Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Jum'at, 11 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Membuat dan Merefleksikan Karya Makrame
Pertemuan ke        : 15



Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu mengenal, mengeksplorasi, dan membuat karya kerajinan makramé menggunakan berbagai teknik simpul sederhana dengan memperhatikan unsur garis, bentuk, warna, tekstur, pola, kerapian, dan nilai guna. Peserta didik mampu mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan keterampilan motorik dalam proses berkarya serta mampu menghargai dan mempresentasikan hasil karya sendiri maupun karya teman.

Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan fungsi makramé dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan untuk membuat karya makramé.
  3. Mengenal dan menjelaskan jenis-jenis simpul dasar makramé, seperti simpul mati, simpul kepala, simpul persegi, dan simpul spiral.
  4. Mempraktikkan teknik membuat simpul dasar makramé dengan benar dan aman.
  5. Membuat karya makramé sederhana dengan memperhatikan pola, bentuk, warna, tekstur, dan kerapian.
  6. Mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui kegiatan membuat karya makramé.
  7. Mempresentasikan dan menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman dengan percaya diri dan sikap positif.

Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba.
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.


    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.



    2. https://www.youtube.com/shorts/weLx_sVEQk8

    3. https://www.youtube.com/shorts/H4K7Zu5tfhw
    4.  Sejarah Singkat Makramé

      Makramé merupakan seni kerajinan yang sudah dikenal sejak dahulu. Keterampilan membuat simpul berkembang di berbagai tempat dan digunakan untuk membuat benda yang berguna maupun sebagai hiasan.

      Saat ini, makramé banyak digunakan untuk membuat berbagai kerajinan yang memiliki nilai keindahan dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


      Makramé dalam Kehidupan Sehari-hari

      Makramé dapat digunakan untuk membuat benda yang memiliki nilai keindahan sekaligus nilai guna, misalnya:

      • Gantungan kunci
      • Gelang
      • Hiasan dinding
      • Gantungan tanaman
      • Hiasan tas
      • Tempat botol
      • Hiasan pintu
      • Aksesori sederhana

      C. Alat dan Bahan

      Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan untuk membuat makramé sederhana adalah:

      1. Tali makramé atau tali katun.
      2. Gunting untuk memotong tali.
      3. Kayu atau stik sebagai tempat mengikat tali.
      4. Manik-manik sebagai hiasan tambahan.
      5. Meteran atau penggaris untuk mengukur panjang tali.
      6. Selotip untuk membantu menahan tali ketika membuat simpul.

      Catatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan ikuti petunjuk guru.

      D. Unsur Seni dalam Makramé

      Dalam membuat karya makramé, kita dapat memperhatikan beberapa unsur seni, yaitu:

      1. Garis
      Susunan tali dapat membentuk garis lurus, miring, atau melengkung.

      2. Bentuk
      Simpul-simpul yang dibuat dapat menghasilkan berbagai bentuk dan pola.

      3. Warna
      Pemilihan warna tali dapat membuat karya terlihat lebih menarik.

      4. Tekstur
      Tali dan simpul menghasilkan tekstur yang dapat dirasakan dengan tangan.

      5. Pola
      Pengulangan simpul dapat menghasilkan pola yang teratur dan indah.

      E. Mengenal Simpul Dasar Makramé

      1. Simpul Mati

      Simpul mati merupakan salah satu simpul dasar yang dibuat dengan cara menyilangkan dua bagian tali kemudian mengencangkannya.

      Kegunaan:
      Untuk mengikat atau mengunci tali agar tidak mudah terlepas.

      2. Simpul Kepala (Lark's Head)

      Simpul kepala digunakan untuk mengikat tali pada kayu atau benda lain sebagai dasar pembuatan makramé.

      Cara sederhananya:

      • Lipat tali menjadi dua.
      • Letakkan bagian lengkung tali pada kayu.
      • Masukkan ujung tali melalui bagian lengkung.
      • Tarik hingga kuat.

      3. Simpul Persegi

      Simpul persegi merupakan salah satu simpul yang sering digunakan dalam makramé.

      Simpul ini dibuat menggunakan beberapa tali yang disilangkan dan dikencangkan secara bergantian.

      Kegunaan: membuat pola utama pada karya makramé.

      4. Simpul Spiral

      Simpul spiral dibuat dengan cara melakukan pola simpul secara berulang sehingga menghasilkan bentuk seperti pilinan atau spiral.

      Kegunaan: memberikan variasi dan keindahan pada karya.

      F. Langkah-Langkah Membuat Makramé Sederhana

      Contoh karya yang dapat dibuat siswa kelas V adalah gantungan makramé sederhana.

      Langkah 1: Menyiapkan alat dan bahan
      Siapkan tali, gunting, stik kayu, dan hiasan jika diperlukan.

      Langkah 2: Mengukur tali
      Potong beberapa tali dengan panjang yang sama sesuai ukuran karya.

      Langkah 3: Memasang tali
      Ikatkan tali pada stik menggunakan simpul kepala.

      Langkah 4: Membuat simpul
      Gunakan simpul mati, simpul persegi, atau simpul spiral sesuai pola yang diinginkan.

      Langkah 5: Menyusun pola
      Buat simpul secara berulang dan teratur sehingga membentuk pola yang menarik.

      Langkah 6: Menambahkan hiasan
      Tambahkan manik-manik atau hiasan lainnya jika diperlukan.

      Langkah 7: Merapikan karya
      Potong bagian tali yang terlalu panjang dan pastikan semua simpul terikat kuat.

      Langkah 8: Menampilkan karya
      Tunjukkan hasil karya kepada teman-teman dan ceritakan proses pembuatannya.

      G. Prinsip Membuat Karya Makramé

      Agar karya makramé terlihat baik, perhatikan:

      • Kerapian dalam membuat simpul.
      • Ketelitian saat mengikuti pola.
      • Kekuatan ikatan agar karya tidak mudah terlepas.
      • Keserasian warna tali.
      • Keseimbangan bentuk karya.
      • Kreativitas dalam membuat pola.

      H. Sikap yang Dikembangkan

      Kegiatan membuat makramé dapat melatih:

      1. Kreativitas – menciptakan pola dan bentuk baru.
      2. Kesabaran – membuat simpul membutuhkan ketekunan.
      3. Ketelitian – setiap simpul harus dibuat dengan tepat.
      4. Kemandirian – berusaha menyelesaikan karya sendiri.
      5. Tanggung jawab – menjaga alat dan bahan.
      6. Kerja sama – saling membantu ketika bekerja dalam kelompok.
      7. Menghargai karya – menghargai hasil karya sendiri dan teman.

      J. Refleksi

      Setelah membuat karya makramé, jawablah pertanyaan berikut.

      1.  Apa yang dimaksud dengan makramé?
      2. Apa saja alat dan bahan yang digunakan?
      3. Sebutkan tiga jenis simpul makramé yang kamu ketahui!
      4. Simpul apa yang paling mudah kamu buat?
      5. Apa kesulitan yang kamu alami saat membuat makramé?
      6. Bagaimana cara kamu mengatasi kesulitan tersebut?
      7. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil membuat karya makramé?

     Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

    Mata Pelajaran      : Pendidikan Anti Korupsi
    Hari, Tanggal         : Kamis, 10 September 2026
    Fase/Kelas             : C / 5
    Materi                     : Tanggung Jawab
    Pertemuan ke        : 13

    Capaian Pembelajaran

    Peserta didik mampu memahami dan membiasakan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari nilai-nilai antikorupsi, dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta menggunakan barang atau sesuatu yang dipercayakan kepadanya dengan benar.

    Tujuan Pembelajaran

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

    1. Menjelaskan pengertian tanggung jawab dengan benar.
    2. Menyebutkan contoh perilaku tanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.
    3. Mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan dan tidak menunjukkan tanggung jawab.
    4. Menjelaskan pentingnya tanggung jawab sebagai salah satu nilai antikorupsi.

    🌿Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban yang diberikan kepada mereka harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman ketika mendapat tanggung jawab di rumah maupun di sekolah, seperti mengerjakan tugas, melaksanakan piket, menjaga barang, atau mengembalikan barang yang dipinjam. Peserta didik kemudian menyadari perasaan dan akibat yang muncul ketika mereka melaksanakan atau mengabaikan tanggung jawab. Melalui kegiatan refleksi sederhana, peserta didik memahami bahwa menjadi pribadi yang bertanggung jawab berarti berani melaksanakan tugas, menjaga amanah, mengakui kesalahan, dan memperbaiki kesalahan.

    Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Peserta didik menghubungkan materi tanggung jawab dengan kehidupan nyata yang mereka alami sehari-hari. Guru memberikan contoh situasi sederhana, seperti bendahara kelas yang harus menjaga uang kas, siswa yang mendapat tugas piket, atau siswa yang meminjam barang milik temannya. Peserta didik berdiskusi untuk menentukan tindakan yang benar dan tidak benar serta menjelaskan alasannya. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa sikap tanggung jawab bukan hanya materi pelajaran, tetapi merupakan kebiasaan yang penting untuk membangun kejujuran, amanah, dan sikap antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

    Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

    Peserta didik belajar tentang tanggung jawab melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan mereka secara aktif. Guru dapat menggunakan permainan “Aku Bertanggung Jawab”, kartu situasi, kuis, atau permainan kelompok. Peserta didik diminta memilih tindakan yang tepat dari berbagai situasi yang diberikan, kemudian menyampaikan alasan pilihannya. Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian peserta didik dalam menjawab dan menyampaikan pendapat. Pembelajaran diakhiri dengan membuat “Janji Tanggung Jawabku”, yaitu satu tindakan bertanggung jawab yang akan mereka biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, peserta didik diharapkan lebih mudah memahami dan menerapkan nilai tanggung jawab.

    Alur Tujuan Pembelajaran

      1. Peserta didik memahami pengertian tanggung jawab dan pentingnya sikap bertanggung jawab sebagai nilai antikorupsi.

        Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.

        Peserta didik menganalisis akibat dari perilaku tidak bertanggung jawab serta menentukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi sehari-hari.

        Peserta didik menunjukkan sikap bertanggung jawab dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta berusaha memperbaikinya.

        Peserta didik membiasakan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penerapan nilai antikorupsi.


    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


    Materi: Tanggung Jawab

    A. Pengertian Tanggung Jawab

    Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh serta berani menerima akibat dari perbuatan yang dilakukan.

    Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya dengan baik, menjaga amanah, dan tidak menyalahkan orang lain ketika melakukan kesalahan.



    Contoh:

    • Mengerjakan tugas sekolah tepat waktu.
    • Menjaga kebersihan kelas.
    • Mengembalikan barang yang dipinjam.
    • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
    • Mengakui kesalahan jika melakukan kesalahan.
    • Menjaga barang milik sekolah.

    B. Tanggung Jawab sebagai Nilai Antikorupsi

    Tanggung jawab merupakan salah satu sikap penting dalam pendidikan antikorupsi.

    Orang yang memiliki tanggung jawab akan berusaha menjalankan amanah dengan baik dan tidak menggunakan sesuatu yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan pribadi.

    Sejak kecil, sikap tanggung jawab perlu dibiasakan agar kita tumbuh menjadi orang yang jujur, dapat dipercaya, disiplin, dan amanah.

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    Di rumah

    • Merapikan tempat tidur sendiri.
    • Membantu orang tua sesuai kemampuan.
    • Menjaga barang milik keluarga.
    • Mengakui jika melakukan kesalahan.

    Di sekolah

    • Mengerjakan tugas sendiri.
    • Melaksanakan piket.
    • Menjaga fasilitas sekolah.
    • Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu.
    • Tidak menitipkan tugas kepada teman.

    Di masyarakat

    • Menjaga kebersihan lingkungan.
    • Mematuhi aturan.
    • Menjaga barang yang dititipkan orang lain.
    • Melaksanakan tugas dalam kegiatan bersama.

    C. Ciri-Ciri Anak yang Bertanggung Jawab

    Anak yang memiliki sikap tanggung jawab biasanya:

    1. Menyelesaikan tugas yang diberikan.
    2. Menepati janji kepada orang lain.
    3. Menjaga amanah yang diberikan.
    4. Berani mengakui kesalahan.
    5. Tidak menyalahkan orang lain atas kesalahannya.
    6. Menjaga barang milik sendiri dan orang lain.
    7. Melaksanakan kewajiban tanpa harus selalu diingatkan.
    8. Bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

    D. Hubungan Tanggung Jawab dengan Antikorupsi

    Korupsi dapat terjadi ketika seseorang tidak menjalankan amanah dengan baik dan menggunakan sesuatu yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi.

    Oleh karena itu, sikap tanggung jawab harus dilatih sejak sekolah.

    Misalnya:

    Situasi:
    Ketua kelas diberi uang oleh guru untuk membeli alat kebersihan. Setelah membeli barang, masih ada uang yang tersisa.

    Sikap bertanggung jawab:
    Ketua kelas mengembalikan sisa uang dan menunjukkan bukti pembelian kepada guru.

    Sikap tidak bertanggung jawab:
    Ketua kelas menggunakan sisa uang untuk membeli makanan tanpa izin.

    Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa uang atau barang yang dipercayakan kepada kita merupakan amanah yang harus dijaga dan digunakan sesuai tujuan.


    E. Contoh Perilaku Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

    Bertanggung JawabTidak Bertanggung Jawab
    Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda-nunda tugas
    Mengakui kesalahanMenyalahkan teman
    Mengembalikan barang pinjamanTidak mengembalikan barang
    Melaksanakan piketMeninggalkan tugas piket
    Menjaga uang yang dititipkanMenggunakan uang titipan tanpa izin
    Menjaga fasilitas sekolahMerusak fasilitas sekolah
    Mengembalikan kelebihan uangMenyimpan uang yang bukan haknya

    F. Ayo Mengamati

    Bacalah cerita berikut!

    “Uang Kas Kelas”

    Kelas V memiliki uang kas sebesar Rp100.000. Uang tersebut diberikan kepada Raka sebagai bendahara kelas untuk membeli alat kebersihan.

    Raka membeli alat kebersihan seharga Rp75.000. Setelah membeli barang, Raka masih memiliki uang Rp25.000. Raka kemudian berpikir untuk menggunakan uang tersebut membeli makanan.

    Pertanyaan:

    1. Siapakah yang bertanggung jawab menjaga uang kas kelas?
    2. Bolehkah Raka menggunakan sisa uang tersebut untuk kepentingan pribadi?
    3. Apa yang seharusnya dilakukan Raka?
    4. Sikap antikorupsi apa yang ditunjukkan dalam cerita tersebut?
    5. Apa akibatnya jika Raka menggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi?

    G. Ayo Berdiskusi

    Diskusikan bersama kelompokmu!

    Kasus 1

    Kamu menemukan uang Rp20.000 di bawah meja kelas. Tidak ada seorang pun yang mengaku kehilangan uang tersebut.

    Apa yang akan kamu lakukan? Mengapa?

    Kasus 2

    Guru memberikan tugas kelompok. Salah satu teman tidak mengerjakan tugas, tetapi meminta namanya tetap dicantumkan sebagai anggota yang ikut mengerjakan.

    Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

    Kasus 3

    Kamu tidak sengaja memecahkan penggaris milik teman.

    Apa tindakan yang menunjukkan tanggung jawab?


    H. Ayo Mencoba

    Tuliskan 5 tanggung jawabmu sebagai seorang siswa!

    1. ........................................................................
    2. ........................................................................
    3. ........................................................................
    4. ........................................................................
    5. ........................................................................

    Kemudian tuliskan satu tanggung jawab yang akan kamu biasakan mulai hari ini.

    Saya akan:
    ..................................................................................

    Alasannya:
    ..................................................................................


    I. Pesan Antikorupsi

    “Orang yang bertanggung jawab akan menjaga amanah, melaksanakan tugas dengan jujur, dan berani memperbaiki kesalahan.”

    Mari kita biasakan sejak kecil:

    Jujur dalam perkataan,
    bertanggung jawab dalam tindakan,
    dan amanah dalam menjalankan tugas.

    Dengan membiasakan sikap tersebut, kita ikut membangun generasi Indonesia yang berintegritas dan antikorupsi.


    J. Latihan Soal

    Pilihan Ganda

    1. Tanggung jawab berarti ....

    A. melakukan sesuatu sesuka hati
    B. melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik
    C. menghindari semua tugas
    D. menyalahkan orang lain

    2. Contoh tanggung jawab seorang siswa adalah ....

    A. menyontek pekerjaan teman
    B. meninggalkan tugas piket
    C. mengerjakan tugas tepat waktu
    D. menyembunyikan buku teman

    3. Ketika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, sebaiknya kita ....

    A. menyalahkan teman
    B. pura-pura tidak tahu
    C. mengakui kesalahan dan meminta maaf
    D. meninggalkan tempat tersebut

    4. Bendahara kelas menemukan kelebihan uang setelah berbelanja. Sikap yang tepat adalah ....

    A. menggunakan uang untuk membeli makanan
    B. menyimpan uang untuk diri sendiri
    C. mengembalikan dan melaporkan sisa uang
    D. memberikan uang kepada teman

    5. Tanggung jawab penting dalam pendidikan antikorupsi karena ....

    A. membuat seseorang bebas melakukan apa saja
    B. membiasakan seseorang menjaga amanah dan menjalankan kewajiban
    C. membuat seseorang selalu mendapatkan hadiah
    D. membuat seseorang tidak perlu mengikuti aturan

    Jawaban Singkat

    6. Apa yang dimaksud dengan tanggung jawab?

    7. Sebutkan dua contoh tanggung jawab di sekolah!

    8. Mengapa kita harus mengembalikan barang yang dipinjam?

    9. Apa yang harus dilakukan jika kita melakukan kesalahan?

    10. Bagaimana hubungan sikap tanggung jawab dengan perilaku antikorupsi?

     Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

    Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia
    Hari, Tanggal         : Kamis, 10 September 2026
    Fase/Kelas             : C / 5
    Materi                     : Kalimat Langsung dan Tak Langsung
    Pertemuan ke        : 14

    Capaian Pembelajaran (CP)

    Peserta didik mampu memahami, mengidentifikasi, dan menganalisis informasi dari teks naratif dan deskriptif yang dibaca atau didengar. Peserta didik mampu menemukan informasi penting, memahami struktur dan ciri-ciri teks, serta menyampaikan kembali isi teks secara lisan maupun tulisan. Peserta didik juga mampu menulis teks naratif dan deskriptif sederhana dengan menggunakan kosakata, kalimat, dan ejaan yang tepat serta sesuai dengan tujuan dan konteks.

    Tujuan Pembelajaran (TP)

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

    1. Menjelaskan pengertian teks naratif dan teks deskriptif.
    2. Mengidentifikasi ciri-ciri teks naratif dan teks deskriptif.
    3. Menentukan struktur teks naratif dan teks deskriptif.
    4. Menemukan informasi penting dalam teks naratif dan deskriptif.
    5. Membedakan teks naratif dan teks deskriptif berdasarkan isi dan tujuannya.
    6. Menganalisis penggunaan kosakata dan kalimat dalam teks naratif dan deskriptif.
    7. Menceritakan kembali isi teks naratif dengan bahasa sendiri secara runtut.
    8. Mendeskripsikan orang, benda, tempat, atau suasana secara jelas dan terperinci.
    9. Menulis teks naratif sederhana berdasarkan pengalaman atau imajinasi.
    10. Menulis teks deskriptif sederhana dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan objek secara tepat.
    11. Menyajikan hasil tulisan secara lisan maupun tertulis dengan percaya diri dan santun.
    🌿 Mindful Learning

    Murid diajak untuk fokus dan sadar dalam menggunakan bahasa melalui kegiatan menyimak percakapan sederhana. Murid mendengarkan perkataan yang disampaikan oleh guru atau teman, kemudian mengamati perbedaan antara perkataan yang disampaikan secara langsung dan perkataan yang diceritakan kembali. Murid juga memperhatikan penggunaan tanda baca, terutama tanda petik, koma, tanda tanya, dan tanda seru.

    💡 Meaningful Learning

    Murid menghubungkan materi kalimat langsung dan tidak langsung dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, seperti percakapan dengan guru, orang tua, dan teman. Murid berlatih menyampaikan kembali informasi dari percakapan atau wawancara sederhana menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung sehingga memahami manfaatnya dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi dengan tepat.

    🎉 Joyful Learning

    Murid belajar dalam suasana menyenangkan melalui bermain peran, permainan kartu "Kalimat Langsung atau Tidak Langsung?", wawancara teman, dan kegiatan Reporter Cilik. Murid bekerja secara berpasangan atau berkelompok untuk membuat percakapan, mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung, dan mempresentasikan hasilnya. Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian, kreativitas, dan kerja sama murid.

    Alur Tujuan Pembelajaran

      1. Menjelaskan pengertian kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
      2. Mengidentifikasi ciri-ciri kalimat langsung dan tidak langsung.
      3. Membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
      4. Menentukan penggunaan tanda baca pada kalimat langsung.
      5. Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
      6. Mengubah kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung.
      7. Membuat kalimat langsung dan tidak langsung dengan tepat 

    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


    Teks Naratif dan Teks Deskriptif



    B. Teks Naratif

    1. Pengertian Teks Naratif

    Teks naratif adalah teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara runtut dari awal hingga akhir.

    Teks naratif biasanya memiliki tokoh, tempat, waktu, peristiwa, dan alur cerita.

    Cerita naratif dapat berupa pengalaman pribadi, cerita rakyat, dongeng, atau cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi.

    2. Ciri-Ciri Teks Naratif

    Ciri-ciri teks naratif antara lain:

    • Menceritakan suatu peristiwa atau kejadian.
    • Memiliki tokoh.
    • Memiliki latar tempat dan waktu.
    • Memiliki urutan kejadian atau alur.
    • Menggunakan kata kerja yang menunjukkan tindakan.
    • Peristiwa biasanya disampaikan secara berurutan.
    • Dapat mengandung pesan atau amanat.

    3. Struktur Teks Naratif

    Secara sederhana, teks naratif terdiri atas:

    a. Orientasi
    Bagian yang memperkenalkan tokoh, tempat, dan waktu terjadinya cerita.

    b. Komplikasi
    Bagian yang menceritakan munculnya masalah atau konflik.

    c. Resolusi
    Bagian yang menceritakan penyelesaian masalah.

    d. Koda/Amanat
    Bagian yang berisi pesan atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita.


    4. Contoh Teks Naratif

    Sepeda Baru Rani

    Pada hari Minggu pagi, Rani pergi bersepeda bersama ayahnya. Mereka bersepeda di taman dekat rumah. Rani sangat senang karena ayah baru saja membelikannya sepeda.

    Ketika sedang bersepeda, Rani melihat seorang anak kecil terjatuh. Anak itu tampak kesulitan mengangkat sepedanya. Rani segera menghampirinya dan membantu anak tersebut.

    Setelah memastikan anak itu baik-baik saja, Rani melanjutkan perjalanan bersama ayahnya. Ayah memuji Rani karena mau membantu orang lain.

    Rani merasa senang. Ia menyadari bahwa membantu orang lain adalah perbuatan yang baik.

    Amanat: Kita harus peduli dan membantu orang lain yang membutuhkan.

    5. Mari Menemukan Unsur Cerita

    Dari cerita tersebut, kita dapat menemukan:

    • Tokoh: Rani, ayah, dan anak kecil.
    • Tempat: Taman.
    • Waktu: Minggu pagi.
    • Peristiwa: Rani bersepeda dan membantu anak yang terjatuh.
    • Amanat: Kita harus peduli dan suka membantu.

    C. Teks Deskriptif

    1. Pengertian Teks Deskriptif

    Teks deskriptif adalah teks yang menggambarkan suatu objek secara jelas dan terperinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakan objek tersebut.

    Objek yang dideskripsikan dapat berupa:

    • orang,
    • hewan,
    • tumbuhan,
    • benda,
    • tempat,
    • suasana, atau
    • lingkungan.

    2. Ciri-Ciri Teks Deskriptif

    Ciri-ciri teks deskriptif antara lain:

    • Menggambarkan suatu objek secara jelas.
    • Menjelaskan ciri-ciri objek.
    • Menggunakan kata-kata yang menggambarkan bentuk, warna, ukuran, sifat, atau keadaan.
    • Menggunakan kata sifat, seperti indah, besar, kecil, bersih, harum, sejuk, dan sebagainya.
    • Membuat pembaca seolah-olah melihat atau merasakan objek yang digambarkan.

    3. Struktur Teks Deskriptif

    Teks deskriptif dapat disusun dengan struktur sederhana:

    a. Identifikasi
    Memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan.

    b. Deskripsi bagian
    Menjelaskan ciri-ciri dan bagian-bagian objek secara terperinci.

    c. Penutup/Kesan
    Berisi kesan atau simpulan tentang objek yang dideskripsikan.


    4. Contoh Teks Deskriptif

    Taman Sekolahku

    Taman sekolahku terletak di depan gedung kelas. Taman itu tidak terlalu luas, tetapi terlihat indah dan terawat.

    Di dalam taman terdapat berbagai macam tanaman. Bunga-bunga berwarna merah, kuning, dan ungu tumbuh dengan rapi. Rumputnya berwarna hijau dan dipotong dengan teratur. Di tengah taman terdapat sebuah pohon rindang yang membuat suasana menjadi sejuk.

    Setiap pagi, taman sekolah terlihat bersih dan menyegarkan. Aku senang berada di taman karena suasananya nyaman dan asri.

    5. Kata-Kata Deskriptif

    Perhatikan kata-kata berikut:

    ObjekKata yang dapat digunakan
    Bungaindah, harum, berwarna-warni
    Rumahbesar, bersih, nyaman
    Tamanhijau, sejuk, asri
    Pantailuas, indah, berpasir putih
    Kucinglucu, berbulu lembut, lincah

    D. Perbedaan Teks Naratif dan Deskriptif

    Teks NaratifTeks Deskriptif
    Menceritakan suatu peristiwaMenggambarkan suatu objek
    Memiliki tokoh dan alurMenjelaskan ciri-ciri objek
    Peristiwa disampaikan secara runtutObjek dijelaskan secara terperinci
    Bertujuan menghibur atau menyampaikan ceritaBertujuan memberikan gambaran kepada pembaca
    Contoh: cerita pengalaman, dongengContoh: deskripsi rumah, hewan, tempat

    Cara Mudah Mengingat

    Naratif = bercerita tentang kejadian.
    Deskriptif = menggambarkan sesuatu.


    E. Ayo Mengamati

    Bacalah kedua kalimat berikut.

    1. "Pada hari Minggu, Dika pergi ke kebun bersama ayahnya. Mereka menanam pohon mangga."

    2. "Pohon mangga itu memiliki daun berwarna hijau tua. Batangnya besar dan kulitnya kasar."

    Kalimat 1 termasuk bagian dari teks naratif karena menceritakan kejadian.

    Kalimat 2 termasuk bagian dari teks deskriptif karena menggambarkan ciri-ciri pohon mangga.


    F. Ayo Berlatih

    Pilihan Ganda

    1. Teks yang menceritakan suatu peristiwa secara runtut disebut teks ....

    A. deskriptif
    B. naratif
    C. prosedur
    D. eksposisi

    2. Tujuan utama teks deskriptif adalah ....

    A. menceritakan pengalaman
    B. memberikan petunjuk
    C. menggambarkan suatu objek
    D. mengajak pembaca bermain

    3. Berikut yang merupakan ciri teks naratif adalah ....

    A. menggambarkan warna benda
    B. memiliki tokoh dan alur
    C. menjelaskan bentuk benda
    D. menjelaskan ciri-ciri tempat

    4. Kata yang tepat untuk menggambarkan taman adalah ....

    A. berlari
    B. membaca
    C. sejuk
    D. berjalan

    5. Bagian teks naratif yang berisi penyelesaian masalah disebut ....

    A. orientasi
    B. komplikasi
    C. resolusi
    D. identifikasi

    Isian Singkat

    1. Teks yang menggambarkan suatu objek secara terperinci disebut teks ....
    2. Tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa merupakan unsur dalam teks ....
    3. Kata indah, bersih, harum, dan sejuk banyak digunakan dalam teks ....
    4. Bagian awal teks naratif yang memperkenalkan tokoh dan latar disebut ....
    5. Teks naratif biasanya menceritakan kejadian secara ....

    G. Ayo Mencoba

    Kegiatan 1 – Menulis Teks Naratif

    Tulislah sebuah cerita naratif sederhana dengan tema:

    "Pengalaman Menolong Teman"

    Tulislah minimal 3 paragraf dengan memperhatikan:

    • tokoh,
    • tempat,
    • waktu,
    • masalah,
    • penyelesaian, dan
    • amanat.

    Kegiatan 2 – Menulis Teks Deskriptif

    Pilih salah satu objek berikut:

    🌳 lingkungan sekolah
    🐱 hewan peliharaan
    🏠 rumah
    🌷 bunga
    🏞️ tempat wisata

    Kemudian tulislah teks deskriptif minimal 2–3 paragraf.

    Gunakan kata-kata yang menggambarkan:

    • bentuk,
    • warna,
    • ukuran,
    • keadaan,
    • sifat,
    • suasana.