senin
Hari/tgl : Selasa 11 Agustus 2026
Nama Guru : Osnita Sari,S.Pd
Fase/Kelas : C / 5
Mapel : IPAS
Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin.
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Peserta didik dapat Mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma). |
IPAS
Tujuan Pembelajaran : Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya;
- Definisi: Kondisi di mana buang air besar (BAB) menjadi encer dan terjadi lebih sering dari biasanya.
- Penyebab: Infeksi bakteri (seperti E. coli), virus, makanan terkontaminasi, atau alergi makanan.
- Dampak: Tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit secara cepat (berisiko dehidrasi). [1, 2, 3]
- Definisi: Peradangan atau iritasi pada lapisan dinding lambung.
- Penyebab: Pola makan tidak teratur, stres, konsumsi makanan asam/pedas berlebih, atau infeksi bakteri Helicobacter pylori.
- Gejala: Nyeri ulu hati, mual, muntah, dan perut terasa kembung. [1, 2, 3, 4, 5]
- Definisi: Kesulitan buang air besar karena feses bertekstur keras dan kering.
- Penyebab: Kurang mengonsumsi makanan berserat (sayur dan buah), kurang minum air, dan sering menunda buang air besar. [1, 2, 3, 4]
- Definisi: Peradangan pada umbai cacing (apendiks) atau usus buntu.
- Penyebab: Penyumbatan pada usus buntu oleh feses yang mengeras, benda asing, atau infeksi bakteri.
- Penanganan: Umumnya memerlukan tindakan operasi pemotongan usus buntu (apendektomi). [1, 2, 3]
- Definisi: Penyakit asam lambung kronis di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus).
- Penyebab: Melemahnya otot katup (sfingter) bagian bawah kerongkongan.
- Gejala: Rasa terbakar di dada (heartburn) dan rasa asam atau pahit di mulut. [1]
- Makan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan secara rutin.
- Serat membantu melunakkan feses agar usus besar dapat mengeluarkannya dengan lancar (mencegah sembelit). [1, 2, 3, 4, 5]
- Minum minimal 8 gelas atau sekitar 2 liter air putih setiap hari.
- Air membantu melarutkan nutrisi dan mencegah feses mengeras di dalam usus. [1, 2, 3, 4]
- Makanlah tepat waktu (sarapan, makan siang, makan malam).
- Hindari membiarkan lambung kosong terlalu lama untuk mencegah asam lambung mengikis dinding lambung. [1]
- Selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
- Pastikan makanan dicuci bersih dan dimasak hingga matang untuk membunuh bakteri penyebab diare. [1]
- Aktivitas fisik merangsang otot-otot usus untuk berkontraksi secara alami.
- Stres dapat memicu produksi asam lambung berlebih, sehingga menenangkan pikiran sangat penting untuk lambung yang sehat. [1, 2]
- Pertanyaan: Apa perbedaan utama antara penyakit Maag dan GERD berdasarkan gejalanya?
- Kunci Jawaban: Maag berfokus pada nyeri dan mual di ulu hati/lambung, sedangkan GERD ditandai dengan asam lambung yang naik ke kerongkongan hingga memicu rasa terbakar di dada.
- Pertanyaan: Mengapa kurang minum air putih dapat memicu terjadinya konstipasi?
- Kunci Jawaban: Usus besar akan menyerap terlalu banyak cairan dari sisa makanan jika tubuh kekurangan air, sehingga feses menjadi kering, keras, dan sulit dikeluarkan. [1]
- Pertanyaan: Sebutkan 3 langkah preventif agar kita terhindar dari penyakit diare!
- Kunci Jawaban: Mencuci tangan sebelum makan, memastikan kebersihan makanan/minuman, dan menghindari makanan yang dihinggapi lalat atau tidak higienis
.gif)

0 komentar:
Posting Komentar