Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Matematika

Hari, Tanggal         : Rabu, 23 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Pecahan
Pertemuan ke        : 16

🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan pecahan dalam berbagai bentuk, membandingkan dan mengurutkan pecahan, serta melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.


🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pecahan, pembilang, dan penyebut.
  2. Mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan.
  3. Menentukan pecahan senilai.
  4. Membandingkan dan mengurutkan pecahan.
  5. Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan dengan benar.
  6. Mengalikan dan membagi pecahan dengan benar.
  7. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.
  8. Menunjukkan sikap teliti, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam menyelesaikan masalah pecahan.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak belajar dengan tenang, fokus, dan penuh perhatian. Guru mengajak peserta didik mengamati benda atau gambar yang menunjukkan pecahan, kemudian menyadari bahwa pecahan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengerjakan setiap langkah dengan teliti dan tidak terburu-buru.

Contoh:
Guru menunjukkan sebuah kue yang dibagi menjadi beberapa bagian. Peserta didik mengamati jumlah seluruh bagian dan bagian yang diambil, kemudian menyebutkan pecahannya.


🌱 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep pecahan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, menggunakan uang, mengukur bahan masakan, menentukan waktu, dan membagi sesuatu secara adil.

Contoh:
“Jika sebuah pizza dipotong menjadi 8 bagian dan kamu memakan 3 bagian, berapa bagian pizza yang kamu makan?”

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa pecahan bukan hanya angka, tetapi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan kartu pecahan;
  • mencocokkan gambar dengan pecahannya;
  • puzzle pecahan;
  • permainan kelompok;
  • kuis menggunakan Wordwall/Kahoot;
  • menggunakan benda konkret seperti kertas lipat, buah, atau makanan;
  • tantangan soal cerita pecahan.

Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik dalam menjawab.


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

PertemuanAlur Tujuan PembelajaranMateri/Kegiatan
1Peserta didik mampu menjelaskan pengertian pecahan serta menentukan pembilang dan penyebut.Mengenal pecahan melalui gambar dan benda konkret.
2Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan dan menentukan pecahan senilai.Pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan pecahan senilai.
3Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan.Menggunakan tanda >, <, = serta mengurutkan pecahan.
4Peserta didik mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan.Penyebut sama dan berbeda serta soal cerita.
5Peserta didik mampu melakukan perkalian dan pembagian pecahan.Operasi perkalian dan pembagian pecahan serta latihan kontekstual.
6Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.Soal cerita, diskusi kelompok, permainan/kuis pecahan, dan refleksi.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

📚 PECAHAN

A. Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

Bentuk pecahan:

ab\frac{a}{b}

  • a = pembilang, yaitu banyak bagian yang diambil.
  • b = penyebut, yaitu banyak seluruh bagian yang sama besar.

Contoh:

34\frac{3}{4}

Artinya, sebuah benda dibagi menjadi 4 bagian sama besar dan diambil 3 bagian.


B. Jenis-Jenis Pecahan

1. Pecahan Biasa

Pecahan yang terdiri atas pembilang dan penyebut.

Contoh:

25,37,89\frac{2}{5}, \frac{3}{7}, \frac{8}{9}

2. Pecahan Campuran

Pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan pecahan biasa.

Contoh:

213,4252\frac{1}{3},\quad 4\frac{2}{5}

Artinya:

213=2+132\frac{1}{3}=2+\frac{1}{3}

3. Pecahan Desimal

Pecahan yang dituliskan menggunakan tanda koma.

Contoh:

12=0,5\frac{1}{2}=0,5 34=0,75\frac{3}{4}=0,75

4. Persen

Persen berarti per seratus dan ditulis dengan tanda %.

Contoh:

25100=25%\frac{25}{100}=25\%


C. Pecahan Senilai

Pecahan senilai adalah pecahan yang mempunyai nilai yang sama meskipun bentuknya berbeda.

Contoh:

12=24=36=48\frac{1}{2}=\frac{2}{4}=\frac{3}{6}=\frac{4}{8}

Cara mendapatkan pecahan senilai adalah dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama.

Contoh:

23×22=46\frac{2}{3}\times\frac{2}{2} =\frac{4}{6}

Jadi:

23=46\frac{2}{3}=\frac{4}{6}


D. Membandingkan Pecahan

Untuk membandingkan pecahan, kita menggunakan tanda:

  • > lebih besar
  • < lebih kecil
  • = sama dengan

Penyebut Sama

Jika penyebutnya sama, bandingkan pembilangnya.

Contoh:

58>38\frac{5}{8}>\frac{3}{8}

Karena 5 lebih besar daripada 3.

Pembilang Sama

Jika pembilangnya sama, pecahan dengan penyebut lebih kecil mempunyai nilai lebih besar.

Contoh:

34>38\frac{3}{4}>\frac{3}{8}


E. Mengurutkan Pecahan

Contoh:

Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil:

12,34,14\frac{1}{2},\frac{3}{4},\frac{1}{4}

Samakan penyebut:

12=24\frac{1}{2}=\frac{2}{4}

Maka:

14<24<34\frac{1}{4}<\frac{2}{4}<\frac{3}{4}

Jadi urutannya:

1/4, 1/2, 3/4


F. Penjumlahan Pecahan

1. Penyebut Sama

Jumlahkan pembilangnya.

Contoh:

27+37=57\frac{2}{7}+\frac{3}{7} =\frac{5}{7}

2. Penyebut Berbeda

Samakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh:

12+13\frac{1}{2}+\frac{1}{3}

KPK dari 2 dan 3 adalah 6.

12=36\frac{1}{2}=\frac{3}{6} 13=26\frac{1}{3}=\frac{2}{6}

Jadi:

36+26=56\frac{3}{6}+\frac{2}{6} =\frac{5}{6}


G. Pengurangan Pecahan

Penyebut Sama

Contoh:

6838=38\frac{6}{8}-\frac{3}{8} =\frac{3}{8}

Penyebut Berbeda

Contoh:

3412\frac{3}{4}-\frac{1}{2}

Samakan penyebut:

12=24\frac{1}{2}=\frac{2}{4}

Maka:

3424=14\frac{3}{4}-\frac{2}{4} =\frac{1}{4}


H. Perkalian Pecahan

Untuk mengalikan pecahan:

pembilang × pembilang dan penyebut × penyebut.

Contoh:

23×45=2×43×5=815\frac{2}{3}\times\frac{4}{5} =\frac{2\times4}{3\times5} =\frac{8}{15}


I. Pembagian Pecahan

Untuk membagi pecahan, pecahan kedua dibalik, kemudian dikalikan.

Contoh:

23:45\frac{2}{3}:\frac{4}{5}

Menjadi:

23×54=1012=56\frac{2}{3}\times\frac{5}{4} =\frac{10}{12} =\frac{5}{6}


J. Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pecahan sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

🍕 Makanan: Ibu memotong pizza menjadi 8 bagian dan Rani makan 3 bagian. Rani makan:

38\frac{3}{8}

🥛 Minuman: Sebuah botol berisi 1 liter. Dito minum setengahnya:

12 liter\frac{1}{2}\text{ liter}

📚 Waktu belajar: Siswa menggunakan 1/4 waktu untuk membaca dan 3/4 untuk mengerjakan latihan.


🌱 Ayo Berpikir!

Perhatikan situasi berikut:

Ibu mempunyai sebuah kue. Kue tersebut dipotong menjadi 8 bagian sama besar. Ayah memakan 2 bagian dan Kakak memakan 3 bagian.

Pertanyaan:

  1. Berapa bagian kue yang dimakan Ayah?
  2. Berapa bagian kue yang dimakan Kakak?
  3. Berapa bagian kue yang sudah dimakan seluruhnya?
  4. Berapa bagian kue yang masih tersisa?

Jawaban:

  1. Ayah = 2/8
  2. Kakak = 3/8
  3. Dimakan = 2/8 + 3/8 = 5/8
  4. Tersisa = 8/8 − 5/8 = 3/8

💡 Kesimpulan

Pecahan digunakan untuk menyatakan bagian dari suatu keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, pecahan dapat digunakan untuk menyatakan bagian makanan, ukuran, waktu, uang, jarak, dan berbagai keadaan lainnya.

  Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Pendidikan Pancasila

Hari, Tanggal         : Rabu, 23 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Hak dan Kewajiban
Pertemuan ke        : 16

🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan masyarakat, serta menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban dan menghargai hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari.


🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian hak dan kewajiban dengan benar.
  2. Mengidentifikasi contoh hak dan kewajiban di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku yang menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menjelaskan hubungan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan bersama.
  5. Menganalisis akibat apabila seseorang hanya menuntut hak tetapi tidak melaksanakan kewajibannya.
  6. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban serta menghargai hak orang lain.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak menyadari hak dan kewajiban yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman sederhana, seperti melaksanakan piket, membantu orang tua, mematuhi aturan, dan menghargai teman.

Peserta didik belajar memahami bahwa setiap tindakan memiliki akibat dan bahwa menggunakan hak harus disertai dengan pelaksanaan kewajiban secara bertanggung jawab.


💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Misalnya, peserta didik diajak menganalisis situasi:

“Semua siswa ingin kelasnya bersih dan nyaman, tetapi tidak ada yang mau melaksanakan piket.”

Peserta didik kemudian menemukan bahwa hak untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman harus diimbangi dengan kewajiban menjaga kebersihan.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menghafal pengertian hak dan kewajiban, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

  • Permainan “Hak atau Kewajiban?”
  • Kartu pasangan hak dan kewajiban.
  • Mengamati gambar situasi di rumah dan sekolah.
  • Diskusi kelompok.
  • Bermain peran tentang pelaksanaan hak dan kewajiban.
  • Menganalisis cerita atau kasus sederhana.
  • Membuat poster “Aku Bertanggung Jawab”.
  • Kuis interaktif menggunakan Wordwall atau Kahoot.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bergerak, bermain, berpendapat, dan bekerja sama sehingga pembelajaran terasa menyenangkan.


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Mengenal Hak dan Kewajiban

Peserta didik mampu:

  • Menjelaskan pengertian hak.
  • Menjelaskan pengertian kewajiban.
  • Membedakan hak dan kewajiban.
  • Memberikan contoh sederhana hak dan kewajiban.

Hak dan Kewajiban di Keluarga

Peserta didik mampu:

  • Mengidentifikasi hak di lingkungan keluarga.
  • Mengidentifikasi kewajiban di lingkungan keluarga.
  • Menjelaskan pentingnya melaksanakan kewajiban di rumah.
  • Menunjukkan sikap menghormati anggota keluarga.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. 🌸 PENDIDIKAN PANCASILA 

    Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara

    🌿 A. Pengertian Hak

    Hak adalah sesuatu yang seharusnya kita terima atau dapatkan setelah melaksanakan kewajiban dengan baik.

    Setiap orang memiliki hak. Namun, dalam menggunakan hak, kita harus tetap menghargai hak orang lain.

    Contoh hak siswa di sekolah:

    • Mendapatkan pembelajaran dari guru.
    • Mendapatkan perlakuan yang adil.
    • Menggunakan fasilitas sekolah.
    • Bertanya kepada guru ketika belum memahami pelajaran.
    • Merasa aman dan nyaman saat belajar.
    • Mendapatkan waktu untuk beristirahat.

    🌱 B. Pengertian Kewajiban

    Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

    Kewajiban perlu dilaksanakan agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, dan nyaman.

    Contoh kewajiban siswa di sekolah:

    • Mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
    • Mematuhi tata tertib sekolah.
    • Menghormati guru dan warga sekolah.
    • Melaksanakan piket kelas.
    • Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
    • Menjaga dan merawat fasilitas sekolah.
    • Menghargai teman.

    🌼 C. Hubungan antara Hak dan Kewajiban

    Hak dan kewajiban saling berkaitan dan harus dilaksanakan secara seimbang.

    Kita tidak boleh hanya menuntut hak tetapi melupakan kewajiban.

    Contoh:

    Rani ingin belajar di kelas yang bersih.
    Agar mendapatkan hak tersebut, Rani juga harus melaksanakan kewajibannya, misalnya membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan piket kelas.

    Jadi:

    Laksanakan kewajiban dengan tanggung jawab dan gunakan hak dengan bijaksana.


    🏠 D. Hak dan Kewajiban di Lingkungan Keluarga

    Hak di rumah

    • Mendapatkan kasih sayang dari orang tua.
    • Mendapatkan makanan dan minuman.
    • Mendapatkan tempat tinggal yang layak.
    • Mendapatkan pendidikan.
    • Mendapatkan perlindungan dan rasa aman.
    • Mendapatkan waktu untuk beristirahat.

    Kewajiban di rumah

    • Menghormati orang tua.
    • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
    • Menjaga kebersihan rumah.
    • Merawat barang milik keluarga.
    • Menyayangi anggota keluarga.
    • Mematuhi aturan yang telah disepakati keluarga.

    🏫 E. Hak dan Kewajiban di Sekolah

    Hak di sekolah

    • Mendapatkan pendidikan dan pembelajaran.
    • Mendapatkan bimbingan dari guru.
    • Menggunakan fasilitas sekolah sesuai aturan.
    • Mendapatkan perlakuan yang adil.
    • Menyampaikan pendapat dengan santun.
    • Bermain dan beristirahat pada waktunya.

    Kewajiban di sekolah

    • Datang tepat waktu.
    • Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
    • Mengerjakan tugas.
    • Mematuhi tata tertib sekolah.
    • Menghormati guru dan teman.
    • Menjaga kebersihan sekolah.
    • Menjaga fasilitas sekolah.

    🌳 F. Hak dan Kewajiban di Masyarakat

    Hak di masyarakat

    • Mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.
    • Menggunakan fasilitas umum.
    • Mendapatkan pelayanan masyarakat.
    • Menyampaikan pendapat dengan santun.
    • Bergaul dengan masyarakat.

    Kewajiban di masyarakat

    • Mematuhi aturan yang berlaku.
    • Menjaga kebersihan lingkungan.
    • Menghormati tetangga.
    • Menjaga ketertiban dan keamanan.
    • Ikut bekerja sama dalam kegiatan masyarakat.
    • Menghargai perbedaan.

    🌻 G. Contoh Pelaksanaan Hak dan Kewajiban

    LingkunganHakKewajiban
    RumahMendapat kasih sayangMenghormati orang tua
    RumahMendapat makananMembantu orang tua sesuai kemampuan
    SekolahMendapat pembelajaranMengikuti pembelajaran dengan tertib
    SekolahMenggunakan fasilitas sekolahMerawat fasilitas sekolah
    SekolahBelajar di kelas yang nyamanMenjaga kebersihan kelas
    MasyarakatMenggunakan fasilitas umumMenjaga fasilitas umum
    MasyarakatMendapat lingkungan yang amanMematuhi aturan masyarakat

    💡 H. Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Seimbang?

    Jika setiap orang hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban, kehidupan bersama dapat menjadi tidak tertib.

    Contoh:

    Semua siswa ingin kelasnya bersih, tetapi tidak ada yang mau melaksanakan piket. Akibatnya, kelas menjadi kotor dan tidak nyaman untuk belajar.

    Sebaliknya, jika siswa melaksanakan kewajibannya dengan baik, maka hak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang nyaman dapat terpenuhi.

    ⭐ Ingat!

    Hak → sesuatu yang kita terima.
    Kewajiban → sesuatu yang harus kita lakukan.
    Tanggung jawab → kesadaran melaksanakan kewajiban dengan sungguh-sungguh.


    🌸 I. Sikap yang Perlu Dibiasakan

    Sebagai siswa kelas 5 yang bertanggung jawab, mari kita biasakan:

    🌱 Melaksanakan tugas tepat waktu.
    🌱 Menjaga kebersihan.
    🌱 Menghormati guru dan orang tua.
    🌱 Menghargai hak teman.
    🌱 Tidak memaksakan kehendak.
    🌱 Mematuhi aturan.
    🌱 Saling membantu.
    🌱 Berani menyampaikan pendapat dengan santun.

 Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : IPAS

Hari, Tanggal         : Rabu, 23 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Perambatan Gelombang Bunyi
Pertemuan ke        : 15

🌟 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami konsep bunyi dan sifat-sifatnya melalui kegiatan mengamati, menyelidiki, dan melakukan percobaan sederhana. Peserta didik dapat mengidentifikasi bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar serta menemukan berbagai sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian bunyi dengan benar.
  2. Menjelaskan bahwa bunyi berasal dari benda yang bergetar.
  3. Mengidentifikasi berbagai benda yang dapat menghasilkan bunyi.
  4. Menemukan berbagai sumber bunyi di lingkungan sekitar.
  5. Melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan bahwa benda yang bergetar dapat menghasilkan bunyi.
  6. Menyampaikan hasil pengamatan tentang sumber bunyi secara lisan maupun tertulis.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid diajak berhenti sejenak dan memusatkan perhatian pada bunyi yang ada di sekitarnya. Murid mendengarkan dengan tenang berbagai bunyi, seperti suara teman, kendaraan, burung, kipas angin, atau bel sekolah. Setelah itu, murid menyadari bahwa setiap bunyi memiliki sumber dan dihasilkan oleh benda yang bergetar.

Pertanyaan pemantik:

“Bunyi apa saja yang dapat kamu dengar saat kamu diam dan mendengarkan dengan saksama?”


💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan konsep bunyi dengan pengalaman sehari-hari. Misalnya, ketika memetik gitar, memukul drum, berbicara, membunyikan bel, atau mendengar suara kendaraan. Melalui percobaan sederhana, murid menemukan sendiri bahwa benda yang bergetar dapat menghasilkan bunyi.

Pembelajaran menjadi bermakna karena murid memahami bahwa bunyi yang mereka dengar setiap hari memiliki sumber dan terjadi karena adanya getaran.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan “Berburu Sumber Bunyi”. Murid bekerja secara berkelompok untuk menemukan berbagai sumber bunyi di kelas atau lingkungan sekolah. Murid juga melakukan permainan tebak bunyi dan percobaan sederhana menggunakan penggaris, karet gelang, botol, atau benda lainnya.

Murid dapat menyampaikan hasil temuannya dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

🌸 Slogan kegiatan:

“Dengar Bunyi, Cari Sumbernya, Temukan Getarannya!”


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)



1Murid mengenali berbagai bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar.
2Murid menjelaskan pengertian bunyi dengan bahasa sederhana.
3Murid memahami bahwa bunyi berasal dari benda yang bergetar.
4Murid mengidentifikasi berbagai sumber bunyi.
5Murid menemukan berbagai sumber bunyi di lingkungan sekitar.
6Murid mengomunikasikan hasil pengamatan tentang bunyi dan sumber bunyi.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. 📚 Bunyi Dapat Merambat melalui Medium

    🎯 Tujuan Pembelajaran

    Murid dapat memahami bahwa bunyi dapat merambat melalui medium tertentu dan menghubungkannya dengan peristiwa sehari-hari.


    🌷 A. Apa Itu Bunyi?

    Bunyi adalah getaran yang dapat didengar oleh telinga.

    Bunyi berasal dari benda yang bergetar. Ketika benda bergetar, getaran tersebut dapat merambat melalui suatu medium hingga sampai ke telinga kita.

    Contoh:

    • Senar gitar yang dipetik menghasilkan bunyi karena senar bergetar.
    • Ketika berbicara, pita suara kita bergetar sehingga menghasilkan bunyi.
    • Drum menghasilkan bunyi ketika permukaannya dipukul dan bergetar.

    🌿 Ingat: Bunyi berasal dari benda yang bergetar dan membutuhkan medium untuk merambat.


    🌼 B. Apa yang Dimaksud dengan Medium?

    Medium adalah zat atau benda yang menjadi perantara bagi bunyi untuk merambat.

    Bunyi dapat merambat melalui:

    1. 💨 Benda Gas

    Udara merupakan medium yang paling sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Contoh:

    • Kita dapat mendengar suara guru karena bunyi merambat melalui udara.
    • Kita dapat mendengar suara teman ketika berbicara.
    • Suara burung dapat terdengar dari kejauhan.

    Udara → telinga kita → terdengar bunyi


    2. 💧 Benda Cair

    Bunyi juga dapat merambat melalui benda cair, misalnya air.

    Contoh:

    • Dua batu yang dibenturkan di dalam air dapat menghasilkan bunyi yang dapat dideteksi di dalam air.
    • Hewan seperti lumba-lumba menggunakan bunyi untuk berkomunikasi dan mengetahui keadaan di sekitarnya.

    💡 Fakta menarik: Bunyi dapat merambat di dalam air sehingga hewan yang hidup di air dapat berkomunikasi menggunakan bunyi.


    3. 🪵 Benda Padat

    Bunyi juga dapat merambat melalui benda padat.

    Contoh:

    • Menempelkan telinga pada meja dan meminta teman mengetuk meja dari ujung yang lain.
    • Kita dapat mendengar ketukan melalui meja.
    • Suara kereta api dapat terdengar melalui rel ketika telinga didekatkan pada rel.

    Ketukan → meja → telinga → terdengar bunyi


    🌻 C. Apakah Bunyi Dapat Merambat Tanpa Medium?

    Tidak.

    Bunyi membutuhkan medium untuk merambat. Medium tersebut dapat berupa:

    Padat → Cair → Gas

    Bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa karena tidak ada medium yang membawa getaran bunyi.

    🚀 Contoh: Di luar angkasa terdapat ruang yang hampir hampa. Oleh karena itu, suara tidak dapat merambat seperti suara di udara.


    🌱 D. Contoh Peristiwa Bunyi dalam Kehidupan Sehari-hari

    PeristiwaMedium Perambatan
    Berbicara dengan temanUdara
    Mendengar suara guruUdara
    Mendengar suara burungUdara
    Mendengar ketukan melalui mejaBenda padat
    Mendengar bunyi di dalam airAir
    Lumba-lumba berkomunikasiAir
    Mendengar suara melalui dindingBenda padat

    🔎 E. Percobaan Sederhana: Bunyi Merambat melalui Benda Padat

    Alat dan bahan:

    • 1 meja
    • 2 orang murid

    Langkah kegiatan:

    1. Mintalah satu murid duduk di salah satu ujung meja.
    2. Murid lainnya menempelkan telinga pada permukaan meja.
    3. Murid pertama mengetuk meja secara perlahan.
    4. Amati apakah bunyi ketukan dapat terdengar melalui meja.
    5. Bandingkan dengan mendengarkan ketukan tanpa menempelkan telinga pada meja.

    💭 Kesimpulan

    Bunyi dapat merambat melalui benda padat. Meja menjadi medium yang membantu merambatkan getaran bunyi hingga sampai ke telinga.


    🌟 F. Hubungan dengan Kehidupan Sehari-hari

    Coba perhatikan beberapa peristiwa berikut.

    1. Mengapa kita dapat mendengar suara teman?
    Karena getaran bunyi dari suara teman merambat melalui udara hingga sampai ke telinga.

    2. Mengapa suara ketukan dapat terdengar melalui meja?
    Karena getaran bunyi dapat merambat melalui benda padat.

    3. Mengapa kita dapat mendengar suara ketika berada di dalam air?
    Karena bunyi dapat merambat melalui air.

    4. Mengapa suara tidak dapat merambat di ruang hampa?
    Karena tidak terdapat medium yang dapat membawa getaran bunyi.


    🧠 G. Ayo Mengingat!

    Bunyi berasal dari benda yang bergetar. Bunyi dapat merambat melalui medium berupa benda padat, cair, dan gas. Bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa.

    ✨ Kata Kunci

    Bunyi – Getaran – Merambat – Medium – Padat – Cair – Gas


    🌸 H. Ayo Berpikir!

    Bayangkan kamu sedang berada di kolam renang. Dua orang teman menyelam ke dalam air. Salah satu teman mengetukkan dua batu di dalam air.

    Pertanyaan:

    1. Apakah bunyi ketukan dapat merambat di dalam air?
    2. Apa yang menjadi medium perambatan bunyi?
    3. Sebutkan dua contoh peristiwa bunyi yang merambat melalui benda padat!
    4. Mengapa bunyi membutuhkan medium untuk merambat?
    5. Sebutkan contoh bunyi yang merambat melalui udara dalam kehidupan sehari-hari.