Class 5A SD AL-AZHAR 2

Hari/Tanggal    : Selasa / 18 Agustus 2026

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 5A

Mapel                : IPAS

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

1. Matematika
CP                                : Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran,melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli; mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan  lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma). 
TP                                : 

Peserta didik dapat Mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan  lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).

Materi Pokok             : Lingkungan 
Metode / Model          : Tanya jawab, demonstrasi / PBL
Media / Alat peraga   : Gambar berbagai ekosistem, Kartu gambar biotik dan abiotik, LKPD, Lingkungan sekolah (taman atau halaman sekolah)


"Allah SWT menciptakan seluruh makhluk hidup dan alam semesta dengan seimbang agar saling memberi manfaat. Sebagai manusia, kita diperintahkan untuk menjaga kelestarian bumi."

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya."(QS. Al-A'raf [7]: 56)



LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK




A. Apa Itu Lingkungan?

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup dan dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup tersebut.

Contohnya adalah lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah terdapat:

  • manusia;
  • tumbuhan;
  • hewan;
  • air;
  • tanah;
  • udara;
  • cahaya matahari;
  • batu;
  • dan benda-benda lainnya.

Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu lingkungan.


C. Komponen Lingkungan

Lingkungan terdiri atas dua kelompok utama, yaitu:

1. Komponen Biotik

Biotik adalah semua komponen lingkungan yang berupa makhluk hidup.

Makhluk hidup memiliki ciri-ciri seperti bernapas, membutuhkan makanan dan air, tumbuh, berkembang biak, serta dapat bergerak atau melakukan aktivitas.

Contoh komponen biotik:

🌳 Tumbuhan

  • pohon mangga
  • rumput
  • bunga
  • pohon kelapa
  • tanaman padi

🐱 Hewan

  • kucing
  • ayam
  • burung
  • ikan
  • kupu-kupu
  • semut

👨‍👩‍👧 Manusia

  • siswa
  • guru
  • petani
  • pedagang
  • anggota keluarga

🦠 Makhluk hidup lainnya

  • jamur
  • bakteri
  • mikroorganisme

Kesimpulan:

Jika sesuatu merupakan makhluk hidup, maka termasuk komponen biotik.


2. Komponen Abiotik

Abiotik adalah semua komponen lingkungan yang tidak hidup, tetapi sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.

Contoh komponen abiotik:

☀️ Cahaya matahari
Diperlukan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis.

💧 Air
Diperlukan manusia, hewan, dan tumbuhan untuk bertahan hidup.

🌬️ Udara
Manusia dan hewan membutuhkan oksigen untuk bernapas. Tumbuhan juga membutuhkan gas tertentu dari udara.

🌱 Tanah
Menjadi tempat tumbuh berbagai tumbuhan.

🪨 Batu
Merupakan benda tidak hidup yang terdapat di lingkungan.

🌡️ Suhu
Memengaruhi kehidupan dan aktivitas makhluk hidup.

Contoh lainnya:

  • pasir;
  • kelembapan;
  • angin;
  • mineral;
  • air laut;
  • air sungai.

Kesimpulan:

Jika sesuatu bukan makhluk hidup tetapi memengaruhi kehidupan, maka termasuk komponen abiotik.


D. Perbedaan Biotik dan Abiotik

BiotikAbiotik
Merupakan makhluk hidupBukan makhluk hidup
Dapat tumbuh dan berkembangTidak tumbuh dan berkembang seperti makhluk hidup
Dapat berkembang biakTidak dapat berkembang biak
Membutuhkan makanan atau energiTidak membutuhkan makanan
Contoh: manusia, hewan, tumbuhanContoh: air, tanah, udara, cahaya

Cara Mudah Mengingat

BIOTIK = HIDUP

Contoh:
Manusia – Hewan – Tumbuhan – Jamur – Bakteri

ABIOTIK = TIDAK HIDUP

Contoh:
Air – Tanah – Udara – Cahaya – Batu – Suhu


E. Hubungan Komponen Biotik dan Abiotik

Komponen biotik dan abiotik tidak berdiri sendiri. Keduanya saling berhubungan.

Contoh 1: Tumbuhan dan Cahaya Matahari

Tumbuhan membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis.

Cahaya matahari (abiotik) → membantu tumbuhan (biotik) membuat makanan.

Contoh 2: Ikan dan Air

Ikan hidup di dalam air.

Air (abiotik) → menjadi tempat hidup ikan (biotik).

Contoh 3: Tumbuhan dan Tanah

Tumbuhan membutuhkan tanah untuk tempat tumbuh dan memperoleh air serta mineral.

Tanah (abiotik) → membantu tumbuhan (biotik) tumbuh.

Contoh 4: Manusia dan Udara

Manusia membutuhkan udara untuk bernapas.

Udara (abiotik) → dibutuhkan manusia (biotik) untuk bernapas.


F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Lingkungan Sekolah

Coba perhatikan lingkungan sekolahmu.

Komponen biotik:

  • siswa;
  • guru;
  • pohon;
  • rumput;
  • bunga;
  • burung;
  • semut.

Komponen abiotik:

  • tanah;
  • air;
  • udara;
  • cahaya matahari;
  • batu;
  • suhu.

Semua komponen tersebut saling berinteraksi.


G. Contoh Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan di sekitarnya.

Contoh ekosistem:

🌳 Ekosistem Taman

Biotik:

  • pohon;
  • bunga;
  • rumput;
  • kupu-kupu;
  • burung;
  • semut.

Abiotik:

  • tanah;
  • air;
  • udara;
  • cahaya matahari;
  • batu.

🐟 Ekosistem Kolam

Biotik:

  • ikan;
  • tumbuhan air;
  • katak;
  • plankton.

Abiotik:

  • air;
  • batu;
  • cahaya matahari;
  • suhu.

🌾 Ekosistem Sawah

Biotik:

  • padi;
  • belalang;
  • katak;
  • tikus;
  • burung;
  • petani.

Abiotik:

  • tanah;
  • air;
  • udara;
  • cahaya matahari;
  • suhu.

H. Ayo Mengamati!

Lakukan pengamatan di lingkungan sekolah atau di sekitar rumah.

Carilah 5 komponen biotik dan 5 komponen abiotik.

No.Komponen yang DiamatiBiotik/AbiotikManfaat/Peran
1


2


3


4


5


6


7


8


9


10



I. Ayo Berpikir!

Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apa yang dimaksud dengan lingkungan?
  2. Apa yang dimaksud dengan komponen biotik?
  3. Sebutkan 5 contoh komponen biotik!
  4. Apa yang dimaksud dengan komponen abiotik?
  5. Sebutkan 5 contoh komponen abiotik!
  6. Mengapa tumbuhan membutuhkan cahaya matahari?
  7. Mengapa ikan membutuhkan air?
  8. Apa yang terjadi jika tumbuhan tidak mendapatkan air?
  9. Jelaskan hubungan antara manusia dan udara!
  10. Mengapa komponen biotik dan abiotik harus dijaga keseimbangannya?

J. Kesimpulan

Lingkungan terdiri atas komponen biotik dan abiotik.

Komponen biotik adalah makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, jamur, dan bakteri.

Komponen abiotik adalah benda atau faktor yang tidak hidup, seperti air, tanah, udara, cahaya matahari, batu, dan suhu.

Keduanya saling berhubungan dan saling membutuhkan. Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan seimbang.

🌱 Ingat!

Biotik = makhluk hidup.
Abiotik = benda atau faktor tidak hidup.
Biotik dan abiotik saling berinteraksi dalam lingkungan.


K. Sikap Peduli Lingkungan

Sebagai pelajar, kita dapat menjaga lingkungan dengan cara:

  • membuang sampah pada tempatnya;
  • mengurangi penggunaan plastik;
  • merawat tanaman;
  • tidak merusak tumbuhan;
  • tidak menyakiti hewan;
  • menghemat air;
  • menghemat listrik;
  • menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah.

Lingkungan yang bersih dan sehat membuat makhluk hidup dapat hidup dengan nyaman

 

Class 5A SD AL-AZHAR 2

Hari/Tanggal    : Jum'at / 14 Agustus 2026

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 5A

Mapel                : Seni Rupa

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin. 

Pengertian dan Prinsip Komposisi
Komposisi adalah cara menyusun objek gambar agar tampak seimbang dan indah. Tata letak yang baik membuat gambar tidak berat sebelah.
  • Keseimbangan (Balance): Berat visual objek di sisi kiri dan kanan terlihat sama atau selaras.
  • Kesatuan (Unity): Semua benda tampak saling mendukung dan membentuk satu tema.
  • Proporsi (Proportion): Perbandingan ukuran antar objek sesuai dengan kenyataan.
  • Pusat Perhatian (Center of Interest): Bagian gambar yang paling menarik perhatian penonton.
Objek Gambar Bentuk
  • Alam Benda (Still Life): Benda mati seperti kendi, gelas, piring, atau buah tiruan.
  • Tumbuhan (Flora): Daun, bunga, tangkai pohon, atau pot tanaman di sekitar rumah.
  • Alam Sekitar: Batu, kayu, atau pemandangan alam dekat.
Langkah-Langkah Menggambar Objek
  1. Pengamatan (Observasi): Amati bentuk dasar objek (lingkaran, tabung, atau kubus).
  2. Sketsa Kasar: Buat garis tipis untuk menentukan letak dan ukuran objek di kertas.
  3. Penyempurnaan Garis: Pertegas bentuk objek sesuai wujud aslinya secara perlahan.
  4. Pemberian Arsir/Warna: Beri gelap terang dengan pensil atau cat untuk memberi kesan tiga dimensi.
  5. Penyelesaian (Finishing): Periksa kembali keseimbangan dan kerapian gambar secara keseluruhan.

Class 5A SD AL-AZHAR 2

Hari/Tanggal    : Kamis / 13 Agustus 2026

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 5A

Mapel                : B. Indonesia

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin. 

BAHASA INDONESIA

TP                             : Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan                                          fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa.
Materi Pokok             : Majas
Metode / Model          :Tanya jawab
Media / Alat peraga   : Video, PPT

MAJAS: METAFORA, PERSONIFIKASI, HIPERBOLA, DAN MAJAS LAINNYA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian majas.
  2. Mengidentifikasi berbagai jenis majas.
  3. Menjelaskan ciri-ciri majas metafora, personifikasi, hiperbola, dan lainnya.
  4. Menentukan jenis majas dalam sebuah kalimat.
  5. Membuat kalimat menggunakan berbagai jenis majas dengan tepat.

B. Pengertian Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membuat suatu kalimat menjadi lebih menarik, indah, hidup, atau memiliki makna tertentu.

Majas banyak digunakan dalam puisi, cerpen, novel, lagu, pidato, iklan, dan percakapan sehari-hari.

Contoh:

"Dia adalah bintang kelas."

Kalimat tersebut bukan berarti dia benar-benar sebuah bintang. Kata "bintang" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki prestasi sangat baik. Kalimat tersebut menggunakan majas metafora.


C. Jenis-Jenis Majas

1. Majas Metafora

Pengertian

Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding seperti seperti, bagai, bagaikan, atau laksana.

Contoh:

  • Rina adalah bintang kelas.
  • Ayah menjadi tulang punggung keluarga.
  • Jangan menjadi kutu buku sepanjang hari.
  • Pemuda itu adalah bunga desa.

Penjelasan:

Pada kalimat "Rina adalah bintang kelas", Rina tidak benar-benar menjadi bintang. Kata bintang merupakan kiasan untuk seseorang yang berprestasi atau menonjol.

Ciri-ciri:

  • Membandingkan sesuatu secara langsung.
  • Tidak menggunakan kata seperti, bagai, atau bagaikan.
  • Mengandung makna kiasan.

2. Majas Personifikasi

Pengertian

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati, hewan, tumbuhan, atau sesuatu yang bukan manusia.

Contoh:

  • Angin berbisik di telingaku.
  • Daun-daun menari tertiup angin.
  • Matahari tersenyum menyambut pagi.
  • Ombak berkejar-kejaran menuju pantai.
  • Jam dinding itu terus berbicara sepanjang malam.

Penjelasan:

Angin sebenarnya tidak dapat berbicara atau berbisik seperti manusia. Kata berbisik digunakan untuk menggambarkan suara angin yang lembut.

Ciri-ciri:

  • Benda atau sesuatu yang bukan manusia diberi sifat manusia.
  • Biasanya menggunakan kata kerja yang berkaitan dengan manusia, seperti tersenyum, menangis, berbicara, menari, atau berbisik.

3. Majas Hiperbola

Pengertian

Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan untuk memberikan penekanan atau kesan yang kuat.

Contoh:

  • Aku sudah menunggumu seribu tahun.
  • Suaranya menggelegar membelah langit.
  • Air matanya membanjiri rumah.
  • Tas sekolahku terasa seberat gunung.
  • Aku sudah mengatakan hal itu jutaan kali.

Penjelasan:

Orang tersebut tentu tidak benar-benar menunggu selama seribu tahun. Ungkapan tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa ia sudah menunggu dalam waktu yang sangat lama.

Ciri-ciri:

  • Mengandung ungkapan yang sangat berlebihan.
  • Digunakan untuk memperkuat kesan atau emosi.
  • Tidak dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah.

4. Majas Simile (Perumpamaan)

Pengertian

Majas simile adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal dengan menggunakan kata pembanding, seperti seperti, bagai, bagaikan, laksana, ibarat, atau bak.

Contoh:

  • Wajahnya seperti bulan purnama.
  • Tubuhnya kuat bagai baja.
  • Suaranya merdu bagaikan kicauan burung.
  • Anak itu berlari seperti kijang.

Ciri-ciri:

Terdapat kata pembanding, misalnya:
seperti, bagai, bagaikan, laksana, ibarat, bak.


5. Majas Repetisi

Pengertian

Majas repetisi adalah gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata atau frasa untuk memberikan penekanan.

Contoh:

  • Belajar, belajar, dan belajar adalah kunci keberhasilan.
  • Kita harus berusaha, kita harus berjuang, kita harus berhasil.
  • Jangan menyerah! Jangan menyerah!

Ciri-ciri:

Terdapat pengulangan kata atau kelompok kata.


6. Majas Ironi

Pengertian

Majas ironi adalah gaya bahasa yang menyampaikan sesuatu dengan mengatakan hal yang berlawanan dengan kenyataan, biasanya sebagai sindiran halus.

Contoh:

  • "Rajin sekali kamu, baru datang ketika pelajaran hampir selesai."
  • "Rapi sekali kamarmu," kata Ibu ketika melihat pakaian berserakan.

Ciri-ciri:

  • Mengandung sindiran.
  • Makna sebenarnya berlawanan dengan kata-kata yang diucapkan.

7. Majas Litotes

Pengertian

Majas litotes adalah gaya bahasa yang merendahkan atau mengecilkan kenyataan untuk menunjukkan sikap rendah hati.

Contoh:

  • "Silakan mampir ke gubuk sederhana kami."
  • "Ini hanya hadiah kecil untukmu."
  • "Saya hanya orang biasa."

Padahal, rumah atau hadiah tersebut mungkin sebenarnya cukup bagus atau bernilai.


8. Majas Metonimia

Pengertian

Majas metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan nama merek, ciri, atau sesuatu yang berkaitan erat dengan benda yang dimaksud.

Contoh:

  • Ayah pergi bekerja naik Honda.
  • Kakak membeli Aqua di warung.
  • Ibu mencuci pakaian menggunakan Rinso.

Dalam penggunaan sehari-hari, nama merek digunakan untuk menyebut jenis barang secara umum.


9. Majas Antitesis

Pengertian

Majas antitesis adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang memiliki makna berlawanan.

Contoh:

  • Tua muda menghadiri acara tersebut.
  • Besar kecil harus menjaga kebersihan.
  • Kaya miskin memiliki hak yang sama.

D. Ringkasan Jenis Majas

Jenis MajasPengertian SingkatContoh
MetaforaPerbandingan langsungDia adalah bintang kelas.
PersonifikasiBenda diberi sifat manusiaAngin berbisik.
HiperbolaUngkapan berlebihanAku menunggumu seribu tahun.
SimilePerbandingan dengan kata pembandingWajahnya seperti bulan.
RepetisiPengulangan kataBelajar, belajar, dan belajar.
IroniSindiran dengan makna berlawananRajin sekali, datang terlambat lagi.
LitotesMerendahkan kenyataanSilakan mampir ke gubuk kami.
MetonimiaMenggunakan nama yang berkaitanAyah naik Honda.
AntitesisMenggunakan kata berlawananTua muda ikut bekerja.

E. Cara Mudah Membedakan Majas

Gunakan pertanyaan berikut:

1. Apakah benda mati diberi sifat manusia?
Personifikasi

Contoh: Bunga tersenyum kepada kami.

2. Apakah sesuatu dibandingkan secara langsung tanpa kata "seperti/bagai"?
Metafora

Contoh: Dia adalah tangan kanan kepala sekolah.

3. Apakah ungkapannya sangat berlebihan?
Hiperbola

Contoh: Aku sudah mencarimu ke seluruh dunia.

4. Apakah menggunakan kata "seperti, bagai, bagaikan, laksana"?
Simile

Contoh: Ia berlari seperti kijang.

5. Apakah ada pengulangan kata?
Repetisi

Contoh: Kita harus belajar, belajar, dan belajar.


F. Latihan

Latihan 1: Tentukan Jenis Majas

Tentukan jenis majas pada kalimat berikut!

  1. Angin malam menyapa wajahku.
  2. Dia adalah bintang kelas.
  3. Aku sudah menasihatimu sejuta kali.
  4. Wajahnya cantik seperti bunga mawar.
  5. Tua muda mengikuti kegiatan tersebut.
  6. "Bagus sekali tulisanmu," kata guru ketika melihat tulisan yang sangat berantakan.
  7. "Silakan datang ke gubuk sederhana kami."
  8. Ibu membeli Aqua di warung.
  9. Belajar, belajar, dan belajar adalah kunci keberhasilan.

Kunci Jawaban

  1. Personifikasi
  2. Metafora
  3. Hiperbola
  4. Simile
  5. Antitesis
  6. Ironi
  7. Litotes
  8. Metonimia
  9. Repetisi

G. Latihan Membuat Kalimat

Buatlah masing-masing satu kalimat menggunakan:

  1. Majas metafora
  2. Majas personifikasi
  3. Majas hiperbola
  4. Majas simile
  5. Majas repetisi

Contoh:

Metafora: "Kakakku adalah tulang punggung keluarga."

Personifikasi: "Matahari tersenyum di pagi hari."

Hiperbola: "Aku sangat lapar sampai bisa memakan satu gunung nasi."


H. Kesimpulan

Majas merupakan gaya bahasa yang membuat tulisan atau ucapan menjadi lebih menarik dan memiliki makna yang lebih kuat.

Empat majas yang penting untuk dipahami adalah:

  • Metafora → perbandingan langsung.
  • Personifikasi → benda atau sesuatu yang bukan manusia diberi sifat manusia.
  • Hiperbola → ungkapan yang berlebihan.
  • Simile → perbandingan menggunakan kata seperti seperti, bagai, atau bagaikan.
h

Hari/tgl : Rabu 12 Agustus 2026

Nama Guru : Osnita Sari,S.Pd

Fase/Kelas : C / 5A

Mapel : 

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin. 

Matematika
TP                                : 

Peserta didik dapat Mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan  lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).

Materi Pokok             : bilangan desimal dan persen
Metode / Model          : Tanya jawab, demonstrasi / PBL
Media / Alat peraga   : Video, kartu persen dan desimal


Menyambut bulan Agustus 2026, suasana Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sudah mulai terasa di seluruh penjuru tanah air. Untuk anak-anak kelas 5 SD, momen ini sangat tepat digunakan sebagai jembatan materi pembelajaran IPAS yang telah kita buat sebelumnya. [1]
Mari kita padukan semangat kemerdekaan ini ke dalam aktivitas kelas yang seru dan sehat!
🇮🇩 Aktivitas Kelas 5 SD: "Lomba Tubuh Sehat, Merdeka dari Penyakit!"
Guru bisa mengajak siswa merayakan HUT RI sekaligus mempraktikkan cara menjaga kesehatan sistem pencernaan lewat kegiatan-kegiatan kreatif berikut:
🎨 1. Lomba Membuat Poster "Pahlawan Pencernaan"
  • Aktivitas: Siswa menggambar dengan tema kemerdekaan, tetapi tokoh utamanya adalah organ tubuh kita yang sedang melawan kuman.
  • Slogan Poster: "Merdeka dari Diare dengan Cuci Tangan!" atau "Usus Sehat, Indonesia Kuat!"
🏃 2. Lomba Gerak Jalan Sehat Kemerdekaan
  • Hubungan Materi: Ingat materi sebelumnya bahwa olahraga dan aktif bergerak bisa membuat usus kita pintar mendorong makanan?
  • Aktivitas: Mengadakan jalan sehat keliling sekolah sambil memakai atribut merah-putih. [1]
🍱 3. Lomba Menghias Bekal Sehat Nuansa "Merah Putih"
  • Aktivitas: Siswa membawa bekal makanan kaya serat yang dihias dengan warna bendera Indonesia.
  • Contoh Menu: Nasi putih dengan potongan buah naga merah, atau semangka merah dan buah pisang putih. Ini melatih mereka makan buah penangkal sembelit!

🎤 Yel-Yel Semangat Merdeka & Sehat (Bisa Dinyanyikan Bersama Kelas)
(Nada lagu: "Hari Merdeka" / 17 Agustus 45)
🎶 Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka, nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer-de-ka! [1]
(Liriknya diganti menjadi tema kesehatan pencernaan) ⬇️
🎶 Ayo kawan-kawan jaga perut kita
Makan sayur buah dan minum airnya
Cuci tanganmu sebelum makan
Jangan jajan di tempat sembarangan
Hey! Perut sehat, badan kuat, Indonesia merdeka!
Mari kita jaga pencernaan kita!