Nama Guru         : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : P.Pancasila

Hari, Tanggal         :Rabu, 28 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Musyawarah dalam Menerapkan aturan
Pertemuan ke        : 22

1. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai sila keempat Pancasila melalui kegiatan musyawarah. Murid mampu menghargai perbedaan pendapat, mengutamakan kepentingan bersama, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dalam menyepakati dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

2. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran tentang musyawarah dalam menerapkan aturan, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan tujuan musyawarah dengan benar.

  2. Mengidentifikasi contoh penerapan musyawarah dalam membuat dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

  3. Menjelaskan hubungan musyawarah dengan pengamalan sila keempat Pancasila.

  4. Menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.

  5. Menganalisis permasalahan sederhana terkait penerapan aturan serta menentukan solusi melalui musyawarah.

  6. Mempraktikkan kegiatan musyawarah untuk menyepakati aturan kelas secara adil dan bertanggung jawab.

3. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid diajak untuk menyadari pentingnya musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat tentang pengalaman ketika menyampaikan pendapat, mendengarkan teman, atau menghadapi perbedaan pendapat.

Murid belajar untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, berpikir sebelum berbicara, menghargai pendapat orang lain, dan mengendalikan diri agar tidak memaksakan kehendak. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

4. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi musyawarah dengan pengalaman nyata di lingkungan sekitar, seperti menentukan jadwal piket kelas, menyepakati aturan bermain, membagi tugas kelompok, dan menjaga kebersihan sekolah.

Melalui diskusi tentang permasalahan sehari-hari, murid memahami bahwa aturan yang disepakati bersama perlu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Murid juga belajar bahwa musyawarah bukan sekadar menyampaikan pendapat, tetapi merupakan cara untuk menemukan solusi yang adil dan menjaga kerukunan.

5. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti permainan edukatif “Ayo Bermusyawarah!” secara berkelompok. Setiap kelompok mendapatkan kartu permasalahan, misalnya pembagian tugas piket yang tidak adil, kelas yang kotor, atau teman yang tidak menaati aturan.

Murid berdiskusi, menyampaikan pendapat, mendengarkan usulan teman, dan menentukan solusi bersama. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil musyawarah dengan kreatif melalui poster aturan kelas atau bermain peran.

Kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kolaboratif sekaligus menumbuhkan sikap gotong royong, komunikasi, bernalar kritis, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab.

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

MUSYAWARAH dalam MENERAPKAN ATURAN


A. Pengertian Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan berdiskusi bersama untuk membicarakan suatu masalah dan mencari keputusan yang terbaik bagi semua orang.

Dalam musyawarah, setiap orang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Kita harus mendengarkan pendapat orang lain, menghargai perbedaan, dan tidak memaksakan kehendak sendiri.

Musyawarah sesuai dengan nilai Pancasila, terutama sila keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

B. Pengertian Aturan

Aturan adalah ketentuan yang dibuat untuk mengatur perilaku agar kehidupan menjadi tertib, aman, nyaman, dan teratur.

Aturan dapat ditemukan di berbagai lingkungan.

1. Aturan di sekolah

Contohnya datang tepat waktu, melaksanakan piket kelas, menjaga kebersihan, dan menghormati guru.

2. Aturan di rumah

Contohnya merapikan tempat tidur, membantu orang tua, membatasi waktu bermain, dan belajar sesuai jadwal.

3. Aturan di masyarakat

Contohnya menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga ketenangan.

C. Hubungan Musyawarah dengan Penerapan Aturan

Aturan akan lebih mudah dipahami dan dilaksanakan apabila dibuat atau disepakati bersama melalui musyawarah.

Melalui musyawarah, setiap orang dapat menyampaikan pendapat dan memberikan usulan mengenai aturan yang dianggap baik. Keputusan yang dihasilkan diharapkan dapat menciptakan ketertiban dan keadilan.

Contohnya, murid kelas V sering mengalami kesulitan menjaga kebersihan kelas karena jadwal piket belum teratur. Mereka kemudian bermusyawarah untuk membuat jadwal piket yang adil sehingga semua murid mendapatkan tugas.

D. Tujuan Musyawarah dalam Menerapkan Aturan

Tujuan musyawarah antara lain:

  1. Menyelesaikan masalah bersama.

  2. Menentukan aturan yang disepakati bersama.

  3. Menciptakan ketertiban dan kenyamanan.

  4. Melatih sikap menghargai pendapat orang lain.

  5. Menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menaati aturan.

  6. Mempererat persatuan dan kebersamaan.

E. Sikap yang Harus Ditunjukkan dalam Musyawarah

Berani menyampaikan pendapat

Murid menyampaikan ide dengan sopan dan tidak takut untuk berbicara.

Menghargai pendapat orang lain

Mendengarkan saat orang lain berbicara dan tidak memotong pembicaraan.

Tidak memaksakan kehendak

Bersedia mempertimbangkan usulan orang lain meskipun berbeda dengan pendapat sendiri.

Menerima dan melaksanakan keputusan

Menjalankan hasil musyawarah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.

F. Langkah-Langkah Melaksanakan Musyawarah

  1. Menentukan masalah yang perlu diselesaikan bersama.

  2. Menyampaikan pendapat dan usulan secara sopan.

  3. Mendengarkan pendapat dari seluruh anggota.

  4. Mempertimbangkan setiap usulan untuk menemukan solusi terbaik.

  5. Menyepakati keputusan bersama. Jika kesepakatan belum tercapai, musyawarah dapat dilanjutkan. Pemungutan suara dapat dilakukan sesuai kesepakatan apabila diperlukan.

  6. Melaksanakan keputusan dengan disiplin dan tanggung jawab.

G. Contoh Musyawarah dalam Menerapkan Aturan di Kelas

Kelas V akan mengikuti kegiatan belajar yang membutuhkan suasana tenang. Namun, beberapa murid sering berbicara ketika guru menjelaskan.

Ketua kelas mengajak teman-temannya bermusyawarah untuk membuat aturan belajar.

Beberapa usulan murid adalah:

  • Tidak berbicara ketika guru sedang menjelaskan.

  • Mengangkat tangan sebelum bertanya.

  • Mendengarkan ketika teman menyampaikan pendapat.

  • Menjaga kebersihan dan kerapian kelas.

Setelah berdiskusi, seluruh murid menyepakati aturan tersebut. Mereka kemudian berkomitmen melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Hikmah dari cerita: Musyawarah membantu murid membuat aturan bersama, belajar menghargai pendapat, dan membangun kedisiplinan.

H. Apa yang Harus Dilakukan Jika Ada yang Tidak Setuju?

Dalam musyawarah, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Jika ada anggota yang tidak setuju, kita sebaiknya:

  • Mendengarkan alasan dari anggota tersebut.

  • Tidak mengejek atau memarahinya.

  • Mencari jalan tengah yang adil.

  • Mengutamakan kepentingan bersama.

  • Menghormati keputusan yang telah disepakati.

Ingat, musyawarah bukan tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan tentang menemukan keputusan terbaik untuk kepentingan bersama.

I. Kegiatan Joyful Learning: Ayo Bermusyawarah!

Nama kegiatan: “Kelas Impianku”

Tujuan: Murid mampu bermusyawarah untuk menentukan aturan kelas yang tertib, adil, dan nyaman.

Cara bermain:

  1. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

  2. Setiap kelompok mendapatkan masalah, misalnya kelas kotor, murid berebut menggunakan alat belajar, atau banyak murid terlambat mengumpulkan tugas.

  3. Setiap anggota menyampaikan satu usulan aturan.

  4. Kelompok mendiskusikan dan memilih solusi terbaik.

  5. Kelompok menuliskan tiga aturan yang disepakati pada kertas warna-warni.

  6. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil musyawarah di depan kelas.

Nilai yang dikembangkan: gotong royong, bernalar kritis, komunikasi, menghargai perbedaan, dan tanggung jawab.

J. Latihan Pemahaman

1. Apa yang dimaksud dengan musyawarah?

2. Musyawarah mencerminkan sila Pancasila ke-

3. Ketika teman menyampaikan pendapat yang berbeda, kita sebaiknya ....

4. Mengapa aturan kelas perlu disepakati bersama?

5. Setelah keputusan musyawarah disepakati, kita harus ....

Soal Esai Pendidikan Pancasila 

A. Soal Esai

1. Mengapa musyawarah penting dilakukan ketika akan membuat aturan di kelas?

2. Sebutkan tiga sikap yang harus kita tunjukkan ketika mengikuti musyawarah!

3. Sebutkan tiga contoh aturan di sekolah yang dapat disepakati melalui musyawarah!

4. Apa yang sebaiknya kamu lakukan jika pendapatmu tidak diterima dalam musyawarah?

5. Mengapa setiap anggota musyawarah harus menghargai pendapat orang lain?




Nama Guru         : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : IPAS

Hari, Tanggal         :Rabu, 28 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Energi dan Penggunaannya
Pertemuan ke        : 21

Capaian Pembelajaran (CP)

Murid memahami berbagai sumber energi dan penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari sehingga menyadari bahwa energi merupakan sumber daya yang perlu digunakan secara bijaksana. Murid mampu mengidentifikasi berbagai sumber energi, menjelaskan manfaat energi bagi kehidupan, serta menunjukkan perilaku hemat energi dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

2. Tujuan Pembelajaran (TP)

Melalui kegiatan mengamati gambar, membaca bahan ajar, berdiskusi, dan menyelesaikan permasalahan kontekstual, murid diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi berbagai sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar dengan benar.

  2. Menjelaskan berbagai bentuk energi, seperti energi listrik, panas, gerak, cahaya, bunyi, dan kimia beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Menganalisis manfaat energi bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

  4. Membedakan sumber energi terbarukan dan tidak terbarukan beserta contohnya.

  5. Menentukan tindakan yang tepat untuk menghemat energi di rumah dan di sekolah.

  6. Menunjukkan sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap penggunaan energi serta kelestarian lingkungan.

3. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid diajak menyadari pentingnya energi dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan lingkungan kelas. Guru mengajak murid memperhatikan lampu, kipas angin, cahaya matahari, dan peralatan lain yang menggunakan energi. Murid kemudian merefleksikan kebiasaan mereka dalam menggunakan energi serta menyadari bahwa energi perlu digunakan secara hemat, bijaksana, dan bertanggung jawab.

4. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan pengetahuan tentang energi dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan listrik untuk belajar, energi panas untuk memasak, dan energi gerak untuk bersepeda. Melalui diskusi dan pemecahan masalah, murid memahami dampak pemborosan energi serta menemukan solusi sederhana yang dapat diterapkan di rumah dan sekolah. Murid juga diajak mensyukuri karunia Allah SWT dengan menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

5. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan yang menyenangkan, interaktif, dan melibatkan partisipasi aktif murid. Guru dapat mengajak murid bermain “Tebak Sumber Energi”, memasangkan gambar sumber energi dengan manfaatnya, mengikuti kuis kelompok, serta melakukan tantangan “Detektif Hemat Energi” untuk menemukan perilaku boros energi di lingkungan kelas. Kegiatan ini diharapkan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan rasa ingin tahu, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi murid.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mampu mengidentifikasi berbagai sumber energi di lingkungan sekitar, seperti matahari, angin, air, batu bara, minyak bumi, gas alam, dan biomassa.
  2. Murid mampu menjelaskan berbagai bentuk energi, meliputi energi listrik, panas, gerak, cahaya, bunyi, dan kimia beserta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Murid mampu menganalisis manfaat energi bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan melalui pengamatan gambar dan diskusi.
  4. Murid mampu membedakan sumber energi terbarukan dan tidak terbarukan serta memberikan contoh pemanfaatannya.
  5. Murid mampu menganalisis permasalahan pemborosan energi di rumah dan sekolah serta mengusulkan solusi yang tepat.
  6. Murid mampu menunjukkan perilaku hemat energi dan menyusun ajakan sederhana untuk menggunakan energi secara bijaksana serta menjaga kelestarian lingkungan.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

ENERGI dan PENGGUNAANNYA dalam KEHIDUPAN SEHARI-HARI

A. Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau menyebabkan perubahan. Energi sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Tanpa energi, manusia tidak dapat melakukan aktivitas, kendaraan tidak dapat bergerak, dan berbagai peralatan tidak dapat digunakan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan energi untuk menyalakan lampu, memasak makanan, menggerakkan kendaraan, belajar, bermain, dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.


B. Berbagai Sumber Energi

Sumber energi adalah segala sesuatu yang dapat menghasilkan energi atau menyediakan energi untuk dimanfaatkan. Sumber energi dapat berasal dari alam dan berbagai bahan yang tersedia di sekitar kita.

1. Matahari

Matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi. Energi matahari menghasilkan cahaya dan panas yang membantu menghangatkan Bumi, mengeringkan pakaian, membantu pertumbuhan tumbuhan, serta dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik melalui panel surya.

2. Angin

Angin adalah udara yang bergerak. Energi angin dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kincir angin, membantu perahu layar bergerak, dan menghasilkan listrik melalui turbin angin.

3. Air

Air yang mengalir memiliki energi yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin di pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Air juga membantu manusia dalam berbagai kegiatan, seperti mencuci, memasak, dan menyiram tanaman.

4. Batu Bara

Batu bara merupakan sumber energi yang berasal dari fosil dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terbentuk. Batu bara digunakan sebagai bahan bakar di sejumlah pembangkit listrik dan industri. Penggunaannya perlu dikendalikan karena dapat menghasilkan polusi udara.

5. Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang diolah menjadi berbagai bahan bakar, seperti bensin dan solar. Bahan bakar tersebut digunakan untuk menggerakkan kendaraan dan mesin. Minyak bumi termasuk sumber energi tidak terbarukan karena persediaannya terbatas.

6. Gas Alam

Gas alam merupakan sumber energi fosil yang dapat digunakan untuk memasak, menghasilkan listrik, dan mendukung kegiatan industri. Penggunaannya harus dilakukan secara aman dan hemat.

7. Biomassa

Biomassa adalah sumber energi yang berasal dari bahan organik, seperti kayu, sisa tumbuhan, dan kotoran hewan. Biomassa dapat diolah menjadi biogas dan biofuel untuk memenuhi kebutuhan energi.

C. Penggunaan Energi dalam Kehidupan Sehari-hari

Energi memiliki berbagai bentuk dan kegunaan. Berikut beberapa contoh pemanfaatannya.

  • Energi listrik digunakan untuk menyalakan lampu, televisi, komputer, kipas angin, dan peralatan elektronik lainnya.

  • Energi panas digunakan untuk memasak makanan, merebus air, dan menghangatkan tubuh.

  • Energi gerak digunakan untuk menggerakkan kendaraan, sepeda, mesin, serta membantu manusia melakukan aktivitas fisik.

  • Energi cahaya membantu manusia melihat benda dan membantu tumbuhan melakukan fotosintesis.

  • Energi bunyi dimanfaatkan untuk berkomunikasi, mendengarkan musik, menyampaikan informasi, dan belajar.

  • Energi kimia tersimpan dalam makanan, baterai, dan bahan bakar. Energi dalam makanan membantu tubuh bergerak dan melakukan berbagai aktivitas.

Dalam kehidupan sehari-hari, satu bentuk energi dapat berubah menjadi bentuk energi lainnya. Contohnya, lampu mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan panas, sedangkan kipas angin mengubah energi listrik menjadi energi gerak.

D. Manfaat Energi bagi Kehidupan

Energi memberikan banyak manfaat bagi manusia dan lingkungan. Energi membantu mempermudah pekerjaan, meningkatkan kenyamanan hidup, mendukung kegiatan belajar, menggerakkan alat transportasi, serta membantu perkembangan teknologi dan industri.

Bagi makhluk hidup, energi juga sangat penting. Manusia memperoleh energi dari makanan untuk bergerak dan berpikir. Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari untuk membuat makanan melalui proses fotosintesis. Sementara itu, hewan memperoleh energi dari makanan yang dikonsumsinya.

Oleh karena itu, energi merupakan sumber daya yang sangat berharga dan harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.

E. Menggunakan Energi secara Bijaksana

Sebagian sumber energi, seperti matahari, angin, dan air, dapat diperbarui secara alami. Sementara itu, batu bara, minyak bumi, dan gas alam termasuk sumber energi tidak terbarukan yang persediaannya terbatas.

Penggunaan energi secara berlebihan dapat menyebabkan pemborosan sumber daya dan meningkatkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, kita perlu membiasakan perilaku hemat energi, antara lain:

  1. Mematikan lampu ketika tidak diperlukan.

  2. Mematikan televisi dan peralatan elektronik setelah digunakan.

  3. Menggunakan air secukupnya.

  4. Memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.

  5. Berjalan kaki atau bersepeda untuk jarak dekat jika aman.

  6. Menggunakan sumber energi terbarukan apabila memungkinkan.

  7. Menjaga lingkungan agar sumber daya alam tetap tersedia bagi generasi mendatang.

Kebiasaan hemat energi dapat dimulai dari rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan.

F. Energi sebagai Karunia Allah SWT

Energi dan sumber daya alam merupakan bagian dari karunia Allah SWT yang harus disyukuri. Sebagai manusia, kita memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan sumber daya tersebut dengan bijaksana, tidak berlebihan, dan tidak merusak lingkungan.

Sikap hemat energi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dengan menggunakan energi secara bertanggung jawab, kita turut menjaga alam agar tetap bermanfaat bagi kehidupan sekarang dan masa depan.

G. Kesimpulan

Energi merupakan kemampuan untuk melakukan kerja atau menyebabkan perubahan. Berbagai sumber energi, seperti matahari, angin, air, batu bara, minyak bumi, gas alam, dan biomassa, memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Energi digunakan untuk memasak, menerangi ruangan, menggerakkan kendaraan, menjalankan peralatan, dan mendukung kehidupan makhluk hidup.

Karena energi sangat penting, kita harus menggunakannya secara bijaksana. Menghemat listrik, menggunakan air secukupnya, memanfaatkan energi terbarukan, dan menjaga lingkungan merupakan tindakan nyata yang dapat dilakukan setiap hari.

H. Ayo Berlatih!

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan materi yang telah dipelajari.

  1. Apa yang dimaksud dengan energi?

  2. Sebutkan lima sumber energi yang kamu ketahui!

  3. Jelaskan tiga contoh penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari!

  4. Apa perbedaan sumber energi terbarukan dan tidak terbarukan? Berikan masing-masing dua contoh!

  5. Mengapa kita harus menghemat energi?

  6. Rina selalu menyalakan lampu pada siang hari meskipun sinar matahari sudah cukup menerangi kamarnya. Menurutmu, apa yang sebaiknya dilakukan Rina? Jelaskan alasannya!

  7. Sebutkan tiga tindakan nyata yang dapat kamu lakukan di sekolah untuk menghemat energi!

 Nama Guru         : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : IPAS

Hari, Tanggal         :Selasa, 27 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Sifat-sifat Cahaya
Pertemuan ke        : 20

🌟 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami berbagai fenomena alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan mengamati, menyelidiki, melakukan percobaan sederhana, serta mengomunikasikan hasil pengamatannya. Murid mampu menjelaskan sifat-sifat cahaya dan menghubungkannya dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu:

  1. Menjelaskan bahwa cahaya merupakan bentuk energi yang memungkinkan manusia melihat benda.
  2. Menjelaskan sifat cahaya yang merambat lurus melalui pengamatan dan percobaan sederhana.
  3. Mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan benda yang tidak dapat ditembus cahaya.
  4. Mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya berdasarkan hasil pengamatan.
  5. Menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan.
  6. Menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid fokus, sadar, dan teliti terhadap apa yang sedang diamati.

Kegiatan mindful:

  • Guru mengajak murid mengamati cahaya di dalam kelas secara tenang.
  • Murid memperhatikan arah datangnya cahaya matahari atau cahaya senter.
  • Murid mengamati perubahan cahaya ketika melewati berbagai benda.
  • Murid melakukan percobaan dengan penuh perhatian dan mengikuti langkah-langkah secara tertib.
  • Murid mencatat hasil pengamatan berdasarkan apa yang benar-benar mereka lihat.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan murid.

Murid diajak menemukan bahwa sifat cahaya digunakan dalam berbagai kehidupan, misalnya:

  • Cahaya matahari masuk melalui kaca jendela.
  • Cahaya senter bergerak lurus.
  • Kita dapat melihat benda melalui kaca bening.
  • Tirai tipis masih dapat meneruskan sebagian cahaya.
  • Dinding dan buku tidak dapat ditembus cahaya.
  • Bayangan terbentuk ketika cahaya terhalang benda.

🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dibuat menyenangkan melalui eksperimen, permainan, kerja kelompok, dan tantangan sederhana.

🔦 Kegiatan “Detektif Cahaya”

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapatkan beberapa benda, misalnya:

  • kaca bening,
  • plastik bening,
  • kertas,
  • kain,
  • kardus,
  • buku.

Setiap kelompok menggunakan senter untuk menyelidiki:

“Apakah cahaya dapat menembus benda ini?”


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)



1Murid mampu mengenal cahaya dan mengidentifikasi sumber cahaya di lingkungan sekitar.
2Murid mampu menjelaskan bahwa cahaya merambat lurus melalui percobaan sederhana.
3Murid mampu mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan yang tidak dapat ditembus cahaya.
4Murid mampu mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya.
5
Murid mampu menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

6Murid mampu menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan dan mengomunikasikan hasilnya.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. Pemantulan Cahaya, Cermin, Pembentukan Bayangan, dan Fenomena Cahaya

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, murid diharapkan mampu:

    1. Menjelaskan pengertian pemantulan cahaya.
    2. Mengidentifikasi jenis-jenis pemantulan cahaya.
    3. Mengenal berbagai jenis cermin dan sifatnya.
    4. Menjelaskan proses pembentukan bayangan pada cermin.
    5. Mengidentifikasi pemanfaatan cermin dalam kehidupan sehari-hari.
    6. Menjelaskan berbagai fenomena cahaya yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
    7. Menghubungkan sifat cahaya dengan teknologi dan peralatan yang digunakan manusia.

    B. Pemantulan Cahaya

    Pernahkah Ananda melihat wajah di depan cermin? Mengapa wajah kita dapat terlihat pada cermin?

    Hal tersebut terjadi karena cahaya dapat dipantulkan.

    Pemantulan cahaya adalah peristiwa ketika cahaya mengenai suatu permukaan kemudian kembali ke arah tertentu.

    Ketika cahaya dari lampu atau Matahari mengenai benda, sebagian cahaya dapat diserap dan sebagian lainnya dipantulkan. Cahaya yang dipantulkan dan masuk ke mata memungkinkan kita melihat benda tersebut.

    Contoh pemantulan cahaya

    • Cahaya lampu dipantulkan oleh kaca.
    • Kita dapat melihat wajah melalui cermin.
    • Cahaya Matahari dipantulkan oleh permukaan air.
    • Cahaya senter dapat dipantulkan oleh benda mengilap.

    Hukum sederhana pemantulan cahaya

    Pemantulan cahaya memiliki dua hal penting:

    • Sinar datang adalah cahaya yang menuju permukaan benda.
    • Sinar pantul adalah cahaya yang dipantulkan kembali.

    Pada permukaan yang rata, arah cahaya yang datang dan dipantulkan memiliki aturan tertentu. Sudut datang sama dengan sudut pantul.


    C. Jenis-Jenis Pemantulan Cahaya

    1. Pemantulan Teratur

    Pemantulan teratur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang halus dan rata.

    Contohnya:

    • cermin,
    • permukaan kaca,
    • permukaan air yang tenang,
    • logam yang dipoles.

    Pada pemantulan teratur, cahaya dipantulkan dengan arah yang relatif teratur sehingga dapat membentuk bayangan yang jelas.

    2. Pemantulan Baur

    Pemantulan baur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata.

    Contohnya:

    • tembok,
    • kertas,
    • kayu,
    • kain,
    • tanah.

    Cahaya dipantulkan ke berbagai arah sehingga biasanya tidak menghasilkan bayangan yang jelas.

    Contoh sederhana:
    Kita dapat melihat tulisan di buku dari berbagai arah karena cahaya dari permukaan kertas dipantulkan secara baur menuju mata.


    D. Cermin dan Pemanfaatannya

    Cermin merupakan benda yang memiliki permukaan sangat halus sehingga dapat memantulkan cahaya dan membentuk bayangan.

    Ada beberapa jenis cermin yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Cermin Datar

    Cermin datar memiliki permukaan yang rata.

    Sifat bayangan pada cermin datar:

    • tegak,
    • sama besar dengan benda,
    • bersifat maya,
    • jarak bayangan di belakang cermin sama dengan jarak benda di depan cermin,
    • mengalami pembalikan kiri-kanan.

    Contoh pemanfaatan:

    • cermin di kamar,
    • cermin di kamar mandi,
    • cermin untuk berhias,
    • cermin pada lemari.

    2. Cermin Cekung

    Cermin cekung adalah cermin yang permukaannya melengkung ke dalam.

    Cermin cekung dapat mengumpulkan cahaya pada suatu titik tertentu.

    Contoh pemanfaatan:

    • reflektor lampu senter,
    • lampu kendaraan,
    • cermin dokter gigi,
    • alat pemantul cahaya pada teleskop.

    Cermin cekung juga dapat menghasilkan bayangan yang berbeda-beda bergantung pada jarak benda dari cermin.


    3. Cermin Cembung

    Cermin cembung adalah cermin yang permukaannya melengkung ke luar.

    Cermin cembung memiliki bidang pandang yang luas.

    Sifat bayangannya:

    • tegak,
    • lebih kecil daripada benda,
    • bersifat maya.

    Contoh pemanfaatan:

    • kaca spion kendaraan,
    • cermin di tikungan jalan,
    • cermin keamanan di toko,
    • cermin pada tempat parkir.
    1f=1u+1v\frac{1}{f} = \frac{1}{u} + \frac{1}{v}
    114=128+128\frac{1}{\text{14}}=\frac{1}{\text{28}}+\frac{1}{\text{28}}
    uu
    cm
    ff
    cm
    FCcermin cekungv = 28 | m = -1

    E. Pembentukan Bayangan

    Bayangan terbentuk ketika cahaya dari suatu benda dipantulkan oleh permukaan tertentu dan kemudian diterima oleh mata.

    Sebagai contoh, ketika kita berdiri di depan cermin datar, cahaya dari tubuh kita mengenai cermin. Cahaya tersebut dipantulkan menuju mata. Otak kemudian mengolah cahaya tersebut sehingga kita melihat bayangan diri kita di dalam cermin.

    Pembentukan bayangan pada cermin datar

    Misalnya Ananda berdiri 1 meter di depan cermin.

    Bayangan Ananda akan terlihat seolah-olah berada 1 meter di belakang cermin.

    Jadi:

    Jarak benda dari cermin = jarak bayangan dari cermin.

    Bayangan pada cermin datar juga memiliki ukuran yang sama dengan benda.

    Mengapa kita melihat bayangan?

    Urutannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

    Benda → cahaya mengenai benda → cahaya dipantulkan → cahaya masuk ke mata → otak mengenali bayangan.


    F. Fenomena Cahaya dalam Kehidupan

    Cahaya memiliki banyak peristiwa atau fenomena yang dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Bayangan Benda

    Ketika benda yang tidak tembus cahaya menghalangi cahaya, terbentuklah bayangan.

    Contoh:

    • bayangan tubuh pada pagi atau sore hari,
    • bayangan pohon,
    • bayangan benda ketika terkena cahaya senter.

    2. Pelangi

    Pelangi dapat terlihat setelah hujan ketika terdapat cahaya Matahari dan butir-butir air di udara.

    Cahaya Matahari mengalami pembiasan, pemantulan, dan penguraian ketika melewati butir air sehingga terlihat berbagai warna.

    Warna pelangi yang umum dikenali adalah:

    merah – jingga – kuning – hijau – biru – nila – ungu.

    3. Kilauan pada Permukaan Air

    Permukaan air yang terkena cahaya Matahari dapat terlihat berkilauan. Hal tersebut terjadi karena cahaya dipantulkan oleh permukaan air.

    4. Cahaya Senter di Tempat Gelap

    Ketika senter dinyalakan di tempat gelap, cahaya membantu kita melihat benda-benda di sekitar.

    5. Bayangan pada Cermin

    Ketika bercermin, kita dapat melihat bayangan karena cahaya dari tubuh dipantulkan oleh permukaan cermin menuju mata.


    G. Pemanfaatan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Cahaya sangat penting bagi kehidupan manusia.

    Dalam kehidupan sehari-hari

    • Matahari digunakan sebagai sumber penerangan alami.
    • Lampu digunakan untuk menerangi ruangan.
    • Cermin digunakan untuk melihat bayangan.
    • Kaca spion membantu pengendara melihat keadaan di belakang kendaraan.
    • Lampu senter digunakan ketika berada di tempat gelap.
    • Lampu kendaraan membantu penerangan saat berkendara.
    • Panel surya memanfaatkan energi cahaya Matahari untuk menghasilkan energi listrik.

    Dalam teknologi

    Cahaya juga dimanfaatkan dalam berbagai teknologi, seperti:

    • kamera,
    • proyektor,
    • mikroskop,
    • teleskop,
    • peralatan medis,
    • serat optik untuk komunikasi.

    H. Ayo Mengamati

    Ananda dapat melakukan pengamatan sederhana di kelas.

    Percobaan 1: Melihat Pemantulan Cahaya

    Alat:

    • cermin,
    • senter.

    Langkah:

    1. Letakkan cermin di atas meja.
    2. Nyalakan senter.
    3. Arahkan cahaya senter ke cermin.
    4. Amati arah cahaya setelah mengenai cermin.
    5. Ubah arah senter dan amati kembali.

    Kesimpulan:
    Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan cermin.


    Percobaan 2: Membandingkan Cermin

    Siapkan:

    • cermin datar,
    • cermin cekung,
    • cermin cembung.

    Amati benda yang terlihat pada masing-masing cermin.

    Jenis CerminPengamatan
    Cermin datarBayangan tegak dan sama besar
    Cermin cekungBayangan dapat terlihat lebih besar/kecil bergantung posisi benda
    Cermin cembungBayangan tegak dan lebih kecil

    I. Ayo Berpikir

    Jawablah pertanyaan berikut.

    1. Mengapa kita dapat melihat wajah pada cermin?
    2. Apa perbedaan pemantulan teratur dan pemantulan baur?
    3. Mengapa kaca spion kendaraan menggunakan cermin cembung?
    4. Mengapa cermin datar dapat digunakan untuk berhias?
    5. Bagaimana proses terbentuknya bayangan pada cermin?
    6. Sebutkan tiga contoh fenomena cahaya yang kamu temukan di lingkungan sekitar!
    7. Mengapa pelangi dapat terlihat setelah hujan?
    8. Sebutkan tiga manfaat cahaya dalam kehidupan sehari-hari!

    J. Kesimpulan

    Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai suatu permukaan. Pemantulan cahaya dapat berupa pemantulan teratur dan pemantulan baur.

    Cermin dapat dibedakan menjadi cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Setiap jenis cermin memiliki sifat bayangan dan pemanfaatan yang berbeda.

    Bayangan terbentuk karena cahaya dari benda dipantulkan menuju mata. Berbagai fenomena seperti bayangan, pelangi, kilauan air, dan pantulan pada cermin menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pesan untuk Ananda:
    "MasyaAllah, cahaya adalah salah satu nikmat Allah SWT yang sangat bermanfaat. Mari kita belajar memahami sifat cahaya agar dapat menggunakannya dengan bijak dan menjaga lingkungan di sekita

Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal         : Senin, 26 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Teks Prosedural
Pertemuan ke        : 21

🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami dan menganalisis informasi dari berbagai teks, termasuk teks prosedur, serta menyampaikan kembali informasi tersebut secara lisan dan tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang jelas, runtut, dan sesuai konteks.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian teks prosedur dengan bahasa sendiri.
  2. Menjelaskan tujuan teks prosedur.
  3. Mengidentifikasi teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menemukan informasi tentang definisi dan tujuan teks prosedur melalui pengamatan video dan teks.
  5. Berdiskusi dengan kelompok untuk menyampaikan hasil pengamatan secara santun dan percaya diri.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus dan sadar terhadap kegiatan yang dilakukan. Guru mengajak peserta didik mengamati video dan teks prosedur dengan tenang serta memperhatikan setiap langkah yang disampaikan. Peserta didik menyadari bahwa mengikuti petunjuk secara berurutan membutuhkan ketelitian, konsentrasi, dan tanggung jawab.


💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi teks prosedur dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menyadari bahwa teks prosedur sering digunakan ketika membuat makanan, mencuci tangan, menggunakan alat, membuat kerajinan, atau melakukan suatu kegiatan.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, menyenangkan, dan melibatkan kerja sama. Peserta didik mengamati video, bermain menyusun kartu langkah, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil kelompok.


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik mengamati video dan contoh teks prosedur yang disajikan oleh guru.
    2. Peserta didik mengidentifikasi pengertian teks prosedur berdasarkan hasil pengamatan.
    3. Peserta didik menjelaskan tujuan teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari.
    4. Peserta didik menemukan ciri-ciri teks prosedur dari contoh yang diamati.
    5. Peserta didik membedakan teks prosedur dengan teks lainnya berdasarkan tujuan dan isinya.
    6. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan definisi dan tujuan teks prosedur.
    7. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi secara lisan dengan percaya diri, santun, dan runtut.

    Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

 Teks Prosedur: Definisi dan Tujuan

B. Pengertian Teks Prosedur



Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau petunjuk untuk melakukan atau membuat sesuatu secara urut dan benar.

Teks prosedur membantu seseorang mengetahui apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya, dan urutan langkah yang tepat agar suatu kegiatan dapat berhasil.

Contoh kegiatan yang dapat dibuat dalam teks prosedur:

  • Cara membuat teh manis.
  • Cara mencuci tangan dengan benar.
  • Cara menanam tanaman.
  • Cara membuat kerajinan dari kertas.
  • Cara menggunakan suatu alat.
  • Cara membuat makanan sederhana.

Contoh sederhana:

Cara Membuat Teh Manis

Bahan:

  • 1 kantong teh
  • 2 sendok teh gula
  • Air panas

Langkah-langkah:

  1. Siapkan gelas.
  2. Masukkan gula ke dalam gelas.
  3. Masukkan satu kantong teh.
  4. Tuangkan air panas.
  5. Aduk hingga gula larut.
  6. Teh manis siap diminum.

Dari contoh tersebut, terlihat bahwa kegiatan dilakukan secara berurutan. Jika langkah-langkah dilakukan tidak sesuai urutan, hasilnya mungkin tidak sesuai harapan.


C. Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki tujuan utama untuk memberikan petunjuk atau panduan kepada pembaca agar dapat melakukan atau membuat sesuatu dengan benar dan sesuai urutan.

Secara lebih rinci, tujuan teks prosedur adalah:

  1. Memberikan petunjuk
    Membantu pembaca mengetahui cara melakukan suatu kegiatan.
  2. Menjelaskan langkah-langkah
    Menunjukkan tahapan kegiatan secara runtut dari awal hingga selesai.
  3. Memudahkan seseorang melakukan sesuatu
    Pembaca tidak perlu menebak-nebak apa yang harus dilakukan.
  4. Mencegah kesalahan
    Langkah yang jelas dan berurutan dapat membantu seseorang menghindari kesalahan.
  5. Mencapai hasil yang diharapkan
    Jika petunjuk dilakukan dengan benar, kegiatan dapat menghasilkan sesuatu sesuai tujuan.

D. Ciri-Ciri Teks Prosedur

Teks prosedur biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berisi langkah-langkah yang berurutan.
  • Menjelaskan cara melakukan atau membuat sesuatu.
  • Menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
  • Menggunakan kata kerja tindakan, seperti potong, masukkan, aduk, cuci, dan tuangkan.
  • Sering menggunakan kata penghubung urutan, seperti:
    • pertama,
    • kemudian,
    • setelah itu,
    • selanjutnya,
    • terakhir.
  • Memiliki tujuan yang jelas.

E. Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teks Prosedur?

Ananda yang saleh dan salehah, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengikuti petunjuk.

Misalnya, ketika:

  • membuat makanan,
  • mencuci tangan,
  • menggunakan alat,
  • melakukan permainan,
  • membuat kerajinan,
  • merawat tanaman.

Dengan memahami teks prosedur, kita belajar mengikuti aturan, bekerja secara teratur, teliti, mandiri, dan bertanggung jawab.


F. Kegiatan Pembelajaran

1. Mengamati Video

Guru menayangkan video tentang cara membuat atau melakukan sesuatu, misalnya video Cara Membuat Jus Mangga.

Saat mengamati video, peserta didik memperhatikan:

  • Apa kegiatan yang dilakukan?
  • Apa tujuan kegiatan tersebut?
  • Apa saja langkah yang dilakukan?
  • Apakah langkah-langkah dilakukan secara berurutan?

2. Mengamati Teks

Peserta didik membaca contoh teks prosedur:

Cara Mencuci Tangan dengan Benar
Pertama, basahi tangan dengan air bersih.
Kedua, gunakan sabun dan gosok seluruh bagian tangan.
Selanjutnya, bilas tangan dengan air mengalir.
Setelah itu, keringkan tangan dengan tisu atau handuk bersih.

Peserta didik kemudian menemukan:

  • Apa yang dimaksud dengan teks prosedur?
  • Apa tujuan teks tersebut?
  • Langkah apa saja yang terdapat dalam teks?

3. Diskusi Kelompok

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan:

PertanyaanJawaban Kelompok
Apa yang dimaksud teks prosedur?...
Apa tujuan teks prosedur?...
Mengapa langkah-langkah harus berurutan?...
Sebutkan dua contoh teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari!...
Apa yang terjadi jika langkah-langkah dilakukan tidak berurutan?...

Setelah selesai, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.


G. Kesimpulan

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu secara urut dan benar.

Tujuan teks prosedur adalah memberikan petunjuk kepada pembaca agar dapat melakukan suatu kegiatan atau membuat sesuatu dengan mudah, benar, dan memperoleh hasil yang diharapkan.

Ingat!

Teks prosedur = Tujuan + Langkah-langkah yang runtut + Hasil yang diharapkan. 🌱