Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.
Pengertian dan Prinsip Komposisi
Komposisi adalah cara menyusun objek gambar agar tampak seimbang dan indah. Tata letak yang baik membuat gambar tidak berat sebelah.
Keseimbangan (Balance): Berat visual objek di sisi kiri dan kanan terlihat sama atau selaras.
Kesatuan (Unity): Semua benda tampak saling mendukung dan membentuk satu tema.
Proporsi (Proportion): Perbandingan ukuran antar objek sesuai dengan kenyataan.
Pusat Perhatian (Center of Interest): Bagian gambar yang paling menarik perhatian penonton.
Objek Gambar Bentuk
Alam Benda (Still Life): Benda mati seperti kendi, gelas, piring, atau buah tiruan.
Tumbuhan (Flora): Daun, bunga, tangkai pohon, atau pot tanaman di sekitar rumah.
Alam Sekitar: Batu, kayu, atau pemandangan alam dekat.
Langkah-Langkah Menggambar Objek
Pengamatan (Observasi): Amati bentuk dasar objek (lingkaran, tabung, atau kubus).
Sketsa Kasar: Buat garis tipis untuk menentukan letak dan ukuran objek di kertas.
Penyempurnaan Garis: Pertegas bentuk objek sesuai wujud aslinya secara perlahan.
Pemberian Arsir/Warna: Beri gelap terang dengan pensil atau cat untuk memberi kesan tiga dimensi.
Penyelesaian (Finishing): Periksa kembali keseimbangan dan kerapian gambar secara keseluruhan.
Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.
BAHASA INDONESIA
TP :Membaca kata-kata
dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan
yang dipirsa.
Materi Pokok : Majas
Metode / Model :Tanya jawab
Media / Alat peraga : Video, PPT
MAJAS: METAFORA, PERSONIFIKASI, HIPERBOLA, DAN MAJAS LAINNYA
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian majas.
Mengidentifikasi berbagai jenis majas.
Menjelaskan ciri-ciri majas metafora, personifikasi, hiperbola, dan lainnya.
Menentukan jenis majas dalam sebuah kalimat.
Membuat kalimat menggunakan berbagai jenis majas dengan tepat.
B. Pengertian Majas
Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membuat suatu kalimat menjadi lebih menarik, indah, hidup, atau memiliki makna tertentu.
Majas banyak digunakan dalam puisi, cerpen, novel, lagu, pidato, iklan, dan percakapan sehari-hari.
Contoh:
"Dia adalah bintang kelas."
Kalimat tersebut bukan berarti dia benar-benar sebuah bintang. Kata "bintang" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki prestasi sangat baik. Kalimat tersebut menggunakan majas metafora.
C. Jenis-Jenis Majas
1. Majas Metafora
Pengertian
Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding seperti seperti, bagai, bagaikan, atau laksana.
Contoh:
Rina adalah bintang kelas.
Ayah menjadi tulang punggung keluarga.
Jangan menjadi kutu buku sepanjang hari.
Pemuda itu adalah bunga desa.
Penjelasan:
Pada kalimat "Rina adalah bintang kelas", Rina tidak benar-benar menjadi bintang. Kata bintang merupakan kiasan untuk seseorang yang berprestasi atau menonjol.
Ciri-ciri:
Membandingkan sesuatu secara langsung.
Tidak menggunakan kata seperti, bagai, atau bagaikan.
Mengandung makna kiasan.
2. Majas Personifikasi
Pengertian
Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati, hewan, tumbuhan, atau sesuatu yang bukan manusia.
Contoh:
Angin berbisik di telingaku.
Daun-daun menari tertiup angin.
Matahari tersenyum menyambut pagi.
Ombak berkejar-kejaran menuju pantai.
Jam dinding itu terus berbicara sepanjang malam.
Penjelasan:
Angin sebenarnya tidak dapat berbicara atau berbisik seperti manusia. Kata berbisik digunakan untuk menggambarkan suara angin yang lembut.
Ciri-ciri:
Benda atau sesuatu yang bukan manusia diberi sifat manusia.
Biasanya menggunakan kata kerja yang berkaitan dengan manusia, seperti tersenyum, menangis, berbicara, menari, atau berbisik.
3. Majas Hiperbola
Pengertian
Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan untuk memberikan penekanan atau kesan yang kuat.
Contoh:
Aku sudah menunggumu seribu tahun.
Suaranya menggelegar membelah langit.
Air matanya membanjiri rumah.
Tas sekolahku terasa seberat gunung.
Aku sudah mengatakan hal itu jutaan kali.
Penjelasan:
Orang tersebut tentu tidak benar-benar menunggu selama seribu tahun. Ungkapan tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa ia sudah menunggu dalam waktu yang sangat lama.
Ciri-ciri:
Mengandung ungkapan yang sangat berlebihan.
Digunakan untuk memperkuat kesan atau emosi.
Tidak dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah.
4. Majas Simile (Perumpamaan)
Pengertian
Majas simile adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal dengan menggunakan kata pembanding, seperti seperti, bagai, bagaikan, laksana, ibarat, atau bak.
Contoh:
Wajahnya seperti bulan purnama.
Tubuhnya kuat bagai baja.
Suaranya merdu bagaikan kicauan burung.
Anak itu berlari seperti kijang.
Ciri-ciri:
Terdapat kata pembanding, misalnya: seperti, bagai, bagaikan, laksana, ibarat, bak.
5. Majas Repetisi
Pengertian
Majas repetisi adalah gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata atau frasa untuk memberikan penekanan.
Contoh:
Belajar, belajar, dan belajar adalah kunci keberhasilan.
Kita harus berusaha, kita harus berjuang, kita harus berhasil.
Jangan menyerah! Jangan menyerah!
Ciri-ciri:
Terdapat pengulangan kata atau kelompok kata.
6. Majas Ironi
Pengertian
Majas ironi adalah gaya bahasa yang menyampaikan sesuatu dengan mengatakan hal yang berlawanan dengan kenyataan, biasanya sebagai sindiran halus.
Contoh:
"Rajin sekali kamu, baru datang ketika pelajaran hampir selesai."
"Rapi sekali kamarmu," kata Ibu ketika melihat pakaian berserakan.
Ciri-ciri:
Mengandung sindiran.
Makna sebenarnya berlawanan dengan kata-kata yang diucapkan.
7. Majas Litotes
Pengertian
Majas litotes adalah gaya bahasa yang merendahkan atau mengecilkan kenyataan untuk menunjukkan sikap rendah hati.
Contoh:
"Silakan mampir ke gubuk sederhana kami."
"Ini hanya hadiah kecil untukmu."
"Saya hanya orang biasa."
Padahal, rumah atau hadiah tersebut mungkin sebenarnya cukup bagus atau bernilai.
8. Majas Metonimia
Pengertian
Majas metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan nama merek, ciri, atau sesuatu yang berkaitan erat dengan benda yang dimaksud.
Contoh:
Ayah pergi bekerja naik Honda.
Kakak membeli Aqua di warung.
Ibu mencuci pakaian menggunakan Rinso.
Dalam penggunaan sehari-hari, nama merek digunakan untuk menyebut jenis barang secara umum.
9. Majas Antitesis
Pengertian
Majas antitesis adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang memiliki makna berlawanan.
Contoh:
Tua muda menghadiri acara tersebut.
Besar kecil harus menjaga kebersihan.
Kaya miskin memiliki hak yang sama.
D. Ringkasan Jenis Majas
Jenis Majas
Pengertian Singkat
Contoh
Metafora
Perbandingan langsung
Dia adalah bintang kelas.
Personifikasi
Benda diberi sifat manusia
Angin berbisik.
Hiperbola
Ungkapan berlebihan
Aku menunggumu seribu tahun.
Simile
Perbandingan dengan kata pembanding
Wajahnya seperti bulan.
Repetisi
Pengulangan kata
Belajar, belajar, dan belajar.
Ironi
Sindiran dengan makna berlawanan
Rajin sekali, datang terlambat lagi.
Litotes
Merendahkan kenyataan
Silakan mampir ke gubuk kami.
Metonimia
Menggunakan nama yang berkaitan
Ayah naik Honda.
Antitesis
Menggunakan kata berlawanan
Tua muda ikut bekerja.
E. Cara Mudah Membedakan Majas
Gunakan pertanyaan berikut:
1. Apakah benda mati diberi sifat manusia? → Personifikasi
Contoh: Bunga tersenyum kepada kami.
2. Apakah sesuatu dibandingkan secara langsung tanpa kata "seperti/bagai"? → Metafora
Contoh: Dia adalah tangan kanan kepala sekolah.
3. Apakah ungkapannya sangat berlebihan? → Hiperbola
Contoh: Aku sudah mencarimu ke seluruh dunia.
4. Apakah menggunakan kata "seperti, bagai, bagaikan, laksana"? → Simile
Contoh: Ia berlari seperti kijang.
5. Apakah ada pengulangan kata? → Repetisi
Contoh: Kita harus belajar, belajar, dan belajar.
F. Latihan
Latihan 1: Tentukan Jenis Majas
Tentukan jenis majas pada kalimat berikut!
Angin malam menyapa wajahku.
Dia adalah bintang kelas.
Aku sudah menasihatimu sejuta kali.
Wajahnya cantik seperti bunga mawar.
Tua muda mengikuti kegiatan tersebut.
"Bagus sekali tulisanmu," kata guru ketika melihat tulisan yang sangat berantakan.
"Silakan datang ke gubuk sederhana kami."
Ibu membeli Aqua di warung.
Belajar, belajar, dan belajar adalah kunci keberhasilan.
Kunci Jawaban
Personifikasi
Metafora
Hiperbola
Simile
Antitesis
Ironi
Litotes
Metonimia
Repetisi
G. Latihan Membuat Kalimat
Buatlah masing-masing satu kalimat menggunakan:
Majas metafora
Majas personifikasi
Majas hiperbola
Majas simile
Majas repetisi
Contoh:
Metafora: "Kakakku adalah tulang punggung keluarga."
Personifikasi: "Matahari tersenyum di pagi hari."
Hiperbola: "Aku sangat lapar sampai bisa memakan satu gunung nasi."
H. Kesimpulan
Majas merupakan gaya bahasa yang membuat tulisan atau ucapan menjadi lebih menarik dan memiliki makna yang lebih kuat.
Empat majas yang penting untuk dipahami adalah:
Metafora → perbandingan langsung.
Personifikasi → benda atau sesuatu yang bukan manusia diberi sifat manusia.
Hiperbola → ungkapan yang berlebihan.
Simile → perbandingan menggunakan kata seperti seperti, bagai, atau bagaikan.
h
Hari/tgl : Rabu 12 Agustus 2026
Nama Guru : Osnita Sari,S.Pd
Fase/Kelas : C / 5A
Mapel :
Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.
Matematika
TP :
Peserta didik dapatMengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).
Materi Pokok : bilangan desimal dan persen
Metode / Model : Tanya jawab, demonstrasi / PBL
Media / Alat peraga : Video, kartu persen dan desimal
Menyambut bulan Agustus 2026, suasana Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sudah mulai terasa di seluruh penjuru tanah air. Untuk anak-anak kelas 5 SD, momen ini sangat tepat digunakan sebagai jembatan materi pembelajaran IPAS yang telah kita buat sebelumnya. [1]
Mari kita padukan semangat kemerdekaan ini ke dalam aktivitas kelas yang seru dan sehat!
🇮🇩 Aktivitas Kelas 5 SD: "Lomba Tubuh Sehat, Merdeka dari Penyakit!"
Guru bisa mengajak siswa merayakan HUT RI sekaligus mempraktikkan cara menjaga kesehatan sistem pencernaan lewat kegiatan-kegiatan kreatif berikut:
🎨 1. Lomba Membuat Poster "Pahlawan Pencernaan"
Aktivitas: Siswa menggambar dengan tema kemerdekaan, tetapi tokoh utamanya adalah organ tubuh kita yang sedang melawan kuman.
Slogan Poster:"Merdeka dari Diare dengan Cuci Tangan!" atau "Usus Sehat, Indonesia Kuat!"
🏃 2. Lomba Gerak Jalan Sehat Kemerdekaan
Hubungan Materi: Ingat materi sebelumnya bahwa olahraga dan aktif bergerak bisa membuat usus kita pintar mendorong makanan?
Aktivitas: Mengadakan jalan sehat keliling sekolah sambil memakai atribut merah-putih. [1]
Aktivitas: Siswa membawa bekal makanan kaya serat yang dihias dengan warna bendera Indonesia.
Contoh Menu: Nasi putih dengan potongan buah naga merah, atau semangka merah dan buah pisang putih. Ini melatih mereka makan buah penangkal sembelit!
🎤 Yel-Yel Semangat Merdeka & Sehat (Bisa Dinyanyikan Bersama Kelas)
(Nada lagu: "Hari Merdeka" / 17 Agustus 45)
🎶 Tujuh belas Agustus tahun empat lima Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka, nusa dan bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Mer-de-ka! [1]
(Liriknya diganti menjadi tema kesehatan pencernaan) ⬇️
🎶 Ayo kawan-kawan jaga perut kita Makan sayur buah dan minum airnya Cuci tanganmu sebelum makan Jangan jajan di tempat sembarangan Hey! Perut sehat, badan kuat, Indonesia merdeka! Mari kita jaga pencernaan kita!
Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.
Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11) Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.
1. Matematika
TP :
Peserta didik dapatMengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).
Materi Pokok : bilangan desimal dan persen
Metode / Model : Tanya jawab, demonstrasi / PBL
Media / Alat peraga : Video, kartu persen dan desimal
“Anak-anak, pernahkah kalian melihat tulisan 25% diskon, 0,5 liter, atau 75% nilai keberhasilan? Menurut kalian, apa arti angka-angka tersebut?” “Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan bilangan desimal dan persen. Misalnya, ketika sebuah toko memberikan diskon 20%, kita perlu memahami berapa bagian harga yang dikurangi. Begitu juga ketika kita mengukur sesuatu, kita dapat menggunakan bilangan desimal.”
“Allah Swt. mengajarkan manusia untuk bersikap adil dan tidak berlebihan dalam menggunakan sesuatu. Salah satu contohnya terdapat dalam QS. Al-A'raf ayat 31, yang mengingatkan kita agar tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum.”
“Jika kita memiliki 1 liter air dan menggunakan 0,25 liter, berapa bagian air yang telah kita gunakan dalam bentuk persen? Jika kita menggunakan 25%, berapa banyak air yang tersisa?”
“Hari ini kita akan belajar tentang bilangan desimal dan persen, serta bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan belajar matematika, kita juga dapat belajar menjadi pribadi yang teliti, hemat, dan tidak berlebihan, sesuai dengan nilai yang diajarkan dalam Al-Qur'an.”
IPAS
Tujuan Pembelajaran : Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang
dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya;
Bagian 1: Gangguan dan Penyakit pada Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan manusia terdiri dari organ-organ yang bekerja memproses makanan. Jika salah satu organ mengalami infeksi, iritasi, atau disfungsi, maka akan timbul penyakit. [1]
Berikut adalah beberapa penyakit pencernaan yang paling sering terjadi:
1. Diare
Definisi: Kondisi di mana buang air besar (BAB) menjadi encer dan terjadi lebih sering dari biasanya.
Penyebab: Infeksi bakteri (seperti E. coli), virus, makanan terkontaminasi, atau alergi makanan.
Dampak: Tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit secara cepat (berisiko dehidrasi). [1, 2, 3]
2. Maag (Gastritis)
Definisi: Peradangan atau iritasi pada lapisan dinding lambung.
Penyebab: Pola makan tidak teratur, stres, konsumsi makanan asam/pedas berlebih, atau infeksi bakteri Helicobacter pylori.
Gejala: Nyeri ulu hati, mual, muntah, dan perut terasa kembung. [1, 2, 3, 4, 5]
3. Konstipasi (Sembelit)
Definisi: Kesulitan buang air besar karena feses bertekstur keras dan kering.
Penyebab: Kurang mengonsumsi makanan berserat (sayur dan buah), kurang minum air, dan sering menunda buang air besar. [1, 2, 3, 4]
4. Apendisitis (Usus Buntu)
Definisi: Peradangan pada umbai cacing (apendiks) atau usus buntu.
Penyebab: Penyumbatan pada usus buntu oleh feses yang mengeras, benda asing, atau infeksi bakteri.
Penanganan: Umumnya memerlukan tindakan operasi pemotongan usus buntu (apendektomi). [1, 2, 3]
5. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Definisi: Penyakit asam lambung kronis di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus).
Penyebab: Melemahnya otot katup (sfingter) bagian bawah kerongkongan.
Gejala: Rasa terbakar di dada (heartburn) dan rasa asam atau pahit di mulut. [1]
🍏 Bagian 2: Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan
Untuk mencegah timbulnya gangguan di atas, siswa perlu menerapkan kebiasaan hidup sehat berikut:
🌾 1. Mengonsumsi Makanan Tinggi Serat
Makan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan secara rutin.
Serat membantu melunakkan feses agar usus besar dapat mengeluarkannya dengan lancar (mencegah sembelit). [1, 2, 3, 4, 5]
💧 2. Minum Air Putih yang Cukup
Minum minimal 8 gelas atau sekitar 2 liter air putih setiap hari.
Air membantu melarutkan nutrisi dan mencegah feses mengeras di dalam usus. [1, 2, 3, 4]
🕒 3. Menerapkan Pola Makan Teratur
Makanlah tepat waktu (sarapan, makan siang, makan malam).
Hindari membiarkan lambung kosong terlalu lama untuk mencegah asam lambung mengikis dinding lambung. [1]
🧼 4. Menjaga Kebersihan Makanan dan Tangan
Selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
Pastikan makanan dicuci bersih dan dimasak hingga matang untuk membunuh bakteri penyebab diare. [1]
🚴 5. Rutin Berolahraga dan Mengelola Stres
Aktivitas fisik merangsang otot-otot usus untuk berkontraksi secara alami.
Stres dapat memicu produksi asam lambung berlebih, sehingga menenangkan pikiran sangat penting untuk lambung yang sehat. [1, 2]
✍️ Evaluasi Pembelajaran (Kuis Singkat)
Silakan gunakan pertanyaan berikut untuk menguji pemahaman siswa setelah materi disampaikan:
Pertanyaan: Apa perbedaan utama antara penyakit Maag dan GERD berdasarkan gejalanya?
Kunci Jawaban: Maag berfokus pada nyeri dan mual di ulu hati/lambung, sedangkan GERD ditandai dengan asam lambung yang naik ke kerongkongan hingga memicu rasa terbakar di dada.
Pertanyaan: Mengapa kurang minum air putih dapat memicu terjadinya konstipasi?
Kunci Jawaban: Usus besar akan menyerap terlalu banyak cairan dari sisa makanan jika tubuh kekurangan air, sehingga feses menjadi kering, keras, dan sulit dikeluarkan. [1]
Pertanyaan: Sebutkan 3 langkah preventif agar kita terhindar dari penyakit diare!
Kunci Jawaban: Mencuci tangan sebelum makan, memastikan kebersihan makanan/minuman, dan menghindari makanan yang dihinggapi lalat atau tidak higienis