Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Pendidikan Anti Korupsi
Hari, Tanggal         : Kamis, 1 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Tanggung Jawab
Pertemuan ke        : 15

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami dan membiasakan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari nilai-nilai antikorupsi, dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta menggunakan barang atau sesuatu yang dipercayakan kepadanya dengan benar.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian tanggung jawab dengan benar.
  2. Menyebutkan contoh perilaku tanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.
  3. Mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan dan tidak menunjukkan tanggung jawab.
  4. Menjelaskan pentingnya tanggung jawab sebagai salah satu nilai antikorupsi.

🌿Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban yang diberikan kepada mereka harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman ketika mendapat tanggung jawab di rumah maupun di sekolah, seperti mengerjakan tugas, melaksanakan piket, menjaga barang, atau mengembalikan barang yang dipinjam. Peserta didik kemudian menyadari perasaan dan akibat yang muncul ketika mereka melaksanakan atau mengabaikan tanggung jawab. Melalui kegiatan refleksi sederhana, peserta didik memahami bahwa menjadi pribadi yang bertanggung jawab berarti berani melaksanakan tugas, menjaga amanah, mengakui kesalahan, dan memperbaiki kesalahan.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi tanggung jawab dengan kehidupan nyata yang mereka alami sehari-hari. Guru memberikan contoh situasi sederhana, seperti bendahara kelas yang harus menjaga uang kas, siswa yang mendapat tugas piket, atau siswa yang meminjam barang milik temannya. Peserta didik berdiskusi untuk menentukan tindakan yang benar dan tidak benar serta menjelaskan alasannya. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa sikap tanggung jawab bukan hanya materi pelajaran, tetapi merupakan kebiasaan yang penting untuk membangun kejujuran, amanah, dan sikap antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar tentang tanggung jawab melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan mereka secara aktif. Guru dapat menggunakan permainan “Aku Bertanggung Jawab”, kartu situasi, kuis, atau permainan kelompok. Peserta didik diminta memilih tindakan yang tepat dari berbagai situasi yang diberikan, kemudian menyampaikan alasan pilihannya. Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian peserta didik dalam menjawab dan menyampaikan pendapat. Pembelajaran diakhiri dengan membuat “Janji Tanggung Jawabku”, yaitu satu tindakan bertanggung jawab yang akan mereka biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, peserta didik diharapkan lebih mudah memahami dan menerapkan nilai tanggung jawab.

Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Peserta didik memahami pengertian tanggung jawab dan pentingnya sikap bertanggung jawab sebagai nilai antikorupsi.

      Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.

      Peserta didik menganalisis akibat dari perilaku tidak bertanggung jawab serta menentukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi sehari-hari.

      Peserta didik menunjukkan sikap bertanggung jawab dengan melaksanakan tugas dan kewajiban, menjaga amanah, mengakui kesalahan, serta berusaha memperbaikinya.

      Peserta didik membiasakan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penerapan nilai antikorupsi.


  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


Materi: Tanggung Jawab

A. Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh serta berani menerima akibat dari perbuatan yang dilakukan.

Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya dengan baik, menjaga amanah, dan tidak menyalahkan orang lain ketika melakukan kesalahan.



Contoh:

  • Mengerjakan tugas sekolah tepat waktu.
  • Menjaga kebersihan kelas.
  • Mengembalikan barang yang dipinjam.
  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  • Mengakui kesalahan jika melakukan kesalahan.
  • Menjaga barang milik sekolah.

B. Tanggung Jawab sebagai Nilai Antikorupsi

Tanggung jawab merupakan salah satu sikap penting dalam pendidikan antikorupsi.

Orang yang memiliki tanggung jawab akan berusaha menjalankan amanah dengan baik dan tidak menggunakan sesuatu yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan pribadi.

Sejak kecil, sikap tanggung jawab perlu dibiasakan agar kita tumbuh menjadi orang yang jujur, dapat dipercaya, disiplin, dan amanah.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

Di rumah

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Membantu orang tua sesuai kemampuan.
  • Menjaga barang milik keluarga.
  • Mengakui jika melakukan kesalahan.

Di sekolah

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Melaksanakan piket.
  • Menjaga fasilitas sekolah.
  • Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu.
  • Tidak menitipkan tugas kepada teman.

Di masyarakat

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mematuhi aturan.
  • Menjaga barang yang dititipkan orang lain.
  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan bersama.

C. Ciri-Ciri Anak yang Bertanggung Jawab

Anak yang memiliki sikap tanggung jawab biasanya:

  1. Menyelesaikan tugas yang diberikan.
  2. Menepati janji kepada orang lain.
  3. Menjaga amanah yang diberikan.
  4. Berani mengakui kesalahan.
  5. Tidak menyalahkan orang lain atas kesalahannya.
  6. Menjaga barang milik sendiri dan orang lain.
  7. Melaksanakan kewajiban tanpa harus selalu diingatkan.
  8. Bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

D. Hubungan Tanggung Jawab dengan Antikorupsi

Korupsi dapat terjadi ketika seseorang tidak menjalankan amanah dengan baik dan menggunakan sesuatu yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi.

Oleh karena itu, sikap tanggung jawab harus dilatih sejak sekolah.

Misalnya:

Situasi:
Ketua kelas diberi uang oleh guru untuk membeli alat kebersihan. Setelah membeli barang, masih ada uang yang tersisa.

Sikap bertanggung jawab:
Ketua kelas mengembalikan sisa uang dan menunjukkan bukti pembelian kepada guru.

Sikap tidak bertanggung jawab:
Ketua kelas menggunakan sisa uang untuk membeli makanan tanpa izin.

Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa uang atau barang yang dipercayakan kepada kita merupakan amanah yang harus dijaga dan digunakan sesuai tujuan.


E. Contoh Perilaku Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

Bertanggung JawabTidak Bertanggung Jawab
Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda-nunda tugas
Mengakui kesalahanMenyalahkan teman
Mengembalikan barang pinjamanTidak mengembalikan barang
Melaksanakan piketMeninggalkan tugas piket
Menjaga uang yang dititipkanMenggunakan uang titipan tanpa izin
Menjaga fasilitas sekolahMerusak fasilitas sekolah
Mengembalikan kelebihan uangMenyimpan uang yang bukan haknya

F. Ayo Mengamati

Bacalah cerita berikut!

“Uang Kas Kelas”

Kelas V memiliki uang kas sebesar Rp100.000. Uang tersebut diberikan kepada Raka sebagai bendahara kelas untuk membeli alat kebersihan.

Raka membeli alat kebersihan seharga Rp75.000. Setelah membeli barang, Raka masih memiliki uang Rp25.000. Raka kemudian berpikir untuk menggunakan uang tersebut membeli makanan.

Pertanyaan:

  1. Siapakah yang bertanggung jawab menjaga uang kas kelas?
  2. Bolehkah Raka menggunakan sisa uang tersebut untuk kepentingan pribadi?
  3. Apa yang seharusnya dilakukan Raka?
  4. Sikap antikorupsi apa yang ditunjukkan dalam cerita tersebut?
  5. Apa akibatnya jika Raka menggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi?

G. Ayo Berdiskusi

Diskusikan bersama kelompokmu!

Kasus 1

Kamu menemukan uang Rp20.000 di bawah meja kelas. Tidak ada seorang pun yang mengaku kehilangan uang tersebut.

Apa yang akan kamu lakukan? Mengapa?

Kasus 2

Guru memberikan tugas kelompok. Salah satu teman tidak mengerjakan tugas, tetapi meminta namanya tetap dicantumkan sebagai anggota yang ikut mengerjakan.

Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

Kasus 3

Kamu tidak sengaja memecahkan penggaris milik teman.

Apa tindakan yang menunjukkan tanggung jawab?


H. Ayo Mencoba

Tuliskan 5 tanggung jawabmu sebagai seorang siswa!

  1. ........................................................................
  2. ........................................................................
  3. ........................................................................
  4. ........................................................................
  5. ........................................................................

Kemudian tuliskan satu tanggung jawab yang akan kamu biasakan mulai hari ini.

Saya akan:
..................................................................................

Alasannya:
..................................................................................


I. Pesan Antikorupsi

“Orang yang bertanggung jawab akan menjaga amanah, melaksanakan tugas dengan jujur, dan berani memperbaiki kesalahan.”

Mari kita biasakan sejak kecil:

Jujur dalam perkataan,
bertanggung jawab dalam tindakan,
dan amanah dalam menjalankan tugas.

Dengan membiasakan sikap tersebut, kita ikut membangun generasi Indonesia yang berintegritas dan antikorupsi.


J. Latihan Soal

Pilihan Ganda

1. Tanggung jawab berarti ....

A. melakukan sesuatu sesuka hati
B. melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik
C. menghindari semua tugas
D. menyalahkan orang lain

2. Contoh tanggung jawab seorang siswa adalah ....

A. menyontek pekerjaan teman
B. meninggalkan tugas piket
C. mengerjakan tugas tepat waktu
D. menyembunyikan buku teman

3. Ketika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, sebaiknya kita ....

A. menyalahkan teman
B. pura-pura tidak tahu
C. mengakui kesalahan dan meminta maaf
D. meninggalkan tempat tersebut

4. Bendahara kelas menemukan kelebihan uang setelah berbelanja. Sikap yang tepat adalah ....

A. menggunakan uang untuk membeli makanan
B. menyimpan uang untuk diri sendiri
C. mengembalikan dan melaporkan sisa uang
D. memberikan uang kepada teman

5. Tanggung jawab penting dalam pendidikan antikorupsi karena ....

A. membuat seseorang bebas melakukan apa saja
B. membiasakan seseorang menjaga amanah dan menjalankan kewajiban
C. membuat seseorang selalu mendapatkan hadiah
D. membuat seseorang tidak perlu mengikuti aturan

Jawaban Singkat

6. Apa yang dimaksud dengan tanggung jawab?

7. Sebutkan dua contoh tanggung jawab di sekolah!

8. Mengapa kita harus mengembalikan barang yang dipinjam?

9. Apa yang harus dilakukan jika kita melakukan kesalahan?

10. Bagaimana hubungan sikap tanggung jawab dengan perilaku antikorupsi?

 Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal         : Kamis, 1 Oktober 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Kalimat Langsung dan Tak Langsung
Pertemuan ke        : 16

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami, mengidentifikasi, dan menganalisis informasi dari teks naratif dan deskriptif yang dibaca atau didengar. Peserta didik mampu menemukan informasi penting, memahami struktur dan ciri-ciri teks, serta menyampaikan kembali isi teks secara lisan maupun tulisan. Peserta didik juga mampu menulis teks naratif dan deskriptif sederhana dengan menggunakan kosakata, kalimat, dan ejaan yang tepat serta sesuai dengan tujuan dan konteks.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian teks naratif dan teks deskriptif.
  2. Mengidentifikasi ciri-ciri teks naratif dan teks deskriptif.
  3. Menentukan struktur teks naratif dan teks deskriptif.
  4. Menemukan informasi penting dalam teks naratif dan deskriptif.
  5. Membedakan teks naratif dan teks deskriptif berdasarkan isi dan tujuannya.
  6. Menganalisis penggunaan kosakata dan kalimat dalam teks naratif dan deskriptif.
  7. Menceritakan kembali isi teks naratif dengan bahasa sendiri secara runtut.
  8. Mendeskripsikan orang, benda, tempat, atau suasana secara jelas dan terperinci.
  9. Menulis teks naratif sederhana berdasarkan pengalaman atau imajinasi.
  10. Menulis teks deskriptif sederhana dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan objek secara tepat.
  11. Menyajikan hasil tulisan secara lisan maupun tertulis dengan percaya diri dan santun.
🌿 Mindful Learning

Murid diajak untuk fokus dan sadar dalam menggunakan bahasa melalui kegiatan menyimak percakapan sederhana. Murid mendengarkan perkataan yang disampaikan oleh guru atau teman, kemudian mengamati perbedaan antara perkataan yang disampaikan secara langsung dan perkataan yang diceritakan kembali. Murid juga memperhatikan penggunaan tanda baca, terutama tanda petik, koma, tanda tanya, dan tanda seru.

💡 Meaningful Learning

Murid menghubungkan materi kalimat langsung dan tidak langsung dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, seperti percakapan dengan guru, orang tua, dan teman. Murid berlatih menyampaikan kembali informasi dari percakapan atau wawancara sederhana menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung sehingga memahami manfaatnya dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi dengan tepat.

🎉 Joyful Learning

Murid belajar dalam suasana menyenangkan melalui bermain peran, permainan kartu "Kalimat Langsung atau Tidak Langsung?", wawancara teman, dan kegiatan Reporter Cilik. Murid bekerja secara berpasangan atau berkelompok untuk membuat percakapan, mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung, dan mempresentasikan hasilnya. Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian, kreativitas, dan kerja sama murid.

Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Menjelaskan pengertian kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
    2. Mengidentifikasi ciri-ciri kalimat langsung dan tidak langsung.
    3. Membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
    4. Menentukan penggunaan tanda baca pada kalimat langsung.
    5. Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
    6. Mengubah kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung.
    7. Membuat kalimat langsung dan tidak langsung dengan tepat 

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


Teks Naratif dan Teks Deskriptif



    B. Teks Naratif

    1. Pengertian Teks Naratif

    Teks naratif adalah teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara runtut dari awal hingga akhir.

    Teks naratif biasanya memiliki tokoh, tempat, waktu, peristiwa, dan alur cerita.

    Cerita naratif dapat berupa pengalaman pribadi, cerita rakyat, dongeng, atau cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi.

    2. Ciri-Ciri Teks Naratif

    Ciri-ciri teks naratif antara lain:

    • Menceritakan suatu peristiwa atau kejadian.
    • Memiliki tokoh.
    • Memiliki latar tempat dan waktu.
    • Memiliki urutan kejadian atau alur.
    • Menggunakan kata kerja yang menunjukkan tindakan.
    • Peristiwa biasanya disampaikan secara berurutan.
    • Dapat mengandung pesan atau amanat.

    3. Struktur Teks Naratif

    Secara sederhana, teks naratif terdiri atas:

    a. Orientasi
    Bagian yang memperkenalkan tokoh, tempat, dan waktu terjadinya cerita.

    b. Komplikasi
    Bagian yang menceritakan munculnya masalah atau konflik.

    c. Resolusi
    Bagian yang menceritakan penyelesaian masalah.

    d. Koda/Amanat
    Bagian yang berisi pesan atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita.


    4. Contoh Teks Naratif

    Sepeda Baru Rani

    Pada hari Minggu pagi, Rani pergi bersepeda bersama ayahnya. Mereka bersepeda di taman dekat rumah. Rani sangat senang karena ayah baru saja membelikannya sepeda.

    Ketika sedang bersepeda, Rani melihat seorang anak kecil terjatuh. Anak itu tampak kesulitan mengangkat sepedanya. Rani segera menghampirinya dan membantu anak tersebut.

    Setelah memastikan anak itu baik-baik saja, Rani melanjutkan perjalanan bersama ayahnya. Ayah memuji Rani karena mau membantu orang lain.

    Rani merasa senang. Ia menyadari bahwa membantu orang lain adalah perbuatan yang baik.

    Amanat: Kita harus peduli dan membantu orang lain yang membutuhkan.

    5. Mari Menemukan Unsur Cerita

    Dari cerita tersebut, kita dapat menemukan:

    • Tokoh: Rani, ayah, dan anak kecil.
    • Tempat: Taman.
    • Waktu: Minggu pagi.
    • Peristiwa: Rani bersepeda dan membantu anak yang terjatuh.
    • Amanat: Kita harus peduli dan suka membantu.

    C. Teks Deskriptif

    1. Pengertian Teks Deskriptif

    Teks deskriptif adalah teks yang menggambarkan suatu objek secara jelas dan terperinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakan objek tersebut.

    Objek yang dideskripsikan dapat berupa:

    • orang,
    • hewan,
    • tumbuhan,
    • benda,
    • tempat,
    • suasana, atau
    • lingkungan.

    2. Ciri-Ciri Teks Deskriptif

    Ciri-ciri teks deskriptif antara lain:

    • Menggambarkan suatu objek secara jelas.
    • Menjelaskan ciri-ciri objek.
    • Menggunakan kata-kata yang menggambarkan bentuk, warna, ukuran, sifat, atau keadaan.
    • Menggunakan kata sifat, seperti indah, besar, kecil, bersih, harum, sejuk, dan sebagainya.
    • Membuat pembaca seolah-olah melihat atau merasakan objek yang digambarkan.

    3. Struktur Teks Deskriptif

    Teks deskriptif dapat disusun dengan struktur sederhana:

    a. Identifikasi
    Memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan.

    b. Deskripsi bagian
    Menjelaskan ciri-ciri dan bagian-bagian objek secara terperinci.

    c. Penutup/Kesan
    Berisi kesan atau simpulan tentang objek yang dideskripsikan.


    4. Contoh Teks Deskriptif

    Taman Sekolahku

    Taman sekolahku terletak di depan gedung kelas. Taman itu tidak terlalu luas, tetapi terlihat indah dan terawat.

    Di dalam taman terdapat berbagai macam tanaman. Bunga-bunga berwarna merah, kuning, dan ungu tumbuh dengan rapi. Rumputnya berwarna hijau dan dipotong dengan teratur. Di tengah taman terdapat sebuah pohon rindang yang membuat suasana menjadi sejuk.

    Setiap pagi, taman sekolah terlihat bersih dan menyegarkan. Aku senang berada di taman karena suasananya nyaman dan asri.

    5. Kata-Kata Deskriptif

    Perhatikan kata-kata berikut:

    ObjekKata yang dapat digunakan
    Bungaindah, harum, berwarna-warni
    Rumahbesar, bersih, nyaman
    Tamanhijau, sejuk, asri
    Pantailuas, indah, berpasir putih
    Kucinglucu, berbulu lembut, lincah

    D. Perbedaan Teks Naratif dan Deskriptif

    Teks NaratifTeks Deskriptif
    Menceritakan suatu peristiwaMenggambarkan suatu objek
    Memiliki tokoh dan alurMenjelaskan ciri-ciri objek
    Peristiwa disampaikan secara runtutObjek dijelaskan secara terperinci
    Bertujuan menghibur atau menyampaikan ceritaBertujuan memberikan gambaran kepada pembaca
    Contoh: cerita pengalaman, dongengContoh: deskripsi rumah, hewan, tempat

    Cara Mudah Mengingat

    Naratif = bercerita tentang kejadian.
    Deskriptif = menggambarkan sesuatu.


    E. Ayo Mengamati

    Bacalah kedua kalimat berikut.

    1. "Pada hari Minggu, Dika pergi ke kebun bersama ayahnya. Mereka menanam pohon mangga."

    2. "Pohon mangga itu memiliki daun berwarna hijau tua. Batangnya besar dan kulitnya kasar."

    Kalimat 1 termasuk bagian dari teks naratif karena menceritakan kejadian.

    Kalimat 2 termasuk bagian dari teks deskriptif karena menggambarkan ciri-ciri pohon mangga.


    F. Ayo Berlatih

    Pilihan Ganda

    1. Teks yang menceritakan suatu peristiwa secara runtut disebut teks ....

    A. deskriptif
    B. naratif
    C. prosedur
    D. eksposisi

    2. Tujuan utama teks deskriptif adalah ....

    A. menceritakan pengalaman
    B. memberikan petunjuk
    C. menggambarkan suatu objek
    D. mengajak pembaca bermain

    3. Berikut yang merupakan ciri teks naratif adalah ....

    A. menggambarkan warna benda
    B. memiliki tokoh dan alur
    C. menjelaskan bentuk benda
    D. menjelaskan ciri-ciri tempat

    4. Kata yang tepat untuk menggambarkan taman adalah ....

    A. berlari
    B. membaca
    C. sejuk
    D. berjalan

    5. Bagian teks naratif yang berisi penyelesaian masalah disebut ....

    A. orientasi
    B. komplikasi
    C. resolusi
    D. identifikasi

    Isian Singkat

    1. Teks yang menggambarkan suatu objek secara terperinci disebut teks ....
    2. Tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa merupakan unsur dalam teks ....
    3. Kata indah, bersih, harum, dan sejuk banyak digunakan dalam teks ....
    4. Bagian awal teks naratif yang memperkenalkan tokoh dan latar disebut ....
    5. Teks naratif biasanya menceritakan kejadian secara ....

    G. Ayo Mencoba

    Kegiatan 1 – Menulis Teks Naratif

    Tulislah sebuah cerita naratif sederhana dengan tema:

    "Pengalaman Menolong Teman"

    Tulislah minimal 3 paragraf dengan memperhatikan:

    • tokoh,
    • tempat,
    • waktu,
    • masalah,
    • penyelesaian, dan
    • amanat.

    Kegiatan 2 – Menulis Teks Deskriptif

    Pilih salah satu objek berikut:

    🌳 lingkungan sekolah
    🐱 hewan peliharaan
    🏠 rumah
    🌷 bunga
    🏞️ tempat wisata

    Kemudian tulislah teks deskriptif minimal 2–3 paragraf.

    Gunakan kata-kata yang menggambarkan:

    • bentuk,
    • warna,
    • ukuran,
    • keadaan,
    • sifat,
    • suasana.

     Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

    Mata Pelajaran      : Matematika

    Hari, Tanggal         : Rabu, 30 September 2026
    Fase/Kelas             : C / 5
    Materi                     :Pecahan
    Pertemuan ke        : 18

    🌿 Capaian Pembelajaran (CP)

    Peserta didik mampu memahami dan menggunakan pecahan dalam berbagai bentuk, membandingkan dan mengurutkan pecahan, serta melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.


    🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

    1. Menjelaskan pengertian pecahan, pembilang, dan penyebut.
    2. Mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan.
    3. Menentukan pecahan senilai.
    4. Membandingkan dan mengurutkan pecahan.
    5. Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan dengan benar.
    6. Mengalikan dan membagi pecahan dengan benar.
    7. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.
    8. Menunjukkan sikap teliti, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam menyelesaikan masalah pecahan.

    🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Peserta didik diajak belajar dengan tenang, fokus, dan penuh perhatian. Guru mengajak peserta didik mengamati benda atau gambar yang menunjukkan pecahan, kemudian menyadari bahwa pecahan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengerjakan setiap langkah dengan teliti dan tidak terburu-buru.

    Contoh:
    Guru menunjukkan sebuah kue yang dibagi menjadi beberapa bagian. Peserta didik mengamati jumlah seluruh bagian dan bagian yang diambil, kemudian menyebutkan pecahannya.


    🌱 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Peserta didik menghubungkan konsep pecahan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, menggunakan uang, mengukur bahan masakan, menentukan waktu, dan membagi sesuatu secara adil.

    Contoh:
    “Jika sebuah pizza dipotong menjadi 8 bagian dan kamu memakan 3 bagian, berapa bagian pizza yang kamu makan?”

    Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa pecahan bukan hanya angka, tetapi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


    🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

    Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

    • permainan kartu pecahan;
    • mencocokkan gambar dengan pecahannya;
    • puzzle pecahan;
    • permainan kelompok;
    • kuis menggunakan Wordwall/Kahoot;
    • menggunakan benda konkret seperti kertas lipat, buah, atau makanan;
    • tantangan soal cerita pecahan.

    Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik dalam menjawab.


    📚 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    PertemuanAlur Tujuan PembelajaranMateri/Kegiatan
    1Peserta didik mampu menjelaskan pengertian pecahan serta menentukan pembilang dan penyebut.Mengenal pecahan melalui gambar dan benda konkret.
    2Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan dan menentukan pecahan senilai.Pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan pecahan senilai.
    3Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan.Menggunakan tanda >, <, = serta mengurutkan pecahan.
    4Peserta didik mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan.Penyebut sama dan berbeda serta soal cerita.
    5Peserta didik mampu melakukan perkalian dan pembagian pecahan.Operasi perkalian dan pembagian pecahan serta latihan kontekstual.
    6Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.Soal cerita, diskusi kelompok, permainan/kuis pecahan, dan refleksi.


    1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    📚 PECAHAN

    A. Pengertian Pecahan

    Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

    Bentuk pecahan:

    ab\frac{a}{b}

    • a = pembilang, yaitu banyak bagian yang diambil.
    • b = penyebut, yaitu banyak seluruh bagian yang sama besar.

    Contoh:

    34\frac{3}{4}

    Artinya, sebuah benda dibagi menjadi 4 bagian sama besar dan diambil 3 bagian.


    B. Jenis-Jenis Pecahan

    1. Pecahan Biasa

    Pecahan yang terdiri atas pembilang dan penyebut.

    Contoh:

    25,37,89\frac{2}{5}, \frac{3}{7}, \frac{8}{9}

    2. Pecahan Campuran

    Pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan pecahan biasa.

    Contoh:

    213,4252\frac{1}{3},\quad 4\frac{2}{5}

    Artinya:

    213=2+132\frac{1}{3}=2+\frac{1}{3}

    3. Pecahan Desimal

    Pecahan yang dituliskan menggunakan tanda koma.

    Contoh:

    12=0,5\frac{1}{2}=0,5 34=0,75\frac{3}{4}=0,75

    4. Persen

    Persen berarti per seratus dan ditulis dengan tanda %.

    Contoh:

    25100=25%\frac{25}{100}=25\%


    C. Pecahan Senilai

    Pecahan senilai adalah pecahan yang mempunyai nilai yang sama meskipun bentuknya berbeda.

    Contoh:

    12=24=36=48\frac{1}{2}=\frac{2}{4}=\frac{3}{6}=\frac{4}{8}

    Cara mendapatkan pecahan senilai adalah dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama.

    Contoh:

    23×22=46\frac{2}{3}\times\frac{2}{2} =\frac{4}{6}

    Jadi:

    23=46\frac{2}{3}=\frac{4}{6}


    D. Membandingkan Pecahan

    Untuk membandingkan pecahan, kita menggunakan tanda:

    • > lebih besar
    • < lebih kecil
    • = sama dengan

    Penyebut Sama

    Jika penyebutnya sama, bandingkan pembilangnya.

    Contoh:

    58>38\frac{5}{8}>\frac{3}{8}

    Karena 5 lebih besar daripada 3.

    Pembilang Sama

    Jika pembilangnya sama, pecahan dengan penyebut lebih kecil mempunyai nilai lebih besar.

    Contoh:

    34>38\frac{3}{4}>\frac{3}{8}


    E. Mengurutkan Pecahan

    Contoh:

    Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil:

    12,34,14\frac{1}{2},\frac{3}{4},\frac{1}{4}

    Samakan penyebut:

    12=24\frac{1}{2}=\frac{2}{4}

    Maka:

    14<24<34\frac{1}{4}<\frac{2}{4}<\frac{3}{4}

    Jadi urutannya:

    1/4, 1/2, 3/4


    F. Penjumlahan Pecahan

    1. Penyebut Sama

    Jumlahkan pembilangnya.

    Contoh:

    27+37=57\frac{2}{7}+\frac{3}{7} =\frac{5}{7}

    2. Penyebut Berbeda

    Samakan penyebut terlebih dahulu.

    Contoh:

    12+13\frac{1}{2}+\frac{1}{3}

    KPK dari 2 dan 3 adalah 6.

    12=36\frac{1}{2}=\frac{3}{6} 13=26\frac{1}{3}=\frac{2}{6}

    Jadi:

    36+26=56\frac{3}{6}+\frac{2}{6} =\frac{5}{6}


    G. Pengurangan Pecahan

    Penyebut Sama

    Contoh:

    68−38=38\frac{6}{8}-\frac{3}{8} =\frac{3}{8}

    Penyebut Berbeda

    Contoh:

    34−12\frac{3}{4}-\frac{1}{2}

    Samakan penyebut:

    12=24\frac{1}{2}=\frac{2}{4}

    Maka:

    34−24=14\frac{3}{4}-\frac{2}{4} =\frac{1}{4}


    H. Perkalian Pecahan

    Untuk mengalikan pecahan:

    pembilang × pembilang dan penyebut × penyebut.

    Contoh:

    23×45=2×43×5=815\frac{2}{3}\times\frac{4}{5} =\frac{2\times4}{3\times5} =\frac{8}{15}


    I. Pembagian Pecahan

    Untuk membagi pecahan, pecahan kedua dibalik, kemudian dikalikan.

    Contoh:

    23:45\frac{2}{3}:\frac{4}{5}

    Menjadi:

    23×54=1012=56\frac{2}{3}\times\frac{5}{4} =\frac{10}{12} =\frac{5}{6}


    J. Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

    Pecahan sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

    🍕 Makanan: Ibu memotong pizza menjadi 8 bagian dan Rani makan 3 bagian. Rani makan:

    38\frac{3}{8}

    🥛 Minuman: Sebuah botol berisi 1 liter. Dito minum setengahnya:

    12 liter\frac{1}{2}\text{ liter}

    📚 Waktu belajar: Siswa menggunakan 1/4 waktu untuk membaca dan 3/4 untuk mengerjakan latihan.


    🌱 Ayo Berpikir!

    Perhatikan situasi berikut:

    Ibu mempunyai sebuah kue. Kue tersebut dipotong menjadi 8 bagian sama besar. Ayah memakan 2 bagian dan Kakak memakan 3 bagian.

    Pertanyaan:

    1. Berapa bagian kue yang dimakan Ayah?
    2. Berapa bagian kue yang dimakan Kakak?
    3. Berapa bagian kue yang sudah dimakan seluruhnya?
    4. Berapa bagian kue yang masih tersisa?

    Jawaban:

    1. Ayah = 2/8
    2. Kakak = 3/8
    3. Dimakan = 2/8 + 3/8 = 5/8
    4. Tersisa = 8/8 − 5/8 = 3/8

    💡 Kesimpulan

    Pecahan digunakan untuk menyatakan bagian dari suatu keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, pecahan dapat digunakan untuk menyatakan bagian makanan, ukuran, waktu, uang, jarak, dan berbagai keadaan lainnya.