Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal         : Rabu, 9 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Norma,hak, dan kewajiban
Metode                   : Discovery Learning
Pertemuan ke        : 12

🌿 Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan norma, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat. Peserta didik mampu mengenali berbagai jenis norma, menjelaskan tujuan dan manfaat norma, mengidentifikasi perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma, serta menjelaskan akibat dari pelanggaran norma. Peserta didik juga mampu menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, santun, dan menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari serta membiasakan diri menaati aturan yang berlaku di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

A. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

  1. Menuliskan pengertian norma.
  2. Menyebutkan tujuan norma.
  3. Mengidentifikasi contoh norma dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menentukan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma.
  5. Menjelaskan akibat melanggar norma.
  6. Menuliskan contoh norma yang diterapkan di rumah dan di sekolah

Mindful Learning

Peserta didik menyadari pentingnya menaati norma dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diajak untuk mengingat aturan yang berlaku di rumah dan sekolah serta menyadari akibat dari perilaku yang tidak sesuai dengan norma.

Meaningful Learning

Peserta didik menghubungkan materi norma dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat menyebutkan contoh norma di rumah dan sekolah, membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai norma, serta menjelaskan akibat dari melanggar norma.

Joyful Learning

Peserta didik mempelajari norma melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan. Peserta didik dapat belajar melalui permainan, diskusi, dan bermain peran tentang contoh perilaku yang sesuai dengan norma di rumah dan sekolah.

Alur Tujuan Pembelajaran

Peserta didik memahami pengertian norma dan tujuan norma dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, peserta didik mampu mengenali berbagai contoh norma yang berlaku di rumah dan sekolah. Peserta didik kemudian mampu membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma serta menjelaskan akibat dari pelanggaran norma. Pada akhirnya, peserta didik mampu menunjukkan dan membiasakan perilaku yang sesuai dengan norma dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

Mengenal Norma

1. Pengertian Norma

Norma adalah aturan atau pedoman yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta kehidupan yang tertib, aman, dan harmonis.

Norma membantu kita mengetahui perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Contohnya:

  • Berbicara sopan kepada orang tua.
  • Menghormati guru.
  • Mengantre dengan tertib.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Tidak mengambil barang milik orang lain.

Dengan menaati norma, kehidupan bersama menjadi lebih nyaman dan teratur.


C. Tujuan Norma

Norma dibuat dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:

1. Menciptakan ketertiban

Norma membantu setiap orang bertindak sesuai aturan sehingga kehidupan menjadi tertib.

Contoh:
Siswa masuk kelas tepat waktu sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan tertib.

2. Menciptakan keamanan

Norma membantu melindungi diri sendiri dan orang lain dari tindakan yang merugikan.

Contoh:
Mematuhi aturan lalu lintas dapat menjaga keselamatan pengguna jalan.

3. Mengatur perilaku manusia

Norma menjadi pedoman agar seseorang mengetahui bagaimana seharusnya bersikap.

Contoh:
Berbicara dengan sopan ketika berbicara kepada orang yang lebih tua.

4. Menciptakan kehidupan yang harmonis

Norma mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menghargai.

Contoh:
Menghargai teman yang memiliki pendapat berbeda.

5. Mencegah terjadinya konflik

Jika setiap orang menaati norma, perselisihan dan pertengkaran dapat dikurangi.


D. Jenis-Jenis Norma dan Contohnya

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat beberapa jenis norma.

1. Norma Agama

Norma agama adalah aturan yang bersumber dari ajaran Tuhan dan mengatur hubungan manusia dengan Tuhan serta sesama manusia.

Contoh:

  • Beribadah sesuai ajaran agama.
  • Bersyukur kepada Allah SWT.
  • Menolong orang yang membutuhkan.
  • Berkata jujur.
  • Tidak menyakiti orang lain.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah aturan yang berasal dari hati nurani manusia tentang baik dan buruknya suatu perbuatan.

Contoh:

  • Berkata jujur.
  • Menolong teman yang kesulitan.
  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
  • Tidak mencuri.
  • Tidak berbohong.

3. Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah aturan yang berasal dari kebiasaan dan tata krama dalam kehidupan masyarakat.

Contoh:

  • Mengucapkan salam ketika bertemu.
  • Berbicara dengan bahasa yang santun.
  • Menghormati orang yang lebih tua.
  • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
  • Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.

4. Norma Hukum

Norma hukum adalah aturan resmi yang dibuat oleh lembaga yang berwenang dan bersifat mengikat.

Contoh:

  • Mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
  • Menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor.
  • Tidak melakukan pencurian.
  • Mematuhi peraturan yang berlaku di masyarakat.

E. Perilaku Sesuai dan Tidak Sesuai Norma

Setiap hari kita melakukan berbagai kegiatan. Ada perilaku yang sesuai dengan norma dan ada pula yang tidak sesuai dengan norma.

Perilaku yang Sesuai Norma

Perilaku sesuai norma adalah tindakan yang mengikuti aturan dan nilai yang berlaku.

Contohnya:

  • Menghormati orang tua.
  • Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  • Mengantre dengan tertib.
  • Membantu teman.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Melaksanakan piket kelas.
  • Mengembalikan barang yang dipinjam.
  • Berkata jujur.

Perilaku yang Tidak Sesuai Norma

Perilaku tidak sesuai norma adalah tindakan yang melanggar aturan atau nilai yang berlaku.

Contohnya:

  • Berbohong.
  • Berbicara kasar kepada orang lain.
  • Menyontek saat ujian.
  • Mengganggu teman belajar.
  • Membuang sampah sembarangan.
  • Datang terlambat ke sekolah.
  • Mengambil barang milik orang lain.
  • Tidak melaksanakan tugas piket.

F. Akibat Melanggar Norma

Setiap pelanggaran terhadap norma dapat menimbulkan akibat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Beberapa akibat melanggar norma:

  1. Mendapat teguran dari orang tua, guru, atau masyarakat.
  2. Mendapat sanksi sesuai aturan yang berlaku.
  3. Merugikan diri sendiri dan orang lain.
  4. Kehilangan kepercayaan dari orang lain.
  5. Menimbulkan pertengkaran atau konflik.
  6. Lingkungan menjadi tidak tertib dan tidak nyaman.
  7. Untuk pelanggaran hukum tertentu, seseorang dapat dikenai hukuman sesuai peraturan perundang-undangan.

Contoh:

Rani membuang sampah sembarangan di halaman sekolah. Akibatnya, halaman menjadi kotor dan dapat menyebabkan saluran air tersumbat. Rani juga dapat mendapat teguran dari guru.


G. Contoh Norma di Rumah

Di rumah terdapat aturan yang harus ditaati oleh seluruh anggota keluarga.

Contoh norma yang diterapkan di rumah:

  • Menghormati dan menyayangi orang tua.
  • Berbicara dengan sopan kepada anggota keluarga.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Meminta izin ketika hendak keluar rumah.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Tidak mengambil barang milik anggota keluarga tanpa izin.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Menghargai anggota keluarga.
  • Meminta maaf jika melakukan kesalahan.

Contoh perilaku:

Setelah bangun tidur, Dika merapikan tempat tidurnya dan membantu ibu membersihkan rumah. Perilaku Dika menunjukkan sikap menaati norma di lingkungan keluarga.


H. Contoh Norma di Sekolah

Sekolah juga memiliki aturan yang harus ditaati agar kegiatan belajar berjalan dengan tertib.

Contoh norma yang diterapkan di sekolah:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
  • Menghormati guru dan warga sekolah.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  • Mengerjakan tugas dengan jujur.
  • Tidak menyontek.
  • Melaksanakan piket kelas.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Menjaga fasilitas sekolah.
  • Menghargai teman.
  • Tidak melakukan perundungan atau bullying.

Contoh perilaku:

Sebelum pembelajaran dimulai, Siti membersihkan meja dan kursinya serta membuang sampah ke tempat sampah. Perilaku Siti sesuai dengan norma menjaga kebersihan dan ketertiban sekolah.


I. Ayo Membedakan!

Perhatikan beberapa perilaku berikut.

No.PerilakuSesuai NormaTidak Sesuai Norma
1Menghormati guru
2Menyontek saat ujian
3Membantu orang tua
4Membuang sampah sembarangan
5Mengantre dengan tertib
6Berbicara kasar kepada teman
7Mengembalikan barang yang dipinjam
8Datang terlambat ke sekolah
9Melaksanakan piket kelas
10Mengambil barang teman tanpa izin

J. Ayo Berpikir!

Kasus:

Andi sedang bermain di kelas ketika guru belum datang. Ia melihat sampah di lantai. Namun, Andi membiarkan sampah tersebut dan justru mengajak teman-temannya bermain. Ketika guru datang, kelas terlihat kotor dan berantakan.

Pertanyaan:

  1. Apakah perilaku Andi sesuai dengan norma? Jelaskan!
  2. Norma apa yang seharusnya diterapkan Andi?
  3. Apa akibat dari perilaku Andi?
  4. Apa yang sebaiknya dilakukan Andi?

Jawaban yang diharapkan:

  1. Tidak, karena Andi tidak menjaga kebersihan dan ketertiban kelas.
  2. Norma kesopanan dan aturan sekolah tentang menjaga kebersihan.
  3. Kelas menjadi kotor dan kegiatan belajar menjadi tidak nyaman.
  4. Andi sebaiknya membuang sampah pada tempatnya dan membantu menjaga kebersihan kelas.

K. Kesimpulan

Norma adalah aturan atau pedoman yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Norma bertujuan untuk:

  • menciptakan ketertiban;
  • menciptakan keamanan;
  • mengatur perilaku;
  • menciptakan kehidupan yang harmonis; dan
  • mencegah terjadinya konflik.

Kita dapat menerapkan norma di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Dengan menaati norma, kita ikut menciptakan lingkungan yang tertib, aman, nyaman, dan harmonis.

Ingat!

“Anak yang baik bukan hanya mengetahui aturan, tetapi juga membiasakan diri menaati aturan.”

Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : IPAS
Hari, Tanggal         : Rabu, 9 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Hubungan Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem
Metode                   : Inquiry Learning
Pertemuan ke        : 14

🌿 Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami keterkaitan antara makhluk hidup dan lingkungan dalam suatu ekosistem, mengidentifikasi berbagai bentuk perubahan atau kerusakan ekosistem, serta menganalisis penyebab dan dampaknya terhadap keseimbangan ekosistem. Peserta didik mampu menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan mengusulkan berbagai tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Menyebutkan contoh perubahan atau kerusakan ekosistem.
  2. Menjelaskan penyebab kerusakan ekosistem.
  3. Menjelaskan dampak kerusakan ekosistem bagi makhluk hidup.
  4. Menyebutkan cara menjaga keseimbangan ekosistem.
  5. Membuat poster ajakan untuk menjaga lingkungan.

B. Mindful Learning 🌱

Peserta didik diajak menyadari pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan:

  • Mengamati lingkungan sekitar.
  • Menyimak video kerusakan ekosistem.
  • Mengamati gambar perubahan ekosistem.
  • Menceritakan perasaan setelah melihat lingkungan yang rusak.

Inti: Peserta didik sadar bahwa lingkungan harus dijaga.

C. Meaningful Learning 🌍

Peserta didik menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, melalui kegiatan:

  • Menyebutkan contoh kerusakan lingkungan yang pernah dilihat.
  • Menjelaskan penyebab dan dampaknya.
  • Menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan.
  • Membuat poster ajakan menjaga ekosistem.

Inti: Peserta didik memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

D. Joyful Learning 🎨

Pembelajaran dilakukan dengan kegiatan yang menyenangkan:

  • Menonton video.
  • Mengamati gambar.
  • Berdiskusi bersama teman.
  • Membuat poster dengan gambar dan warna yang menarik.
  • Menampilkan dan menceritakan hasil poster di depan kelas.


Alur Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mengamati video dan gambar tentang perubahan atau kerusakan ekosistem yang terjadi di lingkungan.

Selanjutnya, peserta didik mengidentifikasi berbagai bentuk perubahan ekosistem serta menyebutkan penyebab terjadinya perubahan tersebut.

Peserta didik kemudian menjelaskan dampak perubahan ekosistem terhadap makhluk hidup dan keseimbangan lingkungan.

Setelah memahami permasalahan tersebut, peserta didik menentukan berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan, kelestarian, dan keseimbangan ekosistem dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik kemudian membuat poster bertema “Ayo Jaga Keseimbangan Ekosistem!” dengan gambar dan kalimat ajakan yang menarik.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

Ananda shaleh shaleha mari kita menyaksikan video mengenai upaya pelestarian lingkungan dan mengamati berbagai gambar permasalahan kerusakan lingkungan

  1. Video pelestarian lingkungan

o

   

    

o                                                Gambar permasalahan lingkungan




Setelah kita mengamati berbagai gambar atau video mengenai upaya pelestarian lingkungan.

tugas kita kemudian:

  1. o    Mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang terjadi.
  2. o    Menentukan penyebab kerusakan ekosistem.
  3. o    Menjelaskan dampaknya terhadap komponen biotik dan abiotik.
  4. o    Menentukan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

  

Tindak Lanjut

 Guru memberikan tugas berupa Proyek Peduli Lingkungan.

Peserta didik diminta:

o    Melakukan satu kegiatan pelestarian lingkungan, seperti menanam tanaman, memilah sampah, menghemat air, atau membersihkan halaman.

o    Mendokumentasikan kegiatan melalui foto atau laporan singkat.

Menuliskan manfaat kegiatan tersebut terhadap keseimbangan ekosistem 

o    Menganalisis studi kasus kerusakan lingkungan.

o    Menentukan solusi untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

o    Menyusun rencana aksi peduli lingkungan.

Menuliskan komitmen pribadi dalam menjaga lingkungan.




 Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Matematika
Hari, Tanggal         : Rabu, 9 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : KPK dan FPB
Pertemuan ke        : 12

Capaian Pembelajaran: Murid mampu Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang; melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000; serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB

Tujuan Pembelajaran:Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK 

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar mengenali dan memahami konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) sebagai kelipatan persekutuan dari dua bilangan atau lebih yang memiliki nilai paling kecil. Peserta didik mampu mengamati hubungan antara suatu bilangan dengan kelipatannya, menemukan kelipatan persekutuan, serta menentukan KPK dengan teliti.

Peserta didik menyadari pentingnya ketelitian dalam menentukan kelipatan dan KPK serta mampu memeriksa kembali hasil perhitungannya untuk memastikan bahwa hasil yang diperoleh merupakan kelipatan persekutuan yang paling kecil.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menjelaskan makna KPK dan menghubungkannya dengan situasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti menentukan waktu beberapa kegiatan yang dilakukan secara berulang dapat berlangsung atau terjadi secara bersamaan kembali.

Peserta didik dapat menggunakan konsep KPK untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, seperti menentukan jadwal kegiatan, waktu kedatangan kendaraan, bunyi bel, lampu yang berkedip, atau kegiatan rutin yang dilakukan dalam interval waktu tertentu. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa KPK tidak hanya digunakan untuk melakukan perhitungan, tetapi juga dapat membantu menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat memahami dan mempraktikkan konsep KPK melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti permainan kelipatan, kartu angka, permainan mencari pasangan kelipatan, teka-teki matematika, kuis interaktif, permainan jadwal kegiatan, dan kegiatan menyelesaikan soal cerita secara berkelompok.

Peserta didik dapat bekerja sama, berani mencoba berbagai strategi dalam menentukan KPK, serta merasa senang dan percaya diri dalam menemukan kelipatan persekutuan terkecil.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Peserta didik memahami konsep kelipatan suatu bilangan melalui kegiatan menemukan dan menuliskan kelipatan bilangan.

  2. Peserta didik mengenal dan memahami konsep kelipatan persekutuan dari dua bilangan atau lebih.

  3. Peserta didik memahami konsep KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) sebagai kelipatan persekutuan yang memiliki nilai paling kecil.

  4. Peserta didik menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih dengan menggunakan cara menuliskan kelipatan secara berurutan.

  5. Peserta didik menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih dengan menggunakan faktorisasi prima atau strategi perhitungan yang sesuai.

  6. Peserta didik menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan KPK, terutama masalah tentang kejadian yang berulang dan terjadi secara bersamaan kembali.

  7. Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil penentuan KPK dengan teliti serta menjelaskan hubungan antara hasil KPK dengan permasalahan yang 

     

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    📚 RINGKASAN MATERI KPK


    A. Pengertian KPK

    KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah bilangan terkecil yang merupakan kelipatan bersama dari dua bilangan atau lebih.

    Contoh:

    Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, ...
    Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, ...

    Jadi, KPK dari 4 dan 6 adalah 12.



    B. Kelipatan Bilangan

    Kelipatan diperoleh dengan mengalikan suatu bilangan dengan bilangan asli.

    Contoh:

    Kelipatan 7:

    7 × 1 = 7
    7 × 2 = 14
    7 × 3 = 21
    7 × 4 = 28
    7 × 5 = 35

    Jadi, kelipatan 7 adalah:

    7, 14, 21, 28, 35, 42, ...


    C. Cara Menentukan KPK

    1. Menggunakan Daftar Kelipatan

    Contoh: KPK dari 8 dan 12.

    Kelipatan 8:
    8, 16, 24, 32, 40, ...

    Kelipatan 12:
    12, 24, 36, 48, ...

    Kelipatan yang sama dan paling kecil adalah 24.

    Jadi:

    KPK dari 8 dan 12 = 24


    2. Menggunakan Faktorisasi Prima

    Contoh: KPK dari 12 dan 18.

    12 = 2² × 3

    18 = 2 × 3²

    Ambil semua faktor prima dengan pangkat terbesar:

    KPK = 2² × 3²

    = 4 × 9
    = 36

    Jadi, KPK dari 12 dan 18 adalah 36.


    D. Penggunaan KPK dalam Kehidupan Sehari-hari

    KPK digunakan untuk menentukan kapan dua kejadian yang berulang akan terjadi bersama-sama lagi.

    Contoh:

    Rina berenang setiap 4 hari.
    Siti berenang setiap 6 hari.

    Jika hari ini mereka berenang bersama, berapa hari lagi mereka akan berenang bersama?

    KPK dari 4 dan 6 = 12

    Jadi, mereka akan berenang bersama lagi setelah 12 hari.

    ⭐ Kata Kunci KPK

    KPK = mencari kapan sesuatu terjadi atau bertemu bersama lagi.


    ✏️ E. Latihan Soal

    I. Pilihan Ganda

    1. KPK dari 4 dan 6 adalah ....

    A. 8
    B. 10
    C. 12
    D. 24

    2. Kelipatan 8 yang benar adalah ....

    A. 8, 12, 16, 20
    B. 8, 16, 24, 32
    C. 8, 14, 20, 26
    D. 8, 18, 28, 38

    3. KPK dari 6 dan 9 adalah ....

    A. 12
    B. 15
    C. 18
    D. 27

    4. KPK dari 10 dan 15 adalah ....

    A. 20
    B. 25
    C. 30
    D. 45

    5. KPK dari 8 dan 12 adalah ....

    A. 16
    B. 20
    C. 24
    D. 36


    II. Isian Singkat

    6. KPK dari 3 dan 5 adalah ....

    7. KPK dari 7 dan 14 adalah ....

    8. KPK dari 9 dan 12 adalah ....

    9. KPK dari 10 dan 20 adalah ....

    10. KPK dari 12 dan 15 adalah ....




 Nama Guru          : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : IPAS
Hari, Tanggal         : Selasa, 8 September 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                     : Hubungan Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem
Metode                   : PjBL
Pertemuan ke        : 13

🌿 Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami keterkaitan antara makhluk hidup dan lingkungan dalam suatu ekosistem, mengidentifikasi berbagai bentuk perubahan atau kerusakan ekosistem, serta menganalisis penyebab dan dampaknya terhadap keseimbangan ekosistem. Peserta didik mampu menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan mengusulkan berbagai tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Menyebutkan contoh perubahan atau kerusakan ekosistem.
  2. Menjelaskan penyebab kerusakan ekosistem.
  3. Menjelaskan dampak kerusakan ekosistem bagi makhluk hidup.
  4. Menyebutkan cara menjaga keseimbangan ekosistem.
  5. Membuat poster ajakan untuk menjaga lingkungan.

B. Mindful Learning 🌱

Peserta didik diajak menyadari pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan:

  • Mengamati lingkungan sekitar.
  • Menyimak video kerusakan ekosistem.
  • Mengamati gambar perubahan ekosistem.
  • Menceritakan perasaan setelah melihat lingkungan yang rusak.

Inti: Peserta didik sadar bahwa lingkungan harus dijaga.

C. Meaningful Learning 🌍

Peserta didik menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, melalui kegiatan:

  • Menyebutkan contoh kerusakan lingkungan yang pernah dilihat.
  • Menjelaskan penyebab dan dampaknya.
  • Menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan.
  • Membuat poster ajakan menjaga ekosistem.

Inti: Peserta didik memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

D. Joyful Learning 🎨

Pembelajaran dilakukan dengan kegiatan yang menyenangkan:

  • Menonton video.
  • Mengamati gambar.
  • Berdiskusi bersama teman.
  • Membuat poster dengan gambar dan warna yang menarik.
  • Menampilkan dan menceritakan hasil poster di depan kelas.


Alur Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mengamati video dan gambar tentang perubahan atau kerusakan ekosistem yang terjadi di lingkungan.

Selanjutnya, peserta didik mengidentifikasi berbagai bentuk perubahan ekosistem serta menyebutkan penyebab terjadinya perubahan tersebut.

Peserta didik kemudian menjelaskan dampak perubahan ekosistem terhadap makhluk hidup dan keseimbangan lingkungan.

Setelah memahami permasalahan tersebut, peserta didik menentukan berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan, kelestarian, dan keseimbangan ekosistem dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik kemudian membuat poster bertema “Ayo Jaga Keseimbangan Ekosistem!” dengan gambar dan kalimat ajakan yang menarik.

  1. Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

Vi

🌱 Ayo Mengamati

Ananda yang shaleh dan shaleha, silakan menyimak video tentang kerusakan ekosistem yang telah disediakan dengan saksama. Perhatikan berbagai perubahan yang terjadi pada lingkungan dan makhluk hidup di dalamnya.

Setelah menyimak video, amatilah gambar-gambar perubahan ekosistem yang tersedia. Cobalah untuk mengenali:

  1. Perubahan apa yang terjadi pada ekosistem?
  2. Apa penyebab terjadinya perubahan tersebut?
  3. Bagaimana pengaruh perubahan tersebut terhadap makhluk hidup?
  4. Apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem?

    Video kerusakan lingkungan

o    

  


Gambar berbagai perubahan ekosistem







🌿 Ayo Berkarya!

Setelah mengamati video dan gambar tentang perubahan ekosistem, sekarang saatnya kalian menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui sebuah karya.

Buatlah sebuah poster bertema 

                    "Ayo Jaga Keseimbangan Ekosistem!"

Perhatikan ketentuan berikut:

  1. Buatlah poster dengan gambar yang menarik dan mudah dipahami.
  2. Tuliskan kalimat ajakan untuk menjaga lingkungan.
  3. Gunakan warna yang sesuai agar poster terlihat indah dan menarik.
  4. Sampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
  5. Buatlah poster dengan kreatif, rapi, dan penuh tanggung jawab.

Contoh kalimat ajakan Poster :

  • “Buang Sampah pada Tempatnya, Selamatkan Ekosistem Kita!”
  • “Rawat Alam, Jaga Kehidupan!”
  • “Satu Pohon yang Kita Tanam, Sejuta Manfaat untuk Kehidupan.”
  • “Jangan Rusak Alam, Karena Alam adalah Rumah Kita.”

Contoh Poster :