Class 5A SD AL-AZHAR 2

Hari/Tanggal    : Kamis / 13 Agustus 2026

Nama guru        : Osnita Sari, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 5A

Mapel                : B. Indonesia

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 5A SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin. 

BAHASA INDONESIA

TP                             : Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan                                          fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa.
Materi Pokok             : Majas
Metode / Model          :Tanya jawab
Media / Alat peraga   : Video, PPT

MAJAS: METAFORA, PERSONIFIKASI, HIPERBOLA, DAN MAJAS LAINNYA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian majas.
  2. Mengidentifikasi berbagai jenis majas.
  3. Menjelaskan ciri-ciri majas metafora, personifikasi, hiperbola, dan lainnya.
  4. Menentukan jenis majas dalam sebuah kalimat.
  5. Membuat kalimat menggunakan berbagai jenis majas dengan tepat.

B. Pengertian Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membuat suatu kalimat menjadi lebih menarik, indah, hidup, atau memiliki makna tertentu.

Majas banyak digunakan dalam puisi, cerpen, novel, lagu, pidato, iklan, dan percakapan sehari-hari.

Contoh:

"Dia adalah bintang kelas."

Kalimat tersebut bukan berarti dia benar-benar sebuah bintang. Kata "bintang" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki prestasi sangat baik. Kalimat tersebut menggunakan majas metafora.


C. Jenis-Jenis Majas

1. Majas Metafora

Pengertian

Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding seperti seperti, bagai, bagaikan, atau laksana.

Contoh:

  • Rina adalah bintang kelas.
  • Ayah menjadi tulang punggung keluarga.
  • Jangan menjadi kutu buku sepanjang hari.
  • Pemuda itu adalah bunga desa.

Penjelasan:

Pada kalimat "Rina adalah bintang kelas", Rina tidak benar-benar menjadi bintang. Kata bintang merupakan kiasan untuk seseorang yang berprestasi atau menonjol.

Ciri-ciri:

  • Membandingkan sesuatu secara langsung.
  • Tidak menggunakan kata seperti, bagai, atau bagaikan.
  • Mengandung makna kiasan.

2. Majas Personifikasi

Pengertian

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati, hewan, tumbuhan, atau sesuatu yang bukan manusia.

Contoh:

  • Angin berbisik di telingaku.
  • Daun-daun menari tertiup angin.
  • Matahari tersenyum menyambut pagi.
  • Ombak berkejar-kejaran menuju pantai.
  • Jam dinding itu terus berbicara sepanjang malam.

Penjelasan:

Angin sebenarnya tidak dapat berbicara atau berbisik seperti manusia. Kata berbisik digunakan untuk menggambarkan suara angin yang lembut.

Ciri-ciri:

  • Benda atau sesuatu yang bukan manusia diberi sifat manusia.
  • Biasanya menggunakan kata kerja yang berkaitan dengan manusia, seperti tersenyum, menangis, berbicara, menari, atau berbisik.

3. Majas Hiperbola

Pengertian

Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan untuk memberikan penekanan atau kesan yang kuat.

Contoh:

  • Aku sudah menunggumu seribu tahun.
  • Suaranya menggelegar membelah langit.
  • Air matanya membanjiri rumah.
  • Tas sekolahku terasa seberat gunung.
  • Aku sudah mengatakan hal itu jutaan kali.

Penjelasan:

Orang tersebut tentu tidak benar-benar menunggu selama seribu tahun. Ungkapan tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa ia sudah menunggu dalam waktu yang sangat lama.

Ciri-ciri:

  • Mengandung ungkapan yang sangat berlebihan.
  • Digunakan untuk memperkuat kesan atau emosi.
  • Tidak dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah.

4. Majas Simile (Perumpamaan)

Pengertian

Majas simile adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal dengan menggunakan kata pembanding, seperti seperti, bagai, bagaikan, laksana, ibarat, atau bak.

Contoh:

  • Wajahnya seperti bulan purnama.
  • Tubuhnya kuat bagai baja.
  • Suaranya merdu bagaikan kicauan burung.
  • Anak itu berlari seperti kijang.

Ciri-ciri:

Terdapat kata pembanding, misalnya:
seperti, bagai, bagaikan, laksana, ibarat, bak.


5. Majas Repetisi

Pengertian

Majas repetisi adalah gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata atau frasa untuk memberikan penekanan.

Contoh:

  • Belajar, belajar, dan belajar adalah kunci keberhasilan.
  • Kita harus berusaha, kita harus berjuang, kita harus berhasil.
  • Jangan menyerah! Jangan menyerah!

Ciri-ciri:

Terdapat pengulangan kata atau kelompok kata.


6. Majas Ironi

Pengertian

Majas ironi adalah gaya bahasa yang menyampaikan sesuatu dengan mengatakan hal yang berlawanan dengan kenyataan, biasanya sebagai sindiran halus.

Contoh:

  • "Rajin sekali kamu, baru datang ketika pelajaran hampir selesai."
  • "Rapi sekali kamarmu," kata Ibu ketika melihat pakaian berserakan.

Ciri-ciri:

  • Mengandung sindiran.
  • Makna sebenarnya berlawanan dengan kata-kata yang diucapkan.

7. Majas Litotes

Pengertian

Majas litotes adalah gaya bahasa yang merendahkan atau mengecilkan kenyataan untuk menunjukkan sikap rendah hati.

Contoh:

  • "Silakan mampir ke gubuk sederhana kami."
  • "Ini hanya hadiah kecil untukmu."
  • "Saya hanya orang biasa."

Padahal, rumah atau hadiah tersebut mungkin sebenarnya cukup bagus atau bernilai.


8. Majas Metonimia

Pengertian

Majas metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan nama merek, ciri, atau sesuatu yang berkaitan erat dengan benda yang dimaksud.

Contoh:

  • Ayah pergi bekerja naik Honda.
  • Kakak membeli Aqua di warung.
  • Ibu mencuci pakaian menggunakan Rinso.

Dalam penggunaan sehari-hari, nama merek digunakan untuk menyebut jenis barang secara umum.


9. Majas Antitesis

Pengertian

Majas antitesis adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang memiliki makna berlawanan.

Contoh:

  • Tua muda menghadiri acara tersebut.
  • Besar kecil harus menjaga kebersihan.
  • Kaya miskin memiliki hak yang sama.

D. Ringkasan Jenis Majas

Jenis MajasPengertian SingkatContoh
MetaforaPerbandingan langsungDia adalah bintang kelas.
PersonifikasiBenda diberi sifat manusiaAngin berbisik.
HiperbolaUngkapan berlebihanAku menunggumu seribu tahun.
SimilePerbandingan dengan kata pembandingWajahnya seperti bulan.
RepetisiPengulangan kataBelajar, belajar, dan belajar.
IroniSindiran dengan makna berlawananRajin sekali, datang terlambat lagi.
LitotesMerendahkan kenyataanSilakan mampir ke gubuk kami.
MetonimiaMenggunakan nama yang berkaitanAyah naik Honda.
AntitesisMenggunakan kata berlawananTua muda ikut bekerja.

E. Cara Mudah Membedakan Majas

Gunakan pertanyaan berikut:

1. Apakah benda mati diberi sifat manusia?
Personifikasi

Contoh: Bunga tersenyum kepada kami.

2. Apakah sesuatu dibandingkan secara langsung tanpa kata "seperti/bagai"?
Metafora

Contoh: Dia adalah tangan kanan kepala sekolah.

3. Apakah ungkapannya sangat berlebihan?
Hiperbola

Contoh: Aku sudah mencarimu ke seluruh dunia.

4. Apakah menggunakan kata "seperti, bagai, bagaikan, laksana"?
Simile

Contoh: Ia berlari seperti kijang.

5. Apakah ada pengulangan kata?
Repetisi

Contoh: Kita harus belajar, belajar, dan belajar.


F. Latihan

Latihan 1: Tentukan Jenis Majas

Tentukan jenis majas pada kalimat berikut!

  1. Angin malam menyapa wajahku.
  2. Dia adalah bintang kelas.
  3. Aku sudah menasihatimu sejuta kali.
  4. Wajahnya cantik seperti bunga mawar.
  5. Tua muda mengikuti kegiatan tersebut.
  6. "Bagus sekali tulisanmu," kata guru ketika melihat tulisan yang sangat berantakan.
  7. "Silakan datang ke gubuk sederhana kami."
  8. Ibu membeli Aqua di warung.
  9. Belajar, belajar, dan belajar adalah kunci keberhasilan.

Kunci Jawaban

  1. Personifikasi
  2. Metafora
  3. Hiperbola
  4. Simile
  5. Antitesis
  6. Ironi
  7. Litotes
  8. Metonimia
  9. Repetisi

G. Latihan Membuat Kalimat

Buatlah masing-masing satu kalimat menggunakan:

  1. Majas metafora
  2. Majas personifikasi
  3. Majas hiperbola
  4. Majas simile
  5. Majas repetisi

Contoh:

Metafora: "Kakakku adalah tulang punggung keluarga."

Personifikasi: "Matahari tersenyum di pagi hari."

Hiperbola: "Aku sangat lapar sampai bisa memakan satu gunung nasi."


H. Kesimpulan

Majas merupakan gaya bahasa yang membuat tulisan atau ucapan menjadi lebih menarik dan memiliki makna yang lebih kuat.

Empat majas yang penting untuk dipahami adalah:

  • Metafora → perbandingan langsung.
  • Personifikasi → benda atau sesuatu yang bukan manusia diberi sifat manusia.
  • Hiperbola → ungkapan yang berlebihan.
  • Simile → perbandingan menggunakan kata seperti seperti, bagai, atau bagaikan.

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Mikhayla sudah membaca blogger bu os

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum Bu os, haura sudah membaca blogger

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum bu os klarisa sudah membaca Boggler

ArnoBelz mengatakan...

Ilmu ini sangat berguna bagiku! -Arno

Adeeva Shakila Rafanda mengatakan...

Assalamualaikum Bu os adeeva sudah membaca blogger

Anonim mengatakan...

Masukkan komentar

Nauranisa fauzi wibowo mengatakan...

Assalamualaikum bu os naura sudah membaca bloger

Posting Komentar