Jum'at 31 Juli 2026 Seni Rupa dan Pengembangan karakter

Jum'at 31 Juli 2026

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin. 

Prinsip seni rupa untuk kelas 5 SD secara umum mencakup kesatuan, keseimbangan, irama, dan proporsi. Prinsip-prinsip ini adalah cara menata unsur dasar seni seperti garis, warna, dan bentuk agar gambar atau karya seni terlihat indah dan rapi. 
Macam-Macam Prinsip Seni Rupa
  • Kesatuan (Unity): Semua bagian dalam karya saling bersatu dan padu sehingga terlihat lengkap.
  • Keseimbangan (Balance): Susunan objek atau warna yang membuat karya terasa stabil dan tidak berat sebelah.
  • Irama / Ritme (Rhythm): Pengulangan bentuk atau garis yang teratur agar gambar terasa hidup dan mengalir.
  • Proporsi (Proportion): Perbandingan ukuran yang pas antara satu bagian objek dengan bagian objek lainnya.
  • Keselarasan (Harmony): Keserasian penataan unsur seni agar enak dipandang mata.
  • Penekanan (Emphasis): Bagian dalam karya yang dibuat lebih mencolok supaya menjadi pusat perhatian. 


  • Menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh adalah proses penting untuk membentuk karakter yang kuat. Usaha keras ini tidak hanya menambah pengetahuan di kepala saja. Proses belajar yang tekun melatih diri menjadi pribadi yang sabar, disiplin, dan bertanggung jawab. [1, 2, 3]
    Hubungan Ilmu dan Karakter
    • Melatih Disiplin: Belajar butuh waktu dan aturan yang harus dipatuhi setiap hari.
    • Menumbuhkan Kesabaran: Paham materi sulit perlu proses dan tidak bisa instan.
    • Membentuk Tanggung Jawab: Tugas belajar diselesaikan dengan tuntas tanpa mengeluh. [1, 2, 3]
    Manfaat Sikap Sungguh-Sungguh
    • Hati Lebih Rendah Hati: Orang pintar yang belajar dengan benar pasti tahu batas dirinya.
    • Pikiran Lebih Terbuka: Mudah menerima hal baru yang baik dan benar.
    • Siap Hadapi Masalah: Bekal ilmu membuat diri tidak mudah menyerah pada keadaan.

    • Mengelola waktu belajar untuk pengembangan karakter adalah proses membagi waktu secara sadar guna membangun disiplin, tanggung jawab, dan integritas diri. Hal ini mencakup pembuatan jadwal harian yang konsisten, penentuan prioritas nilai atau materi, serta evaluasi diri secara berkala agar proses belajar tidak hanya mengejar aspek akademik tetapi juga kematangan mental. [1, 2, 3, 4, 5]
      Langkah Pengelolaan Waktu
      • Buat Jadwal Rutin: Tentukan jam khusus setiap hari untuk belajar karakter atau refleksi diri tanpa gangguan.
      • Tentukan Prioritas: Mulai dengan materi atau kebiasaan positif yang paling utama dan mendesak.
      • Hindari Distraksi: Jauhkan ponsel atau hal lain yang merusak fokus saat sesi belajar berlangsung.
      • Gunakan Jeda Istirahat: Terapkan teknik istirahat teratur agar pikiran tetap jernih dan tidak jenuh.
      • Lakukan Evaluasi: Periksa kembali apakah jadwal harian sudah dijalankan dengan disiplin dan komitmen.

Kamis 30 Juli 2026 PAK dan B. Indonesia

Kamis 30 Juli 2026

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin. 


Kalimat majemuk setara adalah gabungan dua kalimat tunggal atau lebih yang kedudukannya sederajat atau sama penting. Jenis utamanya meliputi sejalan, berlawanan, dan sebab-akibat.
Ciri-Ciri
  • Terdiri dari dua klausa atau lebih yang mandiri dan bisa berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal jika konjungsinya dilepas.
  • Menggunakan kata hubung atau konjungsi koordinatif (seperti dan, atau, tetapi, sedangkan).
  • Tidak ada klausa yang menjadi anak kalimat dari klausa lainnya. 
Jenis dan Contoh
  • Setara Sejalan: Menggabungkan dua hal yang searah atau beriringan.
    • Konjungsi: dan, serta, kemudian, lalu.
    • Contoh: "Ayah membaca koran dan Ibu menyiapkan sarapan di dapur." 
  • Setara Berlawanan (Pertentangan): Menunjukkan hal yang bertolak belakang atau kontras.
    • Konjungsi: tetapi, sedangkan, melainkan.
    • Contoh: "Kakak rajin belajar, tetapi adiknya suka bermain game." 
  • Setara Memilih: Menawarkan pilihan di antara dua situasi atau benda.
    • Konjungsi: atau.
    • Contoh: "Kamu mau minum teh hangat atau es jeruk?" 
  • Setara Sebab-Akibat: Menunjukkan kejadian yang menjadi pemicu dan hasil akhirnya.
    • Konjungsi: sehingga, akibatnya, karena.
    • Contoh: "Hujan turun sangat deras, sehingga jalanan di depan rumah tergenang air."

Jika Anda mau, saya bisa membantu membuatkan contoh kalimat lain atau menjelaskan perbedaan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Apa yang ingin Anda bahas selanjutnya?


kejujuran adalah proses menanamkan nilai dasar agar siswa terbiasa berkata, bersikap, dan bertindak apa adanya. Kejujuran adalah fondasi utama dari sembilan nilai integritas anti korupsi yang melatih anak menolak segala bentuk kecurangan sekecil apa pun. 
Arti Kejujuran
  • Kesesuaian antara perkataan dan perbuatan.
  • Sifat lurus hati dan tidak berbohong.
  • Kunci utama pencegahan korupsi sejak dini.
Contoh di Sekolah
  • Tidak menyontek saat ujian.
  • Mengembalikan uang kembalian jajan di kantin.
  • Mengaku jika tidak sengaja merusak barang sekolah. [1]
Contoh di Rumah
  • Mengatakan alasan yang benar kepada orang tua.
  • Mengerjakan PR sendiri tanpa meminta bantuan berlebihan.
  • Jujur menggunakan uang saku sesuai kebutuhan.
Manfaat Bersikap Jujur
  • Dipercaya oleh guru, teman, dan orang tua.
  • Hati menjadi tenang dan tidak takut ketahuan.
  • Membentuk pribadi yang hebat dan berintegritas tinggi. [1, 2]