Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Pendidikan Anti Korupsi
Hari, Tanggal         : Kamis, 24 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Tanggung Jawab
Pertemuan ke        : 15

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami dan membiasakan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari nilai-nilai antikorupsi, dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta menggunakan barang atau sesuatu yang dipercayakan kepadanya dengan benar.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian tanggung jawab dengan benar.
  2. Menyebutkan contoh perilaku tanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.
  3. Mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan dan tidak menunjukkan tanggung jawab.
  4. Menjelaskan pentingnya tanggung jawab sebagai salah satu nilai antikorupsi.

🌿Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban yang diberikan kepada mereka harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman ketika mendapat tanggung jawab di rumah maupun di sekolah, seperti mengerjakan tugas, melaksanakan piket, menjaga barang, atau mengembalikan barang yang dipinjam. Peserta didik kemudian menyadari perasaan dan akibat yang muncul ketika mereka melaksanakan atau mengabaikan tanggung jawab. Melalui kegiatan refleksi sederhana, peserta didik memahami bahwa menjadi pribadi yang bertanggung jawab berarti berani melaksanakan tugas, menjaga amanah, mengakui kesalahan, dan memperbaiki kesalahan.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi tanggung jawab dengan kehidupan nyata yang mereka alami sehari-hari. Guru memberikan contoh situasi sederhana, seperti bendahara kelas yang harus menjaga uang kas, siswa yang mendapat tugas piket, atau siswa yang meminjam barang milik temannya. Peserta didik berdiskusi untuk menentukan tindakan yang benar dan tidak benar serta menjelaskan alasannya. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa sikap tanggung jawab bukan hanya materi pelajaran, tetapi merupakan kebiasaan yang penting untuk membangun kejujuran, amanah, dan sikap antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar tentang tanggung jawab melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan mereka secara aktif. Guru dapat menggunakan permainan “Aku Bertanggung Jawab”, kartu situasi, kuis, atau permainan kelompok. Peserta didik diminta memilih tindakan yang tepat dari berbagai situasi yang diberikan, kemudian menyampaikan alasan pilihannya. Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian peserta didik dalam menjawab dan menyampaikan pendapat. Pembelajaran diakhiri dengan membuat “Janji Tanggung Jawabku”, yaitu satu tindakan bertanggung jawab yang akan mereka biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, peserta didik diharapkan lebih mudah memahami dan menerapkan nilai tanggung jawab.

Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Peserta didik memahami pengertian tanggung jawab dan pentingnya sikap bertanggung jawab sebagai nilai antikorupsi.

      Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.

      Peserta didik menganalisis akibat dari perilaku tidak bertanggung jawab serta menentukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi sehari-hari.

      Peserta didik menunjukkan sikap bertanggung jawab dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta berusaha memperbaikinya.

      Peserta didik membiasakan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penerapan nilai antikorupsi.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


Materi: Tanggung Jawab

A. Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh serta berani menerima akibat dari perbuatan yang dilakukan.

Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya dengan baik, menjaga amanah, dan tidak menyalahkan orang lain ketika melakukan kesalahan.



Contoh:

  • Mengerjakan tugas sekolah tepat waktu.
  • Menjaga kebersihan kelas.
  • Mengembalikan barang yang dipinjam.
  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  • Mengakui kesalahan jika melakukan kesalahan.
  • Menjaga barang milik sekolah.

B. Tanggung Jawab sebagai Nilai Antikorupsi

Tanggung jawab merupakan salah satu sikap penting dalam pendidikan antikorupsi.

Orang yang memiliki tanggung jawab akan berusaha menjalankan amanah dengan baik dan tidak menggunakan sesuatu yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan pribadi.

Sejak kecil, sikap tanggung jawab perlu dibiasakan agar kita tumbuh menjadi orang yang jujur, dapat dipercaya, disiplin, dan amanah.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

Di rumah

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Membantu orang tua sesuai kemampuan.
  • Menjaga barang milik keluarga.
  • Mengakui jika melakukan kesalahan.

Di sekolah

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Melaksanakan piket.
  • Menjaga fasilitas sekolah.
  • Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu.
  • Tidak menitipkan tugas kepada teman.

Di masyarakat

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mematuhi aturan.
  • Menjaga barang yang dititipkan orang lain.
  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan bersama.

C. Ciri-Ciri Anak yang Bertanggung Jawab

Anak yang memiliki sikap tanggung jawab biasanya:

  1. Menyelesaikan tugas yang diberikan.
  2. Menepati janji kepada orang lain.
  3. Menjaga amanah yang diberikan.
  4. Berani mengakui kesalahan.
  5. Tidak menyalahkan orang lain atas kesalahannya.
  6. Menjaga barang milik sendiri dan orang lain.
  7. Melaksanakan kewajiban tanpa harus selalu diingatkan.
  8. Bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

D. Hubungan Tanggung Jawab dengan Antikorupsi

Korupsi dapat terjadi ketika seseorang tidak menjalankan amanah dengan baik dan menggunakan sesuatu yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi.

Oleh karena itu, sikap tanggung jawab harus dilatih sejak sekolah.

Misalnya:

Situasi:
Ketua kelas diberi uang oleh guru untuk membeli alat kebersihan. Setelah membeli barang, masih ada uang yang tersisa.

Sikap bertanggung jawab:
Ketua kelas mengembalikan sisa uang dan menunjukkan bukti pembelian kepada guru.

Sikap tidak bertanggung jawab:
Ketua kelas menggunakan sisa uang untuk membeli makanan tanpa izin.

Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa uang atau barang yang dipercayakan kepada kita merupakan amanah yang harus dijaga dan digunakan sesuai tujuan.


E. Contoh Perilaku Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

Bertanggung JawabTidak Bertanggung Jawab
Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda-nunda tugas
Mengakui kesalahanMenyalahkan teman
Mengembalikan barang pinjamanTidak mengembalikan barang
Melaksanakan piketMeninggalkan tugas piket
Menjaga uang yang dititipkanMenggunakan uang titipan tanpa izin
Menjaga fasilitas sekolahMerusak fasilitas sekolah
Mengembalikan kelebihan uangMenyimpan uang yang bukan haknya

F. Ayo Mengamati

Bacalah cerita berikut!

“Uang Kas Kelas”

Kelas V memiliki uang kas sebesar Rp100.000. Uang tersebut diberikan kepada Raka sebagai bendahara kelas untuk membeli alat kebersihan.

Raka membeli alat kebersihan seharga Rp75.000. Setelah membeli barang, Raka masih memiliki uang Rp25.000. Raka kemudian berpikir untuk menggunakan uang tersebut membeli makanan.

Pertanyaan:

  1. Siapakah yang bertanggung jawab menjaga uang kas kelas?
  2. Bolehkah Raka menggunakan sisa uang tersebut untuk kepentingan pribadi?
  3. Apa yang seharusnya dilakukan Raka?
  4. Sikap antikorupsi apa yang ditunjukkan dalam cerita tersebut?
  5. Apa akibatnya jika Raka menggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi?

G. Ayo Berdiskusi

Diskusikan bersama kelompokmu!

Kasus 1

Kamu menemukan uang Rp20.000 di bawah meja kelas. Tidak ada seorang pun yang mengaku kehilangan uang tersebut.

Apa yang akan kamu lakukan? Mengapa?

Kasus 2

Guru memberikan tugas kelompok. Salah satu teman tidak mengerjakan tugas, tetapi meminta namanya tetap dicantumkan sebagai anggota yang ikut mengerjakan.

Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

Kasus 3

Kamu tidak sengaja memecahkan penggaris milik teman.

Apa tindakan yang menunjukkan tanggung jawab?


H. Ayo Mencoba

Tuliskan 5 tanggung jawabmu sebagai seorang siswa!

  1. ........................................................................
  2. ........................................................................
  3. ........................................................................
  4. ........................................................................
  5. ........................................................................

Kemudian tuliskan satu tanggung jawab yang akan kamu biasakan mulai hari ini.

Saya akan:
..................................................................................

Alasannya:
..................................................................................


I. Pesan Antikorupsi

“Orang yang bertanggung jawab akan menjaga amanah, melaksanakan tugas dengan jujur, dan berani memperbaiki kesalahan.”

Mari kita biasakan sejak kecil:

Jujur dalam perkataan,
bertanggung jawab dalam tindakan,
dan amanah dalam menjalankan tugas.

Dengan membiasakan sikap tersebut, kita ikut membangun generasi Indonesia yang berintegritas dan antikorupsi.


J. Latihan Soal

Pilihan Ganda

1. Tanggung jawab berarti ....

A. melakukan sesuatu sesuka hati
B. melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik
C. menghindari semua tugas
D. menyalahkan orang lain

2. Contoh tanggung jawab seorang siswa adalah ....

A. menyontek pekerjaan teman
B. meninggalkan tugas piket
C. mengerjakan tugas tepat waktu
D. menyembunyikan buku teman

3. Ketika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, sebaiknya kita ....

A. menyalahkan teman
B. pura-pura tidak tahu
C. mengakui kesalahan dan meminta maaf
D. meninggalkan tempat tersebut

4. Bendahara kelas menemukan kelebihan uang setelah berbelanja. Sikap yang tepat adalah ....

A. menggunakan uang untuk membeli makanan
B. menyimpan uang untuk diri sendiri
C. mengembalikan dan melaporkan sisa uang
D. memberikan uang kepada teman

5. Tanggung jawab penting dalam pendidikan antikorupsi karena ....

A. membuat seseorang bebas melakukan apa saja
B. membiasakan seseorang menjaga amanah dan menjalankan kewajiban
C. membuat seseorang selalu mendapatkan hadiah
D. membuat seseorang tidak perlu mengikuti aturan

Jawaban Singkat

6. Apa yang dimaksud dengan tanggung jawab?

7. Sebutkan dua contoh tanggung jawab di sekolah!

8. Mengapa kita harus mengembalikan barang yang dipinjam?

9. Apa yang harus dilakukan jika kita melakukan kesalahan?

10. Bagaimana hubungan sikap tanggung jawab dengan perilaku antikorupsi?

Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Matematika

Hari, Tanggal         : Rabu, 23 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Pecahan
Pertemuan ke        : 16

🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan pecahan dalam berbagai bentuk, membandingkan dan mengurutkan pecahan, serta melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.


🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pecahan, pembilang, dan penyebut.
  2. Mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan.
  3. Menentukan pecahan senilai.
  4. Membandingkan dan mengurutkan pecahan.
  5. Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan dengan benar.
  6. Mengalikan dan membagi pecahan dengan benar.
  7. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.
  8. Menunjukkan sikap teliti, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam menyelesaikan masalah pecahan.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak belajar dengan tenang, fokus, dan penuh perhatian. Guru mengajak peserta didik mengamati benda atau gambar yang menunjukkan pecahan, kemudian menyadari bahwa pecahan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengerjakan setiap langkah dengan teliti dan tidak terburu-buru.

Contoh:
Guru menunjukkan sebuah kue yang dibagi menjadi beberapa bagian. Peserta didik mengamati jumlah seluruh bagian dan bagian yang diambil, kemudian menyebutkan pecahannya.


🌱 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep pecahan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, menggunakan uang, mengukur bahan masakan, menentukan waktu, dan membagi sesuatu secara adil.

Contoh:
“Jika sebuah pizza dipotong menjadi 8 bagian dan kamu memakan 3 bagian, berapa bagian pizza yang kamu makan?”

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa pecahan bukan hanya angka, tetapi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan kartu pecahan;
  • mencocokkan gambar dengan pecahannya;
  • puzzle pecahan;
  • permainan kelompok;
  • kuis menggunakan Wordwall/Kahoot;
  • menggunakan benda konkret seperti kertas lipat, buah, atau makanan;
  • tantangan soal cerita pecahan.

Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik dalam menjawab.


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

PertemuanAlur Tujuan PembelajaranMateri/Kegiatan
1Peserta didik mampu menjelaskan pengertian pecahan serta menentukan pembilang dan penyebut.Mengenal pecahan melalui gambar dan benda konkret.
2Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan dan menentukan pecahan senilai.Pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan pecahan senilai.
3Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan.Menggunakan tanda >, <, = serta mengurutkan pecahan.
4Peserta didik mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan.Penyebut sama dan berbeda serta soal cerita.
5Peserta didik mampu melakukan perkalian dan pembagian pecahan.Operasi perkalian dan pembagian pecahan serta latihan kontekstual.
6Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.Soal cerita, diskusi kelompok, permainan/kuis pecahan, dan refleksi.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

📚 PECAHAN

A. Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

Bentuk pecahan:

ab\frac{a}{b}

  • a = pembilang, yaitu banyak bagian yang diambil.
  • b = penyebut, yaitu banyak seluruh bagian yang sama besar.

Contoh:

34\frac{3}{4}

Artinya, sebuah benda dibagi menjadi 4 bagian sama besar dan diambil 3 bagian.


B. Jenis-Jenis Pecahan

1. Pecahan Biasa

Pecahan yang terdiri atas pembilang dan penyebut.

Contoh:

25,37,89\frac{2}{5}, \frac{3}{7}, \frac{8}{9}

2. Pecahan Campuran

Pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan pecahan biasa.

Contoh:

213,4252\frac{1}{3},\quad 4\frac{2}{5}

Artinya:

213=2+132\frac{1}{3}=2+\frac{1}{3}

3. Pecahan Desimal

Pecahan yang dituliskan menggunakan tanda koma.

Contoh:

12=0,5\frac{1}{2}=0,5 34=0,75\frac{3}{4}=0,75

4. Persen

Persen berarti per seratus dan ditulis dengan tanda %.

Contoh:

25100=25%\frac{25}{100}=25\%


C. Pecahan Senilai

Pecahan senilai adalah pecahan yang mempunyai nilai yang sama meskipun bentuknya berbeda.

Contoh:

12=24=36=48\frac{1}{2}=\frac{2}{4}=\frac{3}{6}=\frac{4}{8}

Cara mendapatkan pecahan senilai adalah dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama.

Contoh:

23×22=46\frac{2}{3}\times\frac{2}{2} =\frac{4}{6}

Jadi:

23=46\frac{2}{3}=\frac{4}{6}


D. Membandingkan Pecahan

Untuk membandingkan pecahan, kita menggunakan tanda:

  • > lebih besar
  • < lebih kecil
  • = sama dengan

Penyebut Sama

Jika penyebutnya sama, bandingkan pembilangnya.

Contoh:

58>38\frac{5}{8}>\frac{3}{8}

Karena 5 lebih besar daripada 3.

Pembilang Sama

Jika pembilangnya sama, pecahan dengan penyebut lebih kecil mempunyai nilai lebih besar.

Contoh:

34>38\frac{3}{4}>\frac{3}{8}


E. Mengurutkan Pecahan

Contoh:

Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil:

12,34,14\frac{1}{2},\frac{3}{4},\frac{1}{4}

Samakan penyebut:

12=24\frac{1}{2}=\frac{2}{4}

Maka:

14<24<34\frac{1}{4}<\frac{2}{4}<\frac{3}{4}

Jadi urutannya:

1/4, 1/2, 3/4


F. Penjumlahan Pecahan

1. Penyebut Sama

Jumlahkan pembilangnya.

Contoh:

27+37=57\frac{2}{7}+\frac{3}{7} =\frac{5}{7}

2. Penyebut Berbeda

Samakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh:

12+13\frac{1}{2}+\frac{1}{3}

KPK dari 2 dan 3 adalah 6.

12=36\frac{1}{2}=\frac{3}{6} 13=26\frac{1}{3}=\frac{2}{6}

Jadi:

36+26=56\frac{3}{6}+\frac{2}{6} =\frac{5}{6}


G. Pengurangan Pecahan

Penyebut Sama

Contoh:

68−38=38\frac{6}{8}-\frac{3}{8} =\frac{3}{8}

Penyebut Berbeda

Contoh:

34−12\frac{3}{4}-\frac{1}{2}

Samakan penyebut:

12=24\frac{1}{2}=\frac{2}{4}

Maka:

34−24=14\frac{3}{4}-\frac{2}{4} =\frac{1}{4}


H. Perkalian Pecahan

Untuk mengalikan pecahan:

pembilang × pembilang dan penyebut × penyebut.

Contoh:

23×45=2×43×5=815\frac{2}{3}\times\frac{4}{5} =\frac{2\times4}{3\times5} =\frac{8}{15}


I. Pembagian Pecahan

Untuk membagi pecahan, pecahan kedua dibalik, kemudian dikalikan.

Contoh:

23:45\frac{2}{3}:\frac{4}{5}

Menjadi:

23×54=1012=56\frac{2}{3}\times\frac{5}{4} =\frac{10}{12} =\frac{5}{6}


J. Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pecahan sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

🍕 Makanan: Ibu memotong pizza menjadi 8 bagian dan Rani makan 3 bagian. Rani makan:

38\frac{3}{8}

🥛 Minuman: Sebuah botol berisi 1 liter. Dito minum setengahnya:

12 liter\frac{1}{2}\text{ liter}

📚 Waktu belajar: Siswa menggunakan 1/4 waktu untuk membaca dan 3/4 untuk mengerjakan latihan.


🌱 Ayo Berpikir!

Perhatikan situasi berikut:

Ibu mempunyai sebuah kue. Kue tersebut dipotong menjadi 8 bagian sama besar. Ayah memakan 2 bagian dan Kakak memakan 3 bagian.

Pertanyaan:

  1. Berapa bagian kue yang dimakan Ayah?
  2. Berapa bagian kue yang dimakan Kakak?
  3. Berapa bagian kue yang sudah dimakan seluruhnya?
  4. Berapa bagian kue yang masih tersisa?

Jawaban:

  1. Ayah = 2/8
  2. Kakak = 3/8
  3. Dimakan = 2/8 + 3/8 = 5/8
  4. Tersisa = 8/8 − 5/8 = 3/8

💡 Kesimpulan

Pecahan digunakan untuk menyatakan bagian dari suatu keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, pecahan dapat digunakan untuk menyatakan bagian makanan, ukuran, waktu, uang, jarak, dan berbagai keadaan lainnya.

  Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Pendidikan Pancasila

Hari, Tanggal         : Rabu, 23 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Hak dan Kewajiban
Pertemuan ke        : 16

🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan masyarakat, serta menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban dan menghargai hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari.


🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian hak dan kewajiban dengan benar.
  2. Mengidentifikasi contoh hak dan kewajiban di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku yang menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menjelaskan hubungan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan bersama.
  5. Menganalisis akibat apabila seseorang hanya menuntut hak tetapi tidak melaksanakan kewajibannya.
  6. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban serta menghargai hak orang lain.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak menyadari hak dan kewajiban yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman sederhana, seperti melaksanakan piket, membantu orang tua, mematuhi aturan, dan menghargai teman.

Peserta didik belajar memahami bahwa setiap tindakan memiliki akibat dan bahwa menggunakan hak harus disertai dengan pelaksanaan kewajiban secara bertanggung jawab.


💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Misalnya, peserta didik diajak menganalisis situasi:

“Semua siswa ingin kelasnya bersih dan nyaman, tetapi tidak ada yang mau melaksanakan piket.”

Peserta didik kemudian menemukan bahwa hak untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman harus diimbangi dengan kewajiban menjaga kebersihan.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menghafal pengertian hak dan kewajiban, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

  • Permainan “Hak atau Kewajiban?”
  • Kartu pasangan hak dan kewajiban.
  • Mengamati gambar situasi di rumah dan sekolah.
  • Diskusi kelompok.
  • Bermain peran tentang pelaksanaan hak dan kewajiban.
  • Menganalisis cerita atau kasus sederhana.
  • Membuat poster “Aku Bertanggung Jawab”.
  • Kuis interaktif menggunakan Wordwall atau Kahoot.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bergerak, bermain, berpendapat, dan bekerja sama sehingga pembelajaran terasa menyenangkan.


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Mengenal Hak dan Kewajiban

Peserta didik mampu:

  • Menjelaskan pengertian hak.
  • Menjelaskan pengertian kewajiban.
  • Membedakan hak dan kewajiban.
  • Memberikan contoh sederhana hak dan kewajiban.

Hak dan Kewajiban di Keluarga

Peserta didik mampu:

  • Mengidentifikasi hak di lingkungan keluarga.
  • Mengidentifikasi kewajiban di lingkungan keluarga.
  • Menjelaskan pentingnya melaksanakan kewajiban di rumah.
  • Menunjukkan sikap menghormati anggota keluarga.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. 🌸 PENDIDIKAN PANCASILA 

    Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara

    🌿 A. Pengertian Hak

    Hak adalah sesuatu yang seharusnya kita terima atau dapatkan setelah melaksanakan kewajiban dengan baik.

    Setiap orang memiliki hak. Namun, dalam menggunakan hak, kita harus tetap menghargai hak orang lain.

    Contoh hak siswa di sekolah:

    • Mendapatkan pembelajaran dari guru.
    • Mendapatkan perlakuan yang adil.
    • Menggunakan fasilitas sekolah.
    • Bertanya kepada guru ketika belum memahami pelajaran.
    • Merasa aman dan nyaman saat belajar.
    • Mendapatkan waktu untuk beristirahat.

    🌱 B. Pengertian Kewajiban

    Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

    Kewajiban perlu dilaksanakan agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, dan nyaman.

    Contoh kewajiban siswa di sekolah:

    • Mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
    • Mematuhi tata tertib sekolah.
    • Menghormati guru dan warga sekolah.
    • Melaksanakan piket kelas.
    • Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
    • Menjaga dan merawat fasilitas sekolah.
    • Menghargai teman.

    🌼 C. Hubungan antara Hak dan Kewajiban

    Hak dan kewajiban saling berkaitan dan harus dilaksanakan secara seimbang.

    Kita tidak boleh hanya menuntut hak tetapi melupakan kewajiban.

    Contoh:

    Rani ingin belajar di kelas yang bersih.
    Agar mendapatkan hak tersebut, Rani juga harus melaksanakan kewajibannya, misalnya membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan piket kelas.

    Jadi:

    Laksanakan kewajiban dengan tanggung jawab dan gunakan hak dengan bijaksana.


    🏠 D. Hak dan Kewajiban di Lingkungan Keluarga

    Hak di rumah

    • Mendapatkan kasih sayang dari orang tua.
    • Mendapatkan makanan dan minuman.
    • Mendapatkan tempat tinggal yang layak.
    • Mendapatkan pendidikan.
    • Mendapatkan perlindungan dan rasa aman.
    • Mendapatkan waktu untuk beristirahat.

    Kewajiban di rumah

    • Menghormati orang tua.
    • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
    • Menjaga kebersihan rumah.
    • Merawat barang milik keluarga.
    • Menyayangi anggota keluarga.
    • Mematuhi aturan yang telah disepakati keluarga.

    🏫 E. Hak dan Kewajiban di Sekolah

    Hak di sekolah

    • Mendapatkan pendidikan dan pembelajaran.
    • Mendapatkan bimbingan dari guru.
    • Menggunakan fasilitas sekolah sesuai aturan.
    • Mendapatkan perlakuan yang adil.
    • Menyampaikan pendapat dengan santun.
    • Bermain dan beristirahat pada waktunya.

    Kewajiban di sekolah

    • Datang tepat waktu.
    • Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
    • Mengerjakan tugas.
    • Mematuhi tata tertib sekolah.
    • Menghormati guru dan teman.
    • Menjaga kebersihan sekolah.
    • Menjaga fasilitas sekolah.

    🌳 F. Hak dan Kewajiban di Masyarakat

    Hak di masyarakat

    • Mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.
    • Menggunakan fasilitas umum.
    • Mendapatkan pelayanan masyarakat.
    • Menyampaikan pendapat dengan santun.
    • Bergaul dengan masyarakat.

    Kewajiban di masyarakat

    • Mematuhi aturan yang berlaku.
    • Menjaga kebersihan lingkungan.
    • Menghormati tetangga.
    • Menjaga ketertiban dan keamanan.
    • Ikut bekerja sama dalam kegiatan masyarakat.
    • Menghargai perbedaan.

    🌻 G. Contoh Pelaksanaan Hak dan Kewajiban

    LingkunganHakKewajiban
    RumahMendapat kasih sayangMenghormati orang tua
    RumahMendapat makananMembantu orang tua sesuai kemampuan
    SekolahMendapat pembelajaranMengikuti pembelajaran dengan tertib
    SekolahMenggunakan fasilitas sekolahMerawat fasilitas sekolah
    SekolahBelajar di kelas yang nyamanMenjaga kebersihan kelas
    MasyarakatMenggunakan fasilitas umumMenjaga fasilitas umum
    MasyarakatMendapat lingkungan yang amanMematuhi aturan masyarakat

    💡 H. Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Seimbang?

    Jika setiap orang hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban, kehidupan bersama dapat menjadi tidak tertib.

    Contoh:

    Semua siswa ingin kelasnya bersih, tetapi tidak ada yang mau melaksanakan piket. Akibatnya, kelas menjadi kotor dan tidak nyaman untuk belajar.

    Sebaliknya, jika siswa melaksanakan kewajibannya dengan baik, maka hak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang nyaman dapat terpenuhi.

    ⭐ Ingat!

    Hak → sesuatu yang kita terima.
    Kewajiban → sesuatu yang harus kita lakukan.
    Tanggung jawab → kesadaran melaksanakan kewajiban dengan sungguh-sungguh.


    🌸 I. Sikap yang Perlu Dibiasakan

    Sebagai siswa kelas 5 yang bertanggung jawab, mari kita biasakan:

    🌱 Melaksanakan tugas tepat waktu.
    🌱 Menjaga kebersihan.
    🌱 Menghormati guru dan orang tua.
    🌱 Menghargai hak teman.
    🌱 Tidak memaksakan kehendak.
    🌱 Mematuhi aturan.
    🌱 Saling membantu.
    🌱 Berani menyampaikan pendapat dengan santun.