Selasa, 2 Desember 2025

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan bersemangat

Hari ini merupakan hari ke-dua kita melaksanakan SAS GANJIL Pelajaran Pendidikan Kewwargaan.  Berikut kisi-kisi nya.

1. Penerapan nilai-nilai sila Pancasila.

MATERI NILAI–NILAI PANCASILA

Pendahuluan

Pancasila adalah dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam bersikap, berpikir, dan bertindak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai ini bersifat universalabadi, serta menjadi identitas karakter bangsa.


1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai Dasar

  • Keyakinan terhadap keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.

  • Pengakuan bahwa kehidupan manusia bergantung pada kekuasaan Tuhan.

Nilai Instrumental

  • Aturan perundang-undangan tentang kebebasan beribadah.

  • Pendidikan agama di sekolah.

Nilai Praktis

  • Saling menghormati antarumat beragama.

  • Tidak memaksakan agama kepada orang lain.

  • Hidup rukun meskipun berbeda keyakinan.

  • Menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama.


2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Nilai Dasar

  • Pengakuan dan penghargaan terhadap martabat manusia.

  • Kesetaraan hak dan kewajiban setiap orang.

Nilai Instrumental

  • Hak Asasi Manusia (HAM).

  • Peraturan yang melindungi warga dari kekerasan dan diskriminasi.

Nilai Praktis

  • Saling menghargai dan tidak merendahkan orang lain.

  • Tidak melakukan kekerasan.

  • Membantu sesama tanpa memandang suku, agama, atau ras.

  • Bertindak jujur dan beradab.


3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Nilai Dasar

  • Menjunjung tinggi rasa kebangsaan.

  • Nasionalisme dan cinta tanah air.

Nilai Instrumental

  • Lambang negara, bahasa Indonesia, bendera, dan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

  • Kurikulum wawasan kebangsaan.

Nilai Praktis

  • Mengutamakan persatuan dibanding kepentingan pribadi/golongan.

  • Menghargai keberagaman budaya Indonesia.

  • Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.

  • Melestarikan budaya nasional.


4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Nilai Dasar

  • Kedaulatan berada di tangan rakyat.

  • Keputusan diambil melalui musyawarah.

Nilai Instrumental

  • Sistem demokrasi Indonesia: pemilu, DPR/DPRD, perwakilan rakyat.

  • Aturan tentang musyawarah dan mufakat.

Nilai Praktis

  • Mengutamakan musyawarah untuk menyelesaikan masalah.

  • Tidak memaksakan kehendak.

  • Menghormati keputusan bersama.

  • Aktif dalam kegiatan masyarakat dan demokrasi (pemilu, rapat warga).


5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Nilai Dasar

  • Keadilan dalam berbagai bidang: ekonomi, hukum, sosial.

  • Pemerataan kesejahteraan.

Nilai Instrumental

  • Kebijakan ekonomi nasional, aturan ketenagakerjaan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

  • Program pembangunan nasional untuk kesejahteraan.

Nilai Praktis

  • Bersikap adil dalam kehidupan sehari-hari.

  • Menghargai hak orang lain.

  • Tidak mengambil hak milik orang lain.

  • Ikut serta dalam kegiatan sosial dan gotong royong.

  • Mendukung pemerataan dan keadilan di lingkungan.


Kesimpulan

Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan Pancasila, bangsa Indonesia dapat hidup rukun, adil, dan harmonis. Setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menerapkan nilai-nilai ini agar cita-cita bangsa dapat terwujud.

2. norma hak dan kewajiban

MATERI: NORMA, HAK, DAN KEWAJIBAN 

A. Pengertian Norma

Norma adalah aturan atau pedoman yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta ketertiban, keamanan, dan kenyamanan.

Fungsi Norma

  • Mengatur perilaku agar sesuai dengan aturan.

  • Mencegah terjadinya konflik dalam masyarakat.

  • Mewujudkan ketertiban dan keamanan.

  • Menjadi pedoman dalam bertindak.

Macam-Macam Norma

  1. Norma Agama

    • Aturan yang berasal dari ajaran agama.

    • Contoh: berdoa sebelum makan, beribadah sesuai agama masing-masing.

  2. Norma Kesusilaan

    • Aturan yang berasal dari hati nurani tentang baik dan buruk.

    • Contoh: berkata jujur, tidak mencuri.

  3. Norma Kesopanan

    • Aturan yang berasal dari kebiasaan masyarakat tentang sopan santun.

    • Contoh: mengucapkan salam, menghormati orang yang lebih tua.

  4. Norma Hukum

    • Aturan tertulis yang dibuat pemerintah dan memiliki sanksi tegas.

    • Contoh: menaati rambu lalu lintas, membayar pajak.


B. Hak dan Kewajiban

1. Pengertian Hak

Hak adalah segala sesuatu yang pantas dan layak diterima oleh setiap orang sejak lahir.

Contoh Hak di Rumah

  • Mendapat kasih sayang dari keluarga.

  • Mendapat makanan dan tempat tinggal.

  • Mendapat kesempatan bermain dan beristirahat.

Contoh Hak di Sekolah

  • Mendapat pendidikan.

  • Mendapat perlakuan adil dari guru dan teman.

  • Mendapat fasilitas belajar seperti meja, kursi, dan buku.


2. Pengertian Kewajiban

Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan atau dipenuhi oleh seseorang sebelum menuntut haknya.

Contoh Kewajiban di Rumah

  • Membantu orang tua membersihkan rumah.

  • Menaati aturan keluarga.

  • Menghormati kedua orang tua.

Contoh Kewajiban di Sekolah

  • Menaati tata tertib sekolah.

  • Belajar dengan rajin.

  • Menjaga kebersihan kelas.

  • Menghormati guru dan teman.


C. Hubungan Hak dan Kewajiban

  • Hak dan kewajiban harus seimbang.

  • Kita tidak boleh menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban.

  • Hak seseorang berlaku jika tidak melanggar hak orang lain.

Contoh:

  • Kita berhak belajar dengan tenang, tetapi kita juga berkewajiban menjaga ketertiban kelas.

  • Kita berhak menggunakan fasilitas sekolah, tetapi wajib merawatnya.


D. Pentingnya Mematuhi Norma, Hak, dan Kewajiban

  • Menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

  • Membentuk karakter yang disiplin dan bertanggung jawab.

  • Membuat hubungan antarwarga menjadi harmonis.

  • Membantu menciptakan masyarakat yang adil.


E. Contoh Perilaku dalam Kehidupan Sehari-Hari

Di Rumah

  • Membantu membersihkan rumah tanpa disuruh.

  • Mengembalikan barang setelah digunakan.

  • Tidak membantah orang tua.

Di Sekolah

  • Mengumpulkan tugas tepat waktu.

  • Mengikuti upacara bendera dengan tertib.

  • Menjaga kebersihan toilet dan lingkungan sekolah.

Di Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

  • Menghormati tetangga dan tidak membuat keributan.


Kesimpulan

Norma, hak, dan kewajiban adalah hal penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mematuhinya, kita dapat hidup dengan aman, tertib, dan harmonis. Setiap orang harus memahami dan melaksanakan kewajibannya sebelum menuntut haknya.

3. musyawarah.

MATERI: MUSYAWARAH 

A. Pengertian Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan berdiskusi untuk mengambil keputusan bersama dengan cara bersama-sama membicarakan suatu masalah secara tertib, jujur, dan tidak memaksakan pendapat.

Musyawarah merupakan nilai utama dalam kehidupan demokrasi, sesuai dengan sila keempat Pancasila:
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”


B. Tujuan Musyawarah

  • Mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah.

  • Mengambil keputusan yang adil dan dapat diterima semua pihak.

  • Mencegah terjadinya pertengkaran atau konflik.

  • Melatih siswa bersikap demokratis, menghargai pendapat orang lain.


C. Prinsip-Prinsip Musyawarah

Agar musyawarah berjalan baik, diperlukan prinsip berikut:

  1. Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

  2. Tidak memaksakan pendapat kepada orang lain.

  3. Menghargai setiap pendapat yang disampaikan.

  4. Dilakukan dengan akal sehat dan hati yang jernih.

  5. Keputusan diambil secara mufakat, atau melalui pemungutan suara jika perlu.

  6. Diterima dengan lapang dada dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.


D. Langkah-Langkah Pelaksanaan Musyawarah

  1. Menentukan masalah yang akan dibahas.

  2. Menunjuk pemimpin musyawarah (moderator/ketua).

  3. Mengemukakan pendapat secara tertib dan sopan.

  4. Mendiskusikan setiap pendapat dengan bijak.

  5. Mengambil keputusan melalui mufakat atau voting.

  6. Menetapkan hasil musyawarah secara tertulis (jika diperlukan).

  7. Melaksanakan keputusan yang telah disepakati.


E. Contoh Masalah yang Bisa Dimusyawarahkan di Sekolah

  • Menentukan ketua kelas.

  • Menentukan tema acara perpisahan sekolah.

  • Menentukan jadwal piket kelas.

  • Membahas pembagian tugas kerja kelompok.

  • Menentukan tujuan karya wisata.


F. Contoh Perilaku yang Mencerminkan Musyawarah

  • Mengacungkan tangan sebelum berbicara.

  • Mendengarkan pendapat teman dengan sopan.

  • Tidak menyela ketika orang lain berbicara.

  • Menerima hasil musyawarah dengan ikhlas.

  • Mengutamakan kepentingan kelompok.


G. Manfaat Musyawarah

  • Melatih sikap demokratis.

  • Menghindari konflik dan pertengkaran.

  • Keputusan lebih adil dan bijaksana.

  • Membuat kegiatan kelompok lebih terarah.

  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.


H. Hubungan Musyawarah dengan Pancasila

Musyawarah merupakan pengamalan dari Sila ke-4 Pancasila, sehingga setiap warga negara diharapkan:

  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.

  • Menghormati pendapat orang lain.

  • Menjalankan keputusan dengan penuh tanggung jawab.

  • Menjaga persatuan dalam setiap perbedaan pendapat.


Kesimpulan

Musyawarah adalah cara menyelesaikan masalah secara bersama-sama, menghargai pendapat, dan mengambil keputusan yang adil. Musyawarah harus dilakukan dengan baik agar tercipta suasana harmonis, demokratis, dan penuh kebersamaan.


Selamat belajar, semoga diberikan kelancaran dalam mengerjakan soal-soal.
Wassalamualaikum, wr.wb.

Senin, 1 Desember 2025

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan bersemangat

Hari ini merupakan hari pertama kita melaksanakan SAS GANJIL Pelajaran Bahasa Indonesia.  Berikut kisi-kisi nya.

1. Teks Eksposisi

2. Teks Eksplanasi

3. Kalimat Majemuk

4. Fakta/Opini

5. Laporan pengamatan

6. Ide pokok

7. Kosa kata baru

 8. Kata kiasan

9. Kosa kata baru

10. Kalimat Majemuk

 11. Kata kiasan

 12. Teks eksplanasi

13. Ide pokok dan gagasan pendukung

1. Teks Eksposisi

Teks yang berisi paparan informasi atau pendapat untuk menjelaskan suatu hal secara jelas, logis, dan faktual.
Struktur:

  • Tesis (pendapat awal)

  • Argumentasi (alasan/dukungan)

  • Penegasan ulang (kesimpulan)


2. Teks Eksplanasi

Teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena alam, sosial, atau budaya.
Struktur:

  • Pernyataan umum

  • Deretan penjelas (proses sebab–akibat)

  • Kesimpulan

Contoh Teks Eksposisi

Judul: Manfaat Membaca Buku bagi Pelajar

Tesis
Membaca buku merupakan kegiatan penting bagi pelajar karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memperluas wawasan.

Argumentasi
Pertama, membaca buku membantu pelajar memahami berbagai informasi baru yang tidak diperoleh dari lingkungan sekitar. Melalui bacaan, siswa dapat mengetahui pengetahuan tentang sains, sejarah, teknologi, dan hal-hal lain yang bermanfaat.
Selain itu, membaca juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan kosakata. Pelajar yang sering membaca biasanya lebih mudah menulis dan berbicara dengan baik.
Tidak hanya itu, membaca juga melatih konsentrasi dan daya ingat. Ketika membaca, otak bekerja aktif sehingga kemampuan berpikir lebih terasah.

Penegasan Ulang
Oleh karena itu, membaca buku seharusnya menjadi kebiasaan penting bagi pelajar karena memberikan banyak manfaat yang berguna untuk proses belajar.


🌟 Contoh Teks Eksplanasi

Judul: Proses Terjadinya Hujan

Pernyataan Umum
Hujan adalah fenomena alam berupa turunnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi. Proses ini terjadi melalui rangkaian tahapan yang berkelanjutan.

Deretan Penjelas (Sebab–Akibat)
Proses hujan diawali oleh penguapan air dari laut, sungai, dan danau akibat panas matahari. Uap air yang naik ke udara berkumpul dan membentuk awan.
Ketika awan semakin tebal dan suhunya semakin rendah, uap air mengembun menjadi titik-titik air. Titik air ini kemudian bergabung dan membesar.
Jika titik-titik air dalam awan sudah terlalu berat, gaya gravitasi membuatnya jatuh ke bumi sebagai hujan.

Kesimpulan
Dengan demikian, hujan terjadi melalui proses penguapan, pembentukan awan, pengembunan, dan turunnya titik air ke permukaan bumi.

1. (Teks Eksposisi)

Bacalah pernyataan berikut!
"Membaca buku dapat meningkatkan pengetahuan dan melatih kemampuan berpikir kritis pada siswa."
Pernyataan di atas termasuk bagian struktur teks eksposisi yang disebut ….
A. Penegasan ulang
B. Tesis
C. Argumentasi
D. Kesimpulan
Jawaban B

2. (Teks Eksposisi)

Kalimat berikut adalah argumentasi dalam teks eksposisi. Manakah yang paling tepat?
A. Membaca adalah kegiatan yang menyenangkan.
B. Oleh karena itu, membaca penting bagi semua orang.
C. Banyak penelitian menunjukkan bahwa membaca rutin dapat meningkatkan konsentrasi.
D. Membaca seharusnya menjadi kebiasaan setiap siswa.
Jawaban : C

3. (Teks Eksplanasi)

Urutan proses terjadinya pelangi yang benar adalah ….
A. Cahaya melewati hujan → Cahaya dibiaskan → Warna muncul
B. Cahaya dibiaskan oleh tetesan air → Cahaya terpecah → Muncul warna pelangi
C. Warna pelangi muncul → Cahaya matahari mengenai bumi → Hujan turun
D. Cahaya terpantul dari tanah → Muncul warna pelangi → Hujan turun
Jawabab: B

4. (Teks Eksplanasi)

Bagian yang berisi penjelasan sebab–akibat suatu fenomena terdapat pada struktur ….
A. Penutup
B. Pernyataan umum
C. Deretan penjelas
D. Kesimpulan

Jawaban :C

5. (Eksposisi & Eksplanasi)

Perbedaan utama antara teks eksposisi dan eksplanasi adalah ….
A. Teks eksposisi menjelaskan proses; eksplanasi memberi pendapat
B. Teks eksposisi berisi pendapat dan alasan; eksplanasi menjelaskan proses terjadinya sesuatu
C. Teks eksposisi selalu bercerita; eksplanasi selalu berisi dialog
D. Teks eksposisi dan eksplanasi memiliki struktur yang sama

Jawaban: B

3. Kalimat Majemuk

Kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih.
Jenis:

  • Setara: dihubungkan dengan dan, atau, tetapi

  • Bertingkat: sebab–akibat, waktu, tujuan, syarat, dll.

  • Campuran: gabungan setara + bertingkat.


4. Fakta / Opini

  • Fakta: benar-benar terjadi, dapat dibuktikan.

  • Opini: pendapat, bersifat subjektif.


5. Laporan Pengamatan

Teks yang berisi hasil observasi/penelitian sederhana.
Struktur:

  • Pernyataan umum

  • Deskripsi bagian

  • Deskripsi manfaat/penutup


6. Ide Pokok

Gagasan utama yang menjadi pokok pembahasan dalam suatu paragraf. Biasanya berada di awal atau akhir paragraf.


7. Kosakata Baru

Kata-kata yang baru dikenal dan perlu dipahami artinya melalui kamus atau konteks kalimat dalam bacaan.


8. Kata Kiasan

Kata atau ungkapan yang tidak digunakan dalam arti sebenarnya, misalnya metafora dan personifikasi.
Contoh: Hatiku membeku (arti: sangat sedih atau kecewa).


9. Kosakata Baru

Sama seperti poin 7: kata-kata yang baru dipelajari dari teks atau bacaan tertentu.


10. Kalimat Majemuk

Sama seperti poin 3: kalimat dengan dua klausa atau lebih yang membentuk hubungan makna tertentu.

11. Kata Kiasan

Sama seperti poin 8: ungkapan tidak literal untuk menimbulkan efek makna.

12. Teks Eksplanasi

(yang sama seperti poin nomor 2)
Menjelaskan proses terjadinya fenomena secara berurutan dan logis.

13. Ide Pokok dan Gagasan Pendukung

  • Ide pokok: inti dari paragraf.

  • Gagasan pendukung: kalimat-kalimat penjelas untuk memperkuat ide pokok.


Jum'at, 28 November 2025

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas. Bagaimana kabarnya hari ini ? Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan bersemangat

Pengertian Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membuat kalimat lebih hidup dan ekspresif. Macam-macam majas dibagi menjadi empat kelompok utama: majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertentangan. Contoh majas perbandingan adalah simile (membandingkan dengan 'seperti' atau 'bagai'), metafora (perbandingan langsung tanpa kata penghubung), dan personifikasi (mengumpamakan benda mati seperti manusia). 

1. Majas Perbandingan
  • Simile: Perbandingan dua hal berbeda menggunakan kata seperti, bagai, atau bak.
    • Contoh: Wajahnya seperti rembulan yang bersinar di malam hari.
  • Metafora: Perbandingan langsung antara dua hal yang berbeda, tanpa menggunakan kata penghubung.
    • Contoh: Budi adalah kutu buku di kelasnya.
  • Personifikasi: Menggambarkan benda mati atau makhluk hidup (selain manusia) seolah-olah memiliki sifat atau tingkah laku manusia.
    • Contoh: Angin berbisik di telinga.
  • Alegori: Mengungkapkan suatu cerita yang menggunakan simbol untuk menggambarkan suatu hal secara keseluruhan.
    • Contoh: Cerita tentang dua orang anak yang tersesat di hutan adalah alegori untuk perjalanan hidup yang penuh cobaan.
  • Eufemisme: Penggunaan kata atau frasa yang lebih halus untuk menggantikan kata yang dianggap kasar atau tidak menyenangkan.
    • Contoh: "Meninggal dunia" untuk menggantikan kata "mati".
  • Litotes: Mengecilkan atau merendahkan suatu keadaan untuk merendahkan diri.
    • Contoh: "Silakan mampir ke gubuk kami" untuk mengundang tamu. 
2. Majas Sindiran
  • Ironi: Menyatakan sesuatu yang berbeda dari maksud sebenarnya, di mana ungkapan dan makna yang dimaksud berlawanan secara halus.
    • Contoh: "Bagus sekali tulisanmu, sampai-sampai kertasnya tidak muat menampung keindahannya," katanya sambil menunjuk coretan.
  • Sarkasme: Sindiran yang lebih kasar dan tajam untuk menyakiti atau menghina.
    • Contoh: "Dasar bodoh! Ini pun kau tidak bisa mengerjakannya?"
  • Sinisme: Sindiran yang mengandung ejekan atau ketidakpercayaan terhadap suatu hal, di mana tujuannya melemahkan atau merendahkan.
    • Contoh: "Tentu saja dia akan baik-baik saja jika tidak melakukan apa-apa."
  • Sinestesia: Menggambarkan satu hal dengan menggunakan kata-kata yang biasanya digunakan untuk indra lain.
    • Contoh: "Suaranya terdengar manis." (Suara adalah indra pendengaran, manis adalah indra perasa). 
3. Majas Penegasan

  • Repetisi: Mengulang kata atau frasa untuk mempertegas maksud.
    • Contoh: "Aku akan terus berjuang, aku akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan."
  • Pleonasme: Menambahkan keterangan yang sebenarnya sudah jelas pada suatu kalimat.
    • Contoh: Dia sudah naik ke atas. (Naik sudah berarti ke atas).
  • Aliterasi: Pengulangan bunyi konsonan di awal kata-kata yang berurutan.
    • Contoh: Si Salam sibuk siang sore.
  • Paralelisme: Mengulang struktur kalimat yang sama untuk menciptakan ritme atau penekanan.