Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Jum'at, 4 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Membuat dan Merefleksikan Karya Makrame
Pertemuan ke        : 12


Ø Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai

·       Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
    • Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
    • Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
    • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba.
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.



    Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


    Makrame adalah karya kerajinan yang dibuat dengan cara mengikat, menyimpulkan, dan menyusun tali sehingga menghasilkan bentuk atau benda yang indah dan memiliki fungsi.

    Makrame termasuk karya seni rupa yang mengutamakan keterampilan tangan, bentuk, tekstur, pola, dan kreativitas.


    Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, misalnya:

    • hiasan dinding,
    • gantungan pot,
    • gantungan kunci,
    • gelang,
    • tempat pensil,
    • dekorasi kamar,
    • dan berbagai benda hias lainnya.

    C. Alat dan Bahan Makrame

    Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan:

    No.Alat/BahanFungsi
    1Tali makrameBahan utama untuk membuat karya
    2GuntingMemotong tali
    3Kayu/stikTempat memasangkan tali
    4Meteran/penggarisMengukur panjang tali
    5Manik-manikHiasan tambahan
    6SisirMembuat ujung tali menjadi rumbai

    Catatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan sesuai arahan guru.


    D. Teknik Dasar Makrame

    Dalam membuat makrame terdapat beberapa teknik simpul dasar.

    1. Simpul Mati

    Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

    Ciri-ciri: sederhana, kuat, dan rapat.

    2. Simpul Kepala

    Simpul kepala digunakan untuk memasangkan tali pada kayu atau tali utama.

    3. Simpul Persegi

    7

    Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang teratur dan sering digunakan dalam membuat hiasan makrame.

    4. Simpul Spiral

    Simpul spiral menghasilkan bentuk tali yang berputar atau melingkar.

    5. Simpul Kombinasi

    Beberapa jenis simpul dapat digabungkan untuk menghasilkan pola dan bentuk yang lebih menarik.


    E. Unsur Seni Rupa dalam Karya Makrame

    Ketika membuat makrame, kita menggunakan berbagai unsur seni rupa.

    1. Garis

    Garis terbentuk dari susunan atau arah tali.

    Contohnya:

    • garis lurus,
    • garis diagonal,
    • garis melengkung.

    2. Bentuk

    Bentuk adalah wujud karya yang dihasilkan dari susunan tali dan simpul.

    Contohnya:

    • segitiga,
    • lingkaran,
    • persegi,
    • bentuk geometris,
    • bentuk bebas.

    3. Warna

    Warna dapat membuat karya terlihat lebih menarik.

    Contohnya:

    • putih,
    • cokelat,
    • hijau,
    • merah,
    • biru,
    • atau kombinasi beberapa warna.

    4. Tekstur

    Tekstur adalah kesan permukaan suatu benda ketika dilihat atau diraba.

    Karya makrame umumnya memiliki tekstur kasar, berserat, dan tidak rata karena terbuat dari tali.

    5. Pola

    Pola merupakan susunan bentuk atau simpul yang dilakukan secara berulang.

    Pola yang teratur membuat karya terlihat lebih rapi dan menarik.

    6. Komposisi

    Komposisi adalah cara menyusun berbagai unsur seni rupa agar terlihat seimbang dan harmonis.

    Dalam makrame, komposisi dapat dilihat dari:

    • keseimbangan ukuran,
    • susunan simpul,
    • kombinasi warna,
    • dan jarak antarbagian.

    F. Proses Membuat Karya Makrame

    Secara sederhana, proses membuat makrame dapat dilakukan melalui langkah berikut.

    1. Menentukan ide
    Tentukan benda atau hiasan makrame yang ingin dibuat.

    ⬇️

    2. Menyiapkan alat dan bahan
    Siapkan tali, gunting, kayu, dan bahan tambahan.

    ⬇️

    3. Mengukur dan memotong tali
    Potong tali sesuai ukuran yang diperlukan.

    ⬇️

    4. Memasang tali
    Pasangkan tali pada kayu atau bagian yang menjadi dasar karya.

    ⬇️

    5. Membuat simpul
    Gunakan simpul kepala, simpul mati, simpul persegi, atau simpul lainnya.

    ⬇️

    6. Menyusun pola
    Atur simpul sehingga membentuk pola yang diinginkan.

    ⬇️

    7. Finishing
    Rapikan ujung tali dan tambahkan hiasan jika diperlukan.

    ⬇️

    8. Mengamati karya
    Perhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.

    ⬇️

    9. Melakukan refleksi
    Ceritakan pengalaman selama membuat karya dan hasil yang diperoleh.


    G. Apa Itu Refleksi Karya?

    Refleksi karya adalah kegiatan memikirkan, mengamati, dan menceritakan kembali proses serta hasil karya yang telah dibuat.

    Melalui refleksi, kita dapat mengetahui:

    • apa yang sudah dilakukan dengan baik,
    • kesulitan yang dialami,
    • bagian yang perlu diperbaiki,
    • hal baru yang dipelajari,
    • dan perasaan setelah menyelesaikan karya.

    Refleksi bukan berarti mencari kesalahan. Refleksi membantu kita belajar dari pengalaman dan menjadi lebih baik dalam berkarya.


    H. Kosakata Seni Rupa untuk Merefleksikan Karya

    Agar dapat melakukan refleksi dengan baik, gunakan kosakata seni rupa yang tepat.

    KosakataArtinya
    GarisJejak atau arah yang terbentuk dari tali
    BentukWujud karya yang dibuat
    WarnaKesan yang ditimbulkan oleh warna pada karya
    TeksturKesan permukaan yang dapat dilihat atau dirasakan
    PolaSusunan bentuk atau simpul yang berulang
    KomposisiSusunan unsur-unsur seni rupa dalam karya
    ProporsiPerbandingan ukuran antarbagian karya
    KeseimbanganKeserasian pembagian unsur dalam karya
    HarmoniKeselarasan antarunsur dalam karya
    KontrasPerbedaan yang terlihat jelas, misalnya warna atau ukuran
    RapiSusunan karya terlihat teratur
    KreatifMampu menghasilkan gagasan atau bentuk yang menarik dan berbeda
    FinishingTahap akhir untuk merapikan dan menyempurnakan karya

    Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

    Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia
    Hari, Tanggal         : Kamis, 3 September 2026
    Fase/Kelas             : C / 5
    Materi                     : Mengenal Kosakata dan Makna Kata
    Pertemuan ke        : 10


    Ø Capaian Pembelajaran: Murid mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; dan menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual

    Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menjelaskan bahwa antonim adalah kata yang memiliki makna berlawanan

    ·       Mindful (Berkesadaran)

    Peserta didik dapat secara sadar mengenali dan memahami konsep sinonim sebagai kata yang memiliki makna sama atau hampir sama. Peserta didik mampu mengamati dan membandingkan beberapa kata untuk menemukan kata yang memiliki makna sama atau hampir sama serta menggunakannya dengan tepat dalam kalimat. Peserta didik menyadari bahwa pemilihan kata yang tepat sangat penting dalam berkomunikasi dan mampu memeriksa kembali penggunaan kata berantonim agar sesuai dengan makna dan konteks kalimat.

    Meaningful (Bermakna)

    Peserta didik dapat menjelaskan makna antonimsinonim dan menghubungkannya dengan situasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan kata senang dan gembira, pandai dan cerdas, atau indah dan cantik dalam berkomunikasi. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa sinonim bukan hanya sekadar pasangan kata yang memiliki makna sama atau hampir sama, tetapi merupakan keterampilan berbahasa yang dapat digunakan untuk memperkaya kosakata, membuat kalimat lebih bervariasi, dan menyampaikan gagasan dengan lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.

    Joyful (Menyenangkan)

    Peserta didik dapat memahami dan mempraktikkan penggunaan antonim melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti permainan kartu pasangan kata, permainan mencari pasangan sinonim, mencocokkan kata dengan maknanya, kuis interaktif, teka-teki kata, serta kegiatan menyusun kalimat menggunakan kata-kata berantonim secara berkelompok. Peserta didik dapat bekerja sama, berani mencoba, aktif mengemukakan pendapat, dan merasa senang dalam menemukan serta menggunakan kata-kata yang memiliki makna sama atau hampir sama.

    Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Peserta didik memahami pengertian antonim sebagai kata yang memiliki makna sama atau hampir sama.

    2. Peserta didik mengenal dan memahami contoh kata-kata yang memiliki makna sama atau hampir sama dalam kehidupan sehari-hari.

    3. Peserta didik menentukan pasangan kata yang memiliki hubungan antonim dengan tepat.antoni

    4. Peserta didik menemukan kata berantonim dalam kalimat atau teks sederhana.

    5. Peserta didik menggunakan kata berantonim dalam kalimat sederhana dengan tepat sesuai konteks.

    6. Peserta didik menunjukkan pemahaman tentang antonim melalui kegiatan permainan, diskusi, kuis, dan latihan secara individu maupun berkelompok.



    Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


          RANGKUMAN MATERI

    🌟 MATERI SERU: MENGENAL ANTONIM 🌟

    🧐 Pernahkah Kamu Mendengar Kata “Lawan”?

    Coba perhatikan! 👀

    🌞 Siang ↔ 🌙 Malam
    🔥 Panas ↔ ❄️ Dingin
    😄 Senang ↔ 😢 Sedih

    Kata-kata tersebut memiliki makna yang berlawanan.

    Nah, kata yang memiliki makna berlawanan disebut ANTONIM. 🎉

    💡 Apa Itu Antonim?

    Antonim adalah kata yang memiliki makna berlawanan dengan kata lainnya.

    Jadi, jika ada sebuah kata, kita bisa mencari kata lawannya.

    🎯 Contoh:

    🐘 Besar ↔ 🐜 Kecil

    • Gajah berukuran besar.
    • Semut berukuran kecil.

    Kata besar dan kecil merupakan antonim karena maknanya berlawanan.

    🎨 Yuk, Kenali Pasangan Antonim!

    🟢 Kata🔴 Antonim
    BesarKecil
    TinggiRendah
    PanjangPendek
    PanasDingin
    CepatLambat
    RajinMalas
    BersihKotor
    TerangGelap
    SenangSedih
    BanyakSedikit

    🏡 Antonim di Sekitar Kita

    Ternyata antonim sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari! 😃

    ☀️ Pada waktu siang, langit terlihat terang.
    🌙 Pada waktu malam, langit terlihat gelap.

    👧 Ani anak yang rajin belajar.
    👦 Budi malas mengerjakan tugas.

    🥤 Teh yang baru dibuat terasa panas.
    🧊 Es terasa dingin.

    🧹 Kamar yang selalu dibersihkan akan menjadi bersih.
    🗑️ Kamar yang tidak dirawat dapat menjadi kotor.

    🧠 INGAT!

    ⭐ ANTONIM = KATA YANG BERLAWANAN MAKNA ⭐

    Contoh mudah:

    BESAR ↔ KECIL
    TINGGI ↔ RENDAH
    PANAS ↔ DINGIN
    RAJIN ↔ MALAS

    🎮 AYO BERMAIN “CARI LAWANNYA!

    Carilah kata yang menjadi antonim dari kata berikut! 🔎

    1. Besar ↔ __________
    2. Panas ↔ __________
    3. Tinggi ↔ __________
    4. Rajin ↔ __________
    5. Bersih ↔ __________


     Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

    Mata Pelajaran      : IPAS
    Hari, Tanggal         : Rabu, 2 September 2026
    Fase/Kelas             : C / 5
    Materi                     : Hubungan Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem
    Pertemuan ke        : 13


    Ø Capaian Pembelajaran: Murid mampu merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena

    gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara

    Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.

    Ø  Tujuan Pembelajaran: 

    o    Menjelaskan hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem.

    o    Menganalisis saling ketergantungan antar makhluk hidup dan lingkungannya. 
    Menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem agar seluruh makhluk hidup dapat bertahan hidup

        - Mindful (Berkesadaran) : Murid mampu menyadari keterkaitan antara komponen biotik dan abiotik serta menganalisis pengaruh perubahan komponen terhadap keseimbangan ekosistem.

        - Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menghubungkan materi dengan permasalahan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta menjelaskan dampak perubahan lingkungan terhadap makhluk hidup.

        - Joyful (Menyenangkan) : Murid mampu menyajikan solusi sederhana melalui proyek untuk menjaga keseimbangan ekosistem dengan cara yang menyenangkan dan kolaboratif.


    Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

    1. Menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem;

    📌 MATERI IPAS

    Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
    Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, gambar 



    Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.




    Perubahan Ekosistem dan Upaya Menjaga Keseimbangan Ekosistem

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, murid diharapkan mampu:

    1. Menjelaskan pengertian keseimbangan ekosistem.
    2. Mengidentifikasi perubahan pada komponen biotik dan abiotik.
    3. Menganalisis dampak perubahan salah satu komponen ekosistem terhadap makhluk hidup lainnya.
    4. Menjelaskan dampak kerusakan lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem.
    5. Menyebutkan berbagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
    6. Membuat poster atau infografis tentang kerusakan lingkungan dan cara menjaganya.

    🌳 1. Apa Itu Ekosistem?

    Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungannya (komponen abiotik).

    5

    Contoh ekosistem:

    • 🌳 Hutan
    • 🌾 Sawah
    • 🐟 Kolam
    • 🌊 Laut
    • 🏞️ Sungai
    • 🌱 Kebun

    Dalam ekosistem, setiap komponen saling berhubungan dan saling membutuhkan.


    🐝 2. Komponen Ekosistem

    Ekosistem terdiri atas dua komponen utama.

    A. Komponen Biotik

    Biotik adalah semua makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem.

    Contohnya:

    • 🌱 Tumbuhan
    • 🐇 Hewan
    • 🐟 Ikan
    • 🦋 Serangga
    • 🍄 Jamur
    • 🦠 Mikroorganisme
    • 👨‍🌾 Manusia

    B. Komponen Abiotik

    Abiotik adalah benda atau kondisi tidak hidup yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup.

    Contohnya:

    • ☀️ Cahaya matahari
    • 💧 Air
    • 🌬️ Udara
    • 🌡️ Suhu
    • 🪨 Tanah
    • 🏔️ Batu
    • 💦 Kelembapan

    Ingat!

    Biotik = makhluk hidup
    Abiotik = benda atau faktor tidak hidup


    ⚖️ 3. Apa Itu Keseimbangan Ekosistem?

    Keseimbangan ekosistem adalah keadaan ketika komponen biotik dan abiotik dalam suatu lingkungan dapat berfungsi dan berinteraksi dengan baik.

    Misalnya dalam ekosistem sawah:

    Padi → belalang → katak → ular → elang

    Setiap makhluk hidup memiliki peran masing-masing.

    Jika jumlah salah satu makhluk hidup berubah secara drastis, keseimbangan ekosistem dapat terganggu.

    5

    🔄 4. Perubahan Komponen Biotik

    Perubahan komponen biotik dapat berupa bertambahnya atau berkurangnya jumlah makhluk hidup.

    Contoh:

    Jika banyak ular di sawah diburu manusia:

    Jumlah ular ↓

    Akibatnya:

    Jumlah katak dan tikus ↑

    Jika jumlah tikus semakin banyak:

    Padi banyak dimakan → hasil panen ↓

    Jadi, perubahan satu komponen dapat memengaruhi komponen lainnya.

    Kesimpulan:

    Ular berkurang → tikus bertambah → tanaman padi berkurang → petani mengalami kerugian.


    💧 5. Perubahan Komponen Abiotik

    Komponen abiotik juga dapat mengalami perubahan.

    Contohnya:

    🌧️ Banjir

    Hujan deras dan saluran air yang tersumbat dapat menyebabkan banjir.

    Dampaknya:

    • Tanaman dapat rusak.
    • Hewan kehilangan tempat tinggal.
    • Air menjadi keruh.
    • Tanah mengalami erosi.
    • Aktivitas manusia terganggu.

    ☀️ Kekeringan

    Kekurangan air dapat menyebabkan:

    • Tumbuhan layu atau mati.
    • Hewan kesulitan mendapatkan air.
    • Hasil pertanian menurun.
    • Sumber makanan berkurang.

    🗑️ Pencemaran air

    Sampah dan limbah yang masuk ke sungai dapat menyebabkan:

    Air tercemar → ikan mati → jumlah ikan berkurang → hewan pemakan ikan kekurangan makanan.


    ⚠️ 6. Dampak Kerusakan Lingkungan

    Kerusakan lingkungan dapat terjadi karena aktivitas manusia maupun faktor alam.

    5

    🌳 A. Penebangan Hutan

    Jika pohon ditebang secara berlebihan:

    Pohon berkurang → habitat hewan hilang → hewan kehilangan tempat tinggal → jumlah hewan berkurang.

    Selain itu, hutan gundul dapat menyebabkan:

    • Banjir
    • Tanah longsor
    • Erosi
    • Berkurangnya sumber oksigen
    • Hilangnya habitat hewan

    🗑️ B. Sampah Berserakan

    Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan:

    • Lingkungan menjadi kotor.
    • Saluran air tersumbat.
    • Banjir.
    • Tanah dan air tercemar.
    • Hewan dapat memakan sampah dan menjadi sakit.

    🏭 C. Pencemaran Udara

    Asap kendaraan dan asap pabrik dapat mencemari udara.

    Dampaknya:

    • Udara menjadi tidak sehat.
    • Tumbuhan dapat terganggu.
    • Hewan dan manusia dapat mengalami gangguan kesehatan.
    • Kualitas lingkungan menurun.

    🧪 D. Pencemaran Air

    Pembuangan limbah ke sungai dapat menyebabkan air tercemar.

    Dampaknya:

    Air tercemar → ikan mati → jumlah ikan berkurang → rantai makanan terganggu.


    🔗 7. Mengapa Perubahan Satu Komponen Berpengaruh?

    Karena setiap komponen ekosistem saling bergantung.

    Perhatikan contoh berikut:

    Kasus: Banyak ikan di sungai mati

    Penyebab:

    Limbah dibuang ke sungai

    ⬇️

    Air sungai tercemar

    ⬇️

    Ikan mati

    ⬇️

    Jumlah ikan berkurang

    ⬇️

    Hewan pemakan ikan kekurangan makanan

    ⬇️

    Keseimbangan ekosistem terganggu

    Jadi, satu perubahan dapat menimbulkan perubahan lainnya.


    🔍 8. Contoh Studi Kasus

    🐟 Kasus 1: Sungai Penuh Sampah

    Sebuah sungai di dekat permukiman dipenuhi sampah plastik. Air menjadi keruh dan berbau. Beberapa ikan ditemukan mati.

    Pertanyaan:

    1. Komponen apa yang mengalami perubahan?
    2. Apa penyebab perubahan tersebut?
    3. Apa dampaknya terhadap makhluk hidup?
    4. Bagaimana cara mengatasinya?

    Jawaban yang diharapkan:

    Perubahan terjadi pada komponen abiotik, yaitu air. Sampah menyebabkan air tercemar. Ikan dapat mati dan hewan lain yang bergantung pada ikan akan kekurangan makanan. Cara mengatasinya adalah mengurangi sampah, tidak membuang sampah ke sungai, dan melakukan kegiatan membersihkan sungai.


    🌳 Kasus 2: Hutan Ditebang

    Sebuah hutan ditebang untuk membuka lahan. Banyak pohon hilang dan beberapa hewan meninggalkan tempat tersebut.

    Dampaknya:

    Pohon berkurang → habitat hilang → hewan berpindah → rantai makanan terganggu → keseimbangan ekosistem terganggu.


    🌱 9. Bagaimana Cara Menjaga Keseimbangan Ekosistem?

    Kita dapat menjaga ekosistem dengan melakukan tindakan sederhana.

    ♻️ 1. Mengurangi Sampah

    • Membawa botol minum sendiri.
    • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
    • Membuang sampah pada tempatnya.

    🔄 2. Menerapkan 3R

    Reduce → mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah.

    Reuse → menggunakan kembali barang yang masih dapat digunakan.

    Recycle → mendaur ulang barang menjadi produk baru.

    🌳 3. Menanam dan Merawat Pohon

    Pohon membantu:

    • Menyerap karbon dioksida.
    • Menghasilkan oksigen.
    • Menahan air hujan.
    • Menjadi habitat berbagai hewan.

    💧 4. Menghemat Air

    Gunakan air secukupnya dan jangan mencemari sumber air.

    🐦 5. Melindungi Hewan

    Tidak menangkap, menyakiti, atau memburu hewan secara sembarangan.

    🏞️ 6. Menjaga Kebersihan Lingkungan

    Melakukan kerja bakti dan membersihkan lingkungan secara rutin.


    🎨 10. PROYEK KELOMPOK

    “POSTER PENYELAMAT EKOSISTEM”

    🎯 Tujuan Proyek

    Murid membuat poster atau infografis yang berisi:

    1. Jenis kerusakan lingkungan.
    2. Penyebab kerusakan.
    3. Dampak terhadap ekosistem.
    4. Cara menjaga keseimbangan ekosistem.
    5. Ajakan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan.

    📝 Pilihan Tema

    Setiap kelompok dapat memilih salah satu tema:

    • 🌳 Stop Penebangan Hutan
    • 🗑️ Stop Buang Sampah Sembarangan
    • 💧 Selamatkan Sungai Kita
    • ♻️ Ayo Kurangi Sampah Plastik
    • 🐾 Lindungi Hewan dan Habitatnya
    • 🌱 Ayo Menanam Pohon
    • 🌎 Jaga Bumi, Jaga Ekosistem

    🎨 Isi Poster

    Poster dapat menggunakan struktur:

    JUDUL

    ⬇️

    MASALAH LINGKUNGAN

    ⬇️

    PENYEBAB

    ⬇️

    DAMPAK TERHADAP EKOSISTEM

    ⬇️

    SOLUSI

    ⬇️

    KALIMAT AJAKAN

    Contoh slogan:

    🌱 “Satu Pohon Hari Ini, Sejuta Manfaat untuk Bumi.”

    💧 “Jaga Sungai, Selamatkan Kehidupan.”

    ♻️ “Kurangi Sampah, Selamatkan Ekosistem.”

    🌎 “Bumi Sehat, Makhluk Hidup Sejahtera.”


    🧠 11. Ayo Mengingat!

    Lengkapilah kalimat berikut.

    1. Komponen ekosistem terdiri atas komponen ______ dan ______.
    2. Makhluk hidup dalam ekosistem disebut komponen ______.
    3. Air, tanah, dan cahaya matahari merupakan komponen ______.
    4. Penebangan hutan secara berlebihan dapat menyebabkan hilangnya ______ hewan.
    5. Sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan ______ air.
    6. Salah satu cara menjaga lingkungan adalah menerapkan prinsip ______.
    7. Perubahan satu komponen ekosistem dapat memengaruhi komponen ______.