Membantu orang tua.
    • Belajar sesuai jadwal.
    • Mengatur waktu bermain.
    • Menyimpan barang pada tempatnya.
    • Menyelesaikan pekerjaan rumah.
    • Tidur sesuai waktu yang telah ditentukan.

    H. Contoh Kedisiplinan di Masyarakat

    Di lingkungan masyarakat, kita dapat menerapkan disiplin dengan cara:

    • Mematuhi peraturan lalu lintas.
    • Membuang sampah pada tempatnya.
    • Mengikuti antrean.
    • Menjaga fasilitas umum.
    • Menghormati waktu dan kepentingan orang lain.
    • Tidak membuat keributan.
    • Mengikuti aturan yang berlaku di lingkungan tempat tinggal.

    I. Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

    Perhatikan contoh berikut!

    Contoh 1

    Andi mengetahui bahwa bel masuk sekolah berbunyi pukul 07.00. Ia selalu berusaha datang sebelum pukul 07.00.

    Sikap Andi: Disiplin.

    Contoh 2

    Budi mendapatkan tugas yang harus dikumpulkan hari Senin. Ia sengaja tidak mengerjakannya dan baru mengerjakan ketika guru menagih.

    Sikap Budi: Tidak disiplin.

    Contoh 3

    Siti menemukan uang di lantai kelas. Ia menyerahkannya kepada guru agar dapat ditemukan pemiliknya.

    Sikap Siti: Jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas.

    Contoh 4

    Raka melihat temannya menyontek. Raka tidak ikut menyontek meskipun guru sedang tidak melihat.

    Sikap Raka: Disiplin dan jujur.


    J. Hubungan Disiplin dengan Nilai-Nilai Antikorupsi

    Kedisiplinan memiliki hubungan erat dengan berbagai nilai antikorupsi.

    1. Jujur

    Tidak memalsukan alasan, tidak menyontek, dan tidak berbohong.

    2. Tanggung Jawab

    Melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh.

    3. Mandiri

    Tidak selalu bergantung kepada orang lain dalam menyelesaikan tugas.

    4. Kerja Keras

    Berusaha menyelesaikan tugas meskipun mengalami kesulitan.

    5. Sederhana

    Tidak berlebihan dan menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan.

    6. Adil

    Mematuhi aturan yang berlaku untuk semua orang.

    7. Berani

    Berani mengatakan bahwa sesuatu yang salah adalah salah.

    8. Peduli

    Memperhatikan kepentingan dan hak orang lain.

    9. Disiplin

    Mematuhi aturan dan melaksanakan kewajiban dengan tepat waktu.


    K. Cerita Inspiratif: "Datang Tepat Waktu"

    Setiap hari, Dimas selalu berusaha datang ke sekolah sebelum bel berbunyi. Ia menyiapkan buku dan seragamnya pada malam hari.

    Suatu pagi, Dimas bangun terlambat. Ia merasa ingin kembali tidur karena masih mengantuk. Namun, ia teringat bahwa hari itu ada tugas kelompok.

    Dimas segera bersiap dan berangkat ke sekolah. Ia tiba beberapa menit sebelum pelajaran dimulai.

    Temannya bertanya, "Mengapa kamu selalu berusaha datang tepat waktu?"

    Dimas menjawab, "Karena disiplin bukan hanya untuk mendapatkan pujian dari guru. Aku ingin belajar bertanggung jawab terhadap waktu dan tugasku."

    Guru yang mendengar jawaban Dimas kemudian berkata:

    "Anak-anak, kebiasaan kecil seperti datang tepat waktu dapat membentuk karakter besar. Orang yang terbiasa disiplin akan lebih mudah menjadi orang yang jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya."


    L. Pesan Penting

    Kebiasaan kecil dapat membentuk karakter besar.

    Mulailah disiplin dari hal-hal sederhana:

    Tepat waktu → Taat aturan → Bertanggung jawab → Jujur → Dapat dipercaya → Berintegritas

    Jika sejak sekolah kita terbiasa disiplin dan melakukan sesuatu sesuai aturan, kita sedang membangun diri menjadi generasi yang antikorupsi.


    M. Aktivitas Siswa

    Aktivitas 1 – Mana yang Disiplin?

    Berikan tanda D untuk perilaku disiplin dan TD untuk perilaku tidak disiplin.

    1. ___ Datang ke sekolah tepat waktu.
    2. ___ Membuang sampah sembarangan.
    3. ___ Mengerjakan tugas sebelum batas waktu.
    4. ___ Menyontek pekerjaan teman.
    5. ___ Mengikuti antrean di kantin.
    6. ___ Sengaja terlambat masuk kelas.
    7. ___ Mengembalikan buku perpustakaan sesuai jadwal.
    8. ___ Tidak melaksanakan piket kelas.
    9. ___ Mematuhi tata tertib sekolah.
    10. ___ Berbohong agar tidak mendapatkan hukuman.

    Aktivitas 2 – Aku Anak Disiplin

    Tuliskan kegiatan disiplin yang kamu lakukan dalam satu hari.

    WaktuKegiatan Disiplin
    Pagi
    Sebelum berangkat sekolah
    Di sekolah
    Pulang sekolah
    Sore
    Malam

    Aktivitas 3 – Studi Kasus

    Bacalah kasus berikut.

    Rani mendapat tugas membuat poster antikorupsi. Tugas tersebut harus dikumpulkan hari Jumat. Namun, Rani bermain sepanjang minggu dan lupa mengerjakan tugas. Pada Jumat pagi, Rani meminta temannya memberikan hasil tugas agar dapat disalin.

    Pertanyaan:

    1. Apakah tindakan Rani termasuk disiplin?
    2. Apakah tindakan Rani termasuk perilaku jujur?
    3. Apa yang seharusnya dilakukan Rani?
    4. Nilai antikorupsi apa yang harus diterapkan Rani?
    5. Apa akibat jika kebiasaan seperti Rani terus dilakukan?

    N. Tantangan 7 Hari Anak Disiplin

    Lakukan tantangan berikut selama 7 hari.

    HariDatang Tepat WaktuMengerjakan TugasMerapikan BarangMenaati Aturan
    Senin✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Selasa✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Rabu✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Kamis✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Jumat✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Sabtu✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Minggu✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗

    Refleksi

    Setelah melakukan tantangan selama 7 hari, jawablah:

    1. Kebiasaan disiplin apa yang paling mudah saya lakukan?
    2. Kebiasaan apa yang masih sulit saya lakukan?
    3. Apa yang akan saya perbaiki mulai hari ini?
    4. Mengapa disiplin penting untuk menjadi pribadi antikorupsi?

    O. Kesimpulan

    Kedisiplinan adalah kebiasaan menaati aturan dan melaksanakan kewajiban dengan tertib dan tepat waktu.

    Disiplin harus dilakukan bukan hanya ketika ada guru, orang tua, atau orang lain yang mengawasi, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat.

    Kedisiplinan dapat membentuk pribadi yang:

    Jujur – Bertanggung Jawab – Mandiri – Tertib – Dapat Dipercaya – Berintegritas

    Dengan membiasakan disiplin sejak sekolah, kita ikut membangun generasi Indonesia yang berkarakter dan antikorupsi.

    Slogan:

    "Disiplin Hari Ini, Integritas untuk Masa Depan!"

    "Taat Aturan, Jujur dalam Tindakan, Tolak Korupsi!"

     Class 5A SD AL-AZHAR 2

    Hari/Tanggal    : Rabu / 19 Agustus 2026

    Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

    Fase / Kelas      : C / 5A

    Mapel                : Matematika dan IPAS

    Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

    1. Matematika
    CP                                : Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran,melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli; mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan  lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma). 
    TP                                : 

    Peserta didik dapat Mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan  lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).

    Materi Pokok             : Lingkungan 
    Metode / Model          : Tanya jawab, demonstrasi / PBL
    Media / Alat peraga   : Gambar berbagai ekosistem, Kartu gambar biotik dan abiotik, LKPD, Lingkungan sekolah (taman atau halaman sekolah)


    "Allah SWT menciptakan seluruh makhluk hidup dan alam semesta dengan seimbang agar saling memberi manfaat. Sebagai manusia, kita diperintahkan untuk menjaga kelestarian bumi."

    "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya."(QS. Al-A'raf [7]: 56)



    Buatkan materi ajar penjumlahan dan perkalian susun kelas 5

    Tentu. Berikut materi ajar Matematika Kelas 5 SD tentang Penjumlahan dan Perkalian Susun yang bisa langsung digunakan untuk mengajar.

    📚 MATERI AJAR MATEMATIKA KELAS 5

    Penjumlahan dan Perkalian Susun

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, murid diharapkan mampu:

    1. Menjelaskan cara melakukan penjumlahan bersusun.

    2. Menyelesaikan penjumlahan bilangan cacah dengan teknik menyimpan.

    3. Menjelaskan cara melakukan perkalian bersusun.

    4. Menyelesaikan perkalian bilangan cacah dengan tepat.

    5. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan perkalian.


    1. PENJUMLAHAN BERSUSUN

    Penjumlahan bersusun adalah cara menjumlahkan dua bilangan atau lebih dengan menyusun angka berdasarkan nilai tempatnya.

    Nilai tempat terdiri atas:

    Satuan → Puluhan → Ratusan → Ribuan → Puluh Ribuan → Ratus Ribuan → Jutaan

    Contoh 1: Tanpa menyimpan

    Hitunglah:

    2.345 + 1.234 = ...

    Susun berdasarkan nilai tempat:

    2.345
    1.234
    ------
    3.579

    Caranya:

    • Satuan: 5 + 4 = 9

    • Puluhan: 4 + 3 = 7

    • Ratusan: 3 + 2 = 5

    • Ribuan: 2 + 1 = 3

    Jadi:

    2.345 + 1.234 = 3.579


    2. Penjumlahan Bersusun dengan Menyimpan

    Contoh:

    3.678 + 2.456 = ...

    3.678
    2.456
    ------
    6.134

    Langkah-langkah:

    Satuan

    8 + 6 = 14

    Tuliskan 4, simpan 1 ke kolom puluhan.

    Puluhan

    7 + 5 + 1 = 13

    Tuliskan 3, simpan 1 ke kolom ratusan.

    Ratusan

    6 + 4 + 1 = 11

    Tuliskan 1, simpan 1 ke kolom ribuan.

    Ribuan

    3 + 2 + 1 = 6

    Jadi:

    3.678 + 2.456 = 6.134

    💡 Ingat!
    Jika hasil penjumlahan pada suatu kolom lebih dari 9, angka satuannya ditulis dan angka puluhannya disimpan ke kolom berikutnya.


    3. PERKALIAN BERSUSUN

    Perkalian bersusun digunakan untuk mengalikan bilangan yang lebih besar dengan cara yang teratur.

    Contoh 1: Perkalian dengan satu angka

    Hitunglah:

    234 × 3

    234
    × 3
    -----
    702

    Langkah:

    • 3 × 4 = 12 → tulis 2, simpan 1

    • 3 × 3 = 9 + 1 = 10 → tulis 0, simpan 1

    • 3 × 2 = 6 + 1 = 7

    Jadi:

    234 × 3 = 702


    4. PERKALIAN BERSUSUN DENGAN DUA ANGKA

    Contoh:

    234 × 12

    Susun:

    234
    × 12
    -------
    468
    234
    -------
    2.808

    Mengapa baris kedua bergeser satu tempat?

    Karena 1 pada bilangan 12 berada di tempat puluhan, sehingga hasil perkaliannya bernilai puluhan.

    Langkah:

    Langkah 1

    234 × 2 = 468

    Langkah 2

    234 × 1 puluhan = 2.340

    Langkah 3

    Jumlahkan:

    468
    2.340
    -----
    2.808

    Jadi:

    234 × 12 = 2.808


    5. Contoh Perkalian Lebih Besar

    Hitunglah:

    1.245 × 23

    1.245
    × 23
    --------
    3.735
    24.900
    --------
    28.635

    Penjelasan:

    1.245 × 3 = 3.735

    Kemudian:

    1.245 × 20 = 24.900

    Jumlahkan:

    3.735 + 24.900 = 28.635

    Jadi:

    1.245 × 23 = 28.635


    BiotikAbiotik
    Merupakan makhluk hidupBukan makhluk hidup
    Dapat tumbuh dan berkembangTidak tumbuh dan berkembang seperti makhluk hidup
    Dapat berkembang biakTidak dapat berkembang biak
    Membutuhkan makanan atau energiTidak membutuhkan makanan
    Contoh: manusia, hewan, tumbuhanContoh: air, tanah, udara, cahaya

    Cara Mudah Mengingat

    BIOTIK = HIDUP

    Contoh:
    Manusia – Hewan – Tumbuhan – Jamur – Bakteri

    ABIOTIK = TIDAK HIDUP

    Contoh:
    Air – Tanah – Udara – Cahaya – Batu – Suhu


    E. Hubungan Komponen Biotik dan Abiotik

    Komponen biotik dan abiotik tidak berdiri sendiri. Keduanya saling berhubungan.

    Contoh 1: Tumbuhan dan Cahaya Matahari

    Tumbuhan membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis.

    Cahaya matahari (abiotik) → membantu tumbuhan (biotik) membuat makanan.

    Contoh 2: Ikan dan Air

    Ikan hidup di dalam air.

    Air (abiotik) → menjadi tempat hidup ikan (biotik).

    Contoh 3: Tumbuhan dan Tanah

    Tumbuhan membutuhkan tanah untuk tempat tumbuh dan memperoleh air serta mineral.

    Tanah (abiotik) → membantu tumbuhan (biotik) tumbuh.

    Contoh 4: Manusia dan Udara

    Manusia membutuhkan udara untuk bernapas.

    Udara (abiotik) → dibutuhkan manusia (biotik) untuk bernapas.


    F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Lingkungan Sekolah

    Coba perhatikan lingkungan sekolahmu.

    Komponen biotik:

    • siswa;
    • guru;
    • pohon;
    • rumput;
    • bunga;
    • burung;
    • semut.

    Komponen abiotik:

    • tanah;
    • air;
    • udara;
    • cahaya matahari;
    • batu;
    • suhu.

    Semua komponen tersebut saling berinteraksi.


    G. Contoh Ekosistem

    Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan di sekitarnya.

    Contoh ekosistem:

    🌳 Ekosistem Taman

    Biotik:

    • pohon;
    • bunga;
    • rumput;
    • kupu-kupu;
    • burung;
    • semut.

    Abiotik:

    • tanah;
    • air;
    • udara;
    • cahaya matahari;
    • batu.

    🐟 Ekosistem Kolam

    Biotik:

    • ikan;
    • tumbuhan air;
    • katak;
    • plankton.

    Abiotik:

    • air;
    • batu;
    • cahaya matahari;
    • suhu.

    🌾 Ekosistem Sawah

    Biotik:

    • padi;
    • belalang;
    • katak;
    • tikus;
    • burung;
    • petani.

    Abiotik:

    • tanah;
    • air;
    • udara;
    • cahaya matahari;
    • suhu.

    H. Ayo Mengamati!

    Lakukan pengamatan di lingkungan sekolah atau di sekitar rumah.

    Carilah 5 komponen biotik dan 5 komponen abiotik.

    No.Komponen yang DiamatiBiotik/AbiotikManfaat/Peran
    1


    2


    3


    4


    5


    6


    7


    8


    9


    10



    I. Ayo Berpikir!

    Jawablah pertanyaan berikut.

    1. Apa yang dimaksud dengan lingkungan?
    2. Apa yang dimaksud dengan komponen biotik?
    3. Sebutkan 5 contoh komponen biotik!
    4. Apa yang dimaksud dengan komponen abiotik?
    5. Sebutkan 5 contoh komponen abiotik!
    6. Mengapa tumbuhan membutuhkan cahaya matahari?
    7. Mengapa ikan membutuhkan air?
    8. Apa yang terjadi jika tumbuhan tidak mendapatkan air?
    9. Jelaskan hubungan antara manusia dan udara!
    10. Mengapa komponen biotik dan abiotik harus dijaga keseimbangannya?

    J. Kesimpulan

    Lingkungan terdiri atas komponen biotik dan abiotik.

    Komponen biotik adalah makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, jamur, dan bakteri.

    Komponen abiotik adalah benda atau faktor yang tidak hidup, seperti air, tanah, udara, cahaya matahari, batu, dan suhu.

    Keduanya saling berhubungan dan saling membutuhkan. Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan seimbang.

    🌱 Ingat!

    Biotik = makhluk hidup.
    Abiotik = benda atau faktor tidak hidup.
    Biotik dan abiotik saling berinteraksi dalam lingkungan.


    K. Sikap Peduli Lingkungan

    Sebagai pelajar, kita dapat menjaga lingkungan dengan cara:

    • membuang sampah pada tempatnya;
    • mengurangi penggunaan plastik;
    • merawat tanaman;
    • tidak merusak tumbuhan;
    • tidak menyakiti hewan;
    • menghemat air;
    • menghemat listrik;
    • menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah.

    Lingkungan yang bersih dan sehat membuat makhluk hidup dapat hidup dengan nyaman