Nama Guru : Osnita Sari, S.Pd.
Mata Pelajaran : P.Pancasila
1. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai sila keempat Pancasila melalui kegiatan musyawarah. Murid mampu menghargai perbedaan pendapat, mengutamakan kepentingan bersama, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dalam menyepakati dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
2. Tujuan Pembelajaran (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran tentang musyawarah dalam menerapkan aturan, murid diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian dan tujuan musyawarah dengan benar.
Mengidentifikasi contoh penerapan musyawarah dalam membuat dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Menjelaskan hubungan musyawarah dengan pengamalan sila keempat Pancasila.
Menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.
Menganalisis permasalahan sederhana terkait penerapan aturan serta menentukan solusi melalui musyawarah.
Mempraktikkan kegiatan musyawarah untuk menyepakati aturan kelas secara adil dan bertanggung jawab.
3. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Murid diajak untuk menyadari pentingnya musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat tentang pengalaman ketika menyampaikan pendapat, mendengarkan teman, atau menghadapi perbedaan pendapat.
Murid belajar untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, berpikir sebelum berbicara, menghargai pendapat orang lain, dan mengendalikan diri agar tidak memaksakan kehendak. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab.
4. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Murid menghubungkan materi musyawarah dengan pengalaman nyata di lingkungan sekitar, seperti menentukan jadwal piket kelas, menyepakati aturan bermain, membagi tugas kelompok, dan menjaga kebersihan sekolah.
Melalui diskusi tentang permasalahan sehari-hari, murid memahami bahwa aturan yang disepakati bersama perlu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Murid juga belajar bahwa musyawarah bukan sekadar menyampaikan pendapat, tetapi merupakan cara untuk menemukan solusi yang adil dan menjaga kerukunan.
5. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Murid mengikuti permainan edukatif “Ayo Bermusyawarah!” secara berkelompok. Setiap kelompok mendapatkan kartu permasalahan, misalnya pembagian tugas piket yang tidak adil, kelas yang kotor, atau teman yang tidak menaati aturan.
Murid berdiskusi, menyampaikan pendapat, mendengarkan usulan teman, dan menentukan solusi bersama. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil musyawarah dengan kreatif melalui poster aturan kelas atau bermain peran.
Kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kolaboratif sekaligus menumbuhkan sikap gotong royong, komunikasi, bernalar kritis, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab.
Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

.gif)
