Nama Guru : Osnita Sari, S.Pd.
Capaian Pembelajaran: peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi serta gagasan melalui berbagai bentuk teks secara lisan dan tulis. Peserta didik mampu memahami penggunaan kaidah kebahasaan dalam berkomunikasi, termasuk mengidentifikasi dan menggunakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dengan tepat sesuai konteks.
Tujuan Pembelajaran:
- Murid dapat Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa
MATERI AJAR BAHASA INDONESIA
KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TIDAK LANGSUNG
A. Pengertian Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang mengutip perkataan seseorang secara persis atau apa adanya.
Kalimat langsung biasanya digunakan ketika kita ingin menyampaikan kembali perkataan seseorang tanpa mengubah kata-katanya.
Contoh:
Ibu berkata, "Jangan lupa membawa buku Bahasa Indonesia besok."
Perkataan Ibu ditulis sama seperti yang diucapkan, sehingga termasuk kalimat langsung.
Contoh lainnya:
Rani berkata, "Aku sudah mengerjakan tugas."
Ayah bertanya, "Kapan kamu pulang?"
Guru berkata, "Anak-anak, silakan membaca halaman 25."
B. Ciri-Ciri Kalimat Langsung
Kalimat langsung memiliki beberapa ciri, yaitu:
1. Menggunakan tanda petik ("...")
Contoh:
Dika berkata, "Saya ingin bermain sepak bola."
2. Kata-kata yang diucapkan ditulis apa adanya
Contoh:
Siti berkata, "Besok saya akan pergi ke rumah nenek."
3. Huruf pertama dalam petikan ditulis dengan huruf kapital
Contoh:
Ibu berkata, "Rapikan kamarmu!"
4. Biasanya terdapat tanda koma sebelum petikan
Contoh:
Ayah berkata, "Belajarlah dengan rajin."
5. Dapat menggunakan tanda tanya atau tanda seru
Contoh:
Budi bertanya, "Di mana bukuku?"
Ibu berkata, "Jangan berlari di dalam rumah!"
C. Pola Kalimat Langsung
Kalimat langsung dapat memiliki beberapa pola.
Pola 1
Pengiring + , + "Kalimat yang diucapkan."
Contoh:
Guru berkata, "Hari ini kita belajar kalimat langsung."
Pola 2
"Kalimat yang diucapkan," + kata pengiring.
Contoh:
"Saya sudah selesai mengerjakan tugas," kata Andi.
Pola 3
"Kalimat yang diucapkan!" + kata pengiring.
Contoh:
"Ayo, kita bermain!" ajak Rudi.
E. Pengertian Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali perkataan seseorang dengan menggunakan bahasa penulis atau pembicara sendiri.
Kata-kata asli dari orang yang berbicara tidak ditulis persis seperti aslinya.
Contoh:
Kalimat langsung:
Ibu berkata, "Jangan lupa membawa payung."
Kalimat tidak langsung:
Ibu berkata agar aku tidak lupa membawa payung.
Perkataan Ibu sudah disampaikan kembali menggunakan susunan kalimat sendiri.
F. Ciri-Ciri Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak langsung memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Tidak menggunakan tanda petik.
- Isi perkataan disampaikan kembali dengan bahasa penulis.
- Kata ganti orang dapat berubah.
- Biasanya menggunakan kata penghubung seperti bahwa, agar, supaya, untuk, atau apakah.
- Intonasinya tidak mengikuti perkataan asli.
Contoh:
Kalimat langsung:
Ayah berkata, "Kamu harus rajin belajar."
Kalimat tidak langsung:
Ayah berkata bahwa aku harus rajin belajar.
G. Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
| Kalimat Langsung | Kalimat Tidak Langsung |
|---|---|
| Mengutip perkataan secara langsung | Menyampaikan kembali perkataan seseorang |
| Menggunakan tanda petik | Tidak menggunakan tanda petik |
| Kata-katanya sama dengan ucapan asli | Susunan katanya dapat berubah |
| Dapat menggunakan tanda tanya/seru dalam petikan | Biasanya menggunakan tanda titik |
| Contoh: Ibu berkata, "Belajarlah!" | Contoh: Ibu berkata agar aku belajar. |
H. Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Tidak Langsung
Perhatikan contoh berikut.
Contoh 1
Kalimat langsung:
Rina berkata, "Saya sedang membaca buku."
Kalimat tidak langsung:
Rina berkata bahwa ia sedang membaca buku.
Perubahan:
- saya → ia
- tanda petik dihilangkan
- ditambahkan kata bahwa
Contoh 2
Kalimat langsung:
Ibu berkata, "Kamu harus menjaga kebersihan kamar."
Kalimat tidak langsung:
Ibu berkata bahwa aku harus menjaga kebersihan kamar.
Contoh 3
Kalimat langsung:
Guru berkata, "Kerjakan tugas ini dengan teliti!"
Kalimat tidak langsung:
Guru meminta murid mengerjakan tugas tersebut dengan teliti.
Contoh 4
Kalimat langsung:
Ayah bertanya, "Apakah kamu sudah makan?"
Kalimat tidak langsung:
Ayah bertanya apakah aku sudah makan.
I. Mengubah Kalimat Tidak Langsung Menjadi Kalimat Langsung
Untuk mengubah kalimat tidak langsung menjadi langsung, kita perlu mengetahui perkataan asli yang disampaikan.
Contoh 1
Kalimat tidak langsung:
Ibu mengatakan bahwa aku harus segera tidur.
Kalimat langsung:
Ibu berkata, "Kamu harus segera tidur."
Contoh 2
Kalimat tidak langsung:
Guru meminta kami untuk mengumpulkan tugas hari ini.
Kalimat langsung:
Guru berkata, "Kumpulkan tugas kalian hari ini!"
Contoh 3
Kalimat tidak langsung:
Ayah bertanya apakah aku sudah mengerjakan pekerjaan rumah.
Kalimat langsung:
Ayah bertanya, "Apakah kamu sudah mengerjakan pekerjaan rumah?"
J. Ayo Mengamati!
Perhatikan percakapan berikut.
Dina: "Besok kita akan melakukan kerja bakti, ya."
Salsa: "Iya. Aku akan membawa sapu."
Dina: "Jangan lupa membawa sarung tangan."
Dari percakapan tersebut terdapat beberapa kalimat langsung.
Contohnya:
Dina berkata, "Besok kita akan melakukan kerja bakti."
Kalimat tersebut dapat diubah menjadi:
Dina berkata bahwa besok mereka akan melakukan kerja bakti.
K. Ayo Berlatih! ✏️
Latihan 1 Ubahlah Menjadi Kalimat Tidak Langsung
Ubahlah kalimat berikut menjadi kalimat tidak langsung!
- Ibu berkata, "Kamu harus rajin belajar."
- Rani berkata, "Aku akan pergi ke perpustakaan."
- Ayah berkata, "Jagalah adikmu."
- Guru berkata, "Kalian harus mengumpulkan tugas besok."
- Budi berkata, "Saya sudah membersihkan kelas."
Latihan 2 Ubahlah Menjadi Kalimat Langsung
Ubahlah kalimat berikut menjadi kalimat langsung!
- Ibu mengatakan bahwa aku harus merapikan tempat tidur.
- Guru meminta murid membaca buku pelajaran.
- Ayah bertanya apakah aku sudah mandi.
- Rina mengatakan bahwa ia akan mengikuti lomba.
- Kakak meminta aku untuk menutup pintu.
.gif)

2 komentar:
Arno sudah buu
Naura hadir
Posting Komentar