PAK Class 5A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Kamis, 27 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 5A

Materi               : Jujur

Mapel                : PAK

Pertemuan Ke  : 13

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.



CP                                : Peserta didik mampu memahami, menunjukkan, dan membiasakan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari nilai-nilai antikorupsi. Peserta didik mampu mengenali berbagai bentuk perilaku jujur dan tidak jujur, memahami manfaat kejujuran serta dampak perilaku tidak jujur, serta menerapkan kejujuran dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

TP                                : Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
  1. Menjelaskan pengertian jujur dengan menggunakan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh perilaku jujur dan tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menjelaskan pentingnya kejujuran dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan orang lain.
  4. Menganalisis dampak perilaku tidak jujur, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  5. Menunjukkan sikap jujur dalam melaksanakan tugas, ulangan, bermain, dan berinteraksi dengan teman.
  6. Membiasakan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penerapan nilai antikorupsi.
  7. Menyajikan contoh tindakan jujur yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Metode / Model          :  Demonstrasi
Media / Alat peraga   : video


Materi Pembelajaran 



Jujur

A. Pengertian Jujur

JUJUR

1. Pengertian Jujur

Jujur adalah sikap berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan. Orang yang jujur tidak berbohong, tidak menipu, tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, dan berani mengakui kesalahan.

Jujur harus dilakukan di mana saja dan kapan saja, baik ketika ada orang lain maupun ketika tidak ada yang melihat.

2. Ciri-Ciri Orang yang Jujur

Orang yang memiliki sikap jujur biasanya:

  • Berkata sesuai kenyataan.
  • Tidak menyontek saat mengerjakan tugas atau ujian.
  • Mengembalikan barang yang ditemukan kepada pemiliknya.
  • Mengakui kesalahan yang dilakukan.
  • Tidak mengambil barang milik orang lain.
  • Tidak memalsukan hasil pekerjaan.
  • Tidak berbohong untuk mendapatkan keuntungan.
  • Dapat dipercaya oleh orang lain.

3. Contoh Perilaku Jujur di Sekolah

SituasiSikap Jujur
Menemukan uang di kelasMenyerahkannya kepada guru
Tidak mengerjakan PRMengakui kepada guru
Saat ujianMengerjakan sendiri tanpa menyontek
Memecahkan barang temanMengakui dan meminta maaf
Mendapat nilai bagus karena belajarMengatakan bahwa nilai diperoleh dari usaha sendiri
Mendapat uang kembalian lebihMengembalikan kelebihan uang

4. Mengapa Kita Harus Jujur?

Kejujuran sangat penting karena:

  1. Membuat orang lain percaya kepada kita.
  2. Membentuk karakter yang baik.
  3. Menghindarkan kita dari perbuatan korupsi.
  4. Membuat hati menjadi tenang.
  5. Menciptakan lingkungan yang aman dan dapat dipercaya.

5. Hubungan Jujur dengan Antikorupsi

Kejujuran merupakan salah satu nilai dasar antikorupsi. Korupsi dapat muncul ketika seseorang tidak jujur dan ingin mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak benar.

Contohnya:

  • Mengambil uang yang bukan miliknya.
  • Memalsukan laporan.
  • Berbohong tentang penggunaan uang.
  • Menggunakan barang milik orang lain tanpa izin.
  • Menyembunyikan kesalahan untuk mendapatkan keuntungan.

Dengan membiasakan jujur sejak kecil, kita belajar menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab.

6. Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh sederhana yang dapat dilakukan siswa:

“Saya menemukan pensil teman di bawah meja. Saya tidak mengambilnya untuk diri sendiri, tetapi saya mengembalikannya kepada pemiliknya.”

Perbuatan tersebut menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab.

7. Nilai Kejujuran dalam Islam

Allah SWT memerintahkan manusia untuk berkata benar. Salah satu ayat yang sesuai adalah:

QS. Al-Ahzab ayat 70:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”

Pesan ayat tersebut mengajarkan kita untuk berkata benar dan menjauhi kebohongan.

8. Kesimpulan

Jujur adalah berkata dan bertindak sesuai kenyataan. Kejujuran harus dibiasakan sejak kecil, karena orang yang jujur akan dipercaya, bertanggung jawab, dan terhindar dari perilaku yang dapat mengarah pada korupsi.

Slogan:

🌟 “Jujur Itu Hebat, Jujur Itu Keren, Jujur Membentuk Generasi Antikorupsi!”

 Class 5A SD AL-AZHAR 2

Hari/Tanggal    : Rabu / 26 Agustus 2026

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 5A

Mapel                : Matematika, IPA

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

Pengertian Perkalian

Perkalian adalah penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama.

Contoh:

4 × 3

Artinya:

3 + 3 + 3 + 3 = 12

Jadi:

4 × 3 = 12


C. Perkalian Bersusun ke Bawah

Perkalian bersusun ke bawah adalah cara menghitung perkalian dengan menyusun bilangan berdasarkan nilai tempatnya.

Nilai tempat yang perlu diperhatikan:

RibuanRatusanPuluhanSatuan
1.000100101

Contoh 1: 23 × 4

Susun bilangan:

   23
    4
   ── ×

Langkah pertama: kalikan satuan.

4 × 3 = 12

Tulis 2 pada tempat satuan dan simpan 1.

     1
   23
    4
   ── ×
    2

Langkah kedua: kalikan puluhan.

4 × 2 = 8

Tambahkan simpanan 1:

8 + 1 = 9

Jadi:

     1
   23
    4
   ── ×
   92

Jadi, 23 × 4 = 92.


D. Perkalian Bilangan Ratusan

Contoh 2: 125 × 3

    125
      3
   ───── ×

Langkah 1 – Satuan

3 × 5 = 15

Tulis 5, simpan 1.

Langkah 2 – Puluhan

3 × 2 = 6
6 + 1 = 7

Langkah 3 – Ratusan

3 × 1 = 3

Hasilnya:

     1
    125
      3
   ───── ×
    375

125 × 3 = 375


E. Perkalian dengan Bilangan Dua Angka

Untuk perkalian dengan bilangan dua angka, kita mengalikan secara bertahap berdasarkan satuan dan puluhan.

Contoh 3: 24 × 12

Susun:

     24
     12
   ───── ×

Langkah 1: Kalikan dengan angka satuan

Angka satuannya adalah 2.

2 × 4 = 8
2 × 2 = 4

Hasil sementara:

     24
     12
   ─────
     48

Langkah 2: Kalikan dengan angka puluhan

Angka puluhannya adalah 1, yang berarti 10.

1 × 24 = 24

Karena dikalikan puluhan, hasilnya digeser satu tempat ke kiri:

     24
     12
   ───── ×
     48
    240
   ─────
    288

Jadi:

24 × 12 = 288


F. Contoh Perkalian Lain

1. 136 × 4

    136
      4
   ───── ×
    544

Jadi:

136 × 4 = 544

2. 245 × 3

    245
      3
   ───── ×
    735

Jadi:

245 × 3 = 735

3. 321 × 12

     321
      12
   ────── ×
     642
    3210
   ──────
    3852

Jadi:

321 × 12 = 3.852




Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu: 1) menjelaskan pengertian komponen biotik dan abiotik; 2) mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem; 3) menganalisis hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan komponen abiotik; 4) menyusun bagan hubungan komponen biotik dan abiotik; serta 5) menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan keseimbangan ekosistem.

A. MATERI PEMBELAJARAN

1. Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan di sekitarnya.

Contoh ekosistem:

  • Ekosistem sawah
  • Ekosistem kolam
  • Ekosistem sungai
  • Ekosistem hutan
  • Ekosistem kebun
  • Ekosistem laut

Dalam suatu ekosistem terdapat komponen biotik dan komponen abiotik.

2. Komponen Biotik

Komponen biotik adalah semua makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem.

Contohnya:

  • Manusia
  • Hewan
  • Tumbuhan
  • Jamur
  • Bakteri
  • Mikroorganisme

Berdasarkan perannya, makhluk hidup dapat dibedakan menjadi:

a. Produsen
Makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri, misalnya tumbuhan hijau.

b. Konsumen
Makhluk hidup yang memperoleh makanan dari makhluk hidup lain, misalnya sapi, belalang, ikan, dan manusia.

c. Pengurai
Makhluk hidup yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati, misalnya jamur dan bakteri.

3. Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah bagian lingkungan yang bukan makhluk hidup tetapi sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup.

Contohnya:

  • Air
  • Tanah
  • Udara
  • Cahaya matahari
  • Suhu
  • Kelembapan
  • Batu
  • Mineral

4. Hubungan Biotik dan Abiotik

Makhluk hidup tidak dapat hidup sendiri. Mereka membutuhkan komponen abiotik untuk bertahan hidup.

Komponen AbiotikManfaat bagi Makhluk Hidup
AirMinum dan membantu berbagai proses kehidupan
Cahaya matahariMembantu tumbuhan melakukan fotosintesis
TanahTempat tumbuh tumbuhan dan sumber mineral
UdaraMenyediakan oksigen dan karbon dioksida
SuhuMemengaruhi aktivitas dan kehidupan makhluk hidup
MineralMembantu pertumbuhan tumbuhan

Contoh:
Tumbuhan membutuhkan air, tanah, cahaya matahari, dan karbon dioksida untuk tumbuh. Tumbuhan kemudian menjadi sumber makanan bagi hewan dan manusia.

Jadi, perubahan pada satu komponen ekosistem dapat memengaruhi komponen lainnya.

5. Contoh Saling Ketergantungan dalam Ekosistem Sawah

Perhatikan hubungan berikut:

Matahari → Padi → Belalang → Katak → Ular → Elang

Selain itu:

Tanah + Air + Cahaya Matahari → Padi → Manusia

Jika sawah kekurangan air, pertumbuhan padi terganggu. Jika jumlah padi berkurang, belalang kehilangan sumber makanan. Selanjutnya, hewan yang memakan belalang juga dapat mengalami kekurangan makanan.

Inilah yang disebut saling ketergantungan dalam ekosistem.

C. AKTIVITAS PESERTA DIDIK

Ayo Kelompokkan!

Tuliskan komponen berikut ke dalam kelompok yang tepat.

Padi – Air – Belalang – Tanah – Matahari – Katak – Udara – Ular – Bakteri – Batu

Komponen BiotikKomponen Abiotik
…………………………………………
…………………………………………
…………………………………………
…………………………………………
…………………………………………

Ayo Analisis!

Kasus:
Di sebuah kebun, tanaman menjadi layu karena sudah beberapa hari tidak turun hujan.

Jawablah pertanyaan berikut:

  1. Komponen abiotik apa yang mengalami perubahan?
  2. Mengapa tanaman menjadi layu?
  3. Makhluk hidup apa saja yang mungkin terdampak?
  4. Apa hubungan air dengan kelangsungan hidup tumbuhan?
  5. Apa yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem kebun?

D. PROYEK KELOMPOK

“BAGAN EKOSISTEM DI SEKITARKU”

Petunjuk:

  1. Pilih satu ekosistem yang ada di sekitar sekolah atau rumah.
  2. Catat minimal 5 komponen biotik dan 5 komponen abiotik.
  3. Tentukan hubungan antara komponen-komponen tersebut.
  4. Buat bagan menggunakan kertas karton.
  5. Gunakan tanda panah untuk menunjukkan hubungan saling ketergantungan.
  6. Presentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas.

Contoh:

MATAHARI

TUMBUHAN

BELALANG

KATAK

ULAR

Sementara itu:

AIR + TANAH + UDARA + MINERAL

MEMBANTU PERTUMBUHAN TUMBUHAN

E. REFLEKSI

Peserta didik menjawab:

  1. Apa yang dimaksud dengan komponen biotik?
  2. Apa yang dimaksud dengan komponen abiotik?
  3. Sebutkan tiga contoh komponen abiotik!
  4. Mengapa tumbuhan membutuhkan cahaya matahari?
  5. Apa yang terjadi jika air dalam suatu ekosistem berkurang?
  6. Mengapa keseimbangan ekosistem harus dijaga?


 Class 5A SD AL-AZHAR 2

Hari/Tanggal    : Senin / 24 Agustus 2026

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 5A

Mapel                : -

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


🌙 Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 🌙

Anak-anak yang Ibu sayangi,
mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai kesempatan untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah ﷺ.

Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu jujur, sabar, penyayang, rendah hati, menghormati orang lain, serta suka menolong.

Semoga kita semua dapat menjadi anak yang berakhlak mulia, rajin belajar, sayang kepada orang tua dan guru, serta menjadi kebanggaan keluarga.

Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.
Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ senantiasa membawa keberkahan dalam kehidupan kita. 🤍🌹

Shallallahu 'ala Muhammad 

 Class 5A SD AL-AZHAR 2

Hari/Tanggal    : Jum'at / 21 Agustus 2026

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 5A

Mapel                : Seni Rupa

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

1. PAK
CP      : Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai kedisiplinan, dengan menunjukkan perilaku taat terhadap aturan, menghargai waktu, melaksanakan tugas dan kewajiban secara bertanggung jawab, serta membiasakan diri melakukan tindakan yang jujur dan berintegritas di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
TP          : 
  • Menjelaskan pengertian kedisiplinan sebagai salah satu nilai antikorupsi dengan benar.
  • Mengidentifikasi berbagai contoh perilaku disiplin dan tidak disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menjelaskan manfaat menerapkan kedisiplinan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

  • Materi Pokok             : Kedisiplinan
    Metode / Model          : Praktek membuat produk
    Media / Alat peraga   : Video,gambar


    QS. An-Nisa : 59:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri di antara kamu.”

    MAKRAME 

    Pengertian Makrame

    Makrame adalah seni membuat karya kerajinan dengan cara mengikat, menyimpul, dan merangkai tali hingga membentuk benda yang indah dan memiliki fungsi.

    Makrame termasuk karya seni rupa tiga dimensi karena hasilnya memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Namun, beberapa karya makrame yang dibuat untuk hiasan dinding dapat juga dipandang sebagai karya dekoratif.

    Contoh karya makrame:

    • hiasan dinding;
    • gantungan pot tanaman;
    • gantungan kunci;
    • gelang;
    • tempat pensil;
    • tirai;
    • gantungan botol;
    • dekorasi kamar.
    7

    B. Sejarah Singkat Makrame

    Makrame telah dikenal sejak zaman dahulu. Teknik ini berkembang dari kebiasaan manusia membuat simpul untuk berbagai keperluan, seperti mengikat benda dan membuat jaring.

    Seiring perkembangan zaman, teknik mengikat dan menyimpul tali tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi kegiatan seni dan kerajinan.

    Saat ini makrame banyak digunakan sebagai hiasan rumah, aksesori, dan benda yang memiliki nilai jual.


    C. Ciri-Ciri Karya Makrame

    Karya makrame memiliki beberapa ciri khas, yaitu:

    1. Menggunakan tali atau benang sebagai bahan utama.
    2. Dibuat dengan teknik simpul dan ikatan.
    3. Memiliki pola yang berulang.
    4. Dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran.
    5. Memiliki nilai keindahan dan fungsi.
    6. Dapat menggunakan satu atau beberapa warna tali.

      Class 5A SD AL-AZHAR 2

    Hari/Tanggal    : Kamis / 20 Agustus 2026

    Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

    Fase / Kelas      : C / 5A

    Mapel                : PAK

    Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.

    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

    1. PAK
    CP      : Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai kedisiplinan, dengan menunjukkan perilaku taat terhadap aturan, menghargai waktu, melaksanakan tugas dan kewajiban secara bertanggung jawab, serta membiasakan diri melakukan tindakan yang jujur dan berintegritas di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
    TP          : 
  • Menjelaskan pengertian kedisiplinan sebagai salah satu nilai antikorupsi dengan benar.
  • Mengidentifikasi berbagai contoh perilaku disiplin dan tidak disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menjelaskan manfaat menerapkan kedisiplinan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

  • Materi Pokok             : Kedisiplinan
    Metode / Model          : Tanya jawab, ceramah
    Media / Alat peraga   : Video


    QS. An-Nisa : 59:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri di antara kamu.”

    KEDISIPLINAN



    Kedisiplinan adalah sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan serta melaksanakan kewajiban dengan tertib dan tepat waktu.

    Orang yang disiplin tidak hanya menaati aturan ketika diawasi, tetapi juga tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang melihat.

    Contoh sederhana:

    • Datang ke sekolah tepat waktu.
    • Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
    • Mengerjakan tugas sesuai waktu yang ditentukan.
    • Mengembalikan barang yang dipinjam.
    • Membuang sampah pada tempatnya.
    • Mengikuti antrean.
    • Mematuhi tata tertib sekolah.

    Ingat!

    Disiplin bukan karena takut dihukum, tetapi karena sadar bahwa aturan dibuat untuk kebaikan bersama.


    D. Mengapa Kita Harus Disiplin?

    Kedisiplinan sangat penting karena dapat membantu kita menjadi pribadi yang:

    1. Bertanggung jawab

    Orang disiplin menyelesaikan tugas dan kewajibannya dengan baik.

    2. Menghargai waktu

    Orang disiplin memahami bahwa waktu tidak boleh disia-siakan.

    3. Dapat dipercaya

    Orang lain akan lebih mudah mempercayai seseorang yang selalu menaati aturan dan menepati janji.

    4. Tertib

    Kedisiplinan membuat kegiatan di rumah, sekolah, dan masyarakat berjalan dengan teratur.

    5. Jujur dan berintegritas

    Disiplin membuat kita terbiasa melakukan sesuatu sesuai aturan, bukan mencari jalan pintas.


    E. Kedisiplinan sebagai Sikap Antikorupsi

    Korupsi tidak hanya berkaitan dengan mengambil uang atau barang milik orang lain. Perilaku koruptif dapat diawali dari kebiasaan kecil yang tidak jujur dan tidak bertanggung jawab.

    Karena itu, membiasakan disiplin sejak kecil merupakan salah satu cara membangun karakter antikorupsi.

    Contohnya:

    PerilakuSikap Antikorupsi
    Datang tepat waktuMenghargai waktu
    Mengerjakan tugas sendiriJujur
    Mengikuti aturanBertanggung jawab
    Mengembalikan barang pinjamanAmanah
    Tidak menyerobot antreanMenghargai hak orang lain
    Menggunakan fasilitas sekolah dengan baikBertanggung jawab
    Tidak mencontekJujur
    Tidak mencari alasan untuk melanggar aturanBerintegritas

    F. Contoh Kedisiplinan di Sekolah

    Peserta didik yang disiplin dapat menunjukkan perilaku:

    1. Datang ke sekolah sebelum bel masuk.
    2. Mengikuti upacara dengan tertib.
    3. Memakai seragam sesuai aturan.
    4. Membawa perlengkapan belajar.
    5. Mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
    6. Mengerjakan tugas tepat waktu.
    7. Tidak mencontek ketika mengerjakan tugas atau ujian.
    8. Meminta izin ketika meninggalkan kelas.
    9. Menjaga kebersihan kelas.
    10. Mengikuti piket sesuai jadwal.
    11. Mengantre ketika membeli makanan di kantin.
    12. Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu.

    G. Contoh Kedisiplinan di Rumah

    Disiplin juga harus dilakukan di rumah.

    Contohnya:

    • Bangun tidur tepat waktu.
    • Merapikan tempat tidur.
    • Beribadah sesuai kewajiban.
    • Membantu orang tua.
    • Belajar sesuai jadwal.
    • Mengatur waktu bermain.
    • Menyimpan barang pada tempatnya.
    • Menyelesaikan pekerjaan rumah.
    • Tidur sesuai waktu yang telah ditentukan.

    H. Contoh Kedisiplinan di Masyarakat

    Di lingkungan masyarakat, kita dapat menerapkan disiplin dengan cara:

    • Mematuhi peraturan lalu lintas.
    • Membuang sampah pada tempatnya.
    • Mengikuti antrean.
    • Menjaga fasilitas umum.
    • Menghormati waktu dan kepentingan orang lain.
    • Tidak membuat keributan.
    • Mengikuti aturan yang berlaku di lingkungan tempat tinggal.

    I. Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

    Perhatikan contoh berikut!

    Contoh 1

    Andi mengetahui bahwa bel masuk sekolah berbunyi pukul 07.00. Ia selalu berusaha datang sebelum pukul 07.00.

    Sikap Andi: Disiplin.

    Contoh 2

    Budi mendapatkan tugas yang harus dikumpulkan hari Senin. Ia sengaja tidak mengerjakannya dan baru mengerjakan ketika guru menagih.

    Sikap Budi: Tidak disiplin.

    Contoh 3

    Siti menemukan uang di lantai kelas. Ia menyerahkannya kepada guru agar dapat ditemukan pemiliknya.

    Sikap Siti: Jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas.

    Contoh 4

    Raka melihat temannya menyontek. Raka tidak ikut menyontek meskipun guru sedang tidak melihat.

    Sikap Raka: Disiplin dan jujur.


    J. Hubungan Disiplin dengan Nilai-Nilai Antikorupsi

    Kedisiplinan memiliki hubungan erat dengan berbagai nilai antikorupsi.

    1. Jujur

    Tidak memalsukan alasan, tidak menyontek, dan tidak berbohong.

    2. Tanggung Jawab

    Melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh.

    3. Mandiri

    Tidak selalu bergantung kepada orang lain dalam menyelesaikan tugas.

    4. Kerja Keras

    Berusaha menyelesaikan tugas meskipun mengalami kesulitan.

    5. Sederhana

    Tidak berlebihan dan menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan.

    6. Adil

    Mematuhi aturan yang berlaku untuk semua orang.

    7. Berani

    Berani mengatakan bahwa sesuatu yang salah adalah salah.

    8. Peduli

    Memperhatikan kepentingan dan hak orang lain.

    9. Disiplin

    Mematuhi aturan dan melaksanakan kewajiban dengan tepat waktu.


    K. Cerita Inspiratif: "Datang Tepat Waktu"

    Setiap hari, Dimas selalu berusaha datang ke sekolah sebelum bel berbunyi. Ia menyiapkan buku dan seragamnya pada malam hari.

    Suatu pagi, Dimas bangun terlambat. Ia merasa ingin kembali tidur karena masih mengantuk. Namun, ia teringat bahwa hari itu ada tugas kelompok.

    Dimas segera bersiap dan berangkat ke sekolah. Ia tiba beberapa menit sebelum pelajaran dimulai.

    Temannya bertanya, "Mengapa kamu selalu berusaha datang tepat waktu?"

    Dimas menjawab, "Karena disiplin bukan hanya untuk mendapatkan pujian dari guru. Aku ingin belajar bertanggung jawab terhadap waktu dan tugasku."

    Guru yang mendengar jawaban Dimas kemudian berkata:

    "Anak-anak, kebiasaan kecil seperti datang tepat waktu dapat membentuk karakter besar. Orang yang terbiasa disiplin akan lebih mudah menjadi orang yang jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya."


    L. Pesan Penting

    Kebiasaan kecil dapat membentuk karakter besar.

    Mulailah disiplin dari hal-hal sederhana:

    Tepat waktu → Taat aturan → Bertanggung jawab → Jujur → Dapat dipercaya → Berintegritas

    Jika sejak sekolah kita terbiasa disiplin dan melakukan sesuatu sesuai aturan, kita sedang membangun diri menjadi generasi yang antikorupsi.


    M. Aktivitas Siswa

    Aktivitas 1 – Mana yang Disiplin?

    Berikan tanda D untuk perilaku disiplin dan TD untuk perilaku tidak disiplin.

    1. ___ Datang ke sekolah tepat waktu.
    2. ___ Membuang sampah sembarangan.
    3. ___ Mengerjakan tugas sebelum batas waktu.
    4. ___ Menyontek pekerjaan teman.
    5. ___ Mengikuti antrean di kantin.
    6. ___ Sengaja terlambat masuk kelas.
    7. ___ Mengembalikan buku perpustakaan sesuai jadwal.
    8. ___ Tidak melaksanakan piket kelas.
    9. ___ Mematuhi tata tertib sekolah.
    10. ___ Berbohong agar tidak mendapatkan hukuman.

    Aktivitas 2 – Aku Anak Disiplin

    Tuliskan kegiatan disiplin yang kamu lakukan dalam satu hari.

    WaktuKegiatan Disiplin
    Pagi
    Sebelum berangkat sekolah
    Di sekolah
    Pulang sekolah
    Sore
    Malam

    Aktivitas 3 – Studi Kasus

    Bacalah kasus berikut.

    Rani mendapat tugas membuat poster antikorupsi. Tugas tersebut harus dikumpulkan hari Jumat. Namun, Rani bermain sepanjang minggu dan lupa mengerjakan tugas. Pada Jumat pagi, Rani meminta temannya memberikan hasil tugas agar dapat disalin.

    Pertanyaan:

    1. Apakah tindakan Rani termasuk disiplin?
    2. Apakah tindakan Rani termasuk perilaku jujur?
    3. Apa yang seharusnya dilakukan Rani?
    4. Nilai antikorupsi apa yang harus diterapkan Rani?
    5. Apa akibat jika kebiasaan seperti Rani terus dilakukan?

    N. Tantangan 7 Hari Anak Disiplin

    Lakukan tantangan berikut selama 7 hari.

    HariDatang Tepat WaktuMengerjakan TugasMerapikan BarangMenaati Aturan
    Senin✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Selasa✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Rabu✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Kamis✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Jumat✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Sabtu✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗
    Minggu✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗✓ / ✗

    Refleksi

    Setelah melakukan tantangan selama 7 hari, jawablah:

    1. Kebiasaan disiplin apa yang paling mudah saya lakukan?
    2. Kebiasaan apa yang masih sulit saya lakukan?
    3. Apa yang akan saya perbaiki mulai hari ini?
    4. Mengapa disiplin penting untuk menjadi pribadi antikorupsi?

    O. Kesimpulan

    Kedisiplinan adalah kebiasaan menaati aturan dan melaksanakan kewajiban dengan tertib dan tepat waktu.

    Disiplin harus dilakukan bukan hanya ketika ada guru, orang tua, atau orang lain yang mengawasi, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat.

    Kedisiplinan dapat membentuk pribadi yang:

    Jujur – Bertanggung Jawab – Mandiri – Tertib – Dapat Dipercaya – Berintegritas

    Dengan membiasakan disiplin sejak sekolah, kita ikut membangun generasi Indonesia yang berkarakter dan antikorupsi.

    Slogan:

    "Disiplin Hari Ini, Integritas untuk Masa Depan!"

    "Taat Aturan, Jujur dalam Tindakan, Tolak Korupsi!"