Seni Rupa Class 5A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Jum'at, 28 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 5A

Materi               : Kreasi kerajinan makrame

Mapel                : Seni Rupa

Pertemuan Ke  : 

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.




CP                                :  Menciptakan (Making/Creating)

Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan/atau hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi. 


TP                                : 

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan fungsi kerajinan makrame.
  2. Mengenal alat, bahan, dan teknik dasar pembuatan makrame.
  3. Membuat karya makrame sederhana dengan menerapkan teknik simpul.
  4. Menunjukkan kreativitas dalam memilih bentuk, warna, dan susunan karya.
  5. Merefleksikan proses dan hasil karya makrame dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

Model: Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan: Pembelajaran berbasis proyek, kontekstual, dan berpusat pada murid.
Media / Alat peraga    : video


Materi Pembelajaran 

Makrame adalah seni membuat kerajinan dengan cara mengikat, menyimpul, dan merangkai tali menjadi berbagai bentuk dan pola.

Makrame dapat dibuat menjadi berbagai benda, seperti:

  • gantungan kunci;
  • gelang;
  • hiasan dinding;
  • pot gantung;
  • gantungan tas;
  • tempat tisu;
  • dekorasi kamar;
  • hiasan meja.

Makrame tidak membutuhkan alat yang rumit. Kreativitas dalam memilih warna, bentuk, ukuran, pola, dan jenis simpul dapat membuat karya makrame menjadi lebih menarik.

D. Alat dan Bahan Makrame

Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan antara lain:

No.Alat/BahanFungsi
1Tali makrame/tali katunBahan utama membuat karya
2GuntingMemotong tali
3Kayu/rantingSebagai tempat mengikat tali
4Meteran/penggarisMengukur panjang tali
5Manik-manikHiasan tambahan
6LemMembantu menguatkan bagian tertentu
7SisirMembuat ujung tali menjadi rumbai

Catatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan sesuai arahan guru.

E. Teknik Dasar Makrame

Dalam membuat makrame, terdapat beberapa teknik simpul dasar.

1. Simpul Mati

Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

Ciri: ikatan kuat dan sederhana.

2. Simpul Kepala

Simpul kepala biasanya digunakan untuk memasangkan tali pada kayu atau tali utama.

3. Simpul Persegi

Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang teratur dan sering digunakan dalam berbagai karya makrame.

4. Simpul Spiral

Simpul spiral menghasilkan bentuk seperti pilinan atau ulir sehingga karya terlihat lebih dekoratif.

F. Unsur Seni Rupa dalam Karya Makrame

Ketika membuat makrame, murid dapat memperhatikan beberapa unsur seni rupa.

1. Garis

Susunan tali dapat menghasilkan garis lurus, diagonal, melengkung, atau berulang.

2. Bentuk

Simpul dan susunan tali dapat membentuk berbagai bentuk geometris maupun organik.

3. Warna

Pemilihan warna tali dapat membuat karya terlihat cerah, lembut, kontras, atau harmonis.

4. Tekstur

Makrame memiliki tekstur nyata karena permukaannya dapat diraba dan memiliki bentuk simpul serta rumbai.

5. Ruang

Susunan tali yang menggantung dapat memberikan kesan ruang dan kedalaman.

G. Prinsip Seni Rupa dalam Makrame

Selain unsur seni rupa, karya makrame juga dapat memperhatikan prinsip berikut:

  • Kesatuan: bagian-bagian karya terlihat menyatu.
  • Keseimbangan: susunan tali tidak terlihat berat sebelah.
  • Irama: adanya pengulangan simpul atau pola.
  • Proporsi: ukuran setiap bagian sesuai.
  • Harmoni: warna dan bentuk terlihat serasi.
  • Kontras: adanya perbedaan warna atau bentuk yang membuat karya lebih menarik.

H. Langkah-Langkah Membuat Makrame Sederhana

Contoh: Gantungan Makrame Sederhana

1. Menentukan desain

Tentukan terlebih dahulu bentuk dan ukuran karya yang akan dibuat.

2. Menyiapkan bahan

Potong beberapa tali dengan panjang yang sama.

3. Memasang tali

Ikatkan tali pada kayu atau bagian yang digunakan sebagai penyangga.

4. Membuat simpul

Gunakan simpul dasar, seperti simpul kepala, simpul mati, atau simpul persegi.

5. Membentuk pola

Susun simpul secara berulang hingga membentuk pola yang diinginkan.

6. Memberikan hiasan

Tambahkan manik-manik atau buat bagian ujung tali menjadi rumbai.

7. Merapikan karya

Potong bagian tali yang terlalu panjang dan rapikan ujung-ujungnya.

8. Mengamati hasil karya

Perhatikan warna, bentuk, pola, tekstur, kerapian, dan keunikan karya.

I. Kosakata Seni Rupa untuk Merefleksikan Karya

Setelah selesai membuat karya, murid perlu melakukan refleksi.

Refleksi adalah kegiatan melihat kembali proses dan hasil karya untuk mengetahui hal yang sudah baik, kesulitan yang dialami, dan hal yang perlu diperbaiki.

Gunakan kosakata seni rupa berikut ketika melakukan refleksi:

KosakataPengertian
Unsur rupaBagian yang membentuk karya, seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur
KomposisiSusunan unsur-unsur dalam karya
HarmoniKeserasian antara bagian-bagian karya
KontrasPerbedaan yang terlihat jelas
TeksturKesan permukaan suatu benda
PolaSusunan bentuk atau motif yang berulang
ProporsiPerbandingan ukuran antarbagian
KeseimbanganKeselarasan berat visual dalam karya
IramaPengulangan unsur yang memberikan kesan tertentu
KreativitasKemampuan menghasilkan gagasan atau karya yang menarik dan berbeda
KerapianTingkat keteraturan dan ketelitian karya
EstetikaKeindahan yang terdapat dalam karya

J. Contoh Refleksi Karya

Murid dapat menggunakan kalimat berikut:

“Karya makrame saya menggunakan warna cokelat dan putih. Saya memilih warna tersebut karena terlihat harmonis. Saya menggunakan pola simpul yang berulang sehingga menghasilkan irama pada karya. Tekstur tali terasa kasar dan memiliki tekstur nyata. Menurut saya, karya saya sudah cukup rapi, tetapi bagian simpul masih perlu diperbaiki agar komposisinya lebih teratur.”

Contoh refleksi sederhana:

Nama karya: Gantungan Makrame

Warna: Putih dan cokelat

Bentuk: Gantungan dengan rumbai

Teknik: Simpul persegi dan simpul mati

Hal yang saya sukai:
Saya menyukai perpaduan warna dan bentuk rumbai pada karya saya.

Kesulitan saya:
Saya masih kesulitan membuat ukuran simpul yang sama.

Keunggulan karya:
Karya memiliki pola yang berulang dan warna yang harmonis.

Yang perlu diperbaiki:
Kerapian simpul dan panjang rumbai perlu dibuat lebih seragam.

K. Aktivitas Pembelajaran

🟢 Ayo Mengamati

Perhatikan berbagai contoh karya makrame yang ditunjukkan guru.

Jawablah pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu lihat pada karya tersebut?
  2. Bahan apa yang digunakan?
  3. Warna apa yang digunakan?
  4. Bagaimana bentuk dan polanya?
  5. Bagaimana tekstur karya tersebut?
  6. Apa yang membuat karya tersebut terlihat menarik?

🟡 Ayo Berkarya

Buatlah satu karya makrame sederhana menggunakan bahan yang tersedia.

Perhatikan:

  • pemilihan warna;
  • bentuk;
  • pola;
  • teknik simpul;
  • komposisi;
  • keseimbangan;
  • kerapian;
  • kreativitas.

🔵 Ayo Merefleksikan

Setelah selesai berkarya, ceritakan pengalamanmu menggunakan kosakata seni rupa.

Pertanyaan refleksi:

  1. Apa judul karya yang kamu buat?
  2. Apa bahan yang kamu gunakan?
  3. Teknik simpul apa yang kamu gunakan?
  4. Bagaimana komposisi karya kamu?
  5. Bagaimana perpaduan warnanya?
  6. Bagaimana tekstur karya kamu?
  7. Bagian mana yang paling kamu sukai?
  8. Apa kesulitan yang kamu alami?
  9. Apa yang ingin kamu perbaiki?
  10. Apa yang membuat karya kamu berbeda atau unik?

L. Kesimpulan

Makrame merupakan kerajinan yang dibuat dengan teknik mengikat dan menyimpulkan tali. Dalam membuat makrame, kita dapat menerapkan unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur, serta prinsip keseimbangan, harmoni, irama, komposisi, dan proporsi.

Setelah karya selesai, kita perlu melakukan refleksi. Melalui refleksi, kita dapat mengetahui kelebihan karya, kesulitan selama proses berkarya, dan bagian yang masih dapat diperbaiki. Saat melakukan refleksi, gunakan kosakata seni rupa agar kita dapat menjelaskan karya dengan lebih tepat dan jelas.

🌟 Pesan untuk Murid

“Tidak ada karya yang langsung sempurna. Teruslah mencoba, berkreasi, dan berani memperbaiki karya. Setiap simpul yang kamu buat adalah bagian dari kreativitasmu.”

0 komentar:

Posting Komentar