Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Pendidikan Pancasila

Hari, Tanggal         : Senin, 21 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Hak dan Kewajiban
Pertemuan ke        : 16

๐ŸŒฟ Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan masyarakat, serta menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban dan menghargai hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari.


๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian hak dan kewajiban dengan benar.
  2. Mengidentifikasi contoh hak dan kewajiban di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku yang menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menjelaskan hubungan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan bersama.
  5. Menganalisis akibat apabila seseorang hanya menuntut hak tetapi tidak melaksanakan kewajibannya.
  6. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban serta menghargai hak orang lain.

๐Ÿง˜ Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak menyadari hak dan kewajiban yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman sederhana, seperti melaksanakan piket, membantu orang tua, mematuhi aturan, dan menghargai teman.

Peserta didik belajar memahami bahwa setiap tindakan memiliki akibat dan bahwa menggunakan hak harus disertai dengan pelaksanaan kewajiban secara bertanggung jawab.


๐Ÿ’ก Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Misalnya, peserta didik diajak menganalisis situasi:

“Semua siswa ingin kelasnya bersih dan nyaman, tetapi tidak ada yang mau melaksanakan piket.”

Peserta didik kemudian menemukan bahwa hak untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman harus diimbangi dengan kewajiban menjaga kebersihan.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menghafal pengertian hak dan kewajiban, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


๐ŸŽ‰ Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

  • Permainan “Hak atau Kewajiban?”
  • Kartu pasangan hak dan kewajiban.
  • Mengamati gambar situasi di rumah dan sekolah.
  • Diskusi kelompok.
  • Bermain peran tentang pelaksanaan hak dan kewajiban.
  • Menganalisis cerita atau kasus sederhana.
  • Membuat poster “Aku Bertanggung Jawab”.
  • Kuis interaktif menggunakan Wordwall atau Kahoot.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bergerak, bermain, berpendapat, dan bekerja sama sehingga pembelajaran terasa menyenangkan.


๐Ÿ“š Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Mengenal Hak dan Kewajiban

Peserta didik mampu:

  • Menjelaskan pengertian hak.
  • Menjelaskan pengertian kewajiban.
  • Membedakan hak dan kewajiban.
  • Memberikan contoh sederhana hak dan kewajiban.

Hak dan Kewajiban di Keluarga

Peserta didik mampu:

  • Mengidentifikasi hak di lingkungan keluarga.
  • Mengidentifikasi kewajiban di lingkungan keluarga.
  • Menjelaskan pentingnya melaksanakan kewajiban di rumah.
  • Menunjukkan sikap menghormati anggota keluarga.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. ๐ŸŒธ PENDIDIKAN PANCASILA 

    Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara

    ๐ŸŒฟ A. Pengertian Hak

    Hak adalah sesuatu yang seharusnya kita terima atau dapatkan setelah melaksanakan kewajiban dengan baik.

    Setiap orang memiliki hak. Namun, dalam menggunakan hak, kita harus tetap menghargai hak orang lain.

    Contoh hak siswa di sekolah:

    • Mendapatkan pembelajaran dari guru.
    • Mendapatkan perlakuan yang adil.
    • Menggunakan fasilitas sekolah.
    • Bertanya kepada guru ketika belum memahami pelajaran.
    • Merasa aman dan nyaman saat belajar.
    • Mendapatkan waktu untuk beristirahat.

    ๐ŸŒฑ B. Pengertian Kewajiban

    Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

    Kewajiban perlu dilaksanakan agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, dan nyaman.

    Contoh kewajiban siswa di sekolah:

    • Mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
    • Mematuhi tata tertib sekolah.
    • Menghormati guru dan warga sekolah.
    • Melaksanakan piket kelas.
    • Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
    • Menjaga dan merawat fasilitas sekolah.
    • Menghargai teman.

    ๐ŸŒผ C. Hubungan antara Hak dan Kewajiban

    Hak dan kewajiban saling berkaitan dan harus dilaksanakan secara seimbang.

    Kita tidak boleh hanya menuntut hak tetapi melupakan kewajiban.

    Contoh:

    Rani ingin belajar di kelas yang bersih.
    Agar mendapatkan hak tersebut, Rani juga harus melaksanakan kewajibannya, misalnya membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan piket kelas.

    Jadi:

    Laksanakan kewajiban dengan tanggung jawab dan gunakan hak dengan bijaksana.


    ๐Ÿ  D. Hak dan Kewajiban di Lingkungan Keluarga

    Hak di rumah

    • Mendapatkan kasih sayang dari orang tua.
    • Mendapatkan makanan dan minuman.
    • Mendapatkan tempat tinggal yang layak.
    • Mendapatkan pendidikan.
    • Mendapatkan perlindungan dan rasa aman.
    • Mendapatkan waktu untuk beristirahat.

    Kewajiban di rumah

    • Menghormati orang tua.
    • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
    • Menjaga kebersihan rumah.
    • Merawat barang milik keluarga.
    • Menyayangi anggota keluarga.
    • Mematuhi aturan yang telah disepakati keluarga.

    ๐Ÿซ E. Hak dan Kewajiban di Sekolah

    Hak di sekolah

    • Mendapatkan pendidikan dan pembelajaran.
    • Mendapatkan bimbingan dari guru.
    • Menggunakan fasilitas sekolah sesuai aturan.
    • Mendapatkan perlakuan yang adil.
    • Menyampaikan pendapat dengan santun.
    • Bermain dan beristirahat pada waktunya.

    Kewajiban di sekolah

    • Datang tepat waktu.
    • Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
    • Mengerjakan tugas.
    • Mematuhi tata tertib sekolah.
    • Menghormati guru dan teman.
    • Menjaga kebersihan sekolah.
    • Menjaga fasilitas sekolah.

    ๐ŸŒณ F. Hak dan Kewajiban di Masyarakat

    Hak di masyarakat

    • Mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.
    • Menggunakan fasilitas umum.
    • Mendapatkan pelayanan masyarakat.
    • Menyampaikan pendapat dengan santun.
    • Bergaul dengan masyarakat.

    Kewajiban di masyarakat

    • Mematuhi aturan yang berlaku.
    • Menjaga kebersihan lingkungan.
    • Menghormati tetangga.
    • Menjaga ketertiban dan keamanan.
    • Ikut bekerja sama dalam kegiatan masyarakat.
    • Menghargai perbedaan.

    ๐ŸŒป G. Contoh Pelaksanaan Hak dan Kewajiban

    LingkunganHakKewajiban
    RumahMendapat kasih sayangMenghormati orang tua
    RumahMendapat makananMembantu orang tua sesuai kemampuan
    SekolahMendapat pembelajaranMengikuti pembelajaran dengan tertib
    SekolahMenggunakan fasilitas sekolahMerawat fasilitas sekolah
    SekolahBelajar di kelas yang nyamanMenjaga kebersihan kelas
    MasyarakatMenggunakan fasilitas umumMenjaga fasilitas umum
    MasyarakatMendapat lingkungan yang amanMematuhi aturan masyarakat

    ๐Ÿ’ก H. Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Seimbang?

    Jika setiap orang hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban, kehidupan bersama dapat menjadi tidak tertib.

    Contoh:

    Semua siswa ingin kelasnya bersih, tetapi tidak ada yang mau melaksanakan piket. Akibatnya, kelas menjadi kotor dan tidak nyaman untuk belajar.

    Sebaliknya, jika siswa melaksanakan kewajibannya dengan baik, maka hak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang nyaman dapat terpenuhi.

    ⭐ Ingat!

    Hak → sesuatu yang kita terima.
    Kewajiban → sesuatu yang harus kita lakukan.
    Tanggung jawab → kesadaran melaksanakan kewajiban dengan sungguh-sungguh.


    ๐ŸŒธ I. Sikap yang Perlu Dibiasakan

    Sebagai siswa kelas 5 yang bertanggung jawab, mari kita biasakan:

    ๐ŸŒฑ Melaksanakan tugas tepat waktu.
    ๐ŸŒฑ Menjaga kebersihan.
    ๐ŸŒฑ Menghormati guru dan orang tua.
    ๐ŸŒฑ Menghargai hak teman.
    ๐ŸŒฑ Tidak memaksakan kehendak.
    ๐ŸŒฑ Mematuhi aturan.
    ๐ŸŒฑ Saling membantu.
    ๐ŸŒฑ Berani menyampaikan pendapat dengan santun.

 Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Matematika

Hari, Tanggal         : Senin, 21 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : KPK dalam kehidupan sehari-hari
Pertemuan ke        : 16

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami konsep kelipatan dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan kejadian atau kegiatan yang berlangsung secara berulang.


Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian KPK dengan benar.
  2. Menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih menggunakan kelipatan dan faktorisasi prima.
  3. Mengidentifikasi informasi penting dalam soal cerita yang berkaitan dengan KPK.
  4. Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan KPK secara tepat.
  5. Menjelaskan langkah penyelesaian dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil yang diperoleh.
  6. Menunjukkan sikap teliti, mandiri, bertanggung jawab, dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah.

๐ŸŒฟ Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus dan teliti ketika membaca soal cerita. Guru mengajak peserta didik memahami bahwa setiap informasi dalam soal perlu diperhatikan agar tidak salah menentukan operasi yang digunakan. Peserta didik membiasakan diri membaca soal secara perlahan, menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan, kemudian menyelesaikan masalah dengan langkah yang sistematis.


๐Ÿ’ก Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep KPK dengan kejadian yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti jadwal olahraga, kegiatan piket, bus yang datang secara berkala, kegiatan menyiram tanaman, atau kegiatan yang dilakukan setiap beberapa hari. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa KPK tidak hanya digunakan untuk menghitung, tetapi dapat membantu menentukan kapan dua kegiatan yang berulang akan terjadi bersama-sama lagi.


๐ŸŽ‰ Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencari kelipatan, kartu angka, kuis kelompok, teka-teki KPK, dan soal cerita sederhana. Peserta didik bekerja secara berkelompok untuk menemukan jawaban dan mempresentasikan cara penyelesaiannya. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan keberanian peserta didik sehingga pembelajaran KPK terasa menyenangkan dan tidak menakutkan.

๐Ÿ“š  Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Mengenal KPK dalam Soal Cerita Peserta didik mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita serta menentukan apakah masalah tersebut dapat diselesaikan menggunakan KPK.

Peserta didik menyelesaikan berbagai masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan secara berulang dan menentukan kapan kegiatan tersebut berlangsung bersama-sama lagi.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. ๐Ÿ“š MATEMATIKA KELAS V

    KPK dalam Soal Cerita

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

    1. Menjelaskan pengertian KPK.
    2. Menentukan KPK dari dua atau lebih bilangan.
    3. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK.
    4. Menunjukkan sikap teliti, mandiri, dan mampu bekerja sama dalam menyelesaikan soal.

    B. Apa Itu KPK?

    KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih dan merupakan kelipatan yang paling kecil.

    Contoh:

    Kelipatan 4:
    4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, ...

    Kelipatan 6:
    6, 12, 18, 24, 30, ...

    Kelipatan yang sama adalah 12, 24, ...

    Jadi:

    KPK dari 4 dan 6 = 12

    KPK(4,6)=12\text{KPK}(4,6)=12
    3 lompatan sebesar 4 dan 2 lompatan sebesar 6 bertemu di 12
    AA
    BB

    C. KPK dalam Kehidupan Sehari-hari

    KPK biasanya digunakan untuk menyelesaikan masalah ketika dua atau lebih kegiatan terjadi secara berulang dan kita ingin mengetahui kapan kegiatan tersebut terjadi bersamaan lagi.

    Kata-kata yang menjadi petunjuk KPK:

    • bersama-sama lagi
    • bersamaan
    • bertemu kembali
    • berbunyi bersama
    • menyala bersama
    • berulang setiap beberapa hari
    • terjadi lagi pada waktu yang sama

    D. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita KPK

    Gunakan langkah berikut:

    1. Baca soal dengan teliti

    Cari tahu kegiatan apa yang dilakukan secara berulang.

    2. Tentukan bilangan yang diketahui

    Misalnya kegiatan pertama setiap 4 hari dan kegiatan kedua setiap 6 hari.

    3. Tentukan KPK

    Cari KPK dari bilangan tersebut.

    4. Tuliskan kesimpulan

    Jawablah sesuai dengan pertanyaan pada soal.


    E. Contoh Soal Cerita

    Contoh 1

    Rina pergi ke perpustakaan setiap 4 hari sekali. Sementara itu, Siti pergi ke perpustakaan setiap 6 hari sekali. Hari ini mereka pergi ke perpustakaan bersama-sama.

    Berapa hari lagi mereka akan pergi ke perpustakaan bersama-sama?

    Penyelesaian:

    Kelipatan 4:

    4, 8, 12, 16, 20, ...

    Kelipatan 6:

    6, 12, 18, 24, ...

    KPK dari 4 dan 6 adalah 12.

    Jawaban:

    Mereka akan pergi ke perpustakaan bersama-sama lagi 12 hari kemudian.


    Contoh 2

    Sebuah lampu merah berkedip setiap 8 detik, sedangkan lampu hijau berkedip setiap 12 detik. Jika kedua lampu berkedip bersama pada saat yang sama, setelah berapa detik keduanya akan berkedip bersama lagi?

    Penyelesaian:

    Kelipatan 8:

    8, 16, 24, 32, ...

    Kelipatan 12:

    12, 24, 36, ...

    KPK dari 8 dan 12 = 24.

    Jawaban:

    Kedua lampu akan berkedip bersama lagi setelah 24 detik.


    F. Contoh Soal dengan Faktor Prima

    KPK juga dapat dicari menggunakan faktorisasi prima.

    Misalnya mencari KPK dari 12 dan 18.

    12 = 2 × 2 × 3 = 2² × 3

    18 = 2 × 3 × 3 = 2 × 3²

    Ambil semua faktor prima dengan pangkat terbesar:

    KPK = 2² × 3²
    KPK = 4 × 9
    KPK = 36

    Jadi, KPK dari 12 dan 18 adalah 36.


    G. Soal Cerita Latihan

    Soal 1

    Andi berolahraga setiap 3 hari sekali, sedangkan Budi berolahraga setiap 4 hari sekali. Hari ini mereka berolahraga bersama.

    Berapa hari lagi mereka akan berolahraga bersama lagi?

    Soal 2

    Ayah menyiram tanaman setiap 5 hari sekali, sedangkan Ibu memberi pupuk setiap 10 hari sekali. Hari ini Ayah dan Ibu melakukan kegiatan tersebut bersama-sama.

    Berapa hari lagi mereka akan melakukan kegiatan tersebut bersama-sama?

    Soal 3

    Bus A datang setiap 6 menit, sedangkan Bus B datang setiap 8 menit. Jika kedua bus datang bersamaan pada pukul 07.00, berapa menit kemudian kedua bus akan datang bersamaan lagi?

    Soal 4

    Dina mengikuti les Matematika setiap 4 hari sekali dan les Bahasa Indonesia setiap 6 hari sekali. Hari ini kedua les tersebut berlangsung pada hari yang sama.

    Berapa hari lagi kedua les tersebut akan berlangsung pada hari yang sama?

    Soal 5 — HOTS ⭐

    Pak Budi memeriksa tanaman di kebun setiap 8 hari sekali. Ia memberi pupuk setiap 12 hari sekali. Hari ini Pak Budi melakukan kedua kegiatan tersebut secara bersamaan.

    Pak Budi berkata, “Saya akan melakukan kedua kegiatan ini bersama-sama lagi 20 hari lagi.”

    Apakah pernyataan Pak Budi benar? Jelaskan alasanmu!


    H. Kunci Jawaban

    1. KPK 3 dan 4 = 12 hari
    2. KPK 5 dan 10 = 10 hari
    3. KPK 6 dan 8 = 24 menit
    4. KPK 4 dan 6 = 12 hari
    5. Tidak benar. KPK dari 8 dan 12 adalah 24, sehingga kedua kegiatan akan dilakukan bersama-sama lagi setelah 24 hari, bukan 20 hari.

  Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Jum'at, 18 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Membuat dan Merefleksikan Karya Makrame
Pertemuan ke        : 16



Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesua

Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
    • Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
    • Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
    • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba.
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.



    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    2. Makrame adalah karya kerajinan yang dibuat dengan cara mengikat, menyimpulkan, dan menyusun tali sehingga menghasilkan bentuk atau benda yang indah dan memiliki fungsi.

      Makrame termasuk karya seni rupa yang mengutamakan keterampilan tangan, bentuk, tekstur, pola, dan kreativitas.


      Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, misalnya:

      • hiasan dinding,
      • gantungan pot,
      • gantungan kunci,
      • gelang,
      • tempat pensil,
      • dekorasi kamar,
      • dan berbagai benda hias lainnya.

      C. Alat dan Bahan Makrame

      Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan:

      No.Alat/BahanFungsi
      1Tali makrameBahan utama untuk membuat karya
      2GuntingMemotong tali
      3Kayu/stikTempat memasangkan tali
      4Meteran/penggarisMengukur panjang tali
      5Manik-manikHiasan tambahan
      6SisirMembuat ujung tali menjadi rumbai

      Catatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan sesuai arahan guru.


      D. Teknik Dasar Makrame

      Dalam membuat makrame terdapat beberapa teknik simpul dasar.

      1. Simpul Mati

      Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

      Ciri-ciri: sederhana, kuat, dan rapat.

      2. Simpul Kepala

      Simpul kepala digunakan untuk memasangkan tali pada kayu atau tali utama.

      3. Simpul Persegi

      7

      Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang teratur dan sering digunakan dalam membuat hiasan makrame.

      4. Simpul Spiral

      Simpul spiral menghasilkan bentuk tali yang berputar atau melingkar.

      5. Simpul Kombinasi

      Beberapa jenis simpul dapat digabungkan untuk menghasilkan pola dan bentuk yang lebih menarik.


           TUGAS
           Buatlah 3 simpul yang menurutmu mudah menggunakan tali kur, kemudian tempelkan pada         buku tugasmu !