Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Jum'at, 2 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Membuat dan Merefleksikan Karya Anyaman
Pertemuan ke        : 19


Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesua

Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
    • Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
    • Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
    • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba.
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.



    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    🌿 Bahan Ajar Seni Rupa Kelas V SD

    Materi: Eksplorasi Variasi Teknik Penggunaan Alat dan/atau Bahan Kerajinan Anyaman

    Tujuan Pembelajaran:
    Murid dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan dalam membuat kerajinan anyaman serta menghasilkan karya anyaman sederhana yang kreatif dan memiliki nilai guna.


    A. Mengenal Kerajinan Anyaman

    Anyaman adalah kerajinan yang dibuat dengan cara menyilangkan, menyisipkan, atau menumpangkan bahan secara teratur sehingga membentuk pola tertentu.

    Anyaman dapat dibuat menjadi berbagai benda yang indah dan bermanfaat, seperti:

    • Tikar
    • Keranjang
    • Tempat pensil
    • Tas
    • Dompet
    • Hiasan dinding
    • Tempat tisu
    • Gantungan
    • Alas meja
    7

    B. Bahan untuk Membuat Anyaman

    Bahan anyaman dapat berasal dari alam maupun bahan buatan.

    1. Bahan Alam

    Contohnya:

    • Bambu
    • Rotan
    • Daun pandan
    • Daun kelapa
    • Mendong
    • Eceng gondok
    • Daun lontar

    2. Bahan Buatan

    Contohnya:

    • Kertas
    • Koran bekas
    • Sedotan
    • Pita
    • Tali
    • Plastik kemasan
    • Benang

    Untuk murid SD, bahan yang mudah dan aman digunakan antara lain kertas warna, kertas bekas, pita, atau sedotan.


    C. Alat yang Digunakan

    Beberapa alat yang dapat digunakan dalam kegiatan menganyam:

    AlatKegunaan
    ✂️ GuntingMemotong bahan
    📏 PenggarisMengukur dan membuat garis
    ✏️ PensilMembuat pola
    🧴 LemMerekatkan bagian tertentu
    🖍️ Pensil warna/spidolMemberi warna atau hiasan
    PenjepitMembantu menahan bahan saat menganyam

    Keselamatan kerja: Gunakan gunting dengan hati-hati, jangan berlari sambil membawa alat, dan rapikan alat setelah digunakan.


    D. Teknik Dasar Menganyam

    Ada beberapa teknik yang dapat dieksplorasi oleh murid.

    1. Teknik Anyaman Satu-Satu

    Bahan disusun dengan pola:

    Atas – bawah – atas – bawah

    Contoh:

    │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
    │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
    │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │

    Teknik ini merupakan teknik dasar yang paling mudah dipelajari.

    2. Teknik Anyaman Dua-Dua

    Bahan dilewatkan dua bagian di atas, kemudian dua bagian di bawah secara bergantian.

    Pola dapat dibuat seperti:

    Atas – atas – bawah – bawah

    Teknik ini menghasilkan pola yang berbeda dari anyaman satu-satu.

    3. Teknik Anyaman Warna

    Gunakan bahan dengan dua atau lebih warna. Perbedaan warna dapat membentuk pola garis, kotak, zig-zag, atau pola lainnya.

    7

    4. Teknik Kombinasi Bahan

    Murid dapat mencoba menggabungkan bahan yang berbeda, misalnya:

    • Kertas + pita
    • Kertas + tali
    • Sedotan + benang
    • Kertas warna + koran bekas

    Kombinasi bahan dapat menghasilkan tekstur dan tampilan karya yang lebih menarik.


    E. Eksplorasi Teknik dan Bahan

    Dalam membuat anyaman, murid tidak harus menggunakan satu cara saja. Murid dapat mencoba berbagai bahan dan teknik, kemudian mengamati hasilnya.

    Contohnya:

    Percobaan 1:
    Menganyam kertas dengan pola satu-satu.

    Percobaan 2:
    Menggunakan dua warna kertas untuk membuat pola kotak.

    Percobaan 3:
    Menggunakan tiga warna untuk membuat pola garis.

    Percobaan 4:
    Mengombinasikan kertas dengan pita.

    Setelah mencoba, murid dapat membandingkan:

    • Bahan mana yang paling mudah digunakan?
    • Teknik mana yang paling mudah?
    • Teknik mana yang menghasilkan pola paling menarik?
    • Apa kesulitan yang ditemukan?
    • Bagaimana cara memperbaikinya?

    F. Langkah-Langkah Membuat Anyaman Kertas Sederhana

    Alat dan bahan:

    • 2 lembar kertas warna berbeda
    • Pensil
    • Penggaris
    • Gunting
    • Lem

    Langkah kerja:

    1. Siapkan dua lembar kertas dengan warna berbeda.
    2. Potong salah satu kertas menjadi beberapa bagian memanjang sebagai bilah anyaman.
    3. Pada kertas lainnya, buat garis-garis sejajar.
    4. Gunting mengikuti garis, tetapi jangan sampai terputus seluruhnya.
    5. Masukkan bilah kertas secara bergantian di atas dan di bawah bagian yang telah dipotong.
    6. Pada baris berikutnya, lakukan secara berlawanan.
    7. Rapikan ujung-ujung kertas.
    8. Gunakan lem agar anyaman tidak mudah terlepas.
    9. Tambahkan hiasan sesuai kreativitas.
    5

    G. Prinsip yang Perlu Diperhatikan

    Saat membuat karya anyaman, perhatikan:

    Kerapian → susunan bahan tidak berantakan.
    Ketelitian → mengikuti pola dengan tepat.
    Kreativitas → berani mencoba warna dan pola baru.
    Kesabaran → menganyam membutuhkan ketekunan.
    Kebersihan → menjaga meja dan lingkungan tetap bersih.


    H. Aktivitas Eksplorasi Murid

    Ayo Bereksperimen!

    Buatlah 3 contoh anyaman kecil dengan ketentuan:

    1. Anyaman menggunakan satu warna.
    2. Anyaman menggunakan dua warna.
    3. Anyaman menggunakan kombinasi bahan atau pola yang berbeda.

    Kemudian pilih satu karya yang paling menarik dan jelaskan:

    “Saya memilih teknik ... karena ....”


    I. Pertanyaan Pemantik

    1. Mengapa bahan anyaman harus disusun secara teratur?
    2. Apa yang terjadi jika pola atas-bawah tidak dilakukan dengan benar?
    3. Apakah semua bahan dapat digunakan untuk membuat anyaman?
    4. Apa perbedaan hasil anyaman menggunakan kertas dan pita?
    5. Bagaimana cara membuat anyaman agar terlihat lebih menarik?
    6. Bagaimana kita dapat memanfaatkan bahan bekas untuk membuat kerajinan anyaman?

    J. Kesimpulan

    Kerajinan anyaman dibuat dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara teratur. Bahan yang digunakan dapat berupa bahan alam maupun bahan buatan. Dalam membuat anyaman, kita dapat mengeksplorasi berbagai alat, bahan, warna, pola, dan teknik untuk menghasilkan karya yang kreatif, rapi, indah, dan memiliki nilai guna.

    🌱 Pesan untuk Ananda:
    Jangan takut mencoba pola baru. Kesalahan dalam menganyam adalah bagian dari proses belajar. Teruslah berkreasi, teliti, sabar, dan bangga terhadap hasil karya sendiri!

     Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

    Mata Pelajaran      : Pendidikan Anti Korupsi
    Hari, Tanggal         : Kamis, 1 Oktober 2026
    Fase/Kelas             : C / 5
    Materi                     : Tanggung Jawab
    Pertemuan ke        : 15

    Capaian Pembelajaran

    Peserta didik mampu memahami dan membiasakan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari nilai-nilai antikorupsi, dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta menggunakan barang atau sesuatu yang dipercayakan kepadanya dengan benar.

    Tujuan Pembelajaran

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

    1. Menjelaskan pengertian tanggung jawab dengan benar.
    2. Menyebutkan contoh perilaku tanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.
    3. Mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan dan tidak menunjukkan tanggung jawab.
    4. Menjelaskan pentingnya tanggung jawab sebagai salah satu nilai antikorupsi.

    🌿Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban yang diberikan kepada mereka harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman ketika mendapat tanggung jawab di rumah maupun di sekolah, seperti mengerjakan tugas, melaksanakan piket, menjaga barang, atau mengembalikan barang yang dipinjam. Peserta didik kemudian menyadari perasaan dan akibat yang muncul ketika mereka melaksanakan atau mengabaikan tanggung jawab. Melalui kegiatan refleksi sederhana, peserta didik memahami bahwa menjadi pribadi yang bertanggung jawab berarti berani melaksanakan tugas, menjaga amanah, mengakui kesalahan, dan memperbaiki kesalahan.

    Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Peserta didik menghubungkan materi tanggung jawab dengan kehidupan nyata yang mereka alami sehari-hari. Guru memberikan contoh situasi sederhana, seperti bendahara kelas yang harus menjaga uang kas, siswa yang mendapat tugas piket, atau siswa yang meminjam barang milik temannya. Peserta didik berdiskusi untuk menentukan tindakan yang benar dan tidak benar serta menjelaskan alasannya. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa sikap tanggung jawab bukan hanya materi pelajaran, tetapi merupakan kebiasaan yang penting untuk membangun kejujuran, amanah, dan sikap antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

    Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

    Peserta didik belajar tentang tanggung jawab melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan mereka secara aktif. Guru dapat menggunakan permainan “Aku Bertanggung Jawab”, kartu situasi, kuis, atau permainan kelompok. Peserta didik diminta memilih tindakan yang tepat dari berbagai situasi yang diberikan, kemudian menyampaikan alasan pilihannya. Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian peserta didik dalam menjawab dan menyampaikan pendapat. Pembelajaran diakhiri dengan membuat “Janji Tanggung Jawabku”, yaitu satu tindakan bertanggung jawab yang akan mereka biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, peserta didik diharapkan lebih mudah memahami dan menerapkan nilai tanggung jawab.

    Alur Tujuan Pembelajaran

      1. Peserta didik memahami pengertian tanggung jawab dan pentingnya sikap bertanggung jawab sebagai nilai antikorupsi.

        Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.

        Peserta didik menganalisis akibat dari perilaku tidak bertanggung jawab serta menentukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi sehari-hari.

        Peserta didik menunjukkan sikap bertanggung jawab dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta berusaha memperbaikinya.

        Peserta didik membiasakan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penerapan nilai antikorupsi.


    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


    Materi: Tanggung Jawab

    A. Pengertian Tanggung Jawab

    Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh serta berani menerima akibat dari perbuatan yang dilakukan.

    Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya dengan baik, menjaga amanah, dan tidak menyalahkan orang lain ketika melakukan kesalahan.



    Contoh:

    • Mengerjakan tugas sekolah tepat waktu.
    • Menjaga kebersihan kelas.
    • Mengembalikan barang yang dipinjam.
    • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
    • Mengakui kesalahan jika melakukan kesalahan.
    • Menjaga barang milik sekolah.

    B. Tanggung Jawab sebagai Nilai Antikorupsi

    Tanggung jawab merupakan salah satu sikap penting dalam pendidikan antikorupsi.

    Orang yang memiliki tanggung jawab akan berusaha menjalankan amanah dengan baik dan tidak menggunakan sesuatu yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan pribadi.

    Sejak kecil, sikap tanggung jawab perlu dibiasakan agar kita tumbuh menjadi orang yang jujur, dapat dipercaya, disiplin, dan amanah.

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    Di rumah

    • Merapikan tempat tidur sendiri.
    • Membantu orang tua sesuai kemampuan.
    • Menjaga barang milik keluarga.
    • Mengakui jika melakukan kesalahan.

    Di sekolah

    • Mengerjakan tugas sendiri.
    • Melaksanakan piket.
    • Menjaga fasilitas sekolah.
    • Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu.
    • Tidak menitipkan tugas kepada teman.

    Di masyarakat

    • Menjaga kebersihan lingkungan.
    • Mematuhi aturan.
    • Menjaga barang yang dititipkan orang lain.
    • Melaksanakan tugas dalam kegiatan bersama.

    C. Ciri-Ciri Anak yang Bertanggung Jawab

    Anak yang memiliki sikap tanggung jawab biasanya:

    1. Menyelesaikan tugas yang diberikan.
    2. Menepati janji kepada orang lain.
    3. Menjaga amanah yang diberikan.
    4. Berani mengakui kesalahan.
    5. Tidak menyalahkan orang lain atas kesalahannya.
    6. Menjaga barang milik sendiri dan orang lain.
    7. Melaksanakan kewajiban tanpa harus selalu diingatkan.
    8. Bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

    D. Hubungan Tanggung Jawab dengan Antikorupsi

    Korupsi dapat terjadi ketika seseorang tidak menjalankan amanah dengan baik dan menggunakan sesuatu yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi.

    Oleh karena itu, sikap tanggung jawab harus dilatih sejak sekolah.

    Misalnya:

    Situasi:
    Ketua kelas diberi uang oleh guru untuk membeli alat kebersihan. Setelah membeli barang, masih ada uang yang tersisa.

    Sikap bertanggung jawab:
    Ketua kelas mengembalikan sisa uang dan menunjukkan bukti pembelian kepada guru.

    Sikap tidak bertanggung jawab:
    Ketua kelas menggunakan sisa uang untuk membeli makanan tanpa izin.

    Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa uang atau barang yang dipercayakan kepada kita merupakan amanah yang harus dijaga dan digunakan sesuai tujuan.


    E. Contoh Perilaku Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

    Bertanggung JawabTidak Bertanggung Jawab
    Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda-nunda tugas
    Mengakui kesalahanMenyalahkan teman
    Mengembalikan barang pinjamanTidak mengembalikan barang
    Melaksanakan piketMeninggalkan tugas piket
    Menjaga uang yang dititipkanMenggunakan uang titipan tanpa izin
    Menjaga fasilitas sekolahMerusak fasilitas sekolah
    Mengembalikan kelebihan uangMenyimpan uang yang bukan haknya

    F. Ayo Mengamati

    Bacalah cerita berikut!

    “Uang Kas Kelas”

    Kelas V memiliki uang kas sebesar Rp100.000. Uang tersebut diberikan kepada Raka sebagai bendahara kelas untuk membeli alat kebersihan.

    Raka membeli alat kebersihan seharga Rp75.000. Setelah membeli barang, Raka masih memiliki uang Rp25.000. Raka kemudian berpikir untuk menggunakan uang tersebut membeli makanan.

    Pertanyaan:

    1. Siapakah yang bertanggung jawab menjaga uang kas kelas?
    2. Bolehkah Raka menggunakan sisa uang tersebut untuk kepentingan pribadi?
    3. Apa yang seharusnya dilakukan Raka?
    4. Sikap antikorupsi apa yang ditunjukkan dalam cerita tersebut?
    5. Apa akibatnya jika Raka menggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi?

    G. Ayo Berdiskusi

    Diskusikan bersama kelompokmu!

    Kasus 1

    Kamu menemukan uang Rp20.000 di bawah meja kelas. Tidak ada seorang pun yang mengaku kehilangan uang tersebut.

    Apa yang akan kamu lakukan? Mengapa?

    Kasus 2

    Guru memberikan tugas kelompok. Salah satu teman tidak mengerjakan tugas, tetapi meminta namanya tetap dicantumkan sebagai anggota yang ikut mengerjakan.

    Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

    Kasus 3

    Kamu tidak sengaja memecahkan penggaris milik teman.

    Apa tindakan yang menunjukkan tanggung jawab?


    H. Ayo Mencoba

    Tuliskan 5 tanggung jawabmu sebagai seorang siswa!

    1. ........................................................................
    2. ........................................................................
    3. ........................................................................
    4. ........................................................................
    5. ........................................................................

    Kemudian tuliskan satu tanggung jawab yang akan kamu biasakan mulai hari ini.

    Saya akan:
    ..................................................................................

    Alasannya:
    ..................................................................................


    I. Pesan Antikorupsi

    “Orang yang bertanggung jawab akan menjaga amanah, melaksanakan tugas dengan jujur, dan berani memperbaiki kesalahan.”

    Mari kita biasakan sejak kecil:

    Jujur dalam perkataan,
    bertanggung jawab dalam tindakan,
    dan amanah dalam menjalankan tugas.

    Dengan membiasakan sikap tersebut, kita ikut membangun generasi Indonesia yang berintegritas dan antikorupsi.


    J. Latihan Soal

    Pilihan Ganda

    1. Tanggung jawab berarti ....

    A. melakukan sesuatu sesuka hati
    B. melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik
    C. menghindari semua tugas
    D. menyalahkan orang lain

    2. Contoh tanggung jawab seorang siswa adalah ....

    A. menyontek pekerjaan teman
    B. meninggalkan tugas piket
    C. mengerjakan tugas tepat waktu
    D. menyembunyikan buku teman

    3. Ketika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, sebaiknya kita ....

    A. menyalahkan teman
    B. pura-pura tidak tahu
    C. mengakui kesalahan dan meminta maaf
    D. meninggalkan tempat tersebut

    4. Bendahara kelas menemukan kelebihan uang setelah berbelanja. Sikap yang tepat adalah ....

    A. menggunakan uang untuk membeli makanan
    B. menyimpan uang untuk diri sendiri
    C. mengembalikan dan melaporkan sisa uang
    D. memberikan uang kepada teman

    5. Tanggung jawab penting dalam pendidikan antikorupsi karena ....

    A. membuat seseorang bebas melakukan apa saja
    B. membiasakan seseorang menjaga amanah dan menjalankan kewajiban
    C. membuat seseorang selalu mendapatkan hadiah
    D. membuat seseorang tidak perlu mengikuti aturan

    Jawaban Singkat

    6. Apa yang dimaksud dengan tanggung jawab?

    7. Sebutkan dua contoh tanggung jawab di sekolah!

    8. Mengapa kita harus mengembalikan barang yang dipinjam?

    9. Apa yang harus dilakukan jika kita melakukan kesalahan?

    10. Bagaimana hubungan sikap tanggung jawab dengan perilaku antikorupsi?