Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Matematika
Hari, Tanggal         :Senin, 14 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : KPK dan FPB
Pertemuan ke        : 13

Capaian Pembelajaran: Murid mampu Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang; melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000; serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB

Tujuan Pembelajaran:Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan FPB

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar mengenali dan memahami konsep Faktor Persekutuan Terbesar(FPB) sebagai Faktor persekutuan dari dua bilangan atau lebih yang memiliki nilai paling besar Peserta didik mampu mengamati hubungan antara suatu bilangan dengan persekutuannya, serta menentukan FPB dengan teliti.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menjelaskan makna FPB dan menghubungkannya dengan situasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti menentukan waktu beberapa kegiatan yang dilakukan secara berulang dapat berlangsung atau terjadi secara bersamaan kembali.

Peserta didik dapat menggunakan konsep FPB untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, seperti menentukan banyak bingkisan yang dapat dibuat dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat memahami dan mempraktikkan konsep KPK melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti permainan kelipatan, kartu angka, permainan mencari pasangan kelipatan, teka-teki matematika, kuis interaktif, permainan jadwal kegiatan, dan kegiatan menyelesaikan soal cerita secara berkelompok.

Peserta didik dapat bekerja sama, berani mencoba berbagai strategi dalam menentukan KPK, serta merasa senang dan percaya diri dalam menemukan kelipatan Persekutuan  terkecil. 

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Peserta didik memahami konsep kelipatan suatu bilangan melalui kegiatan menemukan dan menuliskan kelipatan bilangan.

  2. Peserta didik mengenal dan memahami konsep kelipatan persekutuan dari dua bilangan atau lebih.

  3. Peserta didik memahami konsep KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) sebagai kelipatan persekutuan yang memiliki nilai paling kecil.

  4. Peserta didik menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih dengan menggunakan cara menuliskan kelipatan secara berurutan.

  5. Peserta didik menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih dengan menggunakan faktorisasi prima atau strategi perhitungan yang sesuai.

  6. Peserta didik menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan KPK, terutama masalah tentang kejadian yang berulang dan terjadi secara bersamaan kembali.

  7. Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil penentuan KPK dengan teliti serta menjelaskan hubungan antara hasil KPK dengan permasalahan yang 

     

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    📚 RINGKASAN MATERI KPK


    A. Pengertian KPK

    KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah bilangan terkecil yang merupakan kelipatan bersama dari dua bilangan atau lebih.

    Contoh:

    Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, ...
    Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, ...

    Jadi, KPK dari 4 dan 6 adalah 12.



    B. Kelipatan Bilangan

    Kelipatan diperoleh dengan mengalikan suatu bilangan dengan bilangan asli.

    Contoh:

    Kelipatan 7:

    7 × 1 = 7
    7 × 2 = 14
    7 × 3 = 21
    7 × 4 = 28
    7 × 5 = 35

    Jadi, kelipatan 7 adalah:

    7, 14, 21, 28, 35, 42, ...


    C. Cara Menentukan KPK

    1. Menggunakan Daftar Kelipatan

    Contoh: KPK dari 8 dan 12.

    Kelipatan 8:
    8, 16, 24, 32, 40, ...

    Kelipatan 12:
    12, 24, 36, 48, ...

    Kelipatan yang sama dan paling kecil adalah 24.

    Jadi:

    KPK dari 8 dan 12 = 24


    2. Menggunakan Faktorisasi Prima

    Contoh: KPK dari 12 dan 18.

    12 = 2² × 3

    18 = 2 × 3²

    Ambil semua faktor prima dengan pangkat terbesar:

    KPK = 2² × 3²

    = 4 × 9
    = 36

    Jadi, KPK dari 12 dan 18 adalah 36.


    D. Penggunaan KPK dalam Kehidupan Sehari-hari

    KPK digunakan untuk menentukan kapan dua kejadian yang berulang akan terjadi bersama-sama lagi.

    Contoh:

    Rina berenang setiap 4 hari.
    Siti berenang setiap 6 hari.

    Jika hari ini mereka berenang bersama, berapa hari lagi mereka akan berenang bersama?

    KPK dari 4 dan 6 = 12

    Jadi, mereka akan berenang bersama lagi setelah 12 hari.

    ⭐ Kata Kunci KPK

    KPK = mencari kapan sesuatu terjadi atau bertemu bersama lagi.


    ✏️ E. Latihan Soal

    I. Pilihan Ganda

    1. KPK dari 4 dan 6 adalah ....

    A. 8
    B. 10
    C. 12
    D. 24

    2. Kelipatan 8 yang benar adalah ....

    A. 8, 12, 16, 20
    B. 8, 16, 24, 32
    C. 8, 14, 20, 26
    D. 8, 18, 28, 38

    3. KPK dari 6 dan 9 adalah ....

    A. 12
    B. 15
    C. 18
    D. 27

    4. KPK dari 10 dan 15 adalah ....

    A. 20
    B. 25
    C. 30
    D. 45

    5. KPK dari 8 dan 12 adalah ....

    A. 16
    B. 20
    C. 24
    D. 36


    II. Isian Singkat

    6. KPK dari 3 dan 5 adalah ....

    7. KPK dari 7 dan 14 adalah ....

    8. KPK dari 9 dan 12 adalah ....

    9. KPK dari 10 dan 20 adalah ....

    10. KPK dari 12 dan 15 adalah ....



  Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal         : Senin, 14 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Norma,hak, dan kewajiban
Metode                   : Discovery Learning
Pertemuan ke        : 13

🌿 Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan norma, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat. Peserta didik mampu mengenali berbagai jenis norma, menjelaskan tujuan dan manfaat norma, mengidentifikasi perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma, serta menjelaskan akibat dari pelanggaran norma. Peserta didik juga mampu menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, santun, dan menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari serta membiasakan diri menaati aturan yang berlaku di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

A. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

  1. Menuliskan pengertian norma.
  2. Menyebutkan tujuan norma.
  3. Mengidentifikasi contoh norma dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menentukan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma.
  5. Menjelaskan akibat melanggar norma.
  6. Menuliskan contoh norma yang diterapkan di rumah dan di sekolah

Mindful Learning

Peserta didik menyadari pentingnya menaati norma dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diajak untuk mengingat aturan yang berlaku di rumah dan sekolah serta menyadari akibat dari perilaku yang tidak sesuai dengan norma.

Meaningful Learning

Peserta didik menghubungkan materi norma dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat menyebutkan contoh norma di rumah dan sekolah, membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai norma, serta menjelaskan akibat dari melanggar norma.

Joyful Learning

Peserta didik mempelajari norma melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan. Peserta didik dapat belajar melalui permainan, diskusi, dan bermain peran tentang contoh perilaku yang sesuai dengan norma di rumah dan sekolah.

Alur Tujuan Pembelajaran

Peserta didik memahami pengertian norma dan tujuan norma dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, peserta didik mampu mengenali berbagai contoh norma yang berlaku di rumah dan sekolah. Peserta didik kemudian mampu membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma serta menjelaskan akibat dari pelanggaran norma. Pada akhirnya, peserta didik mampu menunjukkan dan membiasakan perilaku yang sesuai dengan norma dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

Mengenal Norma



1. Pengertian Norma

Norma adalah aturan atau pedoman yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta kehidupan yang tertib, aman, dan harmonis.

Norma membantu kita mengetahui perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Contohnya:

  • Berbicara sopan kepada orang tua.
  • Menghormati guru.
  • Mengantre dengan tertib.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Tidak mengambil barang milik orang lain.

Dengan menaati norma, kehidupan bersama menjadi lebih nyaman dan teratur.


C. Tujuan Norma

Norma dibuat dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:

1. Menciptakan ketertiban

Norma membantu setiap orang bertindak sesuai aturan sehingga kehidupan menjadi tertib.

Contoh:
Siswa masuk kelas tepat waktu sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan tertib.

2. Menciptakan keamanan

Norma membantu melindungi diri sendiri dan orang lain dari tindakan yang merugikan.

Contoh:
Mematuhi aturan lalu lintas dapat menjaga keselamatan pengguna jalan.

3. Mengatur perilaku manusia

Norma menjadi pedoman agar seseorang mengetahui bagaimana seharusnya bersikap.

Contoh:
Berbicara dengan sopan ketika berbicara kepada orang yang lebih tua.

4. Menciptakan kehidupan yang harmonis

Norma mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menghargai.

Contoh:
Menghargai teman yang memiliki pendapat berbeda.

5. Mencegah terjadinya konflik

Jika setiap orang menaati norma, perselisihan dan pertengkaran dapat dikurangi.


D. Jenis-Jenis Norma dan Contohnya

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat beberapa jenis norma.

1. Norma Agama

Norma agama adalah aturan yang bersumber dari ajaran Tuhan dan mengatur hubungan manusia dengan Tuhan serta sesama manusia.

Contoh:

  • Beribadah sesuai ajaran agama.
  • Bersyukur kepada Allah SWT.
  • Menolong orang yang membutuhkan.
  • Berkata jujur.
  • Tidak menyakiti orang lain.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah aturan yang berasal dari hati nurani manusia tentang baik dan buruknya suatu perbuatan.

Contoh:

  • Berkata jujur.
  • Menolong teman yang kesulitan.
  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
  • Tidak mencuri.
  • Tidak berbohong.

3. Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah aturan yang berasal dari kebiasaan dan tata krama dalam kehidupan masyarakat.

Contoh:

  • Mengucapkan salam ketika bertemu.
  • Berbicara dengan bahasa yang santun.
  • Menghormati orang yang lebih tua.
  • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
  • Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.

4. Norma Hukum

Norma hukum adalah aturan resmi yang dibuat oleh lembaga yang berwenang dan bersifat mengikat.

Contoh:

  • Mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
  • Menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor.
  • Tidak melakukan pencurian.
  • Mematuhi peraturan yang berlaku di masyarakat.

E. Perilaku Sesuai dan Tidak Sesuai Norma

Setiap hari kita melakukan berbagai kegiatan. Ada perilaku yang sesuai dengan norma dan ada pula yang tidak sesuai dengan norma.

Perilaku yang Sesuai Norma

Perilaku sesuai norma adalah tindakan yang mengikuti aturan dan nilai yang berlaku.

Contohnya:

  • Menghormati orang tua.
  • Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  • Mengantre dengan tertib.
  • Membantu teman.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Melaksanakan piket kelas.
  • Mengembalikan barang yang dipinjam.
  • Berkata jujur.

Perilaku yang Tidak Sesuai Norma

Perilaku tidak sesuai norma adalah tindakan yang melanggar aturan atau nilai yang berlaku.

Contohnya:

  • Berbohong.
  • Berbicara kasar kepada orang lain.
  • Menyontek saat ujian.
  • Mengganggu teman belajar.
  • Membuang sampah sembarangan.
  • Datang terlambat ke sekolah.
  • Mengambil barang milik orang lain.
  • Tidak melaksanakan tugas piket.

F. Akibat Melanggar Norma

Setiap pelanggaran terhadap norma dapat menimbulkan akibat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Beberapa akibat melanggar norma:

  1. Mendapat teguran dari orang tua, guru, atau masyarakat.
  2. Mendapat sanksi sesuai aturan yang berlaku.
  3. Merugikan diri sendiri dan orang lain.
  4. Kehilangan kepercayaan dari orang lain.
  5. Menimbulkan pertengkaran atau konflik.
  6. Lingkungan menjadi tidak tertib dan tidak nyaman.
  7. Untuk pelanggaran hukum tertentu, seseorang dapat dikenai hukuman sesuai peraturan perundang-undangan.

Contoh:

Rani membuang sampah sembarangan di halaman sekolah. Akibatnya, halaman menjadi kotor dan dapat menyebabkan saluran air tersumbat. Rani juga dapat mendapat teguran dari guru.


G. Contoh Norma di Rumah

Di rumah terdapat aturan yang harus ditaati oleh seluruh anggota keluarga.

Contoh norma yang diterapkan di rumah:

  • Menghormati dan menyayangi orang tua.
  • Berbicara dengan sopan kepada anggota keluarga.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Meminta izin ketika hendak keluar rumah.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Tidak mengambil barang milik anggota keluarga tanpa izin.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Menghargai anggota keluarga.
  • Meminta maaf jika melakukan kesalahan.

Contoh perilaku:

Setelah bangun tidur, Dika merapikan tempat tidurnya dan membantu ibu membersihkan rumah. Perilaku Dika menunjukkan sikap menaati norma di lingkungan keluarga.


H. Contoh Norma di Sekolah

Sekolah juga memiliki aturan yang harus ditaati agar kegiatan belajar berjalan dengan tertib.

Contoh norma yang diterapkan di sekolah:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
  • Menghormati guru dan warga sekolah.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  • Mengerjakan tugas dengan jujur.
  • Tidak menyontek.
  • Melaksanakan piket kelas.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Menjaga fasilitas sekolah.
  • Menghargai teman.
  • Tidak melakukan perundungan atau bullying.

Contoh perilaku:

Sebelum pembelajaran dimulai, Siti membersihkan meja dan kursinya serta membuang sampah ke tempat sampah. Perilaku Siti sesuai dengan norma menjaga kebersihan dan ketertiban sekolah.


I. Ayo Membedakan!

Perhatikan beberapa perilaku berikut.

No.PerilakuSesuai NormaTidak Sesuai Norma
1Menghormati guru
2Menyontek saat ujian
3Membantu orang tua
4Membuang sampah sembarangan
5Mengantre dengan tertib
6Berbicara kasar kepada teman
7Mengembalikan barang yang dipinjam
8Datang terlambat ke sekolah
9Melaksanakan piket kelas
10Mengambil barang teman tanpa izin

J. Ayo Berpikir!

Kasus:

Andi sedang bermain di kelas ketika guru belum datang. Ia melihat sampah di lantai. Namun, Andi membiarkan sampah tersebut dan justru mengajak teman-temannya bermain. Ketika guru datang, kelas terlihat kotor dan berantakan.

Pertanyaan:

  1. Apakah perilaku Andi sesuai dengan norma? Jelaskan!
  2. Norma apa yang seharusnya diterapkan Andi?
  3. Apa akibat dari perilaku Andi?
  4. Apa yang sebaiknya dilakukan Andi?

Jawaban yang diharapkan:

  1. Tidak, karena Andi tidak menjaga kebersihan dan ketertiban kelas.
  2. Norma kesopanan dan aturan sekolah tentang menjaga kebersihan.
  3. Kelas menjadi kotor dan kegiatan belajar menjadi tidak nyaman.
  4. Andi sebaiknya membuang sampah pada tempatnya dan membantu menjaga kebersihan kelas.

K. Kesimpulan

Norma adalah aturan atau pedoman yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Norma bertujuan untuk:

  • menciptakan ketertiban;
  • menciptakan keamanan;
  • mengatur perilaku;
  • menciptakan kehidupan yang harmonis; dan
  • mencegah terjadinya konflik.

Kita dapat menerapkan norma di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Dengan menaati norma, kita ikut menciptakan lingkungan yang tertib, aman, nyaman, dan harmonis.

Ingat!

“Anak yang baik bukan hanya mengetahui aturan, tetapi juga membiasakan diri menaati aturan.”

 Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Jum'at, 11 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Membuat dan Merefleksikan Karya Makrame
Pertemuan ke        : 15



Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu mengenal, mengeksplorasi, dan membuat karya kerajinan makramé menggunakan berbagai teknik simpul sederhana dengan memperhatikan unsur garis, bentuk, warna, tekstur, pola, kerapian, dan nilai guna. Peserta didik mampu mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan keterampilan motorik dalam proses berkarya serta mampu menghargai dan mempresentasikan hasil karya sendiri maupun karya teman.

Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan fungsi makramé dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan untuk membuat karya makramé.
  3. Mengenal dan menjelaskan jenis-jenis simpul dasar makramé, seperti simpul mati, simpul kepala, simpul persegi, dan simpul spiral.
  4. Mempraktikkan teknik membuat simpul dasar makramé dengan benar dan aman.
  5. Membuat karya makramé sederhana dengan memperhatikan pola, bentuk, warna, tekstur, dan kerapian.
  6. Mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui kegiatan membuat karya makramé.
  7. Mempresentasikan dan menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman dengan percaya diri dan sikap positif.

Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba.
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.


    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.



    2. https://www.youtube.com/shorts/weLx_sVEQk8

    3. https://www.youtube.com/shorts/H4K7Zu5tfhw
    4.  Sejarah Singkat Makramé

      Makramé merupakan seni kerajinan yang sudah dikenal sejak dahulu. Keterampilan membuat simpul berkembang di berbagai tempat dan digunakan untuk membuat benda yang berguna maupun sebagai hiasan.

      Saat ini, makramé banyak digunakan untuk membuat berbagai kerajinan yang memiliki nilai keindahan dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


      Makramé dalam Kehidupan Sehari-hari

      Makramé dapat digunakan untuk membuat benda yang memiliki nilai keindahan sekaligus nilai guna, misalnya:

      • Gantungan kunci
      • Gelang
      • Hiasan dinding
      • Gantungan tanaman
      • Hiasan tas
      • Tempat botol
      • Hiasan pintu
      • Aksesori sederhana

      C. Alat dan Bahan

      Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan untuk membuat makramé sederhana adalah:

      1. Tali makramé atau tali katun.
      2. Gunting untuk memotong tali.
      3. Kayu atau stik sebagai tempat mengikat tali.
      4. Manik-manik sebagai hiasan tambahan.
      5. Meteran atau penggaris untuk mengukur panjang tali.
      6. Selotip untuk membantu menahan tali ketika membuat simpul.

      Catatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan ikuti petunjuk guru.

      D. Unsur Seni dalam Makramé

      Dalam membuat karya makramé, kita dapat memperhatikan beberapa unsur seni, yaitu:

      1. Garis
      Susunan tali dapat membentuk garis lurus, miring, atau melengkung.

      2. Bentuk
      Simpul-simpul yang dibuat dapat menghasilkan berbagai bentuk dan pola.

      3. Warna
      Pemilihan warna tali dapat membuat karya terlihat lebih menarik.

      4. Tekstur
      Tali dan simpul menghasilkan tekstur yang dapat dirasakan dengan tangan.

      5. Pola
      Pengulangan simpul dapat menghasilkan pola yang teratur dan indah.

      E. Mengenal Simpul Dasar Makramé

      1. Simpul Mati

      Simpul mati merupakan salah satu simpul dasar yang dibuat dengan cara menyilangkan dua bagian tali kemudian mengencangkannya.

      Kegunaan:
      Untuk mengikat atau mengunci tali agar tidak mudah terlepas.

      2. Simpul Kepala (Lark's Head)

      Simpul kepala digunakan untuk mengikat tali pada kayu atau benda lain sebagai dasar pembuatan makramé.

      Cara sederhananya:

      • Lipat tali menjadi dua.
      • Letakkan bagian lengkung tali pada kayu.
      • Masukkan ujung tali melalui bagian lengkung.
      • Tarik hingga kuat.

      3. Simpul Persegi

      Simpul persegi merupakan salah satu simpul yang sering digunakan dalam makramé.

      Simpul ini dibuat menggunakan beberapa tali yang disilangkan dan dikencangkan secara bergantian.

      Kegunaan: membuat pola utama pada karya makramé.

      4. Simpul Spiral

      Simpul spiral dibuat dengan cara melakukan pola simpul secara berulang sehingga menghasilkan bentuk seperti pilinan atau spiral.

      Kegunaan: memberikan variasi dan keindahan pada karya.

      F. Langkah-Langkah Membuat Makramé Sederhana

      Contoh karya yang dapat dibuat siswa kelas V adalah gantungan makramé sederhana.

      Langkah 1: Menyiapkan alat dan bahan
      Siapkan tali, gunting, stik kayu, dan hiasan jika diperlukan.

      Langkah 2: Mengukur tali
      Potong beberapa tali dengan panjang yang sama sesuai ukuran karya.

      Langkah 3: Memasang tali
      Ikatkan tali pada stik menggunakan simpul kepala.

      Langkah 4: Membuat simpul
      Gunakan simpul mati, simpul persegi, atau simpul spiral sesuai pola yang diinginkan.

      Langkah 5: Menyusun pola
      Buat simpul secara berulang dan teratur sehingga membentuk pola yang menarik.

      Langkah 6: Menambahkan hiasan
      Tambahkan manik-manik atau hiasan lainnya jika diperlukan.

      Langkah 7: Merapikan karya
      Potong bagian tali yang terlalu panjang dan pastikan semua simpul terikat kuat.

      Langkah 8: Menampilkan karya
      Tunjukkan hasil karya kepada teman-teman dan ceritakan proses pembuatannya.

      G. Prinsip Membuat Karya Makramé

      Agar karya makramé terlihat baik, perhatikan:

      • Kerapian dalam membuat simpul.
      • Ketelitian saat mengikuti pola.
      • Kekuatan ikatan agar karya tidak mudah terlepas.
      • Keserasian warna tali.
      • Keseimbangan bentuk karya.
      • Kreativitas dalam membuat pola.

      H. Sikap yang Dikembangkan

      Kegiatan membuat makramé dapat melatih:

      1. Kreativitas – menciptakan pola dan bentuk baru.
      2. Kesabaran – membuat simpul membutuhkan ketekunan.
      3. Ketelitian – setiap simpul harus dibuat dengan tepat.
      4. Kemandirian – berusaha menyelesaikan karya sendiri.
      5. Tanggung jawab – menjaga alat dan bahan.
      6. Kerja sama – saling membantu ketika bekerja dalam kelompok.
      7. Menghargai karya – menghargai hasil karya sendiri dan teman.

      J. Refleksi

      Setelah membuat karya makramé, jawablah pertanyaan berikut.

      1.  Apa yang dimaksud dengan makramé?
      2. Apa saja alat dan bahan yang digunakan?
      3. Sebutkan tiga jenis simpul makramé yang kamu ketahui!
      4. Simpul apa yang paling mudah kamu buat?
      5. Apa kesulitan yang kamu alami saat membuat makramé?
      6. Bagaimana cara kamu mengatasi kesulitan tersebut?
      7. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil membuat karya makramé?

     Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

    Mata Pelajaran      : Pendidikan Anti Korupsi
    Hari, Tanggal         : Kamis, 10 September 2026
    Fase/Kelas             : C / 5
    Materi                     : Tanggung Jawab
    Pertemuan ke        : 13

    Capaian Pembelajaran

    Peserta didik mampu memahami dan membiasakan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari nilai-nilai antikorupsi, dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta menggunakan barang atau sesuatu yang dipercayakan kepadanya dengan benar.

    Tujuan Pembelajaran

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

    1. Menjelaskan pengertian tanggung jawab dengan benar.
    2. Menyebutkan contoh perilaku tanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.
    3. Mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan dan tidak menunjukkan tanggung jawab.
    4. Menjelaskan pentingnya tanggung jawab sebagai salah satu nilai antikorupsi.

    🌿Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban yang diberikan kepada mereka harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman ketika mendapat tanggung jawab di rumah maupun di sekolah, seperti mengerjakan tugas, melaksanakan piket, menjaga barang, atau mengembalikan barang yang dipinjam. Peserta didik kemudian menyadari perasaan dan akibat yang muncul ketika mereka melaksanakan atau mengabaikan tanggung jawab. Melalui kegiatan refleksi sederhana, peserta didik memahami bahwa menjadi pribadi yang bertanggung jawab berarti berani melaksanakan tugas, menjaga amanah, mengakui kesalahan, dan memperbaiki kesalahan.

    Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Peserta didik menghubungkan materi tanggung jawab dengan kehidupan nyata yang mereka alami sehari-hari. Guru memberikan contoh situasi sederhana, seperti bendahara kelas yang harus menjaga uang kas, siswa yang mendapat tugas piket, atau siswa yang meminjam barang milik temannya. Peserta didik berdiskusi untuk menentukan tindakan yang benar dan tidak benar serta menjelaskan alasannya. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa sikap tanggung jawab bukan hanya materi pelajaran, tetapi merupakan kebiasaan yang penting untuk membangun kejujuran, amanah, dan sikap antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

    Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

    Peserta didik belajar tentang tanggung jawab melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan mereka secara aktif. Guru dapat menggunakan permainan “Aku Bertanggung Jawab”, kartu situasi, kuis, atau permainan kelompok. Peserta didik diminta memilih tindakan yang tepat dari berbagai situasi yang diberikan, kemudian menyampaikan alasan pilihannya. Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian peserta didik dalam menjawab dan menyampaikan pendapat. Pembelajaran diakhiri dengan membuat “Janji Tanggung Jawabku”, yaitu satu tindakan bertanggung jawab yang akan mereka biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, peserta didik diharapkan lebih mudah memahami dan menerapkan nilai tanggung jawab.

    Alur Tujuan Pembelajaran

      1. Peserta didik memahami pengertian tanggung jawab dan pentingnya sikap bertanggung jawab sebagai nilai antikorupsi.

        Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.

        Peserta didik menganalisis akibat dari perilaku tidak bertanggung jawab serta menentukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi sehari-hari.

        Peserta didik menunjukkan sikap bertanggung jawab dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta berusaha memperbaikinya.

        Peserta didik membiasakan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penerapan nilai antikorupsi.


    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


    Materi: Tanggung Jawab

    A. Pengertian Tanggung Jawab

    Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh serta berani menerima akibat dari perbuatan yang dilakukan.

    Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya dengan baik, menjaga amanah, dan tidak menyalahkan orang lain ketika melakukan kesalahan.



    Contoh:

    • Mengerjakan tugas sekolah tepat waktu.
    • Menjaga kebersihan kelas.
    • Mengembalikan barang yang dipinjam.
    • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
    • Mengakui kesalahan jika melakukan kesalahan.
    • Menjaga barang milik sekolah.

    B. Tanggung Jawab sebagai Nilai Antikorupsi

    Tanggung jawab merupakan salah satu sikap penting dalam pendidikan antikorupsi.

    Orang yang memiliki tanggung jawab akan berusaha menjalankan amanah dengan baik dan tidak menggunakan sesuatu yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan pribadi.

    Sejak kecil, sikap tanggung jawab perlu dibiasakan agar kita tumbuh menjadi orang yang jujur, dapat dipercaya, disiplin, dan amanah.

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    Di rumah

    • Merapikan tempat tidur sendiri.
    • Membantu orang tua sesuai kemampuan.
    • Menjaga barang milik keluarga.
    • Mengakui jika melakukan kesalahan.

    Di sekolah

    • Mengerjakan tugas sendiri.
    • Melaksanakan piket.
    • Menjaga fasilitas sekolah.
    • Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu.
    • Tidak menitipkan tugas kepada teman.

    Di masyarakat

    • Menjaga kebersihan lingkungan.
    • Mematuhi aturan.
    • Menjaga barang yang dititipkan orang lain.
    • Melaksanakan tugas dalam kegiatan bersama.

    C. Ciri-Ciri Anak yang Bertanggung Jawab

    Anak yang memiliki sikap tanggung jawab biasanya:

    1. Menyelesaikan tugas yang diberikan.
    2. Menepati janji kepada orang lain.
    3. Menjaga amanah yang diberikan.
    4. Berani mengakui kesalahan.
    5. Tidak menyalahkan orang lain atas kesalahannya.
    6. Menjaga barang milik sendiri dan orang lain.
    7. Melaksanakan kewajiban tanpa harus selalu diingatkan.
    8. Bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

    D. Hubungan Tanggung Jawab dengan Antikorupsi

    Korupsi dapat terjadi ketika seseorang tidak menjalankan amanah dengan baik dan menggunakan sesuatu yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi.

    Oleh karena itu, sikap tanggung jawab harus dilatih sejak sekolah.

    Misalnya:

    Situasi:
    Ketua kelas diberi uang oleh guru untuk membeli alat kebersihan. Setelah membeli barang, masih ada uang yang tersisa.

    Sikap bertanggung jawab:
    Ketua kelas mengembalikan sisa uang dan menunjukkan bukti pembelian kepada guru.

    Sikap tidak bertanggung jawab:
    Ketua kelas menggunakan sisa uang untuk membeli makanan tanpa izin.

    Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa uang atau barang yang dipercayakan kepada kita merupakan amanah yang harus dijaga dan digunakan sesuai tujuan.


    E. Contoh Perilaku Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

    Bertanggung JawabTidak Bertanggung Jawab
    Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda-nunda tugas
    Mengakui kesalahanMenyalahkan teman
    Mengembalikan barang pinjamanTidak mengembalikan barang
    Melaksanakan piketMeninggalkan tugas piket
    Menjaga uang yang dititipkanMenggunakan uang titipan tanpa izin
    Menjaga fasilitas sekolahMerusak fasilitas sekolah
    Mengembalikan kelebihan uangMenyimpan uang yang bukan haknya

    F. Ayo Mengamati

    Bacalah cerita berikut!

    “Uang Kas Kelas”

    Kelas V memiliki uang kas sebesar Rp100.000. Uang tersebut diberikan kepada Raka sebagai bendahara kelas untuk membeli alat kebersihan.

    Raka membeli alat kebersihan seharga Rp75.000. Setelah membeli barang, Raka masih memiliki uang Rp25.000. Raka kemudian berpikir untuk menggunakan uang tersebut membeli makanan.

    Pertanyaan:

    1. Siapakah yang bertanggung jawab menjaga uang kas kelas?
    2. Bolehkah Raka menggunakan sisa uang tersebut untuk kepentingan pribadi?
    3. Apa yang seharusnya dilakukan Raka?
    4. Sikap antikorupsi apa yang ditunjukkan dalam cerita tersebut?
    5. Apa akibatnya jika Raka menggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi?

    G. Ayo Berdiskusi

    Diskusikan bersama kelompokmu!

    Kasus 1

    Kamu menemukan uang Rp20.000 di bawah meja kelas. Tidak ada seorang pun yang mengaku kehilangan uang tersebut.

    Apa yang akan kamu lakukan? Mengapa?

    Kasus 2

    Guru memberikan tugas kelompok. Salah satu teman tidak mengerjakan tugas, tetapi meminta namanya tetap dicantumkan sebagai anggota yang ikut mengerjakan.

    Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

    Kasus 3

    Kamu tidak sengaja memecahkan penggaris milik teman.

    Apa tindakan yang menunjukkan tanggung jawab?


    H. Ayo Mencoba

    Tuliskan 5 tanggung jawabmu sebagai seorang siswa!

    1. ........................................................................
    2. ........................................................................
    3. ........................................................................
    4. ........................................................................
    5. ........................................................................

    Kemudian tuliskan satu tanggung jawab yang akan kamu biasakan mulai hari ini.

    Saya akan:
    ..................................................................................

    Alasannya:
    ..................................................................................


    I. Pesan Antikorupsi

    “Orang yang bertanggung jawab akan menjaga amanah, melaksanakan tugas dengan jujur, dan berani memperbaiki kesalahan.”

    Mari kita biasakan sejak kecil:

    Jujur dalam perkataan,
    bertanggung jawab dalam tindakan,
    dan amanah dalam menjalankan tugas.

    Dengan membiasakan sikap tersebut, kita ikut membangun generasi Indonesia yang berintegritas dan antikorupsi.


    J. Latihan Soal

    Pilihan Ganda

    1. Tanggung jawab berarti ....

    A. melakukan sesuatu sesuka hati
    B. melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik
    C. menghindari semua tugas
    D. menyalahkan orang lain

    2. Contoh tanggung jawab seorang siswa adalah ....

    A. menyontek pekerjaan teman
    B. meninggalkan tugas piket
    C. mengerjakan tugas tepat waktu
    D. menyembunyikan buku teman

    3. Ketika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, sebaiknya kita ....

    A. menyalahkan teman
    B. pura-pura tidak tahu
    C. mengakui kesalahan dan meminta maaf
    D. meninggalkan tempat tersebut

    4. Bendahara kelas menemukan kelebihan uang setelah berbelanja. Sikap yang tepat adalah ....

    A. menggunakan uang untuk membeli makanan
    B. menyimpan uang untuk diri sendiri
    C. mengembalikan dan melaporkan sisa uang
    D. memberikan uang kepada teman

    5. Tanggung jawab penting dalam pendidikan antikorupsi karena ....

    A. membuat seseorang bebas melakukan apa saja
    B. membiasakan seseorang menjaga amanah dan menjalankan kewajiban
    C. membuat seseorang selalu mendapatkan hadiah
    D. membuat seseorang tidak perlu mengikuti aturan

    Jawaban Singkat

    6. Apa yang dimaksud dengan tanggung jawab?

    7. Sebutkan dua contoh tanggung jawab di sekolah!

    8. Mengapa kita harus mengembalikan barang yang dipinjam?

    9. Apa yang harus dilakukan jika kita melakukan kesalahan?

    10. Bagaimana hubungan sikap tanggung jawab dengan perilaku antikorupsi?