Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Matematika

Hari, Tanggal         : Rabu, 30 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Pecahan
Pertemuan ke        : 18

🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan pecahan dalam berbagai bentuk, membandingkan dan mengurutkan pecahan, serta melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.


🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pecahan, pembilang, dan penyebut.
  2. Mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan.
  3. Menentukan pecahan senilai.
  4. Membandingkan dan mengurutkan pecahan.
  5. Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan dengan benar.
  6. Mengalikan dan membagi pecahan dengan benar.
  7. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.
  8. Menunjukkan sikap teliti, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam menyelesaikan masalah pecahan.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak belajar dengan tenang, fokus, dan penuh perhatian. Guru mengajak peserta didik mengamati benda atau gambar yang menunjukkan pecahan, kemudian menyadari bahwa pecahan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengerjakan setiap langkah dengan teliti dan tidak terburu-buru.

Contoh:
Guru menunjukkan sebuah kue yang dibagi menjadi beberapa bagian. Peserta didik mengamati jumlah seluruh bagian dan bagian yang diambil, kemudian menyebutkan pecahannya.


🌱 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep pecahan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, menggunakan uang, mengukur bahan masakan, menentukan waktu, dan membagi sesuatu secara adil.

Contoh:
“Jika sebuah pizza dipotong menjadi 8 bagian dan kamu memakan 3 bagian, berapa bagian pizza yang kamu makan?”

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa pecahan bukan hanya angka, tetapi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan kartu pecahan;
  • mencocokkan gambar dengan pecahannya;
  • puzzle pecahan;
  • permainan kelompok;
  • kuis menggunakan Wordwall/Kahoot;
  • menggunakan benda konkret seperti kertas lipat, buah, atau makanan;
  • tantangan soal cerita pecahan.

Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik dalam menjawab.


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

PertemuanAlur Tujuan PembelajaranMateri/Kegiatan
1Peserta didik mampu menjelaskan pengertian pecahan serta menentukan pembilang dan penyebut.Mengenal pecahan melalui gambar dan benda konkret.
2Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan dan menentukan pecahan senilai.Pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan pecahan senilai.
3Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan.Menggunakan tanda >, <, = serta mengurutkan pecahan.
4Peserta didik mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan.Penyebut sama dan berbeda serta soal cerita.
5Peserta didik mampu melakukan perkalian dan pembagian pecahan.Operasi perkalian dan pembagian pecahan serta latihan kontekstual.
6Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.Soal cerita, diskusi kelompok, permainan/kuis pecahan, dan refleksi.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

📚 PECAHAN

A. Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

Bentuk pecahan:

ab\frac{a}{b}

  • a = pembilang, yaitu banyak bagian yang diambil.
  • b = penyebut, yaitu banyak seluruh bagian yang sama besar.

Contoh:

34\frac{3}{4}

Artinya, sebuah benda dibagi menjadi 4 bagian sama besar dan diambil 3 bagian.


B. Jenis-Jenis Pecahan

1. Pecahan Biasa

Pecahan yang terdiri atas pembilang dan penyebut.

Contoh:

25,37,89\frac{2}{5}, \frac{3}{7}, \frac{8}{9}

2. Pecahan Campuran

Pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan pecahan biasa.

Contoh:

213,4252\frac{1}{3},\quad 4\frac{2}{5}

Artinya:

213=2+132\frac{1}{3}=2+\frac{1}{3}

3. Pecahan Desimal

Pecahan yang dituliskan menggunakan tanda koma.

Contoh:

12=0,5\frac{1}{2}=0,5 34=0,75\frac{3}{4}=0,75

4. Persen

Persen berarti per seratus dan ditulis dengan tanda %.

Contoh:

25100=25%\frac{25}{100}=25\%


C. Pecahan Senilai

Pecahan senilai adalah pecahan yang mempunyai nilai yang sama meskipun bentuknya berbeda.

Contoh:

12=24=36=48\frac{1}{2}=\frac{2}{4}=\frac{3}{6}=\frac{4}{8}

Cara mendapatkan pecahan senilai adalah dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama.

Contoh:

23×22=46\frac{2}{3}\times\frac{2}{2} =\frac{4}{6}

Jadi:

23=46\frac{2}{3}=\frac{4}{6}


D. Membandingkan Pecahan

Untuk membandingkan pecahan, kita menggunakan tanda:

  • > lebih besar
  • < lebih kecil
  • = sama dengan

Penyebut Sama

Jika penyebutnya sama, bandingkan pembilangnya.

Contoh:

58>38\frac{5}{8}>\frac{3}{8}

Karena 5 lebih besar daripada 3.

Pembilang Sama

Jika pembilangnya sama, pecahan dengan penyebut lebih kecil mempunyai nilai lebih besar.

Contoh:

34>38\frac{3}{4}>\frac{3}{8}


E. Mengurutkan Pecahan

Contoh:

Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil:

12,34,14\frac{1}{2},\frac{3}{4},\frac{1}{4}

Samakan penyebut:

12=24\frac{1}{2}=\frac{2}{4}

Maka:

14<24<34\frac{1}{4}<\frac{2}{4}<\frac{3}{4}

Jadi urutannya:

1/4, 1/2, 3/4


F. Penjumlahan Pecahan

1. Penyebut Sama

Jumlahkan pembilangnya.

Contoh:

27+37=57\frac{2}{7}+\frac{3}{7} =\frac{5}{7}

2. Penyebut Berbeda

Samakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh:

12+13\frac{1}{2}+\frac{1}{3}

KPK dari 2 dan 3 adalah 6.

12=36\frac{1}{2}=\frac{3}{6} 13=26\frac{1}{3}=\frac{2}{6}

Jadi:

36+26=56\frac{3}{6}+\frac{2}{6} =\frac{5}{6}


G. Pengurangan Pecahan

Penyebut Sama

Contoh:

68−38=38\frac{6}{8}-\frac{3}{8} =\frac{3}{8}

Penyebut Berbeda

Contoh:

34−12\frac{3}{4}-\frac{1}{2}

Samakan penyebut:

12=24\frac{1}{2}=\frac{2}{4}

Maka:

34−24=14\frac{3}{4}-\frac{2}{4} =\frac{1}{4}


H. Perkalian Pecahan

Untuk mengalikan pecahan:

pembilang × pembilang dan penyebut × penyebut.

Contoh:

23×45=2×43×5=815\frac{2}{3}\times\frac{4}{5} =\frac{2\times4}{3\times5} =\frac{8}{15}


I. Pembagian Pecahan

Untuk membagi pecahan, pecahan kedua dibalik, kemudian dikalikan.

Contoh:

23:45\frac{2}{3}:\frac{4}{5}

Menjadi:

23×54=1012=56\frac{2}{3}\times\frac{5}{4} =\frac{10}{12} =\frac{5}{6}


J. Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pecahan sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

🍕 Makanan: Ibu memotong pizza menjadi 8 bagian dan Rani makan 3 bagian. Rani makan:

38\frac{3}{8}

🥛 Minuman: Sebuah botol berisi 1 liter. Dito minum setengahnya:

12 liter\frac{1}{2}\text{ liter}

📚 Waktu belajar: Siswa menggunakan 1/4 waktu untuk membaca dan 3/4 untuk mengerjakan latihan.


🌱 Ayo Berpikir!

Perhatikan situasi berikut:

Ibu mempunyai sebuah kue. Kue tersebut dipotong menjadi 8 bagian sama besar. Ayah memakan 2 bagian dan Kakak memakan 3 bagian.

Pertanyaan:

  1. Berapa bagian kue yang dimakan Ayah?
  2. Berapa bagian kue yang dimakan Kakak?
  3. Berapa bagian kue yang sudah dimakan seluruhnya?
  4. Berapa bagian kue yang masih tersisa?

Jawaban:

  1. Ayah = 2/8
  2. Kakak = 3/8
  3. Dimakan = 2/8 + 3/8 = 5/8
  4. Tersisa = 8/8 − 5/8 = 3/8

💡 Kesimpulan

Pecahan digunakan untuk menyatakan bagian dari suatu keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, pecahan dapat digunakan untuk menyatakan bagian makanan, ukuran, waktu, uang, jarak, dan berbagai keadaan lainnya.

 Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : IPAS

Hari, Tanggal         : Rabu, 30 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Sifat-sifat Cahaya
Pertemuan ke        : 16

🌟 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami berbagai fenomena alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan mengamati, menyelidiki, melakukan percobaan sederhana, serta mengomunikasikan hasil pengamatannya. Murid mampu menjelaskan sifat-sifat cahaya dan menghubungkannya dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu:

  1. Menjelaskan bahwa cahaya merupakan bentuk energi yang memungkinkan manusia melihat benda.
  2. Menjelaskan sifat cahaya yang merambat lurus melalui pengamatan dan percobaan sederhana.
  3. Mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan benda yang tidak dapat ditembus cahaya.
  4. Mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya berdasarkan hasil pengamatan.
  5. Menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan.
  6. Menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid fokus, sadar, dan teliti terhadap apa yang sedang diamati.

Kegiatan mindful:

  • Guru mengajak murid mengamati cahaya di dalam kelas secara tenang.
  • Murid memperhatikan arah datangnya cahaya matahari atau cahaya senter.
  • Murid mengamati perubahan cahaya ketika melewati berbagai benda.
  • Murid melakukan percobaan dengan penuh perhatian dan mengikuti langkah-langkah secara tertib.
  • Murid mencatat hasil pengamatan berdasarkan apa yang benar-benar mereka lihat.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan murid.

Murid diajak menemukan bahwa sifat cahaya digunakan dalam berbagai kehidupan, misalnya:

  • Cahaya matahari masuk melalui kaca jendela.
  • Cahaya senter bergerak lurus.
  • Kita dapat melihat benda melalui kaca bening.
  • Tirai tipis masih dapat meneruskan sebagian cahaya.
  • Dinding dan buku tidak dapat ditembus cahaya.
  • Bayangan terbentuk ketika cahaya terhalang benda.

🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Pembelajaran dibuat menyenangkan melalui eksperimen, permainan, kerja kelompok, dan tantangan sederhana.

🔦 Kegiatan “Detektif Cahaya”

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapatkan beberapa benda, misalnya:

  • kaca bening,
  • plastik bening,
  • kertas,
  • kain,
  • kardus,
  • buku.

Setiap kelompok menggunakan senter untuk menyelidiki:

“Apakah cahaya dapat menembus benda ini?”


📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)



1Murid mampu mengenal cahaya dan mengidentifikasi sumber cahaya di lingkungan sekitar.
2Murid mampu menjelaskan bahwa cahaya merambat lurus melalui percobaan sederhana.
3Murid mampu mengidentifikasi benda yang dapat ditembus cahaya dan yang tidak dapat ditembus cahaya.
4Murid mampu mengelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya.
5
Murid mampu menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

6Murid mampu menyimpulkan sifat cahaya berdasarkan hasil percobaan dan mengomunikasikan hasilnya.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

  2. 📚 SIFAT-SIFAT CAHAYA

    Cahaya Merambat Lurus dan Dapat Menembus Benda Tertentu

    💡 A. Apa Itu Cahaya?

    Cahaya adalah energi yang memungkinkan kita melihat benda-benda di sekitar kita.

    Cahaya berasal dari sumber cahaya. Contohnya:

    • ☀️ Matahari
    • 💡 Lampu
    • 🕯️ Lilin
    • 🔦 Senter
    • 🔥 Api

    Tanpa cahaya, kita akan kesulitan melihat benda di sekitar kita.

    ➡️ B. Cahaya Merambat Lurus

    Salah satu sifat cahaya adalah cahaya merambat lurus.

    Artinya, cahaya bergerak mengikuti garis lurus selama tidak terhalang oleh suatu benda.

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    🔦 Ketika kita menyalakan senter, cahaya senter terlihat bergerak ke arah depan dalam jalur yang lurus.

    ☀️ Sinar matahari yang masuk melalui celah jendela juga tampak membentuk garis lurus.

    🌳 Cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah daun dapat terlihat seperti garis-garis cahaya.

    🔎 Percobaan Sederhana: Cahaya Merambat Lurus

    Alat dan bahan:

    • Senter
    • 3 lembar karton
    • Gunting
    • Meja

    Langkah-langkah:

    1. Buat lubang kecil di tengah ketiga karton.
    2. Letakkan ketiga karton secara berjajar.
    3. Pastikan ketiga lubang berada pada posisi yang sama lurus.
    4. Letakkan senter di belakang karton pertama.
    5. Nyalakan senter.
    6. Amati apakah cahaya dapat melewati ketiga lubang.
    7. Geser salah satu karton sedikit ke samping.
    8. Amati kembali cahaya senter.

    💭 Kesimpulan

    Ketika ketiga lubang berada dalam satu garis lurus, cahaya dapat melewatinya.

    Ketika salah satu karton digeser sehingga lubangnya tidak sejajar, cahaya tidak dapat melewati semua lubang.

    Jadi, percobaan tersebut menunjukkan bahwa cahaya merambat lurus.


    🔍 C. Cahaya Dapat Menembus Benda Tertentu

    Selain merambat lurus, cahaya juga dapat menembus benda tertentu.

    Namun, tidak semua benda dapat ditembus cahaya.

    Berdasarkan kemampuan benda dalam meneruskan cahaya, benda dapat dikelompokkan menjadi tiga.

    1. Benda Transparan

    Benda transparan adalah benda yang dapat ditembus cahaya dengan baik sehingga benda di belakangnya dapat terlihat dengan jelas.

    Contoh:

    • Kaca jendela bening
    • Air jernih
    • Plastik bening
    • Gelas bening

    🔎 Contoh: Kita dapat melihat benda di balik kaca jendela karena cahaya dapat melewati kaca tersebut.


    2. Benda Translusen

    Benda translusen adalah benda yang hanya dapat meneruskan sebagian cahaya. Benda di baliknya biasanya terlihat samar-samar.

    Contoh:

    • Kaca buram
    • Kertas minyak
    • Tirai tipis
    • Plastik agak buram

    🔎 Contoh: Cahaya dapat melewati tirai tipis, tetapi benda di balik tirai tidak terlihat dengan jelas.


    3. Benda Opaque atau Tidak Tembus Cahaya

    Benda tidak tembus cahaya adalah benda yang tidak dapat ditembus cahaya.

    Contoh:

    • Kayu
    • Buku
    • Kardus
    • Batu
    • Dinding
    • Besi

    🔎 Contoh: Cahaya senter tidak dapat menembus buku atau dinding.


    📊 D. Pengelompokan Benda Berdasarkan Kemampuan Menembus Cahaya

    Jenis BendaKemampuan Menembus CahayaContoh
    TransparanCahaya dapat menembus dengan baikKaca bening, air jernih, plastik bening
    TranslusenSebagian cahaya dapat menembusKaca buram, kertas minyak, tirai
    Tidak tembus cahayaCahaya tidak dapat menembusKayu, buku, kardus, dinding

    🔬 E. Percobaan: Benda Apa yang Dapat Ditembus Cahaya?

    Alat dan bahan:

    • Senter
    • Gelas bening
    • Kertas
    • Plastik bening
    • Kardus
    • Buku
    • Kain tipis

    Langkah kegiatan:

    1. Nyalakan senter.
    2. Arahkan cahaya senter ke setiap benda.
    3. Amati apakah cahaya dapat melewati benda tersebut.
    4. Catat hasil pengamatan.
    5. Kelompokkan benda menjadi transparan, translusen, dan tidak tembus cahaya.

    Tabel Pengamatan

    No.BendaCahaya Menembus?Jenis Benda
    1Kaca beningYa, jelasTransparan
    2Kertas minyakSebagianTranslusen
    3KardusTidakTidak tembus cahaya
    4Plastik beningYa, jelasTransparan
    5Kain tipisSebagianTranslusen

    🌈 F. Contoh Sifat Cahaya dalam Kehidupan

    Sifat cahaya merambat lurus dan dapat menembus benda tertentu banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Contohnya:

    1. 🔦 Senter
      Cahaya senter bergerak lurus ke arah benda yang disinari.
    2. 🪟 Jendela kaca
      Cahaya matahari dapat masuk melalui kaca jendela.
    3. ☀️ Sinar matahari melalui celah
      Cahaya tampak membentuk garis lurus ketika melewati celah kecil.
    4. 🕶️ Kacamata
      Lensa tertentu dapat meneruskan cahaya sehingga kita dapat melihat.
    5. 🏠 Atap atau dinding
      Cahaya tidak dapat menembus dinding sehingga terbentuk daerah gelap atau bayangan.

    🧠 G. Ayo Berpikir!

    Bayangkan kamu berada di ruangan yang gelap. Kemudian kamu menyalakan senter.

    Pertanyaan:

    1. Mengapa cahaya senter dapat membantu kita melihat?
    2. Apakah cahaya senter dapat menembus buku?
    3. Mengapa cahaya dapat melewati kaca jendela?
    4. Apa yang terjadi jika salah satu karton pada percobaan cahaya digeser?
    5. Mengapa benda transparan berbeda dengan benda translusen?

    ⭐ Kesimpulan

    Cahaya memiliki beberapa sifat, di antaranya:

    ➡️ Cahaya merambat lurus.
    Cahaya bergerak mengikuti garis lurus.

    ➡️ Cahaya dapat menembus benda tertentu.
    Tidak semua benda dapat ditembus cahaya.

    Berdasarkan kemampuan meneruskan cahaya, benda dibedakan menjadi:

    Transparan → cahaya dapat menembus dengan jelas.
    Translusen → sebagian cahaya dapat menembus.
    Tidak tembus cahaya → cahaya tidak dapat menembus.

    🌟 Pesan untuk Murid

    “Ayo menjadi peneliti cilik! Amati benda-benda di sekitarmu dan temukan benda mana yang dapat ditembus cahaya dan mana yang tidak. Belajar melalui percobaan membuat kita semakin memahami kebesaran Allah SWT melalui berbagai sifat cahaya yang ada di alam.”

 Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Seni Rupa
Hari, Tanggal         : Selasa, 29 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     :Membuat dan Merefleksikan Karya Anyaman
Pertemuan ke        : 18


Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesua

Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
    • Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
    • Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
    • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
  • Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba.
  • Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.



    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    🌿 Bahan Ajar Seni Rupa Kelas V SD

    Materi: Eksplorasi Variasi Teknik Penggunaan Alat dan/atau Bahan Kerajinan Anyaman

    Tujuan Pembelajaran:
    Murid dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan dalam membuat kerajinan anyaman serta menghasilkan karya anyaman sederhana yang kreatif dan memiliki nilai guna.


    A. Mengenal Kerajinan Anyaman

    Anyaman adalah kerajinan yang dibuat dengan cara menyilangkan, menyisipkan, atau menumpangkan bahan secara teratur sehingga membentuk pola tertentu.

    Anyaman dapat dibuat menjadi berbagai benda yang indah dan bermanfaat, seperti:

    • Tikar
    • Keranjang
    • Tempat pensil
    • Tas
    • Dompet
    • Hiasan dinding
    • Tempat tisu
    • Gantungan
    • Alas meja
    7

    B. Bahan untuk Membuat Anyaman

    Bahan anyaman dapat berasal dari alam maupun bahan buatan.

    1. Bahan Alam

    Contohnya:

    • Bambu
    • Rotan
    • Daun pandan
    • Daun kelapa
    • Mendong
    • Eceng gondok
    • Daun lontar

    2. Bahan Buatan

    Contohnya:

    • Kertas
    • Koran bekas
    • Sedotan
    • Pita
    • Tali
    • Plastik kemasan
    • Benang

    Untuk murid SD, bahan yang mudah dan aman digunakan antara lain kertas warna, kertas bekas, pita, atau sedotan.


    C. Alat yang Digunakan

    Beberapa alat yang dapat digunakan dalam kegiatan menganyam:

    AlatKegunaan
    ✂️ GuntingMemotong bahan
    📏 PenggarisMengukur dan membuat garis
    ✏️ PensilMembuat pola
    🧴 LemMerekatkan bagian tertentu
    🖍️ Pensil warna/spidolMemberi warna atau hiasan
    PenjepitMembantu menahan bahan saat menganyam

    Keselamatan kerja: Gunakan gunting dengan hati-hati, jangan berlari sambil membawa alat, dan rapikan alat setelah digunakan.


    D. Teknik Dasar Menganyam

    Ada beberapa teknik yang dapat dieksplorasi oleh murid.

    1. Teknik Anyaman Satu-Satu

    Bahan disusun dengan pola:

    Atas – bawah – atas – bawah

    Contoh:

    │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
    │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │
    │ ─ ─ ─ │ ─ ─ ─ │

    Teknik ini merupakan teknik dasar yang paling mudah dipelajari.

    2. Teknik Anyaman Dua-Dua

    Bahan dilewatkan dua bagian di atas, kemudian dua bagian di bawah secara bergantian.

    Pola dapat dibuat seperti:

    Atas – atas – bawah – bawah

    Teknik ini menghasilkan pola yang berbeda dari anyaman satu-satu.

    3. Teknik Anyaman Warna

    Gunakan bahan dengan dua atau lebih warna. Perbedaan warna dapat membentuk pola garis, kotak, zig-zag, atau pola lainnya.

    7

    4. Teknik Kombinasi Bahan

    Murid dapat mencoba menggabungkan bahan yang berbeda, misalnya:

    • Kertas + pita
    • Kertas + tali
    • Sedotan + benang
    • Kertas warna + koran bekas

    Kombinasi bahan dapat menghasilkan tekstur dan tampilan karya yang lebih menarik.


    E. Eksplorasi Teknik dan Bahan

    Dalam membuat anyaman, murid tidak harus menggunakan satu cara saja. Murid dapat mencoba berbagai bahan dan teknik, kemudian mengamati hasilnya.

    Contohnya:

    Percobaan 1:
    Menganyam kertas dengan pola satu-satu.

    Percobaan 2:
    Menggunakan dua warna kertas untuk membuat pola kotak.

    Percobaan 3:
    Menggunakan tiga warna untuk membuat pola garis.

    Percobaan 4:
    Mengombinasikan kertas dengan pita.

    Setelah mencoba, murid dapat membandingkan:

    • Bahan mana yang paling mudah digunakan?
    • Teknik mana yang paling mudah?
    • Teknik mana yang menghasilkan pola paling menarik?
    • Apa kesulitan yang ditemukan?
    • Bagaimana cara memperbaikinya?

    F. Langkah-Langkah Membuat Anyaman Kertas Sederhana

    Alat dan bahan:

    • 2 lembar kertas warna berbeda
    • Pensil
    • Penggaris
    • Gunting
    • Lem

    Langkah kerja:

    1. Siapkan dua lembar kertas dengan warna berbeda.
    2. Potong salah satu kertas menjadi beberapa bagian memanjang sebagai bilah anyaman.
    3. Pada kertas lainnya, buat garis-garis sejajar.
    4. Gunting mengikuti garis, tetapi jangan sampai terputus seluruhnya.
    5. Masukkan bilah kertas secara bergantian di atas dan di bawah bagian yang telah dipotong.
    6. Pada baris berikutnya, lakukan secara berlawanan.
    7. Rapikan ujung-ujung kertas.
    8. Gunakan lem agar anyaman tidak mudah terlepas.
    9. Tambahkan hiasan sesuai kreativitas.
    5

    G. Prinsip yang Perlu Diperhatikan

    Saat membuat karya anyaman, perhatikan:

    Kerapian → susunan bahan tidak berantakan.
    Ketelitian → mengikuti pola dengan tepat.
    Kreativitas → berani mencoba warna dan pola baru.
    Kesabaran → menganyam membutuhkan ketekunan.
    Kebersihan → menjaga meja dan lingkungan tetap bersih.


    H. Aktivitas Eksplorasi Murid

    Ayo Bereksperimen!

    Buatlah 3 contoh anyaman kecil dengan ketentuan:

    1. Anyaman menggunakan satu warna.
    2. Anyaman menggunakan dua warna.
    3. Anyaman menggunakan kombinasi bahan atau pola yang berbeda.

    Kemudian pilih satu karya yang paling menarik dan jelaskan:

    “Saya memilih teknik ... karena ....”


    I. Pertanyaan Pemantik

    1. Mengapa bahan anyaman harus disusun secara teratur?
    2. Apa yang terjadi jika pola atas-bawah tidak dilakukan dengan benar?
    3. Apakah semua bahan dapat digunakan untuk membuat anyaman?
    4. Apa perbedaan hasil anyaman menggunakan kertas dan pita?
    5. Bagaimana cara membuat anyaman agar terlihat lebih menarik?
    6. Bagaimana kita dapat memanfaatkan bahan bekas untuk membuat kerajinan anyaman?

    J. Kesimpulan

    Kerajinan anyaman dibuat dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara teratur. Bahan yang digunakan dapat berupa bahan alam maupun bahan buatan. Dalam membuat anyaman, kita dapat mengeksplorasi berbagai alat, bahan, warna, pola, dan teknik untuk menghasilkan karya yang kreatif, rapi, indah, dan memiliki nilai guna.

    🌱 Pesan untuk Ananda:
    Jangan takut mencoba pola baru. Kesalahan dalam menganyam adalah bagian dari proses belajar. Teruslah berkreasi, teliti, sabar, dan bangga terhadap hasil karya sendiri!