Senin, 2 Februari 2026

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 6B SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin. 

Berikut Materi yang akan kita pelajari hari ini


Tujuan Pembelajaran IPAS:
Murid dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan sosial dan budaya serta dampaknya bagi masyarakat
Materi IPAS:

Perubahan Sosial dan Budaya

A. Pengertian Perubahan Sosial dan Budaya

Perubahan sosial dan budaya adalah perubahan yang terjadi dalam cara hidup masyarakat, baik pada nilai, kebiasaan, norma, maupun pola perilaku dari waktu ke waktu.

Contoh sederhana:
Dulu orang berkomunikasi lewat surat, sekarang menggunakan HP dan media sosial.

B. Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial dan Budaya

1. Faktor Internal (dari dalam masyarakat)

a. Perubahan jumlah penduduk

  • Bertambah atau berkurangnya penduduk memengaruhi kebutuhan dan cara hidup masyarakat.

b. Penemuan baru (inovasi)

  • Contoh: internet, mesin cuci, kendaraan bermotor.

c. Perubahan sikap dan pola pikir masyarakat

  • Masyarakat menjadi lebih terbuka terhadap hal baru.

2. Faktor Eksternal (dari luar masyarakat)

a. Pengaruh budaya lain

  • Masuknya budaya asing melalui televisi, internet, dan media sosial.

b. Peristiwa alam

  • Bencana alam dapat mengubah cara hidup masyarakat.

c. Perkembangan teknologi dan globalisasi

  • Informasi dari seluruh dunia mudah diakses.

C. Dampak Perubahan Sosial dan Budaya

1. Dampak Positif

  • Mempermudah aktivitas manusia

  • Meningkatkan pengetahuan dan wawasan

  • Mendorong kemajuan pendidikan dan teknologi

  • Mempercepat komunikasi dan transportasi

Contoh:
Belajar bisa dilakukan secara daring (online).

2. Dampak Negatif

  • Lunturnya budaya lokal

  • Munculnya sikap individualisme

  • Ketergantungan pada teknologi

  • Perilaku tidak sesuai norma (misalnya kecanduan gawai)

D. Sikap Menghadapi Perubahan Sosial dan Budaya

  • Bersikap selektif terhadap budaya asing

  • Tetap melestarikan budaya daerah

  • Menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab

E. Contoh Soal Pemahaman

  1. Sebutkan dua faktor internal penyebab perubahan sosial dan budaya!

  2. Apa dampak positif perkembangan teknologi bagi masyarakat?

  3. Mengapa kita harus bersikap selektif terhadap budaya asing?

Video Pembelajaran IPAS:


Pendidikan Pancasila

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang terdiri atas 17.506. Pulau-pulau tersebut menyebar di sekitar khatulistiwa. Pulau-pulau besar yang ada di Indonesia antara lain Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian. Secara administrasi wilayah Indonesia terdiri atas pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah terdiri atas pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa. 


Jumlah provinsi di Indonesia pada saat ini adalah 34 provinsi. Provinsi yang ada di Indonesia mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 jumlah provinsi di Indonesia ada delapan. Provinsi yang ada pada saat itu adalah Provinsi Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo (Kalimantan), Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku.


Pada tahun 1945–1949 Indonesia mengalami perkembangan wilayah. Hal ini disebabkan masuknya kembali Belanda untuk menguasai Indonesia. Berdasarkan hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda tahun 1949, Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk serikat. Pada saat itu Indonesia terdiri atas lima belas negara bagian. Republik Indonesia adalah bagian dari Republik Indonesia Serikat. 


Pada tahun 1950 kita kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada kurun waktu 1950–1966 di Indonesia telah terjadi pemekaran beberapa provinsi sebagai berikut:

  1. Pada tahun 1950 Provinsi Sumatra dipecah menjadi Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan. Pada tahun ini Yogyakarta mendapatkan status daerah istimewa.
  2. Pada tahun 1956 Provinsi Kalimantan dipecah menjadi Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
  3. Pada tahun 1957 Provinsi Sumatra Tengah dipecah menjadi Provinsi Jambi, Riau, dan Sumatra Barat. Pada tahun ini Jakarta mendapatkan status sebagai daerah khusus ibu kota. Selain itu, Aceh menjadi provinsi tersendiri lepas dari Sumatra Utara.
  4. Pada tahun 1959 Provinsi Sunda kecil dipecah menjadi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Pada tahun ini juga dibentuk Provinsi Kalimantan Tengah dari Kalimantan Selatan.
  5. Pada tahun 1960 Provinsi Sulawesi dipecah menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Selatan.
  6. Pada tahun 1963 PBB menyerahkan Irian Barat ke Indonesia.
  7. Pada tahun 1964 dibentuk Provinsi Lampung dari pemekaran Provinsi Sumatra Selatan. Selain itu, dibentuk pula Provinsi Sulawesi Tengah (pemekaran dari Sulawesi Utara) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan).
Peta Indonesia

Jumlah provinsi di Indonesia bertambah ketika Irian Barat resmi kembali menjadi bagian dari NKRI pada tanggal 19 November 1969 dan menjadi provinsi ke-26. Irian Barat kemudian namanya berubah menjadi Irian Jaya.

Selanjutnya, Timor Timur berintegrasi atau bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 17 Juli 1976. Timor Timur menjadi provinsi ke-27. Pada tanggal 19 Oktober 1999 Timor Timur melepaskan diri dari NKRI. Timor Timur menjadi negara baru, yaitu Timor Leste.

Jum'at, 30 Januari 2026

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 6B SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin. 

Berikut Materi yang akan kita pelajari hari ini


Tujuan Pembelajaran Seni Rupa:
Murid Dapat Membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun (karya seni rupa 2 dimensi)

Materi Ajar Seni Rupa: (sumatif harian ke-1)

A. Pengertian Menggambar

Menggambar adalah kegiatan membuat gambar di atas bidang datar untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan pengalaman dengan menggunakan berbagai unsur rupa.

B. Sumber Inspirasi Menggambar

Inspirasi gambar dapat berasal dari:

·         Alam (gunung, laut, tumbuhan, hewan)

·         Lingkungan sekitar (rumah, sekolah, pasar)

·         Pengalaman pribadi

·         Imajinasi atau khayalan

C. Unsur-Unsur Rupa dalam Menggambar

1. Garis

Garis adalah goresan yang membentuk gambar.
Contoh garis:

·         Garis lurus

·         Garis lengkung

·         Garis zig-zag

2. Warna

Warna membuat gambar terlihat hidup.
Jenis warna:

·         Warna primer: merah, kuning, biru

·         Warna sekunder: hijau, jingga, ungu

3. Tekstur

Tekstur adalah kesan permukaan pada gambar.
Contoh:

·         Halus

·         Kasar

4. Bentuk

Bentuk adalah rupa benda yang terlihat.
Contoh:

·         Lingkaran

·         Persegi

·         Segitiga

5. Bangun

Bangun adalah bentuk yang memiliki ukuran dan ruang.
Contoh:

·         Kubus

·         Balok

·         Tabung

E. Langkah-Langkah Menggambar

1.      Menentukan ide atau tema gambar

2.      Membuat sketsa ringan dengan pensil

3.      Menggambar garis dan bentuk utama

4.      Memberi detail dan tekstur

5.      Mewarnai gambar dengan rapi

D. Contoh Tema Gambar

·         Pemandangan alam

·         Kegiatan di sekolah

·         Rumah impian

·         Lingkungan bersih

E. Sikap dalam Berkarya Seni

·         Percaya diri

·         Teliti

·         Kreatif

·         Bertanggung jawab

F. Kesimpulan

Menggambar adalah kegiatan seni yang menyenangkan dan bermanfaat untuk mengekspresikan gagasan. Dengan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun, kita dapat menghasilkan karya gambar yang menarik dan bernilai estetis.

Video Pembelajaran:

Kamis 29 Januari 2026

Assalamualaikum Ananda Shaleh dan Shaleha kelas 6B SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung. Ibu guru berharap ananda semua dalam keadaan sehat Wal'afiat, dan Terus belajar dengan Semangat.........Jadikan setiap hari kesempatan untuk berkembang, dan jangan pernah berhenti menggali ilmu......Dan juga Jadilah Pribadi yang Pantang menyerah Nak, Jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir, dan terus berusaha mencapai impian besar. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam kalian Berproses Aamiin Yaa Robbalalamin. 

Berikut Materi yang akan kita pelajari hari ini


Matematika

Menjelaskan makna lokasi suatu objek.
Membaca posisi suatu benda pada denah atau petak koordinat

MATERI 

Membaca dan menentukan lokasi

sistem koordinat kartesius adalah sebuah sistem yang menunjukkan titik-titik dalam sebuah bidang dengan menggunakan beberapa bilangan pada garis koordinat.
Sistem ini umumnya digunakan untuk mengetahui letak atau posisi dari suatu titik atau benda pada suatu bidang. Oleh karena itu, sistem ini banyak dimanfaatkan pada proses pemetaan.
Bidang kartesius adalah sebuah bidang yang di dalamnya terdapat sistem koordinat kartesius, sedangkan sistem koordinat kartesius adalah sebuah sistem yang ada di dalam bidang tersebut.

Cara Menentukan Titik Koordinat pada Bidang Kartesius

Untuk menentukan titik koordinat pada bidang kartesius, perhatikan gambar berikut.
Pada bidang kartesius, potongan sumbu x dan y disebut dengan pangkal koordinat. Foto: Buku Kumpulan Materi dan Rumus Matematika SD/MI Kelas 4, 5, 6 karya Muklis

Pada bidang kartesius, potongan sumbu x dan y disebut dengan pangkal koordinat. Foto: Buku Kumpulan Materi dan Rumus Matematika SD/MI Kelas 4, 5, 6 karya Muklis

Berdasarkan gambar tersebut, dapat dilihat bahwa:
  • Sumbu x dan sumbu y berpotongan tegak lurus di titik O. Titik O ini dinamakan pangkal koordinat.
  • Bilangan-bilangan pada daerah atas x dan daerah kanan y bernilai positif.
  • Bilangan-bilangan pada daerah bawah x dan daerah kiri y bernilai negatif.
  • Letak suatu titik koordinat pada bidang kartesius dinyatakan sebagai A(x,y).
  • Bilangan x pada bidang kartesius disebut absis, sedangkan y adalah ordinat.
Selanjutnya perhatian bidang kartesius di bawah ini.
Ilustrasi bidang kartesius. Foto: Buku Kumpulan Materi dan Rumus Matematika SD/MI Kelas 4, 5, 6 karya Muklis


Bahasa Indonsia

Tujuan

 Murid dapat Menulis teks berdasarkan gagasan pribadi.

Murid dapat Menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca


hubungan kausalitas adalah konsep yang menjelaskan kaitan sebab-akibat antara dua peristiwa atau fenomena,

Kausalitas menunjukkan bahwa suatu peristiwa terjadi sebagai akibat dari peristiwa lainnya. Dalam sebuah cerita, tindakan atau sifat tokoh sering kali menjadi penyebab (sebab) munculnya rangkaian kejadian tertentu (akibat)

Siswa belajar mengidentifikasi dan menggunakan kata hubung untuk menyambungkan sebab dan akibat dalam kalimat. Beberapa contohnya adalah

  • Sebab/Karena: Menjelaskan alasan terjadinya sesuatu.
  • Oleh karena itu/Oleh sebab itu: Menunjukkan simpulan atau akibat dari peristiwa sebelumnya.
  • Sehingga/Maka: Menunjukkan hasil dari sebuah tindakan.
  • Akibatnya: Menjelaskan dampak langsung dari suatu kejadian
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
  • "Hana merasa cemas karena ini adalah hari pertamanya sekolah di Indonesia setelah pindah dari Jepang".
  • "Imam melanggar rambu lalu lintas, sehingga ia mengalami kecelakaan".
  • "Saya tidak jajan sembarangan sebab takut sakit perut"