Nama Guru         : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : IPAS

Hari, Tanggal         :Rabu, 21 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Sifat-sifat Cahaya
Pertemuan ke        : 19

🌟 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami berbagai fenomena alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan mengamati, menyelidiki, melakukan percobaan sederhana, serta mengomunikasikan hasil pengamatannya. Murid mampu menjelaskan sifat-sifat cahaya dan menghubungkannya dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu:

  1. Menjelaskan bahwa cahaya merupakan bentuk energi yang memungkinkan manusia melihat benda.
  2. Menjelaskan sifat cahaya yang merambat lurus melalui pengamatan dan percobaan sederhana.
  3. Mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan benda yang tidak dapat ditembus cahaya.
  4. Mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya berdasarkan hasil pengamatan.
  5. Menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan.
  6. Menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid fokus, sadar, dan teliti terhadap apa yang sedang diamati.

Kegiatan mindful:

  • Guru mengajak murid mengamati cahaya di dalam kelas secara tenang.
  • Murid memperhatikan arah datangnya cahaya matahari atau cahaya senter.
  • Murid mengamati perubahan cahaya ketika melewati berbagai benda.
  • Murid melakukan percobaan dengan penuh perhatian dan mengikuti langkah-langkah secara tertib.
  • Murid mencatat hasil pengamatan berdasarkan apa yang benar-benar mereka lihat.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan murid.

Murid diajak menemukan bahwa sifat cahaya digunakan dalam berbagai kehidupan, misalnya:

  • Cahaya matahari masuk melalui kaca jendela.
  • Cahaya senter bergerak lurus.
  • Kita dapat melihat benda melalui kaca bening.
  • Tirai tipis masih dapat meneruskan sebagian cahaya.
  • Dinding dan buku tidak dapat ditembus cahaya.
  • Bayangan terbentuk ketika cahaya terhalang benda.

🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dibuat menyenangkan melalui eksperimen, permainan, kerja kelompok, dan tantangan sederhana.

🔦 Kegiatan “Detektif Cahaya”

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapatkan beberapa benda, misalnya:

  • kaca bening,
  • plastik bening,
  • kertas,
  • kain,
  • kardus,
  • buku.

Setiap kelompok menggunakan senter untuk menyelidiki:

“Apakah cahaya dapat menembus benda ini?”


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)



1Murid mampu mengenal cahaya dan mengidentifikasi sumber cahaya di lingkungan sekitar.
2Murid mampu menjelaskan bahwa cahaya merambat lurus melalui percobaan sederhana.
3Murid mampu mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan yang tidak dapat ditembus cahaya.
4Murid mampu mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya.
5
Murid mampu menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

6Murid mampu menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan dan mengomunikasikan hasilnya.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. Pemantulan Cahaya, Cermin, Pembentukan Bayangan, dan Fenomena Cahaya

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, murid diharapkan mampu:

    1. Menjelaskan pengertian pemantulan cahaya.
    2. Mengidentifikasi jenis-jenis pemantulan cahaya.
    3. Mengenal berbagai jenis cermin dan sifatnya.
    4. Menjelaskan proses pembentukan bayangan pada cermin.
    5. Mengidentifikasi pemanfaatan cermin dalam kehidupan sehari-hari.
    6. Menjelaskan berbagai fenomena cahaya yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
    7. Menghubungkan sifat cahaya dengan teknologi dan peralatan yang digunakan manusia.

    B. Pemantulan Cahaya

    Pernahkah Ananda melihat wajah di depan cermin? Mengapa wajah kita dapat terlihat pada cermin?

    Hal tersebut terjadi karena cahaya dapat dipantulkan.

    Pemantulan cahaya adalah peristiwa ketika cahaya mengenai suatu permukaan kemudian kembali ke arah tertentu.

    Ketika cahaya dari lampu atau Matahari mengenai benda, sebagian cahaya dapat diserap dan sebagian lainnya dipantulkan. Cahaya yang dipantulkan dan masuk ke mata memungkinkan kita melihat benda tersebut.

    Contoh pemantulan cahaya

    • Cahaya lampu dipantulkan oleh kaca.
    • Kita dapat melihat wajah melalui cermin.
    • Cahaya Matahari dipantulkan oleh permukaan air.
    • Cahaya senter dapat dipantulkan oleh benda mengilap.

    Hukum sederhana pemantulan cahaya

    Pemantulan cahaya memiliki dua hal penting:

    • Sinar datang adalah cahaya yang menuju permukaan benda.
    • Sinar pantul adalah cahaya yang dipantulkan kembali.

    Pada permukaan yang rata, arah cahaya yang datang dan dipantulkan memiliki aturan tertentu. Sudut datang sama dengan sudut pantul.


    C. Jenis-Jenis Pemantulan Cahaya

    1. Pemantulan Teratur

    Pemantulan teratur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang halus dan rata.

    Contohnya:

    • cermin,
    • permukaan kaca,
    • permukaan air yang tenang,
    • logam yang dipoles.

    Pada pemantulan teratur, cahaya dipantulkan dengan arah yang relatif teratur sehingga dapat membentuk bayangan yang jelas.

    2. Pemantulan Baur

    Pemantulan baur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata.

    Contohnya:

    • tembok,
    • kertas,
    • kayu,
    • kain,
    • tanah.

    Cahaya dipantulkan ke berbagai arah sehingga biasanya tidak menghasilkan bayangan yang jelas.

    Contoh sederhana:
    Kita dapat melihat tulisan di buku dari berbagai arah karena cahaya dari permukaan kertas dipantulkan secara baur menuju mata.


    D. Cermin dan Pemanfaatannya

    Cermin merupakan benda yang memiliki permukaan sangat halus sehingga dapat memantulkan cahaya dan membentuk bayangan.

    Ada beberapa jenis cermin yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Cermin Datar

    Cermin datar memiliki permukaan yang rata.

    Sifat bayangan pada cermin datar:

    • tegak,
    • sama besar dengan benda,
    • bersifat maya,
    • jarak bayangan di belakang cermin sama dengan jarak benda di depan cermin,
    • mengalami pembalikan kiri-kanan.

    Contoh pemanfaatan:

    • cermin di kamar,
    • cermin di kamar mandi,
    • cermin untuk berhias,
    • cermin pada lemari.

    2. Cermin Cekung

    Cermin cekung adalah cermin yang permukaannya melengkung ke dalam.

    Cermin cekung dapat mengumpulkan cahaya pada suatu titik tertentu.

    Contoh pemanfaatan:

    • reflektor lampu senter,
    • lampu kendaraan,
    • cermin dokter gigi,
    • alat pemantul cahaya pada teleskop.

    Cermin cekung juga dapat menghasilkan bayangan yang berbeda-beda bergantung pada jarak benda dari cermin.


    3. Cermin Cembung

    Cermin cembung adalah cermin yang permukaannya melengkung ke luar.

    Cermin cembung memiliki bidang pandang yang luas.

    Sifat bayangannya:

    • tegak,
    • lebih kecil daripada benda,
    • bersifat maya.

    Contoh pemanfaatan:

    • kaca spion kendaraan,
    • cermin di tikungan jalan,
    • cermin keamanan di toko,
    • cermin pada tempat parkir.
    1f=1u+1v\frac{1}{f} = \frac{1}{u} + \frac{1}{v}
    114=128+128\frac{1}{\text{14}}=\frac{1}{\text{28}}+\frac{1}{\text{28}}
    uu
    cm
    ff
    cm
    FCcermin cekungv = 28 | m = -1

    E. Pembentukan Bayangan

    Bayangan terbentuk ketika cahaya dari suatu benda dipantulkan oleh permukaan tertentu dan kemudian diterima oleh mata.

    Sebagai contoh, ketika kita berdiri di depan cermin datar, cahaya dari tubuh kita mengenai cermin. Cahaya tersebut dipantulkan menuju mata. Otak kemudian mengolah cahaya tersebut sehingga kita melihat bayangan diri kita di dalam cermin.

    Pembentukan bayangan pada cermin datar

    Misalnya Ananda berdiri 1 meter di depan cermin.

    Bayangan Ananda akan terlihat seolah-olah berada 1 meter di belakang cermin.

    Jadi:

    Jarak benda dari cermin = jarak bayangan dari cermin.

    Bayangan pada cermin datar juga memiliki ukuran yang sama dengan benda.

    Mengapa kita melihat bayangan?

    Urutannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

    Benda → cahaya mengenai benda → cahaya dipantulkan → cahaya masuk ke mata → otak mengenali bayangan.


    F. Fenomena Cahaya dalam Kehidupan

    Cahaya memiliki banyak peristiwa atau fenomena yang dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Bayangan Benda

    Ketika benda yang tidak tembus cahaya menghalangi cahaya, terbentuklah bayangan.

    Contoh:

    • bayangan tubuh pada pagi atau sore hari,
    • bayangan pohon,
    • bayangan benda ketika terkena cahaya senter.

    2. Pelangi

    Pelangi dapat terlihat setelah hujan ketika terdapat cahaya Matahari dan butir-butir air di udara.

    Cahaya Matahari mengalami pembiasan, pemantulan, dan penguraian ketika melewati butir air sehingga terlihat berbagai warna.

    Warna pelangi yang umum dikenali adalah:

    merah – jingga – kuning – hijau – biru – nila – ungu.

    3. Kilauan pada Permukaan Air

    Permukaan air yang terkena cahaya Matahari dapat terlihat berkilauan. Hal tersebut terjadi karena cahaya dipantulkan oleh permukaan air.

    4. Cahaya Senter di Tempat Gelap

    Ketika senter dinyalakan di tempat gelap, cahaya membantu kita melihat benda-benda di sekitar.

    5. Bayangan pada Cermin

    Ketika bercermin, kita dapat melihat bayangan karena cahaya dari tubuh dipantulkan oleh permukaan cermin menuju mata.


    G. Pemanfaatan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Cahaya sangat penting bagi kehidupan manusia.

    Dalam kehidupan sehari-hari

    • Matahari digunakan sebagai sumber penerangan alami.
    • Lampu digunakan untuk menerangi ruangan.
    • Cermin digunakan untuk melihat bayangan.
    • Kaca spion membantu pengendara melihat keadaan di belakang kendaraan.
    • Lampu senter digunakan ketika berada di tempat gelap.
    • Lampu kendaraan membantu penerangan saat berkendara.
    • Panel surya memanfaatkan energi cahaya Matahari untuk menghasilkan energi listrik.

    Dalam teknologi

    Cahaya juga dimanfaatkan dalam berbagai teknologi, seperti:

    • kamera,
    • proyektor,
    • mikroskop,
    • teleskop,
    • peralatan medis,
    • serat optik untuk komunikasi.

    H. Ayo Mengamati

    Ananda dapat melakukan pengamatan sederhana di kelas.

    Percobaan 1: Melihat Pemantulan Cahaya

    Alat:

    • cermin,
    • senter.

    Langkah:

    1. Letakkan cermin di atas meja.
    2. Nyalakan senter.
    3. Arahkan cahaya senter ke cermin.
    4. Amati arah cahaya setelah mengenai cermin.
    5. Ubah arah senter dan amati kembali.

    Kesimpulan:
    Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan cermin.


    Percobaan 2: Membandingkan Cermin

    Siapkan:

    • cermin datar,
    • cermin cekung,
    • cermin cembung.

    Amati benda yang terlihat pada masing-masing cermin.

    Jenis CerminPengamatan
    Cermin datarBayangan tegak dan sama besar
    Cermin cekungBayangan dapat terlihat lebih besar/kecil bergantung posisi benda
    Cermin cembungBayangan tegak dan lebih kecil

    I. Ayo Berpikir

    Jawablah pertanyaan berikut.

    1. Mengapa kita dapat melihat wajah pada cermin?
    2. Apa perbedaan pemantulan teratur dan pemantulan baur?
    3. Mengapa kaca spion kendaraan menggunakan cermin cembung?
    4. Mengapa cermin datar dapat digunakan untuk berhias?
    5. Bagaimana proses terbentuknya bayangan pada cermin?
    6. Sebutkan tiga contoh fenomena cahaya yang kamu temukan di lingkungan sekitar!
    7. Mengapa pelangi dapat terlihat setelah hujan?
    8. Sebutkan tiga manfaat cahaya dalam kehidupan sehari-hari!

    J. Kesimpulan

    Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai suatu permukaan. Pemantulan cahaya dapat berupa pemantulan teratur dan pemantulan baur.

    Cermin dapat dibedakan menjadi cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Setiap jenis cermin memiliki sifat bayangan dan pemanfaatan yang berbeda.

    Bayangan terbentuk karena cahaya dari benda dipantulkan menuju mata. Berbagai fenomena seperti bayangan, pelangi, kilauan air, dan pantulan pada cermin menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pesan untuk Ananda:
    "MasyaAllah, cahaya adalah salah satu nikmat Allah SWT yang sangat bermanfaat. Mari kita belajar memahami sifat cahaya agar dapat menggunakannya dengan bijak dan menjaga lingkungan di sekita

Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Matematika

Hari, Tanggal         : Rabu, 21 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Perkalian dan Pembagian Pecahan
Pertemuan ke        : 22

🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan pecahan dalam berbagai bentuk, membandingkan dan mengurutkan pecahan, serta melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.


🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mempelajari materi ini, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan.
  2. Menjumlahkan pecahan berpenyebut sama dan berbeda.
  3. Mengurangkan pecahan berpenyebut sama dan berbeda.
  4. Menyelesaikan operasi pecahan campuran.
  5. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak belajar dengan tenang, fokus, dan penuh perhatian. Guru mengajak peserta didik mengamati benda atau gambar yang menunjukkan pecahan, kemudian menyadari bahwa pecahan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengerjakan setiap langkah dengan teliti dan tidak terburu-buru.

Contoh:
Guru menunjukkan sebuah kue yang dibagi menjadi beberapa bagian. Peserta didik mengamati jumlah seluruh bagian dan bagian yang diambil, kemudian menyebutkan pecahannya.


🌱 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep pecahan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, menggunakan uang, mengukur bahan masakan, menentukan waktu, dan membagi sesuatu secara adil.

Contoh:
“Jika sebuah pizza dipotong menjadi 8 bagian dan kamu memakan 3 bagian, berapa bagian pizza yang kamu makan?”

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa pecahan bukan hanya angka, tetapi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan kartu pecahan;
  • mencocokkan gambar dengan pecahannya;
  • puzzle pecahan;
  • permainan kelompok;
  • kuis menggunakan Wordwall/Kahoot;
  • menggunakan benda konkret seperti kertas lipat, buah, atau makanan;
  • tantangan soal cerita pecahan.

Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik dalam menjawab.


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

PertemuanAlur Tujuan PembelajaranMateri/Kegiatan
1Peserta didik mampu menjelaskan pengertian pecahan serta menentukan pembilang dan penyebut.Mengenal pecahan melalui gambar dan benda konkret.
2Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan dan menentukan pecahan senilai.Pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan pecahan senilai.
3Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan.Menggunakan tanda >, <, = serta mengurutkan pecahan.
4Peserta didik mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan.Penyebut sama dan berbeda serta soal cerita.
5Peserta didik mampu melakukan perkalian dan pembagian pecahan.Operasi perkalian dan pembagian pecahan serta latihan kontekstual.
6Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.Soal cerita, diskusi kelompok, permainan/kuis pecahan, dan refleksi.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. Perkalian dan Pembagian Pecahan

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

    1. Memahami konsep perkalian pecahan.

    2. Menghitung hasil perkalian pecahan biasa dan pecahan campuran.

    3. Memahami konsep pembagian pecahan.

    4. Menghitung hasil pembagian pecahan biasa dan pecahan campuran.

    5. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian pecahan.

    B. Pengertian Pecahan

    Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

    Contoh:

    \[ \frac{3}{4} \]

    Keterangan:

    • 3 disebut pembilang, yaitu bagian yang diambil.

    • 4 disebut penyebut, yaitu jumlah seluruh bagian yang sama besar.

    C. Perkalian Pecahan

    1. Perkalian pecahan biasa dengan pecahan biasa

    Untuk mengalikan dua pecahan, kalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.

    Rumus:

    \[ \frac{a}{b}\times\frac{c}{d} =\frac{a\times c}{b\times d} \]

    Contoh 1:

    \[ \frac{2}{3}\times\frac{1}{4} =\frac{2\times1}{3\times4} =\frac{2}{12}=\frac{1}{6} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(\frac{1}{6}\).

    Contoh 2:

    \[ \frac{3}{5}\times\frac{2}{7} =\frac{3\times2}{5\times7} =\frac{6}{35} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(\frac{6}{35}\).

    2. Perkalian pecahan dengan bilangan bulat

    Bilangan bulat dapat ditulis sebagai pecahan dengan penyebut 1.

    Contoh:

    \[ \frac{2}{5}\times 3 =\frac{2}{5}\times\frac{3}{1} =\frac{6}{5}=1\frac{1}{5} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(1\frac{1}{5}\).

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    Ibu memiliki 3 meter pita. Sebanyak \(\frac{2}{5}\) dari setiap meter pita digunakan untuk menghias kado. Berapa meter pita yang digunakan jika ada 3 meter pita?

    Penyelesaian:

    \[ 3\times\frac{2}{5}=\frac{6}{5}=1\frac{1}{5} \]

    Jadi, pita yang digunakan sepanjang \(1\frac{1}{5}\) meter.

    3. Perkalian pecahan campuran

    Pecahan campuran harus diubah menjadi pecahan biasa terlebih dahulu.

    Contoh:

    \[ 1\frac{1}{2}\times\frac{2}{3} \]

    Langkah 1: Ubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa.

    \[ 1\frac{1}{2}=\frac{3}{2} \]

    Langkah 2: Kalikan kedua pecahan.

    \[ \frac{3}{2}\times\frac{2}{3} =\frac{6}{6}=1 \]

    Jadi, hasilnya adalah 1.

    D. Pembagian Pecahan

    Pembagian pecahan dilakukan dengan mengubah operasi pembagian menjadi perkalian, kemudian membalik pecahan pembagi.

    Ingat: Pecahan yang dibalik adalah pecahan kedua atau pecahan pembagi.

    1. Pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa

    Rumus:

    \[ \frac{a}{b}\div\frac{c}{d} =\frac{a}{b}\times\frac{d}{c} \]

    Contoh 1:

    \[ \frac{2}{3}\div\frac{1}{4} \]

    Langkah 1: Ubah tanda bagi menjadi tanda kali.

    Langkah 2: Balik pecahan kedua, dari \(\frac{1}{4}\) menjadi \(\frac{4}{1}\).

    \[ \frac{2}{3}\div\frac{1}{4} =\frac{2}{3}\times\frac{4}{1} =\frac{8}{3}=2\frac{2}{3} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(2\frac{2}{3}\).

    Contoh 2:

    \[ \frac{3}{5}\div\frac{2}{7} \]
    \[ =\frac{3}{5}\times\frac{7}{2} =\frac{21}{10}=2\frac{1}{10} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(2\frac{1}{10}\).

    2. Pembagian pecahan dengan bilangan bulat

    Bilangan bulat ditulis sebagai pecahan dengan penyebut 1.

    Contoh:

    \[ \frac{3}{4}\div 2 \]
    \[ =\frac{3}{4}\div\frac{2}{1} \]
    \[ =\frac{3}{4}\times\frac{1}{2} =\frac{3}{8} \]

    Jadi, hasilnya adalah \(\frac{3}{8}\).

    3. Pembagian pecahan campuran

    Ubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu.

    Contoh:

    \[ 1\frac{1}{2}\div\frac{3}{4} \]

    Langkah 1:

    \[ 1\frac{1}{2}=\frac{3}{2} \]

    Langkah 2: Balik pecahan pembagi.

    \[ \frac{3}{2}\div\frac{3}{4} =\frac{3}{2}\times\frac{4}{3} \]

    Langkah 3: Kalikan dan sederhanakan.

    \[ \frac{12}{6}=2 \]

    Jadi, hasilnya adalah 2.

    E. Perbedaan Perkalian dan Pembagian Pecahan

    Perkalian pecahan

    Pembagian pecahan

    Pembilang dikali pembilang.

    Pecahan pembagi dibalik terlebih dahulu.

    Penyebut dikali penyebut.

    Operasi bagi diubah menjadi kali.

    Hasil dapat lebih kecil atau lebih besar.

    Hasil dapat lebih kecil atau lebih besar.

    Perhatikan contoh berikut.

    • Perkalian: \(\frac{1}{2}\times\frac{1}{3}=\frac{1}{6}\)

    • Pembagian: \(\frac{1}{2}\div\frac{1}{3}=\frac{3}{2}=1\frac{1}{2}\)

    F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

    Heat-resistant Glass measuring cup jigger for espr...  –  Vicedeal

    Contoh 1: Perkalian pecahan

    Ibu mempunyai 2 liter susu. Sebanyak \(\frac{3}{4}\) bagian digunakan untuk membuat kue. Berapa liter susu yang digunakan?

    Jawab:

    \[ 2\times\frac{3}{4}=\frac{6}{4}=1\frac{1}{2} \]

    Jadi, susu yang digunakan adalah \(1\frac{1}{2}\) liter.

    ¿El pan congelado es más saludable? Qué dice la evidencia científica - Infobae

    Contoh 2: Pembagian pecahan

    Tersedia \(\frac{3}{4}\) bagian roti. Roti tersebut akan dibagi menjadi beberapa potongan, masing-masing berukuran \(\frac{1}{8}\) bagian roti utuh. Berapa potongan yang diperoleh?

    Jawab:

    \[ \frac{3}{4}\div\frac{1}{8} =\frac{3}{4}\times\frac{8}{1}=6 \]

    Jadi, diperoleh 6 potongan.

    G. Latihan Soal

    Kerjakan soal berikut secara mandiri di buku tulis!

    A. Pilihan ganda

    Pilihlah jawaban yang benar.

    1. Hasil dari \(\frac{2}{5}\times\frac{3}{4}\) adalah ....

    A. \(\frac{5}{9}\)

    B. \(\frac{6}{20}\)

    C. \(\frac{6}{9}\)

    D. \(\frac{5}{20}\)

    2. Hasil dari \(\frac{3}{7}\times\frac{2}{3}\) adalah ....

    A. \(\frac{2}{7}\)

    B. \(\frac{5}{10}\)

    C. \(\frac{6}{10}\)

    D. \(\frac{3}{7}\)

    3. Hasil dari \(\frac{1}{2}\div\frac{1}{4}\) adalah ....

    A. \(\frac{1}{8}\)

    B. \(\frac{1}{2}\)

    C. 2

    D. 4

    4. Hasil dari \(\frac{2}{3}\div\frac{1}{6}\) adalah ....

    A. 2

    B. 3

    C. 4

    D. 6

    B. Isian

    5. Hitunglah \(\frac{4}{5}\times\frac{2}{3}=\ldots\)

    6. Hitunglah \(\frac{5}{6}\div\frac{2}{3}=\ldots\)

    7. Hitunglah \(2\frac{1}{4}\times\frac{2}{3}=\ldots\)

    8. Hitunglah \(1\frac{1}{2}\div\frac{3}{4}=\ldots\)

    C. Soal cerita

    9. Siti mempunyai pita sepanjang 4 meter. Sebanyak \(\frac{3}{8}\) dari pita tersebut digunakan untuk menghias kado. Berapa meter pita yang digunakan Siti?

    10. Pak Budi memiliki \(\frac{3}{4}\) kg tepung. Tepung tersebut akan dimasukkan ke dalam kantong kecil, masing-masing berisi \(\frac{1}{8}\) kg. Berapa kantong kecil yang dapat diisi?

    H. Kunci Jawaban

    Kunci jawaban latihan

    Lihat jawaban

    I. Kesimpulan

    • Perkalian pecahan: kalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.

    • Pembagian pecahan: ubah tanda bagi menjadi tanda kali, lalu balik pecahan pembagi.

    • Pecahan campuran diubah menjadi pecahan biasa sebelum dihitung.

    • Sederhanakan hasil akhir jika memungkinkan.

    Pesan untuk peserta didik: Ananda yang saleh dan salehah, marilah belajar matematika dengan tekun, teliti, jujur, dan penuh rasa syukur kepada Allah SWT atas ilmu yang kita peroleh.

 

   Nama Guru         : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : IPAS

Hari, Tanggal         : Selasa, 20 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Sifat-sifat Cahaya
Pertemuan ke        : 18

🌟 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami berbagai fenomena alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan mengamati, menyelidiki, melakukan percobaan sederhana, serta mengomunikasikan hasil pengamatannya. Murid mampu menjelaskan sifat-sifat cahaya dan menghubungkannya dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu:

  1. Menjelaskan bahwa cahaya merupakan bentuk energi yang memungkinkan manusia melihat benda.
  2. Menjelaskan sifat cahaya yang merambat lurus melalui pengamatan dan percobaan sederhana.
  3. Mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan benda yang tidak dapat ditembus cahaya.
  4. Mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya berdasarkan hasil pengamatan.
  5. Menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan.
  6. Menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid fokus, sadar, dan teliti terhadap apa yang sedang diamati.

Kegiatan mindful:

  • Guru mengajak murid mengamati cahaya di dalam kelas secara tenang.
  • Murid memperhatikan arah datangnya cahaya matahari atau cahaya senter.
  • Murid mengamati perubahan cahaya ketika melewati berbagai benda.
  • Murid melakukan percobaan dengan penuh perhatian dan mengikuti langkah-langkah secara tertib.
  • Murid mencatat hasil pengamatan berdasarkan apa yang benar-benar mereka lihat.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan murid.

Murid diajak menemukan bahwa sifat cahaya digunakan dalam berbagai kehidupan, misalnya:

  • Cahaya matahari masuk melalui kaca jendela.
  • Cahaya senter bergerak lurus.
  • Kita dapat melihat benda melalui kaca bening.
  • Tirai tipis masih dapat meneruskan sebagian cahaya.
  • Dinding dan buku tidak dapat ditembus cahaya.
  • Bayangan terbentuk ketika cahaya terhalang benda.

🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dibuat menyenangkan melalui eksperimen, permainan, kerja kelompok, dan tantangan sederhana.

🔦 Kegiatan “Detektif Cahaya”

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapatkan beberapa benda, misalnya:

  • kaca bening,
  • plastik bening,
  • kertas,
  • kain,
  • kardus,
  • buku.

Setiap kelompok menggunakan senter untuk menyelidiki:

“Apakah cahaya dapat menembus benda ini?”


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)



1Murid mampu mengenal cahaya dan mengidentifikasi sumber cahaya di lingkungan sekitar.
2Murid mampu menjelaskan bahwa cahaya merambat lurus melalui percobaan sederhana.
3Murid mampu mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan yang tidak dapat ditembus cahaya.
4Murid mampu mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya.
5
Murid mampu menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

6Murid mampu menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan dan mengomunikasikan hasilnya.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. Pemantulan Cahaya, Cermin, Pembentukan Bayangan, dan Fenomena Cahaya

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, murid diharapkan mampu:

    1. Menjelaskan pengertian pemantulan cahaya.
    2. Mengidentifikasi jenis-jenis pemantulan cahaya.
    3. Mengenal berbagai jenis cermin dan sifatnya.
    4. Menjelaskan proses pembentukan bayangan pada cermin.
    5. Mengidentifikasi pemanfaatan cermin dalam kehidupan sehari-hari.
    6. Menjelaskan berbagai fenomena cahaya yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
    7. Menghubungkan sifat cahaya dengan teknologi dan peralatan yang digunakan manusia.

    B. Pemantulan Cahaya

    Pernahkah Ananda melihat wajah di depan cermin? Mengapa wajah kita dapat terlihat pada cermin?

    Hal tersebut terjadi karena cahaya dapat dipantulkan.

    Pemantulan cahaya adalah peristiwa ketika cahaya mengenai suatu permukaan kemudian kembali ke arah tertentu.

    Ketika cahaya dari lampu atau Matahari mengenai benda, sebagian cahaya dapat diserap dan sebagian lainnya dipantulkan. Cahaya yang dipantulkan dan masuk ke mata memungkinkan kita melihat benda tersebut.

    Contoh pemantulan cahaya

    • Cahaya lampu dipantulkan oleh kaca.
    • Kita dapat melihat wajah melalui cermin.
    • Cahaya Matahari dipantulkan oleh permukaan air.
    • Cahaya senter dapat dipantulkan oleh benda mengilap.

    Hukum sederhana pemantulan cahaya

    Pemantulan cahaya memiliki dua hal penting:

    • Sinar datang adalah cahaya yang menuju permukaan benda.
    • Sinar pantul adalah cahaya yang dipantulkan kembali.

    Pada permukaan yang rata, arah cahaya yang datang dan dipantulkan memiliki aturan tertentu. Sudut datang sama dengan sudut pantul.


    C. Jenis-Jenis Pemantulan Cahaya

    1. Pemantulan Teratur

    Pemantulan teratur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang halus dan rata.

    Contohnya:

    • cermin,
    • permukaan kaca,
    • permukaan air yang tenang,
    • logam yang dipoles.

    Pada pemantulan teratur, cahaya dipantulkan dengan arah yang relatif teratur sehingga dapat membentuk bayangan yang jelas.

    2. Pemantulan Baur

    Pemantulan baur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata.

    Contohnya:

    • tembok,
    • kertas,
    • kayu,
    • kain,
    • tanah.

    Cahaya dipantulkan ke berbagai arah sehingga biasanya tidak menghasilkan bayangan yang jelas.

    Contoh sederhana:
    Kita dapat melihat tulisan di buku dari berbagai arah karena cahaya dari permukaan kertas dipantulkan secara baur menuju mata.


    D. Cermin dan Pemanfaatannya

    Cermin merupakan benda yang memiliki permukaan sangat halus sehingga dapat memantulkan cahaya dan membentuk bayangan.

    Ada beberapa jenis cermin yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Cermin Datar

    Cermin datar memiliki permukaan yang rata.

    Sifat bayangan pada cermin datar:

    • tegak,
    • sama besar dengan benda,
    • bersifat maya,
    • jarak bayangan di belakang cermin sama dengan jarak benda di depan cermin,
    • mengalami pembalikan kiri-kanan.

    Contoh pemanfaatan:

    • cermin di kamar,
    • cermin di kamar mandi,
    • cermin untuk berhias,
    • cermin pada lemari.

    2. Cermin Cekung

    Cermin cekung adalah cermin yang permukaannya melengkung ke dalam.

    Cermin cekung dapat mengumpulkan cahaya pada suatu titik tertentu.

    Contoh pemanfaatan:

    • reflektor lampu senter,
    • lampu kendaraan,
    • cermin dokter gigi,
    • alat pemantul cahaya pada teleskop.

    Cermin cekung juga dapat menghasilkan bayangan yang berbeda-beda bergantung pada jarak benda dari cermin.


    3. Cermin Cembung

    Cermin cembung adalah cermin yang permukaannya melengkung ke luar.

    Cermin cembung memiliki bidang pandang yang luas.

    Sifat bayangannya:

    • tegak,
    • lebih kecil daripada benda,
    • bersifat maya.

    Contoh pemanfaatan:

    • kaca spion kendaraan,
    • cermin di tikungan jalan,
    • cermin keamanan di toko,
    • cermin pada tempat parkir.
    1f=1u+1v\frac{1}{f} = \frac{1}{u} + \frac{1}{v}
    114=128+128\frac{1}{\text{14}}=\frac{1}{\text{28}}+\frac{1}{\text{28}}
    uu
    cm
    ff
    cm
    FCcermin cekungv = 28 | m = -1

    E. Pembentukan Bayangan

    Bayangan terbentuk ketika cahaya dari suatu benda dipantulkan oleh permukaan tertentu dan kemudian diterima oleh mata.

    Sebagai contoh, ketika kita berdiri di depan cermin datar, cahaya dari tubuh kita mengenai cermin. Cahaya tersebut dipantulkan menuju mata. Otak kemudian mengolah cahaya tersebut sehingga kita melihat bayangan diri kita di dalam cermin.

    Pembentukan bayangan pada cermin datar

    Misalnya Ananda berdiri 1 meter di depan cermin.

    Bayangan Ananda akan terlihat seolah-olah berada 1 meter di belakang cermin.

    Jadi:

    Jarak benda dari cermin = jarak bayangan dari cermin.

    Bayangan pada cermin datar juga memiliki ukuran yang sama dengan benda.

    Mengapa kita melihat bayangan?

    Urutannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

    Benda → cahaya mengenai benda → cahaya dipantulkan → cahaya masuk ke mata → otak mengenali bayangan.


    F. Fenomena Cahaya dalam Kehidupan

    Cahaya memiliki banyak peristiwa atau fenomena yang dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Bayangan Benda

    Ketika benda yang tidak tembus cahaya menghalangi cahaya, terbentuklah bayangan.

    Contoh:

    • bayangan tubuh pada pagi atau sore hari,
    • bayangan pohon,
    • bayangan benda ketika terkena cahaya senter.

    2. Pelangi

    Pelangi dapat terlihat setelah hujan ketika terdapat cahaya Matahari dan butir-butir air di udara.

    Cahaya Matahari mengalami pembiasan, pemantulan, dan penguraian ketika melewati butir air sehingga terlihat berbagai warna.

    Warna pelangi yang umum dikenali adalah:

    merah – jingga – kuning – hijau – biru – nila – ungu.

    3. Kilauan pada Permukaan Air

    Permukaan air yang terkena cahaya Matahari dapat terlihat berkilauan. Hal tersebut terjadi karena cahaya dipantulkan oleh permukaan air.

    4. Cahaya Senter di Tempat Gelap

    Ketika senter dinyalakan di tempat gelap, cahaya membantu kita melihat benda-benda di sekitar.

    5. Bayangan pada Cermin

    Ketika bercermin, kita dapat melihat bayangan karena cahaya dari tubuh dipantulkan oleh permukaan cermin menuju mata.


    G. Pemanfaatan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Cahaya sangat penting bagi kehidupan manusia.

    Dalam kehidupan sehari-hari

    • Matahari digunakan sebagai sumber penerangan alami.
    • Lampu digunakan untuk menerangi ruangan.
    • Cermin digunakan untuk melihat bayangan.
    • Kaca spion membantu pengendara melihat keadaan di belakang kendaraan.
    • Lampu senter digunakan ketika berada di tempat gelap.
    • Lampu kendaraan membantu penerangan saat berkendara.
    • Panel surya memanfaatkan energi cahaya Matahari untuk menghasilkan energi listrik.

    Dalam teknologi

    Cahaya juga dimanfaatkan dalam berbagai teknologi, seperti:

    • kamera,
    • proyektor,
    • mikroskop,
    • teleskop,
    • peralatan medis,
    • serat optik untuk komunikasi.

    H. Ayo Mengamati

    Ananda dapat melakukan pengamatan sederhana di kelas.

    Percobaan 1: Melihat Pemantulan Cahaya

    Alat:

    • cermin,
    • senter.

    Langkah:

    1. Letakkan cermin di atas meja.
    2. Nyalakan senter.
    3. Arahkan cahaya senter ke cermin.
    4. Amati arah cahaya setelah mengenai cermin.
    5. Ubah arah senter dan amati kembali.

    Kesimpulan:
    Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan cermin.


    Percobaan 2: Membandingkan Cermin

    Siapkan:

    • cermin datar,
    • cermin cekung,
    • cermin cembung.

    Amati benda yang terlihat pada masing-masing cermin.

    Jenis CerminPengamatan
    Cermin datarBayangan tegak dan sama besar
    Cermin cekungBayangan dapat terlihat lebih besar/kecil bergantung posisi benda
    Cermin cembungBayangan tegak dan lebih kecil

    I. Ayo Berpikir

    Jawablah pertanyaan berikut.

    1. Mengapa kita dapat melihat wajah pada cermin?
    2. Apa perbedaan pemantulan teratur dan pemantulan baur?
    3. Mengapa kaca spion kendaraan menggunakan cermin cembung?
    4. Mengapa cermin datar dapat digunakan untuk berhias?
    5. Bagaimana proses terbentuknya bayangan pada cermin?
    6. Sebutkan tiga contoh fenomena cahaya yang kamu temukan di lingkungan sekitar!
    7. Mengapa pelangi dapat terlihat setelah hujan?
    8. Sebutkan tiga manfaat cahaya dalam kehidupan sehari-hari!

    J. Kesimpulan

    Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai suatu permukaan. Pemantulan cahaya dapat berupa pemantulan teratur dan pemantulan baur.

    Cermin dapat dibedakan menjadi cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Setiap jenis cermin memiliki sifat bayangan dan pemanfaatan yang berbeda.

    Bayangan terbentuk karena cahaya dari benda dipantulkan menuju mata. Berbagai fenomena seperti bayangan, pelangi, kilauan air, dan pantulan pada cermin menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pesan untuk Ananda:
    "MasyaAllah, cahaya adalah salah satu nikmat Allah SWT yang sangat bermanfaat. Mari kita belajar memahami sifat cahaya agar dapat menggunakannya dengan bijak dan menjaga lingkungan di sekitar kita.