Nama Guru : Osnita Sari, S.Pd.
Ø Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.
Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai
· Mindful (Berkesadaran)
- Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
- Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
- Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
Meaningful (Bermakna)
Joyful (Menyenangkan)
Alur Tujuan Pembelajaran
Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.
Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.
Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.
Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.
Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.
Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.
Makrame adalah karya kerajinan yang dibuat dengan cara mengikat, menyimpulkan, dan menyusun tali sehingga menghasilkan bentuk atau benda yang indah dan memiliki fungsi.
Makrame termasuk karya seni rupa yang mengutamakan keterampilan tangan, bentuk, tekstur, pola, dan kreativitas.
Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, misalnya:
- hiasan dinding,
- gantungan pot,
- gantungan kunci,
- gelang,
- tempat pensil,
- dekorasi kamar,
- dan berbagai benda hias lainnya.
C. Alat dan Bahan Makrame
Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan:
| No. | Alat/Bahan | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | Tali makrame | Bahan utama untuk membuat karya |
| 2 | Gunting | Memotong tali |
| 3 | Kayu/stik | Tempat memasangkan tali |
| 4 | Meteran/penggaris | Mengukur panjang tali |
| 5 | Manik-manik | Hiasan tambahan |
| 6 | Sisir | Membuat ujung tali menjadi rumbai |
Catatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan sesuai arahan guru.
D. Teknik Dasar Makrame
Dalam membuat makrame terdapat beberapa teknik simpul dasar.
1. Simpul Mati
Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.
Ciri-ciri: sederhana, kuat, dan rapat.
2. Simpul Kepala
Simpul kepala digunakan untuk memasangkan tali pada kayu atau tali utama.
3. Simpul Persegi
Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang teratur dan sering digunakan dalam membuat hiasan makrame.
4. Simpul Spiral
Simpul spiral menghasilkan bentuk tali yang berputar atau melingkar.
5. Simpul Kombinasi
Beberapa jenis simpul dapat digabungkan untuk menghasilkan pola dan bentuk yang lebih menarik.
E. Unsur Seni Rupa dalam Karya Makrame
Ketika membuat makrame, kita menggunakan berbagai unsur seni rupa.
1. Garis
Garis terbentuk dari susunan atau arah tali.
Contohnya:
- garis lurus,
- garis diagonal,
- garis melengkung.
2. Bentuk
Bentuk adalah wujud karya yang dihasilkan dari susunan tali dan simpul.
Contohnya:
- segitiga,
- lingkaran,
- persegi,
- bentuk geometris,
- bentuk bebas.
3. Warna
Warna dapat membuat karya terlihat lebih menarik.
Contohnya:
- putih,
- cokelat,
- hijau,
- merah,
- biru,
- atau kombinasi beberapa warna.
4. Tekstur
Tekstur adalah kesan permukaan suatu benda ketika dilihat atau diraba.
Karya makrame umumnya memiliki tekstur kasar, berserat, dan tidak rata karena terbuat dari tali.
5. Pola
Pola merupakan susunan bentuk atau simpul yang dilakukan secara berulang.
Pola yang teratur membuat karya terlihat lebih rapi dan menarik.
6. Komposisi
Komposisi adalah cara menyusun berbagai unsur seni rupa agar terlihat seimbang dan harmonis.
Dalam makrame, komposisi dapat dilihat dari:
- keseimbangan ukuran,
- susunan simpul,
- kombinasi warna,
- dan jarak antarbagian.
F. Proses Membuat Karya Makrame
Secara sederhana, proses membuat makrame dapat dilakukan melalui langkah berikut.
1. Menentukan ide
Tentukan benda atau hiasan makrame yang ingin dibuat.
⬇️
2. Menyiapkan alat dan bahan
Siapkan tali, gunting, kayu, dan bahan tambahan.
⬇️
3. Mengukur dan memotong tali
Potong tali sesuai ukuran yang diperlukan.
⬇️
4. Memasang tali
Pasangkan tali pada kayu atau bagian yang menjadi dasar karya.
⬇️
5. Membuat simpul
Gunakan simpul kepala, simpul mati, simpul persegi, atau simpul lainnya.
⬇️
6. Menyusun pola
Atur simpul sehingga membentuk pola yang diinginkan.
⬇️
7. Finishing
Rapikan ujung tali dan tambahkan hiasan jika diperlukan.
⬇️
8. Mengamati karya
Perhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
⬇️
9. Melakukan refleksi
Ceritakan pengalaman selama membuat karya dan hasil yang diperoleh.
G. Apa Itu Refleksi Karya?
Refleksi karya adalah kegiatan memikirkan, mengamati, dan menceritakan kembali proses serta hasil karya yang telah dibuat.
Melalui refleksi, kita dapat mengetahui:
- apa yang sudah dilakukan dengan baik,
- kesulitan yang dialami,
- bagian yang perlu diperbaiki,
- hal baru yang dipelajari,
- dan perasaan setelah menyelesaikan karya.
Refleksi bukan berarti mencari kesalahan. Refleksi membantu kita belajar dari pengalaman dan menjadi lebih baik dalam berkarya.
H. Kosakata Seni Rupa untuk Merefleksikan Karya
Agar dapat melakukan refleksi dengan baik, gunakan kosakata seni rupa yang tepat.
| Kosakata | Artinya |
|---|---|
| Garis | Jejak atau arah yang terbentuk dari tali |
| Bentuk | Wujud karya yang dibuat |
| Warna | Kesan yang ditimbulkan oleh warna pada karya |
| Tekstur | Kesan permukaan yang dapat dilihat atau dirasakan |
| Pola | Susunan bentuk atau simpul yang berulang |
| Komposisi | Susunan unsur-unsur seni rupa dalam karya |
| Proporsi | Perbandingan ukuran antarbagian karya |
| Keseimbangan | Keserasian pembagian unsur dalam karya |
| Harmoni | Keselarasan antarunsur dalam karya |
| Kontras | Perbedaan yang terlihat jelas, misalnya warna atau ukuran |
| Rapi | Susunan karya terlihat teratur |
| Kreatif | Mampu menghasilkan gagasan atau bentuk yang menarik dan berbeda |
| Finishing | Tahap akhir untuk merapikan dan menyempurnakan karya |
.gif)

