Nama Guru : Osnita Sari, S.Pd.
ร Capaian Pembelajaran: Murid mampu merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena
gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara
ร Tujuan Pembelajaran:
o Menganalisis saling ketergantungan antar makhluk hidup dan lingkungannya.o Menjelaskan hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem.
Menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem agar seluruh makhluk hidup dapat bertahan hidup
- Mindful (Berkesadaran) : Murid mampu menyadari keterkaitan antara komponen biotik dan abiotik serta menganalisis pengaruh perubahan komponen terhadap keseimbangan ekosistem.
- Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menghubungkan materi dengan permasalahan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta menjelaskan dampak perubahan lingkungan terhadap makhluk hidup.
- Joyful (Menyenangkan) : Murid mampu menyajikan solusi sederhana melalui proyek untuk menjaga keseimbangan ekosistem dengan cara yang menyenangkan dan kolaboratif.
ร Alur Tujuan Pembelajaran:
Menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem;
๐ MATERI IPAS
Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.
Perubahan Ekosistem dan Upaya Menjaga Keseimbangan Ekosistem
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, murid diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian keseimbangan ekosistem.
- Mengidentifikasi perubahan pada komponen biotik dan abiotik.
- Menganalisis dampak perubahan salah satu komponen ekosistem terhadap makhluk hidup lainnya.
- Menjelaskan dampak kerusakan lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem.
- Menyebutkan berbagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
- Membuat poster atau infografis tentang kerusakan lingkungan dan cara menjaganya.
๐ณ 1. Apa Itu Ekosistem?
Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungannya (komponen abiotik).
Contoh ekosistem:
- ๐ณ Hutan
- ๐พ Sawah
- ๐ Kolam
- ๐ Laut
- ๐️ Sungai
- ๐ฑ Kebun
Dalam ekosistem, setiap komponen saling berhubungan dan saling membutuhkan.
๐ 2. Komponen Ekosistem
Ekosistem terdiri atas dua komponen utama.
A. Komponen Biotik
Biotik adalah semua makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem.
Contohnya:
- ๐ฑ Tumbuhan
- ๐ Hewan
- ๐ Ikan
- ๐ฆ Serangga
- ๐ Jamur
- ๐ฆ Mikroorganisme
- ๐จ๐พ Manusia
B. Komponen Abiotik
Abiotik adalah benda atau kondisi tidak hidup yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Contohnya:
- ☀️ Cahaya matahari
- ๐ง Air
- ๐ฌ️ Udara
- ๐ก️ Suhu
- ๐ชจ Tanah
- ๐️ Batu
- ๐ฆ Kelembapan
Ingat!
Biotik = makhluk hidup
Abiotik = benda atau faktor tidak hidup
⚖️ 3. Apa Itu Keseimbangan Ekosistem?
Keseimbangan ekosistem adalah keadaan ketika komponen biotik dan abiotik dalam suatu lingkungan dapat berfungsi dan berinteraksi dengan baik.
Misalnya dalam ekosistem sawah:
Padi → belalang → katak → ular → elang
Setiap makhluk hidup memiliki peran masing-masing.
Jika jumlah salah satu makhluk hidup berubah secara drastis, keseimbangan ekosistem dapat terganggu.
๐ 4. Perubahan Komponen Biotik
Perubahan komponen biotik dapat berupa bertambahnya atau berkurangnya jumlah makhluk hidup.
Contoh:
Jika banyak ular di sawah diburu manusia:
Jumlah ular ↓
Akibatnya:
Jumlah katak dan tikus ↑
Jika jumlah tikus semakin banyak:
Padi banyak dimakan → hasil panen ↓
Jadi, perubahan satu komponen dapat memengaruhi komponen lainnya.
Kesimpulan:
Ular berkurang → tikus bertambah → tanaman padi berkurang → petani mengalami kerugian.
๐ง 5. Perubahan Komponen Abiotik
Komponen abiotik juga dapat mengalami perubahan.
Contohnya:
๐ง️ Banjir
Hujan deras dan saluran air yang tersumbat dapat menyebabkan banjir.
Dampaknya:
- Tanaman dapat rusak.
- Hewan kehilangan tempat tinggal.
- Air menjadi keruh.
- Tanah mengalami erosi.
- Aktivitas manusia terganggu.
☀️ Kekeringan
Kekurangan air dapat menyebabkan:
- Tumbuhan layu atau mati.
- Hewan kesulitan mendapatkan air.
- Hasil pertanian menurun.
- Sumber makanan berkurang.
๐️ Pencemaran air
Sampah dan limbah yang masuk ke sungai dapat menyebabkan:
Air tercemar → ikan mati → jumlah ikan berkurang → hewan pemakan ikan kekurangan makanan.
⚠️ 6. Dampak Kerusakan Lingkungan
Kerusakan lingkungan dapat terjadi karena aktivitas manusia maupun faktor alam.
๐ณ A. Penebangan Hutan
Jika pohon ditebang secara berlebihan:
Pohon berkurang → habitat hewan hilang → hewan kehilangan tempat tinggal → jumlah hewan berkurang.
Selain itu, hutan gundul dapat menyebabkan:
- Banjir
- Tanah longsor
- Erosi
- Berkurangnya sumber oksigen
- Hilangnya habitat hewan
๐️ B. Sampah Berserakan
Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan:
- Lingkungan menjadi kotor.
- Saluran air tersumbat.
- Banjir.
- Tanah dan air tercemar.
- Hewan dapat memakan sampah dan menjadi sakit.
๐ญ C. Pencemaran Udara
Asap kendaraan dan asap pabrik dapat mencemari udara.
Dampaknya:
- Udara menjadi tidak sehat.
- Tumbuhan dapat terganggu.
- Hewan dan manusia dapat mengalami gangguan kesehatan.
- Kualitas lingkungan menurun.
๐งช D. Pencemaran Air
Pembuangan limbah ke sungai dapat menyebabkan air tercemar.
Dampaknya:
Air tercemar → ikan mati → jumlah ikan berkurang → rantai makanan terganggu.
๐ 7. Mengapa Perubahan Satu Komponen Berpengaruh?
Karena setiap komponen ekosistem saling bergantung.
Perhatikan contoh berikut:
Kasus: Banyak ikan di sungai mati
Penyebab:
Limbah dibuang ke sungai
⬇️
Air sungai tercemar
⬇️
Ikan mati
⬇️
Jumlah ikan berkurang
⬇️
Hewan pemakan ikan kekurangan makanan
⬇️
Keseimbangan ekosistem terganggu
Jadi, satu perubahan dapat menimbulkan perubahan lainnya.
๐ 8. Contoh Studi Kasus
๐ Kasus 1: Sungai Penuh Sampah
Sebuah sungai di dekat permukiman dipenuhi sampah plastik. Air menjadi keruh dan berbau. Beberapa ikan ditemukan mati.
Pertanyaan:
- Komponen apa yang mengalami perubahan?
- Apa penyebab perubahan tersebut?
- Apa dampaknya terhadap makhluk hidup?
- Bagaimana cara mengatasinya?
Jawaban yang diharapkan:
Perubahan terjadi pada komponen abiotik, yaitu air. Sampah menyebabkan air tercemar. Ikan dapat mati dan hewan lain yang bergantung pada ikan akan kekurangan makanan. Cara mengatasinya adalah mengurangi sampah, tidak membuang sampah ke sungai, dan melakukan kegiatan membersihkan sungai.
๐ณ Kasus 2: Hutan Ditebang
Sebuah hutan ditebang untuk membuka lahan. Banyak pohon hilang dan beberapa hewan meninggalkan tempat tersebut.
Dampaknya:
Pohon berkurang → habitat hilang → hewan berpindah → rantai makanan terganggu → keseimbangan ekosistem terganggu.
๐ฑ 9. Bagaimana Cara Menjaga Keseimbangan Ekosistem?
Kita dapat menjaga ekosistem dengan melakukan tindakan sederhana.
♻️ 1. Mengurangi Sampah
- Membawa botol minum sendiri.
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Membuang sampah pada tempatnya.
๐ 2. Menerapkan 3R
Reduce → mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah.
Reuse → menggunakan kembali barang yang masih dapat digunakan.
Recycle → mendaur ulang barang menjadi produk baru.
๐ณ 3. Menanam dan Merawat Pohon
Pohon membantu:
- Menyerap karbon dioksida.
- Menghasilkan oksigen.
- Menahan air hujan.
- Menjadi habitat berbagai hewan.
๐ง 4. Menghemat Air
Gunakan air secukupnya dan jangan mencemari sumber air.
๐ฆ 5. Melindungi Hewan
Tidak menangkap, menyakiti, atau memburu hewan secara sembarangan.
๐️ 6. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Melakukan kerja bakti dan membersihkan lingkungan secara rutin.
๐จ 10. PROYEK KELOMPOK
“POSTER PENYELAMAT EKOSISTEM”
๐ฏ Tujuan Proyek
Murid membuat poster atau infografis yang berisi:
- Jenis kerusakan lingkungan.
- Penyebab kerusakan.
- Dampak terhadap ekosistem.
- Cara menjaga keseimbangan ekosistem.
- Ajakan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan.
๐ Pilihan Tema
Setiap kelompok dapat memilih salah satu tema:
- ๐ณ Stop Penebangan Hutan
- ๐️ Stop Buang Sampah Sembarangan
- ๐ง Selamatkan Sungai Kita
- ♻️ Ayo Kurangi Sampah Plastik
- ๐พ Lindungi Hewan dan Habitatnya
- ๐ฑ Ayo Menanam Pohon
- ๐ Jaga Bumi, Jaga Ekosistem
๐จ Isi Poster
Poster dapat menggunakan struktur:
JUDUL
⬇️
MASALAH LINGKUNGAN
⬇️
PENYEBAB
⬇️
DAMPAK TERHADAP EKOSISTEM
⬇️
SOLUSI
⬇️
KALIMAT AJAKAN
Contoh slogan:
๐ฑ “Satu Pohon Hari Ini, Sejuta Manfaat untuk Bumi.”
๐ง “Jaga Sungai, Selamatkan Kehidupan.”
♻️ “Kurangi Sampah, Selamatkan Ekosistem.”
๐ “Bumi Sehat, Makhluk Hidup Sejahtera.”
๐ง 11. Ayo Mengingat!
Lengkapilah kalimat berikut.
- Komponen ekosistem terdiri atas komponen ______ dan ______.
- Makhluk hidup dalam ekosistem disebut komponen ______.
- Air, tanah, dan cahaya matahari merupakan komponen ______.
- Penebangan hutan secara berlebihan dapat menyebabkan hilangnya ______ hewan.
- Sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan ______ air.
- Salah satu cara menjaga lingkungan adalah menerapkan prinsip ______.
- Perubahan satu komponen ekosistem dapat memengaruhi komponen ______.
.gif)
