Nama Guru            : Osnita Sari, S.Pd. 

Mata Pelajaran      : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal         : Senin, 31 Agustus 2026
Fase/Kelas             : C / 5
Materi                   : Meneladani Perilaku Pancasila
Pertemuan ke        : 12


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat;

    - Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar mengenali, mengamati, dan merefleksikan simbol-simbol Pancasila pada lambang negara Garuda Pancasila serta memahami hubungan setiap simbol dengan sila-sila Pancasila. Peserta didik menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

    - Meaningful (Bermakna) : Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan makna setiap simbol Pancasila dengan sila-sila Pancasila serta menghubungkannya dengan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti beribadah, menghargai teman, bekerja sama, bermusyawarah, dan bersikap adil. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    - Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai simbol dan sila-sila Pancasila melalui berbagai aktivitas seperti permainan mencocokkan simbol dengan sila, bernyanyi lagu tentang Pancasila, kuis interaktif bertema simbol-simbol Pancasila.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. ·      Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila;

    ·         meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat;

    ·         menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh;

    ·         menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.

📌 MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, gambar garuda pancasila

Bismillahirrahmanirrahim. 

Pertemuan Ke  : 

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.


Mengenal Perumus Pancasila

Pancasila tidak muncul begitu saja. Pancasila dirumuskan melalui proses pembahasan dan perjuangan para tokoh bangsa.

Beberapa tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila antara lain:

  • Ir. Soekarno
  • Drs. Mohammad Hatta
  • Mr. Ahmad Soebardjo
  • Mr. A. A. Maramis
  • Mr. Mohammad Yamin
  • Prof. Dr. Soepomo

Para tokoh tersebut memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu mempersiapkan dasar negara bagi Indonesia yang akan merdeka.

Sikap yang dapat kita teladani

Dari para perumus Pancasila, kita dapat belajar untuk:

1. Mengutamakan persatuan
Walaupun berbeda pendapat, mereka tetap mengutamakan kepentingan bangsa.

2. Rela berkorban
Para tokoh bersedia mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kepentingan Indonesia.

3. Menghargai pendapat
Perbedaan pendapat diselesaikan melalui pembahasan dan musyawarah.

4. Bertanggung jawab
Setiap tokoh menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh.

5. Mengutamakan kepentingan bersama
Kepentingan bangsa lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi atau kelompok.

Contoh penerapannya di masyarakat

Sikap Perumus PancasilaContoh di Masyarakat
Menghargai pendapatMendengarkan pendapat tetangga saat rapat
Mengutamakan persatuanTidak membeda-bedakan warga
Rela berkorbanIkut membantu kegiatan kerja bakti
MusyawarahMenyelesaikan masalah melalui diskusi
Bertanggung jawabMelaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat

D. Mengenal Lima Sila Pancasila

Sila ke-1

Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna:
Bangsa Indonesia percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghormati kebebasan setiap orang dalam menjalankan agamanya.

Contoh perilaku:

  • Rajin beribadah.
  • Menghormati teman yang berbeda agama.
  • Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah.
  • Bersyukur kepada Tuhan.
  • Tidak memaksakan agama kepada orang lain.

Sila ke-2

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Makna:
Setiap manusia memiliki harkat dan martabat yang harus dihormati. Kita harus memperlakukan orang lain secara adil dan beradab.

Contoh perilaku:

  • Menolong orang yang membutuhkan.
  • Tidak melakukan perundungan.
  • Menghargai orang lain.
  • Bersikap sopan dan santun.
  • Tidak membeda-bedakan teman.

Sila ke-3

Persatuan Indonesia

Makna:
Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa meskipun memiliki perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

Contoh perilaku:

  • Berteman dengan siapa saja.
  • Menghargai keberagaman budaya.
  • Mengikuti kegiatan gotong royong.
  • Tidak mudah bertengkar.
  • Menjaga kerukunan masyarakat.

Sila ke-4

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna:
Setiap keputusan yang menyangkut kepentingan bersama sebaiknya dilakukan melalui musyawarah dengan menghargai pendapat orang lain.

Contoh perilaku:

  • Bermusyawarah ketika menentukan kegiatan.
  • Mendengarkan pendapat orang lain.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima hasil musyawarah.
  • Berani menyampaikan pendapat dengan sopan.

Sila ke-5

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna:
Setiap warga negara berhak memperoleh perlakuan yang adil dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kesejahteraan.

Contoh perilaku:

  • Bersikap adil kepada semua orang.
  • Mau berbagi.
  • Tidak mengambil hak orang lain.
  • Melaksanakan kewajiban dengan baik.
  • Membantu masyarakat yang membutuhkan.

E. Pancasila sebagai Kesatuan yang Utuh

Kelima sila Pancasila tidak berdiri sendiri-sendiri. Setiap sila saling berhubungan dan saling melengkapi.

Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh.

Contohnya:

Ketika kita membantu tetangga yang sedang kesulitan, kita tidak hanya menerapkan sila ke-2. Kita juga dapat menerapkan sila ke-1 dengan melakukannya sebagai bentuk ketakwaan kepada Tuhan, sila ke-3 dengan menjaga kepedulian dan persatuan, sila ke-4 dengan bermusyawarah menentukan bantuan, serta sila ke-5 dengan memberikan bantuan secara adil.

Hubungan antarsila

Sila 1 → Sila 2
Keimanan kepada Tuhan mendorong kita untuk menghargai dan menyayangi sesama manusia.

Sila 2 → Sila 3
Saling menghargai dan menyayangi akan menciptakan persatuan.

Sila 3 → Sila 4
Persatuan membuat masyarakat dapat bermusyawarah dengan baik.

Sila 4 → Sila 5
Keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah hendaknya menciptakan keadilan.

Sila 5 → Sila 1
Keadilan dan kesejahteraan harus dilaksanakan dengan tetap menjunjung nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Kesimpulan

Kelima sila Pancasila saling berkaitan. Pengamalan satu sila sebaiknya tidak bertentangan dengan sila lainnya.


F. Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara Indonesia.

Artinya, Pancasila menjadi dasar atau landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.

Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam membuat aturan dan menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Contohnya:

  • Negara menjamin kebebasan beragama → sesuai dengan sila ke-1.
  • Negara menghormati hak setiap manusia → sesuai dengan sila ke-2.
  • Negara menjaga persatuan bangsa → sesuai dengan sila ke-3.
  • Pengambilan keputusan dilakukan melalui mekanisme demokrasi → sesuai dengan sila ke-4.
  • Negara berusaha mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial → sesuai dengan sila ke-5.

G. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Pancasila juga merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Artinya, Pancasila menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup, kita dapat menentukan perilaku yang baik dalam menghadapi berbagai persoalan.

Contoh dalam kehidupan masyarakat

Masalah: Ada tetangga yang terkena musibah.

Sikap berdasarkan Pancasila:

  • Berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.
  • Menunjukkan rasa kemanusiaan.
  • Mengajak warga membantu.
  • Bermusyawarah menentukan bentuk bantuan.
  • Membagikan bantuan secara adil.

Dengan demikian, kelima sila dapat diterapkan secara bersama-sama.


H. Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat

1. Di lingkungan RT/RW

Murid dapat:

  • Mengikuti kerja bakti.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menghormati tetangga.
  • Mengikuti kegiatan masyarakat.
  • Membantu tetangga yang membutuhkan.

2. Dalam kehidupan bertetangga

Murid dapat:

  • Menyapa tetangga dengan sopan.
  • Tidak mengganggu kenyamanan orang lain.
  • Menghargai perbedaan.
  • Menjaga kerukunan.
  • Menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah.

3. Dalam kegiatan gotong royong

Murid dapat:

  • Bekerja sama membersihkan lingkungan.
  • Membantu sesuai kemampuan.
  • Tidak memilih-milih teman.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.


0 komentar:

Posting Komentar