Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal         : Senin, 31 Agustus 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                   : Meneladani Perilaku Pancasila
Pertemuan ke        : 12


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat;

    - Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar mengenali, mengamati, dan merefleksikan simbol-simbol Pancasila pada lambang negara Garuda Pancasila serta memahami hubungan setiap simbol dengan sila-sila Pancasila. Peserta didik menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

    - Meaningful (Bermakna) : Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan makna setiap simbol Pancasila dengan sila-sila Pancasila serta menghubungkannya dengan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti beribadah, menghargai teman, bekerja sama, bermusyawarah, dan bersikap adil. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    - Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai simbol dan sila-sila Pancasila melalui berbagai aktivitas seperti permainan mencocokkan simbol dengan sila, bernyanyi lagu tentang Pancasila, kuis interaktif bertema simbol-simbol Pancasila.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. ·      Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila;

    ·         meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat;

    ·         menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh;

    ·         menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.

📌 MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, gambar garuda pancasila

Bismillahirrahmanirrahim. 

Pertemuan Ke  : 

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


Mengenal Perumus Pancasila

Pancasila tidak muncul begitu saja. Pancasila dirumuskan melalui proses pembahasan dan perjuangan para tokoh bangsa.

Beberapa tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila antara lain:

  • Ir. Soekarno
  • Drs. Mohammad Hatta
  • Mr. Ahmad Soebardjo
  • Mr. A. A. Maramis
  • Mr. Mohammad Yamin
  • Prof. Dr. Soepomo

Para tokoh tersebut memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu mempersiapkan dasar negara bagi Indonesia yang akan merdeka.

Sikap yang dapat kita teladani

Dari para perumus Pancasila, kita dapat belajar untuk:

1. Mengutamakan persatuan
Walaupun berbeda pendapat, mereka tetap mengutamakan kepentingan bangsa.

2. Rela berkorban
Para tokoh bersedia mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kepentingan Indonesia.

3. Menghargai pendapat
Perbedaan pendapat diselesaikan melalui pembahasan dan musyawarah.

4. Bertanggung jawab
Setiap tokoh menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh.

5. Mengutamakan kepentingan bersama
Kepentingan bangsa lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi atau kelompok.

Contoh penerapannya di masyarakat

Sikap Perumus PancasilaContoh di Masyarakat
Menghargai pendapatMendengarkan pendapat tetangga saat rapat
Mengutamakan persatuanTidak membeda-bedakan warga
Rela berkorbanIkut membantu kegiatan kerja bakti
MusyawarahMenyelesaikan masalah melalui diskusi
Bertanggung jawabMelaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat

D. Mengenal Lima Sila Pancasila

Sila ke-1

Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna:
Bangsa Indonesia percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghormati kebebasan setiap orang dalam menjalankan agamanya.

Contoh perilaku:

  • Rajin beribadah.
  • Menghormati teman yang berbeda agama.
  • Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah.
  • Bersyukur kepada Tuhan.
  • Tidak memaksakan agama kepada orang lain.

Sila ke-2

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Makna:
Setiap manusia memiliki harkat dan martabat yang harus dihormati. Kita harus memperlakukan orang lain secara adil dan beradab.

Contoh perilaku:

  • Menolong orang yang membutuhkan.
  • Tidak melakukan perundungan.
  • Menghargai orang lain.
  • Bersikap sopan dan santun.
  • Tidak membeda-bedakan teman.

Sila ke-3

Persatuan Indonesia

Makna:
Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa meskipun memiliki perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

Contoh perilaku:

  • Berteman dengan siapa saja.
  • Menghargai keberagaman budaya.
  • Mengikuti kegiatan gotong royong.
  • Tidak mudah bertengkar.
  • Menjaga kerukunan masyarakat.

Sila ke-4

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna:
Setiap keputusan yang menyangkut kepentingan bersama sebaiknya dilakukan melalui musyawarah dengan menghargai pendapat orang lain.

Contoh perilaku:

  • Bermusyawarah ketika menentukan kegiatan.
  • Mendengarkan pendapat orang lain.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima hasil musyawarah.
  • Berani menyampaikan pendapat dengan sopan.

Sila ke-5

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna:
Setiap warga negara berhak memperoleh perlakuan yang adil dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kesejahteraan.

Contoh perilaku:

  • Bersikap adil kepada semua orang.
  • Mau berbagi.
  • Tidak mengambil hak orang lain.
  • Melaksanakan kewajiban dengan baik.
  • Membantu masyarakat yang membutuhkan.

E. Pancasila sebagai Kesatuan yang Utuh

Kelima sila Pancasila tidak berdiri sendiri-sendiri. Setiap sila saling berhubungan dan saling melengkapi.

Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh.

Contohnya:

Ketika kita membantu tetangga yang sedang kesulitan, kita tidak hanya menerapkan sila ke-2. Kita juga dapat menerapkan sila ke-1 dengan melakukannya sebagai bentuk ketakwaan kepada Tuhan, sila ke-3 dengan menjaga kepedulian dan persatuan, sila ke-4 dengan bermusyawarah menentukan bantuan, serta sila ke-5 dengan memberikan bantuan secara adil.

Hubungan antarsila

Sila 1 → Sila 2
Keimanan kepada Tuhan mendorong kita untuk menghargai dan menyayangi sesama manusia.

Sila 2 → Sila 3
Saling menghargai dan menyayangi akan menciptakan persatuan.

Sila 3 → Sila 4
Persatuan membuat masyarakat dapat bermusyawarah dengan baik.

Sila 4 → Sila 5
Keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah hendaknya menciptakan keadilan.

Sila 5 → Sila 1
Keadilan dan kesejahteraan harus dilaksanakan dengan tetap menjunjung nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Kesimpulan

Kelima sila Pancasila saling berkaitan. Pengamalan satu sila sebaiknya tidak bertentangan dengan sila lainnya.


F. Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara Indonesia.

Artinya, Pancasila menjadi dasar atau landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.

Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam membuat aturan dan menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Contohnya:

  • Negara menjamin kebebasan beragama → sesuai dengan sila ke-1.
  • Negara menghormati hak setiap manusia → sesuai dengan sila ke-2.
  • Negara menjaga persatuan bangsa → sesuai dengan sila ke-3.
  • Pengambilan keputusan dilakukan melalui mekanisme demokrasi → sesuai dengan sila ke-4.
  • Negara berusaha mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial → sesuai dengan sila ke-5.

G. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Pancasila juga merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Artinya, Pancasila menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup, kita dapat menentukan perilaku yang baik dalam menghadapi berbagai persoalan.

Contoh dalam kehidupan masyarakat

Masalah: Ada tetangga yang terkena musibah.

Sikap berdasarkan Pancasila:

  • Berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.
  • Menunjukkan rasa kemanusiaan.
  • Mengajak warga membantu.
  • Bermusyawarah menentukan bentuk bantuan.
  • Membagikan bantuan secara adil.

Dengan demikian, kelima sila dapat diterapkan secara bersama-sama.


H. Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat

1. Di lingkungan RT/RW

Murid dapat:

  • Mengikuti kerja bakti.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menghormati tetangga.
  • Mengikuti kegiatan masyarakat.
  • Membantu tetangga yang membutuhkan.

2. Dalam kehidupan bertetangga

Murid dapat:

  • Menyapa tetangga dengan sopan.
  • Tidak mengganggu kenyamanan orang lain.
  • Menghargai perbedaan.
  • Menjaga kerukunan.
  • Menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah.

3. Dalam kegiatan gotong royong

Murid dapat:

  • Bekerja sama membersihkan lingkungan.
  • Membantu sesuai kemampuan.
  • Tidak memilih-milih teman.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.


 

Seni Rupa Class 5A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Jum'at, 28 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 5A

Materi               : Kreasi kerajinan makrame

Mapel                : Seni Rupa

Pertemuan Ke  : 

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.




CP                                :  Menciptakan (Making/Creating)

Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan/atau hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi. 


TP                                : 

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan fungsi kerajinan makrame.
  2. Mengenal alat, bahan, dan teknik dasar pembuatan makrame.
  3. Membuat karya makrame sederhana dengan menerapkan teknik simpul.
  4. Menunjukkan kreativitas dalam memilih bentuk, warna, dan susunan karya.
  5. Merefleksikan proses dan hasil karya makrame dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

Model: Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan: Pembelajaran berbasis proyek, kontekstual, dan berpusat pada murid.
Media / Alat peraga    : video


Materi Pembelajaran 

Makrame adalah seni membuat kerajinan dengan cara mengikat, menyimpul, dan merangkai tali menjadi berbagai bentuk dan pola.

Makrame dapat dibuat menjadi berbagai benda, seperti:

  • gantungan kunci;
  • gelang;
  • hiasan dinding;
  • pot gantung;
  • gantungan tas;
  • tempat tisu;
  • dekorasi kamar;
  • hiasan meja.

Makrame tidak membutuhkan alat yang rumit. Kreativitas dalam memilih warna, bentuk, ukuran, pola, dan jenis simpul dapat membuat karya makrame menjadi lebih menarik.

D. Alat dan Bahan Makrame

Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan antara lain:

No.Alat/BahanFungsi
1Tali makrame/tali katunBahan utama membuat karya
2GuntingMemotong tali
3Kayu/rantingSebagai tempat mengikat tali
4Meteran/penggarisMengukur panjang tali
5Manik-manikHiasan tambahan
6LemMembantu menguatkan bagian tertentu
7SisirMembuat ujung tali menjadi rumbai

Catatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan sesuai arahan guru.

E. Teknik Dasar Makrame

Dalam membuat makrame, terdapat beberapa teknik simpul dasar.

1. Simpul Mati

Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

Ciri: ikatan kuat dan sederhana.

2. Simpul Kepala

Simpul kepala biasanya digunakan untuk memasangkan tali pada kayu atau tali utama.

3. Simpul Persegi

Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang teratur dan sering digunakan dalam berbagai karya makrame.

4. Simpul Spiral

Simpul spiral menghasilkan bentuk seperti pilinan atau ulir sehingga karya terlihat lebih dekoratif.

F. Unsur Seni Rupa dalam Karya Makrame

Ketika membuat makrame, murid dapat memperhatikan beberapa unsur seni rupa.

1. Garis

Susunan tali dapat menghasilkan garis lurus, diagonal, melengkung, atau berulang.

2. Bentuk

Simpul dan susunan tali dapat membentuk berbagai bentuk geometris maupun organik.

3. Warna

Pemilihan warna tali dapat membuat karya terlihat cerah, lembut, kontras, atau harmonis.

4. Tekstur

Makrame memiliki tekstur nyata karena permukaannya dapat diraba dan memiliki bentuk simpul serta rumbai.

5. Ruang

Susunan tali yang menggantung dapat memberikan kesan ruang dan kedalaman.

G. Prinsip Seni Rupa dalam Makrame

Selain unsur seni rupa, karya makrame juga dapat memperhatikan prinsip berikut:

  • Kesatuan: bagian-bagian karya terlihat menyatu.
  • Keseimbangan: susunan tali tidak terlihat berat sebelah.
  • Irama: adanya pengulangan simpul atau pola.
  • Proporsi: ukuran setiap bagian sesuai.
  • Harmoni: warna dan bentuk terlihat serasi.
  • Kontras: adanya perbedaan warna atau bentuk yang membuat karya lebih menarik.

H. Langkah-Langkah Membuat Makrame Sederhana

Contoh: Gantungan Makrame Sederhana

1. Menentukan desain

Tentukan terlebih dahulu bentuk dan ukuran karya yang akan dibuat.

2. Menyiapkan bahan

Potong beberapa tali dengan panjang yang sama.

3. Memasang tali

Ikatkan tali pada kayu atau bagian yang digunakan sebagai penyangga.

4. Membuat simpul

Gunakan simpul dasar, seperti simpul kepala, simpul mati, atau simpul persegi.

5. Membentuk pola

Susun simpul secara berulang hingga membentuk pola yang diinginkan.

6. Memberikan hiasan

Tambahkan manik-manik atau buat bagian ujung tali menjadi rumbai.

7. Merapikan karya

Potong bagian tali yang terlalu panjang dan rapikan ujung-ujungnya.

8. Mengamati hasil karya

Perhatikan warna, bentuk, pola, tekstur, kerapian, dan keunikan karya.

I. Kosakata Seni Rupa untuk Merefleksikan Karya

Setelah selesai membuat karya, murid perlu melakukan refleksi.

Refleksi adalah kegiatan melihat kembali proses dan hasil karya untuk mengetahui hal yang sudah baik, kesulitan yang dialami, dan hal yang perlu diperbaiki.

Gunakan kosakata seni rupa berikut ketika melakukan refleksi:

KosakataPengertian
Unsur rupaBagian yang membentuk karya, seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur
KomposisiSusunan unsur-unsur dalam karya
HarmoniKeserasian antara bagian-bagian karya
KontrasPerbedaan yang terlihat jelas
TeksturKesan permukaan suatu benda
PolaSusunan bentuk atau motif yang berulang
ProporsiPerbandingan ukuran antarbagian
KeseimbanganKeselarasan berat visual dalam karya
IramaPengulangan unsur yang memberikan kesan tertentu
KreativitasKemampuan menghasilkan gagasan atau karya yang menarik dan berbeda
KerapianTingkat keteraturan dan ketelitian karya
EstetikaKeindahan yang terdapat dalam karya

J. Contoh Refleksi Karya

Murid dapat menggunakan kalimat berikut:

“Karya makrame saya menggunakan warna cokelat dan putih. Saya memilih warna tersebut karena terlihat harmonis. Saya menggunakan pola simpul yang berulang sehingga menghasilkan irama pada karya. Tekstur tali terasa kasar dan memiliki tekstur nyata. Menurut saya, karya saya sudah cukup rapi, tetapi bagian simpul masih perlu diperbaiki agar komposisinya lebih teratur.”

Contoh refleksi sederhana:

Nama karya: Gantungan Makrame

Warna: Putih dan cokelat

Bentuk: Gantungan dengan rumbai

Teknik: Simpul persegi dan simpul mati

Hal yang saya sukai:
Saya menyukai perpaduan warna dan bentuk rumbai pada karya saya.

Kesulitan saya:
Saya masih kesulitan membuat ukuran simpul yang sama.

Keunggulan karya:
Karya memiliki pola yang berulang dan warna yang harmonis.

Yang perlu diperbaiki:
Kerapian simpul dan panjang rumbai perlu dibuat lebih seragam.

K. Aktivitas Pembelajaran

🟢 Ayo Mengamati

Perhatikan berbagai contoh karya makrame yang ditunjukkan guru.

Jawablah pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu lihat pada karya tersebut?
  2. Bahan apa yang digunakan?
  3. Warna apa yang digunakan?
  4. Bagaimana bentuk dan polanya?
  5. Bagaimana tekstur karya tersebut?
  6. Apa yang membuat karya tersebut terlihat menarik?

🟡 Ayo Berkarya

Buatlah satu karya makrame sederhana menggunakan bahan yang tersedia.

Perhatikan:

  • pemilihan warna;
  • bentuk;
  • pola;
  • teknik simpul;
  • komposisi;
  • keseimbangan;
  • kerapian;
  • kreativitas.

🔵 Ayo Merefleksikan

Setelah selesai berkarya, ceritakan pengalamanmu menggunakan kosakata seni rupa.

Pertanyaan refleksi:

  1. Apa judul karya yang kamu buat?
  2. Apa bahan yang kamu gunakan?
  3. Teknik simpul apa yang kamu gunakan?
  4. Bagaimana komposisi karya kamu?
  5. Bagaimana perpaduan warnanya?
  6. Bagaimana tekstur karya kamu?
  7. Bagian mana yang paling kamu sukai?
  8. Apa kesulitan yang kamu alami?
  9. Apa yang ingin kamu perbaiki?
  10. Apa yang membuat karya kamu berbeda atau unik?

L. Kesimpulan

Makrame merupakan kerajinan yang dibuat dengan teknik mengikat dan menyimpulkan tali. Dalam membuat makrame, kita dapat menerapkan unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur, serta prinsip keseimbangan, harmoni, irama, komposisi, dan proporsi.

Setelah karya selesai, kita perlu melakukan refleksi. Melalui refleksi, kita dapat mengetahui kelebihan karya, kesulitan selama proses berkarya, dan bagian yang masih dapat diperbaiki. Saat melakukan refleksi, gunakan kosakata seni rupa agar kita dapat menjelaskan karya dengan lebih tepat dan jelas.

🌟 Pesan untuk Murid

“Tidak ada karya yang langsung sempurna. Teruslah mencoba, berkreasi, dan berani memperbaiki karya. Setiap simpul yang kamu buat adalah bagian dari kreativitasmu.”

 

PAK Class 5A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Kamis, 27 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 5A

Materi               : Jujur

Mapel                : PAK

Pertemuan Ke  : 13

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.



CP                                : Peserta didik mampu memahami, menunjukkan, dan membiasakan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari nilai-nilai antikorupsi. Peserta didik mampu mengenali berbagai bentuk perilaku jujur dan tidak jujur, memahami manfaat kejujuran serta dampak perilaku tidak jujur, serta menerapkan kejujuran dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

TP                                : Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
  1. Menjelaskan pengertian jujur dengan menggunakan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh perilaku jujur dan tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menjelaskan pentingnya kejujuran dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan orang lain.
  4. Menganalisis dampak perilaku tidak jujur, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  5. Menunjukkan sikap jujur dalam melaksanakan tugas, ulangan, bermain, dan berinteraksi dengan teman.
  6. Membiasakan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penerapan nilai antikorupsi.
  7. Menyajikan contoh tindakan jujur yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Metode / Model          :  Demonstrasi
Media / Alat peraga   : video


Materi Pembelajaran 



Jujur

A. Pengertian Jujur

JUJUR

1. Pengertian Jujur

Jujur adalah sikap berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan. Orang yang jujur tidak berbohong, tidak menipu, tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, dan berani mengakui kesalahan.

Jujur harus dilakukan di mana saja dan kapan saja, baik ketika ada orang lain maupun ketika tidak ada yang melihat.

2. Ciri-Ciri Orang yang Jujur

Orang yang memiliki sikap jujur biasanya:

  • Berkata sesuai kenyataan.
  • Tidak menyontek saat mengerjakan tugas atau ujian.
  • Mengembalikan barang yang ditemukan kepada pemiliknya.
  • Mengakui kesalahan yang dilakukan.
  • Tidak mengambil barang milik orang lain.
  • Tidak memalsukan hasil pekerjaan.
  • Tidak berbohong untuk mendapatkan keuntungan.
  • Dapat dipercaya oleh orang lain.

3. Contoh Perilaku Jujur di Sekolah

SituasiSikap Jujur
Menemukan uang di kelasMenyerahkannya kepada guru
Tidak mengerjakan PRMengakui kepada guru
Saat ujianMengerjakan sendiri tanpa menyontek
Memecahkan barang temanMengakui dan meminta maaf
Mendapat nilai bagus karena belajarMengatakan bahwa nilai diperoleh dari usaha sendiri
Mendapat uang kembalian lebihMengembalikan kelebihan uang

4. Mengapa Kita Harus Jujur?

Kejujuran sangat penting karena:

  1. Membuat orang lain percaya kepada kita.
  2. Membentuk karakter yang baik.
  3. Menghindarkan kita dari perbuatan korupsi.
  4. Membuat hati menjadi tenang.
  5. Menciptakan lingkungan yang aman dan dapat dipercaya.

5. Hubungan Jujur dengan Antikorupsi

Kejujuran merupakan salah satu nilai dasar antikorupsi. Korupsi dapat muncul ketika seseorang tidak jujur dan ingin mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak benar.

Contohnya:

  • Mengambil uang yang bukan miliknya.
  • Memalsukan laporan.
  • Berbohong tentang penggunaan uang.
  • Menggunakan barang milik orang lain tanpa izin.
  • Menyembunyikan kesalahan untuk mendapatkan keuntungan.

Dengan membiasakan jujur sejak kecil, kita belajar menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab.

6. Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh sederhana yang dapat dilakukan siswa:

“Saya menemukan pensil teman di bawah meja. Saya tidak mengambilnya untuk diri sendiri, tetapi saya mengembalikannya kepada pemiliknya.”

Perbuatan tersebut menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab.

7. Nilai Kejujuran dalam Islam

Allah SWT memerintahkan manusia untuk berkata benar. Salah satu ayat yang sesuai adalah:

QS. Al-Ahzab ayat 70:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”

Pesan ayat tersebut mengajarkan kita untuk berkata benar dan menjauhi kebohongan.

8. Kesimpulan

Jujur adalah berkata dan bertindak sesuai kenyataan. Kejujuran harus dibiasakan sejak kecil, karena orang yang jujur akan dipercaya, bertanggung jawab, dan terhindar dari perilaku yang dapat mengarah pada korupsi.

Slogan:

🌟 “Jujur Itu Hebat, Jujur Itu Keren, Jujur Membentuk Generasi Antikorupsi!”