Nama Guru         : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : IPAS

Hari, Tanggal         : Selasa, 20 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Sifat-sifat Cahaya
Pertemuan ke        : 18

🌟 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami berbagai fenomena alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan mengamati, menyelidiki, melakukan percobaan sederhana, serta mengomunikasikan hasil pengamatannya. Murid mampu menjelaskan sifat-sifat cahaya dan menghubungkannya dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu:

  1. Menjelaskan bahwa cahaya merupakan bentuk energi yang memungkinkan manusia melihat benda.
  2. Menjelaskan sifat cahaya yang merambat lurus melalui pengamatan dan percobaan sederhana.
  3. Mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan benda yang tidak dapat ditembus cahaya.
  4. Mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya berdasarkan hasil pengamatan.
  5. Menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan.
  6. Menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid fokus, sadar, dan teliti terhadap apa yang sedang diamati.

Kegiatan mindful:

  • Guru mengajak murid mengamati cahaya di dalam kelas secara tenang.
  • Murid memperhatikan arah datangnya cahaya matahari atau cahaya senter.
  • Murid mengamati perubahan cahaya ketika melewati berbagai benda.
  • Murid melakukan percobaan dengan penuh perhatian dan mengikuti langkah-langkah secara tertib.
  • Murid mencatat hasil pengamatan berdasarkan apa yang benar-benar mereka lihat.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan murid.

Murid diajak menemukan bahwa sifat cahaya digunakan dalam berbagai kehidupan, misalnya:

  • Cahaya matahari masuk melalui kaca jendela.
  • Cahaya senter bergerak lurus.
  • Kita dapat melihat benda melalui kaca bening.
  • Tirai tipis masih dapat meneruskan sebagian cahaya.
  • Dinding dan buku tidak dapat ditembus cahaya.
  • Bayangan terbentuk ketika cahaya terhalang benda.

🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dibuat menyenangkan melalui eksperimen, permainan, kerja kelompok, dan tantangan sederhana.

🔦 Kegiatan “Detektif Cahaya”

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapatkan beberapa benda, misalnya:

  • kaca bening,
  • plastik bening,
  • kertas,
  • kain,
  • kardus,
  • buku.

Setiap kelompok menggunakan senter untuk menyelidiki:

“Apakah cahaya dapat menembus benda ini?”


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)



1Murid mampu mengenal cahaya dan mengidentifikasi sumber cahaya di lingkungan sekitar.
2Murid mampu menjelaskan bahwa cahaya merambat lurus melalui percobaan sederhana.
3Murid mampu mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan yang tidak dapat ditembus cahaya.
4Murid mampu mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya.
5
Murid mampu menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

6Murid mampu menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan dan mengomunikasikan hasilnya.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. Pemantulan Cahaya, Cermin, Pembentukan Bayangan, dan Fenomena Cahaya

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, murid diharapkan mampu:

    1. Menjelaskan pengertian pemantulan cahaya.
    2. Mengidentifikasi jenis-jenis pemantulan cahaya.
    3. Mengenal berbagai jenis cermin dan sifatnya.
    4. Menjelaskan proses pembentukan bayangan pada cermin.
    5. Mengidentifikasi pemanfaatan cermin dalam kehidupan sehari-hari.
    6. Menjelaskan berbagai fenomena cahaya yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
    7. Menghubungkan sifat cahaya dengan teknologi dan peralatan yang digunakan manusia.

    B. Pemantulan Cahaya

    Pernahkah Ananda melihat wajah di depan cermin? Mengapa wajah kita dapat terlihat pada cermin?

    Hal tersebut terjadi karena cahaya dapat dipantulkan.

    Pemantulan cahaya adalah peristiwa ketika cahaya mengenai suatu permukaan kemudian kembali ke arah tertentu.

    Ketika cahaya dari lampu atau Matahari mengenai benda, sebagian cahaya dapat diserap dan sebagian lainnya dipantulkan. Cahaya yang dipantulkan dan masuk ke mata memungkinkan kita melihat benda tersebut.

    Contoh pemantulan cahaya

    • Cahaya lampu dipantulkan oleh kaca.
    • Kita dapat melihat wajah melalui cermin.
    • Cahaya Matahari dipantulkan oleh permukaan air.
    • Cahaya senter dapat dipantulkan oleh benda mengilap.

    Hukum sederhana pemantulan cahaya

    Pemantulan cahaya memiliki dua hal penting:

    • Sinar datang adalah cahaya yang menuju permukaan benda.
    • Sinar pantul adalah cahaya yang dipantulkan kembali.

    Pada permukaan yang rata, arah cahaya yang datang dan dipantulkan memiliki aturan tertentu. Sudut datang sama dengan sudut pantul.


    C. Jenis-Jenis Pemantulan Cahaya

    1. Pemantulan Teratur

    Pemantulan teratur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang halus dan rata.

    Contohnya:

    • cermin,
    • permukaan kaca,
    • permukaan air yang tenang,
    • logam yang dipoles.

    Pada pemantulan teratur, cahaya dipantulkan dengan arah yang relatif teratur sehingga dapat membentuk bayangan yang jelas.

    2. Pemantulan Baur

    Pemantulan baur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata.

    Contohnya:

    • tembok,
    • kertas,
    • kayu,
    • kain,
    • tanah.

    Cahaya dipantulkan ke berbagai arah sehingga biasanya tidak menghasilkan bayangan yang jelas.

    Contoh sederhana:
    Kita dapat melihat tulisan di buku dari berbagai arah karena cahaya dari permukaan kertas dipantulkan secara baur menuju mata.


    D. Cermin dan Pemanfaatannya

    Cermin merupakan benda yang memiliki permukaan sangat halus sehingga dapat memantulkan cahaya dan membentuk bayangan.

    Ada beberapa jenis cermin yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Cermin Datar

    Cermin datar memiliki permukaan yang rata.

    Sifat bayangan pada cermin datar:

    • tegak,
    • sama besar dengan benda,
    • bersifat maya,
    • jarak bayangan di belakang cermin sama dengan jarak benda di depan cermin,
    • mengalami pembalikan kiri-kanan.

    Contoh pemanfaatan:

    • cermin di kamar,
    • cermin di kamar mandi,
    • cermin untuk berhias,
    • cermin pada lemari.

    2. Cermin Cekung

    Cermin cekung adalah cermin yang permukaannya melengkung ke dalam.

    Cermin cekung dapat mengumpulkan cahaya pada suatu titik tertentu.

    Contoh pemanfaatan:

    • reflektor lampu senter,
    • lampu kendaraan,
    • cermin dokter gigi,
    • alat pemantul cahaya pada teleskop.

    Cermin cekung juga dapat menghasilkan bayangan yang berbeda-beda bergantung pada jarak benda dari cermin.


    3. Cermin Cembung

    Cermin cembung adalah cermin yang permukaannya melengkung ke luar.

    Cermin cembung memiliki bidang pandang yang luas.

    Sifat bayangannya:

    • tegak,
    • lebih kecil daripada benda,
    • bersifat maya.

    Contoh pemanfaatan:

    • kaca spion kendaraan,
    • cermin di tikungan jalan,
    • cermin keamanan di toko,
    • cermin pada tempat parkir.
    1f=1u+1v\frac{1}{f} = \frac{1}{u} + \frac{1}{v}
    114=128+128\frac{1}{\text{14}}=\frac{1}{\text{28}}+\frac{1}{\text{28}}
    uu
    cm
    ff
    cm
    FCcermin cekungv = 28 | m = -1

    E. Pembentukan Bayangan

    Bayangan terbentuk ketika cahaya dari suatu benda dipantulkan oleh permukaan tertentu dan kemudian diterima oleh mata.

    Sebagai contoh, ketika kita berdiri di depan cermin datar, cahaya dari tubuh kita mengenai cermin. Cahaya tersebut dipantulkan menuju mata. Otak kemudian mengolah cahaya tersebut sehingga kita melihat bayangan diri kita di dalam cermin.

    Pembentukan bayangan pada cermin datar

    Misalnya Ananda berdiri 1 meter di depan cermin.

    Bayangan Ananda akan terlihat seolah-olah berada 1 meter di belakang cermin.

    Jadi:

    Jarak benda dari cermin = jarak bayangan dari cermin.

    Bayangan pada cermin datar juga memiliki ukuran yang sama dengan benda.

    Mengapa kita melihat bayangan?

    Urutannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

    Benda → cahaya mengenai benda → cahaya dipantulkan → cahaya masuk ke mata → otak mengenali bayangan.


    F. Fenomena Cahaya dalam Kehidupan

    Cahaya memiliki banyak peristiwa atau fenomena yang dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Bayangan Benda

    Ketika benda yang tidak tembus cahaya menghalangi cahaya, terbentuklah bayangan.

    Contoh:

    • bayangan tubuh pada pagi atau sore hari,
    • bayangan pohon,
    • bayangan benda ketika terkena cahaya senter.

    2. Pelangi

    Pelangi dapat terlihat setelah hujan ketika terdapat cahaya Matahari dan butir-butir air di udara.

    Cahaya Matahari mengalami pembiasan, pemantulan, dan penguraian ketika melewati butir air sehingga terlihat berbagai warna.

    Warna pelangi yang umum dikenali adalah:

    merah – jingga – kuning – hijau – biru – nila – ungu.

    3. Kilauan pada Permukaan Air

    Permukaan air yang terkena cahaya Matahari dapat terlihat berkilauan. Hal tersebut terjadi karena cahaya dipantulkan oleh permukaan air.

    4. Cahaya Senter di Tempat Gelap

    Ketika senter dinyalakan di tempat gelap, cahaya membantu kita melihat benda-benda di sekitar.

    5. Bayangan pada Cermin

    Ketika bercermin, kita dapat melihat bayangan karena cahaya dari tubuh dipantulkan oleh permukaan cermin menuju mata.


    G. Pemanfaatan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Cahaya sangat penting bagi kehidupan manusia.

    Dalam kehidupan sehari-hari

    • Matahari digunakan sebagai sumber penerangan alami.
    • Lampu digunakan untuk menerangi ruangan.
    • Cermin digunakan untuk melihat bayangan.
    • Kaca spion membantu pengendara melihat keadaan di belakang kendaraan.
    • Lampu senter digunakan ketika berada di tempat gelap.
    • Lampu kendaraan membantu penerangan saat berkendara.
    • Panel surya memanfaatkan energi cahaya Matahari untuk menghasilkan energi listrik.

    Dalam teknologi

    Cahaya juga dimanfaatkan dalam berbagai teknologi, seperti:

    • kamera,
    • proyektor,
    • mikroskop,
    • teleskop,
    • peralatan medis,
    • serat optik untuk komunikasi.

    H. Ayo Mengamati

    Ananda dapat melakukan pengamatan sederhana di kelas.

    Percobaan 1: Melihat Pemantulan Cahaya

    Alat:

    • cermin,
    • senter.

    Langkah:

    1. Letakkan cermin di atas meja.
    2. Nyalakan senter.
    3. Arahkan cahaya senter ke cermin.
    4. Amati arah cahaya setelah mengenai cermin.
    5. Ubah arah senter dan amati kembali.

    Kesimpulan:
    Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan cermin.


    Percobaan 2: Membandingkan Cermin

    Siapkan:

    • cermin datar,
    • cermin cekung,
    • cermin cembung.

    Amati benda yang terlihat pada masing-masing cermin.

    Jenis CerminPengamatan
    Cermin datarBayangan tegak dan sama besar
    Cermin cekungBayangan dapat terlihat lebih besar/kecil bergantung posisi benda
    Cermin cembungBayangan tegak dan lebih kecil

    I. Ayo Berpikir

    Jawablah pertanyaan berikut.

    1. Mengapa kita dapat melihat wajah pada cermin?
    2. Apa perbedaan pemantulan teratur dan pemantulan baur?
    3. Mengapa kaca spion kendaraan menggunakan cermin cembung?
    4. Mengapa cermin datar dapat digunakan untuk berhias?
    5. Bagaimana proses terbentuknya bayangan pada cermin?
    6. Sebutkan tiga contoh fenomena cahaya yang kamu temukan di lingkungan sekitar!
    7. Mengapa pelangi dapat terlihat setelah hujan?
    8. Sebutkan tiga manfaat cahaya dalam kehidupan sehari-hari!

    J. Kesimpulan

    Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai suatu permukaan. Pemantulan cahaya dapat berupa pemantulan teratur dan pemantulan baur.

    Cermin dapat dibedakan menjadi cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Setiap jenis cermin memiliki sifat bayangan dan pemanfaatan yang berbeda.

    Bayangan terbentuk karena cahaya dari benda dipantulkan menuju mata. Berbagai fenomena seperti bayangan, pelangi, kilauan air, dan pantulan pada cermin menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pesan untuk Ananda:
    "MasyaAllah, cahaya adalah salah satu nikmat Allah SWT yang sangat bermanfaat. Mari kita belajar memahami sifat cahaya agar dapat menggunakannya dengan bijak dan menjaga lingkungan di sekitar kita.

  Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Selasa 20 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Membuat dan Merefleksikan Karya Anyaman
Pertemuan ke        : , 21


Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesua

Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
    • Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
    • Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
    • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai

      1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

        1. .

        🌿 Bahan Ajar Seni Rupa Kelas V SD

        Materi: Eksplorasi Variasi Teknik Penggunaan Alat dan/atau Bahan Kerajinan Anyaman

        Tujuan Pembelajaran:
        Murid dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan dalam membuat kerajinan anyaman serta menghasilkan karya anyaman sederhana yang kreatif dan memiliki nilai guna.


        A. Mengenal Kerajinan Anyaman

        Anyaman adalah kerajinan yang dibuat dengan cara menyilangkan, menyisipkan, atau menumpangkan bahan secara teratur sehingga membentuk pola tertentu.

        Anyaman dapat dibuat menjadi berbagai benda yang indah dan bermanfaat, seperti:


        • Keranjang
        • Tempat pensil
        • Tas
        • Dompet
        • Hiasan dinding
        • Tempat tisu
        • Gantungan
        • Alas meja
        • Keselamatan kerja: Gunakan gunting dengan hati-hati, jangan berlari sambil membawa alat, dan rapikan alat setelah digunakan.


          D. Teknik Dasar Menganyam

          Ada beberapa teknik yang dapat dieksplorasi oleh murid.

          1. Teknik Anyaman Satu-Satu

          Bahan disusun dengan pola:

          Atas – bawah – atas – bawah

          Contoh:

          │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
          │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
          │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │

          Teknik ini merupakan teknik dasar yang paling mudah dipelajari.

          2. Teknik Anyaman Dua-Dua

          Bahan dilewatkan dua bagian di atas, kemudian dua bagian di bawah secara bergantian.

          Pola dapat dibuat seperti:

          Atas – atas – bawah – bawah

          Teknik ini menghasilkan pola yang berbeda dari anyaman satu-satu.

          3. Teknik Anyaman Warna

          Gunakan bahan dengan dua atau lebih warna. Perbedaan warna dapat membentuk pola garis, kotak, zig-zag, atau pola lainnya.


     Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

    Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal         : Senin, 19 Oktober 2026
    Fase/Kelas             : C / 5
    Materi                     : Teks Prosedural
    Pertemuan ke        : 19

    🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

    Pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami dan menganalisis informasi dari berbagai teks, termasuk teks prosedur, serta menyampaikan kembali informasi tersebut secara lisan dan tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang jelas, runtut, dan sesuai konteks.

    🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

    1. Menjelaskan pengertian teks prosedur dengan bahasa sendiri.
    2. Menjelaskan tujuan teks prosedur.
    3. Mengidentifikasi teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari.
    4. Menemukan informasi tentang definisi dan tujuan teks prosedur melalui pengamatan video dan teks.
    5. Berdiskusi dengan kelompok untuk menyampaikan hasil pengamatan secara santun dan percaya diri.

    🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Peserta didik diajak untuk fokus dan sadar terhadap kegiatan yang dilakukan. Guru mengajak peserta didik mengamati video dan teks prosedur dengan tenang serta memperhatikan setiap langkah yang disampaikan. Peserta didik menyadari bahwa mengikuti petunjuk secara berurutan membutuhkan ketelitian, konsentrasi, dan tanggung jawab.


    💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Peserta didik menghubungkan materi teks prosedur dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menyadari bahwa teks prosedur sering digunakan ketika membuat makanan, mencuci tangan, menggunakan alat, membuat kerajinan, atau melakukan suatu kegiatan.


    🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

    Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, menyenangkan, dan melibatkan kerja sama. Peserta didik mengamati video, bermain menyusun kartu langkah, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil kelompok.


    📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

      1. Peserta didik mengamati video dan contoh teks prosedur yang disajikan oleh guru.
      2. Peserta didik mengidentifikasi pengertian teks prosedur berdasarkan hasil pengamatan.
      3. Peserta didik menjelaskan tujuan teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari.
      4. Peserta didik menemukan ciri-ciri teks prosedur dari contoh yang diamati.
      5. Peserta didik membedakan teks prosedur dengan teks lainnya berdasarkan tujuan dan isinya.
      6. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan definisi dan tujuan teks prosedur.
      7. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi secara lisan dengan percaya diri, santun, dan runtut.

      Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

     Teks Prosedur: Definisi dan Tujuan

    B. Pengertian Teks Prosedur



    Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau petunjuk untuk melakukan atau membuat sesuatu secara urut dan benar.

    Teks prosedur membantu seseorang mengetahui apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya, dan urutan langkah yang tepat agar suatu kegiatan dapat berhasil.

    Contoh kegiatan yang dapat dibuat dalam teks prosedur:

    • Cara membuat teh manis.
    • Cara mencuci tangan dengan benar.
    • Cara menanam tanaman.
    • Cara membuat kerajinan dari kertas.
    • Cara menggunakan suatu alat.
    • Cara membuat makanan sederhana.

    Contoh sederhana:

    Cara Membuat Teh Manis

    Bahan:

    • 1 kantong teh
    • 2 sendok teh gula
    • Air panas

    Langkah-langkah:

    1. Siapkan gelas.
    2. Masukkan gula ke dalam gelas.
    3. Masukkan satu kantong teh.
    4. Tuangkan air panas.
    5. Aduk hingga gula larut.
    6. Teh manis siap diminum.

    Dari contoh tersebut, terlihat bahwa kegiatan dilakukan secara berurutan. Jika langkah-langkah dilakukan tidak sesuai urutan, hasilnya mungkin tidak sesuai harapan.


    C. Tujuan Teks Prosedur

    Teks prosedur memiliki tujuan utama untuk memberikan petunjuk atau panduan kepada pembaca agar dapat melakukan atau membuat sesuatu dengan benar dan sesuai urutan.

    Secara lebih rinci, tujuan teks prosedur adalah:

    1. Memberikan petunjuk
      Membantu pembaca mengetahui cara melakukan suatu kegiatan.
    2. Menjelaskan langkah-langkah
      Menunjukkan tahapan kegiatan secara runtut dari awal hingga selesai.
    3. Memudahkan seseorang melakukan sesuatu
      Pembaca tidak perlu menebak-nebak apa yang harus dilakukan.
    4. Mencegah kesalahan
      Langkah yang jelas dan berurutan dapat membantu seseorang menghindari kesalahan.
    5. Mencapai hasil yang diharapkan
      Jika petunjuk dilakukan dengan benar, kegiatan dapat menghasilkan sesuatu sesuai tujuan.

    D. Ciri-Ciri Teks Prosedur

    Teks prosedur biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Berisi langkah-langkah yang berurutan.
    • Menjelaskan cara melakukan atau membuat sesuatu.
    • Menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
    • Menggunakan kata kerja tindakan, seperti potong, masukkan, aduk, cuci, dan tuangkan.
    • Sering menggunakan kata penghubung urutan, seperti:
      • pertama,
      • kemudian,
      • setelah itu,
      • selanjutnya,
      • terakhir.
    • Memiliki tujuan yang jelas.

    E. Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teks Prosedur?

    Ananda yang saleh dan salehah, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengikuti petunjuk.

    Misalnya, ketika:

    • membuat makanan,
    • mencuci tangan,
    • menggunakan alat,
    • melakukan permainan,
    • membuat kerajinan,
    • merawat tanaman.

    Dengan memahami teks prosedur, kita belajar mengikuti aturan, bekerja secara teratur, teliti, mandiri, dan bertanggung jawab.


    F. Kegiatan Pembelajaran

    1. Mengamati Video

    Guru menayangkan video tentang cara membuat atau melakukan sesuatu, misalnya video Cara Membuat Jus Mangga.

    Saat mengamati video, peserta didik memperhatikan:

    • Apa kegiatan yang dilakukan?
    • Apa tujuan kegiatan tersebut?
    • Apa saja langkah yang dilakukan?
    • Apakah langkah-langkah dilakukan secara berurutan?

    2. Mengamati Teks

    Peserta didik membaca contoh teks prosedur:

    Cara Mencuci Tangan dengan Benar
    Pertama, basahi tangan dengan air bersih.
    Kedua, gunakan sabun dan gosok seluruh bagian tangan.
    Selanjutnya, bilas tangan dengan air mengalir.
    Setelah itu, keringkan tangan dengan tisu atau handuk bersih.

    Peserta didik kemudian menemukan:

    • Apa yang dimaksud dengan teks prosedur?
    • Apa tujuan teks tersebut?
    • Langkah apa saja yang terdapat dalam teks?

    3. Diskusi Kelompok

    Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan:

    PertanyaanJawaban Kelompok
    Apa yang dimaksud teks prosedur?...
    Apa tujuan teks prosedur?...
    Mengapa langkah-langkah harus berurutan?...
    Sebutkan dua contoh teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari!...
    Apa yang terjadi jika langkah-langkah dilakukan tidak berurutan?...

    Setelah selesai, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.